The Measure of a Touch:from the CEO's contractual wife

The Measure of a Touch:from the CEO's contractual wife

last updateLast Updated : 2026-04-07
By:  Urica Kate Ongoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
46Chapters
921views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Piper McDowell never planned to marry a stranger, or become a mother overnight. But when a desperate contract throws her into the cold, controlled world of billionaire Thomas Anderson, she has no choice but to play by his rules. No intimacy. No expectations. No feelings. Yet loving his children and challenging his walls, Piper begins to melt the ice around Thomas’s heart—without even trying. Someone is watching. Someone who won’t let her belong. And they'll do whatever it takes to get her out from the Anderson's residence. Secrets, lies, and dangerous jealousy threaten to destroy everything she’s fighting for. In a house built on grief, trust is fragile, and one wrong move could change everything. Piper must decide whether to fight for the family she’s grown to love, while enduring toture, or protect herself from the shadows closing in

View More

Chapter 1

Piper McDowell

Ada sebuah aturan tidak tertulis di dunia mafia Corvano.

Saat seorang ketua mafia mempertahankan wanita baru di sisinya selama tiga bulan berturut-turut, sang nyonya harus secara pribadi melepas cincin meterai yang melambangkan kekuasaannya dan memakaikannya ke jari wanita baru itu di depan seluruh keluarga.

Ketika suamiku, Lukas, ketua dari Keluarga Nugraha, mengumumkan bahwa dia akan membawa Mia pergi berdua untuk perjalanan bisnis selama tiga bulan, seluruh dunia mafia Corvano menunggu reaksiku.

Aku sudah bersama Lukas Nugraha selama tujuh tahun.

Aku mengikutinya ke mana pun dan menolak berpisah darinya. Bahkan di tengah malam, aku sering terbangun hanya untuk menyentuhnya, memastikan dia masih ada di sana agar aku merasa tenang.

Mereka semua tahu betapa posesifnya aku dan mereka bertaruh aku tidak akan pernah bisa melepaskannya. Namun, saat Mia mengulurkan tangannya kepadaku dengan suara manis yang dibuat-buat, aku bahkan tidak meneteskan air mata sedikit pun.

Dengan tenang, aku melepas cincin meterai berukir lambang keluarga itu dan menyelipkannya ke jari manisnya.

Lukas, yang bersandar santai di kursi kulit di ujung meja, memutar gelas wiski di tangannya. Dalam mata birunya melintas kepuasan. "Elara, akhirnya kamu tahu posisi dirimu."

Aku menunduk menatap jariku yang kini kosong, tanpa mengatakan sepatah kata pun.

Yang tidak Lukas ketahui adalah, sebulan lalu aku telah mendapatkan kembali seluruh ingatanku yang hilang selama tujuh tahun.

Aku sama sekali bukan anak jalanan yatim piatu, melainkan putri Keluarga Ruswita yang telah lama hilang. Keluargaku adalah keluarga paling berkuasa di antara keluarga-keluarga Dunia Lama.

Tiga hari lagi, konvoi bersenjata milik kakakku akan memasuki Corvano untuk membawaku pulang.

....

Udara di pesta tahunan Keluarga Nugraha dipenuhi aroma cerutu dan parfum mahal.

Mia mengangkat tangan yang kini mengenakan cincin meterai itu, lalu berputar di depan lingkaran anggota keluarga yang mengerumuninya.

Seruan kagum yang dibuat-buat terdengar di sekelilingnya, disusul tatapan mengejek yang diam-diam diarahkan kepadaku dari sudut-sudut ruangan.

Lukas duduk di ujung meja panjang. Tatapannya melintas dengan santai ke arah wajah sampingku dari balik kerumunan. Setelah puas menerima pujian, Mia berjalan mendekat sambil membawa segelas anggur.

Matanya tertuju pada gelang ruby di pergelangan tanganku. Namanya "Hati Abadi".

Tiga tahun lalu saat hari jadi kami, Lukas mengeluarkan harga fantastis di pelelangan dunia mafia hanya untuk menyenangkanku.

Mia terkekeh pelan, lalu mendekat ke telingaku. "Elara, kamu sudah menyerahkan cincinnya. Apa kamu nggak merasa agak memalukan kalau masih mempertahankan barang-barang milik nyonya bos?" Dia mengulurkan tangan, berniat menyentuh gelang itu. Aku mundur setengah langkah.

Acara utama malam itu akhirnya dimulai. Menurut tradisi keluarga, sekarang giliran Nyonya yang menyalakan lilin suci.

Namun, Mia lebih dulu meraihnya dan berkata dengan suara manja, "Lukas bilang malam ini aku yang melakukannya."

Sebelum sempat bereaksi, dia sudah menggenggam tempat lilin perak antik itu, yaitu pusaka keluarga yang diwariskan selama empat generasi. Lalu dengan gerakan pergelangan tangan yang disengaja, dia membiarkannya terlepas dari genggamannya.

Klang!

Tempat lilin itu menghantam lantai marmer dengan suara keras. Bagian dasar logamnya yang berat menggelinding ke atas karpet, sementara tabung kacanya langsung pecah berkeping-keping.

Lilin panas memercik ke lantai. Mia segera memegangi pergelangan tangannya, matanya memerah dan air matanya mulai menggenang.

"Elara, aku cuma ingin membantu. Kalau kamu nggak mau, kamu tinggal bilang saja. Kenapa harus mendorongku ...."

Musik jazz dari pemutar piringan hitam mendadak terhenti dengan suara melengking.

Semua mata di aula itu langsung tertuju pada kami.

Selama tujuh tahun terakhir, wanita mana pun yang berani mendekati Lukas atau menantangku pasti akan disingkirkan dari kediaman ini.

Dulu aku begitu tidak percaya diri sampai-sampai jika ada wanita lain yang menatap Lukas, aku akan bersembunyi dalam pelukannya dan menangis sampai dia berjanji mengusir wanita itu.

Namun, kali ini berbeda.

Lukas berjalan mendekat, lalu menarik Mia ke belakang tubuhnya dengan satu tangan. Tatapannya jatuh pada goresan di kulit putih Mia dan alis tampannya langsung berkerut.

"Kamu sok jadi korban lagi, Elara? Mia baru saja datang ke kediaman ini. Apa perlu banget kamu mempermalukannya di depan para tetua keluarga?"

Keberpihakannya begitu terang-terangan dan nada bicaranya penuh tuduhan.

Aku memandangi wajah yang dulu pernah kucintai sepenuh hati itu, dan rasa sakit yang tajam seakan merobek dadaku. Aku menarik napas panjang, memaksakan air mata yang mulai memenuhi mataku untuk kembali surut.

Aku tidak mengucapkan satu kata pembelaan pun, juga tidak menarik lengan bajunya untuk menjelaskan seperti dulu.

Aku hanya mengangkat kepala, lalu membuka kait gelang "Hati Abadi" di pergelangan tanganku dengan tenang. Di bawah tatapan terkejut semua orang, aku mengulurkan gelang itu kepada Mia.

"Kalau kamu suka, ambillah. Maaf, tadi aku kehilangan keseimbangan dan buat kamu kaget."

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

No Comments
46 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status