Home / Fantasi / The Peacemaker / Bab 62. Mencari Kebenaran Perasaan

Share

Bab 62. Mencari Kebenaran Perasaan

Author: riwidy
last update Huling Na-update: 2025-11-14 21:06:21

"Mungkin sulit untuk menerjemahkan apa yang jiwa mau, biarkan dia mengalir sendiri menuju muaranya, niscaya akan terjawab sendiri."

Arga memang polos dalam hal cinta. Kematian keluarganya yang tragis, kematian lalu reinkarnasinya juga misinya mengalahkan 7 penguasa menguasai seluruh hidupnya. Hal ini cukup menghalangi dia untuk merasakan emosi manusiawi seperti ini.

Ryan menghela napas, lalu menatap Arga dengan mata penuh pengertian. “Bos, kau tahu bagaimana rasanya ingin membakar seluruh dunia saat kau melihat ketidakadilan? Bagaimana rasanya ingin melindungi orang-orang yang lemah? Bagaimana rasanya darahmu mendidih saat melihat Mr. Gerri dan anak buahnya?”

Arga mengangguk mantap. “Tentu saja. Itu yang membuatku hidup kembali.”

“Nah,” kata Ryan, menoleh ke arah Maya dan Arga secara bergantian. “Cinta itu… perasaan yang sama kuatnya, bahkan mungkin lebih. Tapi bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk membangun. Bukan untuk membakar, tapi untuk menghangatkan. Untuk satu orang yang m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • The Peacemaker   Bab 118. Kemunculan Drone Tempur

    "Semua akan tiba saatnya, saat perjuangan, airmata, doa dan pengorbanan jadi satu yaitu KEMENANGAN.""Yakin! Kami… kami baru saja menyadarinya! Bunker itu ternyata… ternyata adalah pusat kendali cadangan untuk jaringan keamanan data Mr. Gerri!" Sando menjelaskan dengan cepat."Ketika bunker itu runtuh dan terpapar racun, itu juga memicu penghancuran data secara fisik! Kami… kami hanya perlu mendorong sedikit lagi dari sini!""Dorong bagaimana?!" Darren memekik. "Kita bahkan tidak tahu ke mana arus ini membawa kita!""Dengar!" Alan menyela. "Tadi ada laporan dari tim pengawas drone kita! Mereka melihat gerakan besar di markas utama Mr. Gerri! Ada… ada kekacauan besar! Semua pasukan keamanan internalnya saling menembak! Mereka… mereka pikir ada pengkhianat di antara mereka!"Maya terkesiap. "Pengkhianat? Itu… itu hasil dari virus datanya, kan? Memanipulasi informasi, menciptakan kepanikan internal

  • The Peacemaker   Bab 117. Arga Menghilang

    "Tindakan yang tepat dan cepat di saat yang benar akan membawa ke kebaikan besar bagi semua."“Arga! Kau harus bisa! Demi kami!” Maya memekik, suaranya penuh air mata, ia mencoba meraih tangan Arga yang masih terlihat dari sela-sela reruntuhan. Ia merasakan keputusasaan dan ketakutan yang mencekik.Ia sudah sangat dekat dengan keselamatan, tapi Arga masih di sana, terjebak. Ia telah berjuang mati-matian, dan sekarang ia terperangkap karena balok itu. Maya merasakan hati kecilnya terkoyak.Ia tahu ia mencintai Sando, tetapi melihat Arga berjuang di ambang kematian di hadapannya, mempertaruhkan nyawa untuk mereka semua, membuat perasaannya kacau balau. Arga adalah pahlawannya, penyelamatnya.“Aku… aku akan coba dorong dari dalam!” Maya berkata, ia mundur sedikit, mencoba mencari tumpuan untuk mendorong balok yang menimpa Arga.“Jangan, Maya! Itu terlalu berat!&rd

  • The Peacemaker   Bab 116. Terowongan Sempit

    "Terkadang keadaan darurat akan menerbitkan ide luar biasa yang hanya akan berlaku pada saat terbatas."“Di… di bawah sektor lima! Dekat dengan lokasi kita sekarang!” Maya membalas, ia kini merangkak dengan susah payah menuju panel kontrol lain yang lebih tersembunyi, yang untungnya masih utuh. Jemarinya gemetar, namun otaknya bekerja dengan kecepatan luar biasa, memindai skema yang ia ingat."Aku… aku akan coba mengaktifkan lampunya dari sini! Tapi ini akan butuh waktu!”“Berapa banyak waktu, Maya?!” Darren mengaum dari belakang, suaranya serak. Ia memeluk Ryan yang kini benar-benar tergeletak tak sadarkan diri, wajahnya membiru. “Ryan… dia tidak bisa bertahan lebih lama lagi!”Arga menoleh. Hatinya mencelos melihat sahabatnya. Racun itu bekerja cepat. Ia tahu itu. Ia mengalihkan pandangannya kembali ke Maya, yang kini terbatuk hebat, tetapi terus menekan

  • The Peacemaker   Bab 115. Jebakan Terakhir Mr Albert

    "Sejatinya sejahat-jahatnya orang kejam, dia tak akan pernah tega mengancam kehidupan anaknya sendiri kecuali terdesak keadaan."“Tutup mulutmu, Albert!” Darren berteriak, ia berhasil bangkit dan mencoba menyeret Ryan menjauh dari Albert. Maya di belakang mereka, merangkak di antara puing-puing, berusaha mendekat.Arga mengabaikan Albert. Ia fokus pada panel. Jika Alan bisa mengalirkan daya, ia hanya punya sedikit waktu untuk membukanya sebelum jebakan gravitasi aktif.“Maya! Katakan padaku, di mana tepatnya jebakan gravitasi itu?!” Arga mendesak.Maya mencoba mengingat, otaknya bekerja keras di tengah kabut racun. “Di… di dekat ujung lorong, Arga! Ada… ada area kotak berwarna hitam! Itu… itu sensornya!”“Sensor!” Arga melihat ke depan. Memang ada sebuah area lantai yang tampak sedikit lebih gelap, sebuah ubin persegi yang mencolok.“Su

  • The Peacemaker   Bab 114. Jebakan Racun

    "Dalam jiwa patriot sejati, tak ada kata menyerah sebelum benar-benar kalah." Jeritan alarm memekakkan telinga, bersahutan dengan dengungan maut penghitung waktu mundur yang terpampang jelas di panel kontrol yang remuk. 09:55… 09:54… Kabut kehijauan, racun kimia yang manis memabukkan, perlahan tapi pasti memenuhi bunker yang sudah seperti neraka itu. Paru-paru Arga terasa terbakar, setiap tarikan napas adalah perjuangan. Ia menatap Maya, Darren, dan Ryan yang masih tertindih, mata mereka memerah, batuk-batuk tak terkendali.“Maya! Om Darren! Ryan! Jangan… jangan hirup dalam-dalam!” Arga teriak, suaranya parau, melangkah tertatih mendekati mereka, berusaha mengabaikan Mr. Albert yang kini terkulai di dekatnya, terengah-engah dalam keputusasaan yang gila. “Kita harus keluar! SEKARANG!”Maya, meski wajahnya pucat pasi dan air mata mengalir dari matanya yang perih, memaksakan diri mengangkat kepalanya. “Pintu… pintu utama terkunci, Arga! Kuncian baja darurat! Kita tidak bisa… tidak bi

  • The Peacemaker   Bab 113. Kartu As Berlapis Mr Albert

    "Salah satu kegagalan seorang pimpinan adalah saat ada pengkhianatan dari orang terdekat yang dilindunginya."Cahaya merah dari detonator kini berdenyut begitu cepat, menyilaukan mata, menelan semua harapan yang tersisa di dalam bunker yang remuk. Mr. Albert, dengan senyum bengisnya yang menyilaukan dalam kilatan cahaya neraka itu, mengangkat alat kebinasaan tersebut tinggi-tinggi.Arga mencoba bangkit dari puing-puing, kakinya tersandung. Setiap sendi tubuhnya terasa nyeri akibat pendaratan keras sebelumnya, namun adrenalin memompa darahnya dengan gila-gilaan.Ia melihat Maya dan Darren masih terperangkap di bawah balok beton, Ryan yang tergeletak lemah. Waktu terasa melambat, seolah alam semesta menahan napas.“Sando! Alan! Kalian dengar ini?!” Arga mengaum ke komunikatornya, mengabaikan rasa sakit yang menyayat.Ia tahu mereka pasti mendengar ledakan dan kehancuran. “Albert akan meledakkan semuanya! Ada

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status