Home / Romansa / Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda / 123. Apakah Kamu Mencintaiku?

Share

123. Apakah Kamu Mencintaiku?

Author: Lil Seven
last update Huling Na-update: 2025-12-03 17:21:07

Aaron menarik napas pendek, lalu ciumannya kembali menubruk bibirku, kali ini lebih dalam, lebih liar, lebih putus asa dari yang sebelumnya.

“K-kak....”

Suara protesku langsung tenggelam ketika ia menangkup wajahku dengan kedua tangannya dan menekan bibirnya ke bibirku tanpa memberi jeda. Ciumannya begitu panas hingga lututku langsung melemah.

Tangannya yang satu melingkari pinggangku, menarik tubuhku rapat ke tubuhnya seolah ia takut aku kabur. Nafasnya berat, dadanya naik-turun cepat, dan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Arsih C Poetry Solow
Claire menyebalkan sekali.
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   381.

    Pintu ruang kerja Aaron terbuka dengan keras. Maria keluar dengan langkah cepat. Wajahnya masih pucat, namun matanya penuh kemarahan yang nyaris tidak bisa ia sembunyikan. Drake yang berdiri di dalam ruangan hanya melirik sekilas sebelum kembali menutup pintu dengan tenang. Di dalam, Aaron sudah kembali duduk seolah tidak terjadi apa-apa. Namun di luar… Maria hampir menghancurkan ponselnya sendiri karena menggenggamnya terlalu keras. Napasnya naik turun. Ucapan Aaron terus terngiang di kepalanya. “Jangan ganggu Sherry kalau kamu ingin keluargamu tetap aman.” Maria menggertakkan gigi. “Bajingan…” Ia berjalan cepat menuju lift. Namun saat pintu lift terbuka dan beberapa staf melihatnya, ekspresi Maria langsung berubah. Semua emosi di wajahnya menghilang. Digantikan dengan senyum tipis yang penuh keangkuhan. Ia tidak boleh terlihat kalah. Tidak boleh. Jika orang-orang tahu Aaron baru saja mengancamnya… Jika orang-orang tahu bahwa posisinya tidak seku

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   380.

    Ponsel di tangan Maria terus bergetar. Sekali. Dua kali. Lalu berkali-kali tanpa henti. Tangannya yang tadi penuh percaya diri kini mulai gemetar. Ia membuka pesan dari ayahnya. Wajahnya langsung berubah. Pucat. “Apa…?” Ia membaca ulang pesan itu seolah tidak percaya. Ayahnya jarang mengirim pesan singkat seperti ini. Apalagi dengan nada panik. “Maria, apa yang kamu lakukan di perusahaan Aaron?” “Beberapa mitra bisnis kita tiba-tiba menarik investasi.” “Saham perusahaan keluarga kita baru saja anjlok.” “Telepon aku sekarang!” Napas Maria terasa tercekat. Ia mengangkat kepala perlahan. Tatapannya langsung jatuh pada Aaron. Pria itu masih berdiri di belakang meja kerjanya. Tenang. Terlalu tenang. Seolah dunia di luar sana tidak ada hubungannya dengan dirinya. Maria menelan ludah. “Kamu…” Suaranya tidak lagi setegas tadi. “Apa yang kamu lakukan?” Drake yang berdiri di samping hanya tersenyum tipis. “Apa yang Direktur lakukan?” ulangnya santai. Maria menggerta

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   379. Kuhancurkan Keluargamu

    "Aku tidak se sabar itu," tandas Aaron, menatap Maria dengan ekspresi malas.Maria tampak benar-benar terpaku, beberapa detik berlalu tanpa suara. Seolah kata-kata Aaron barusan belum sepenuhnya diproses oleh pikirannya. “Kamu pikir keluargamu sekuat apa?” “Aku bahkan bisa menghancurkannya sekarang juga.” Wajah Maria sempat kehilangan warna saat mendengar ancaman Aaron tersebut. Namun hanya sebentar, karena keangkuhan yang selama ini ia banggakan kembali muncul.Maria perlahan mengangkat dagunya, matanya menatap Aaron dengan rasa meremehkan yang jelas, lalu ia tertawa pendek. “Benarkah?” tanyanya. Nada suaranya terdengar mengejek. “Aaron, kamu benar-benar pandai berbicara," balasnya sambil menyilangkan tangan di dada. “Namun kamu sepertinya lupa satu hal.” Aaron tidak menjawab dan Maria melanjutkan dengan nada dingin. “Perusahaan ini.” Ia menoleh sebentar ke sekeliling ruangan, lalu kembali menatap Aaron. “Tidak akan pernah berdiri tanpa investasi ayahku.” Drake yang dudu

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   378. Macam-macam Dengan Aaron?

    Ruangan itu langsung terasa lebih dingin saat nada Maria menunggu, Aaron menatap Maria beberapa detik dan menjawab acuh tak acuh. “Aku tidak peduli.” Kalimat itu terdengar begitu ringan. Begitu datar. Namun justru itulah yang membuat wajah Maria berubah semakin buruk. “Kamu tidak peduli?” ulangnya pelan. Aaron kembali menunduk pada dokumen di mejanya seolah pembicaraan ini tidak penting. “Kalau hanya itu yang ingin kamu katakan, kamu bisa keluar.” Drake di sofa menahan senyum, ia sengaja menghentikan pekerjaan dan menikmati pemandangan di depannya seperti sedang menonton drama. Maria tertawa pendek, bertanya dengan ekspresi tak percaya, “Keluar?” Ia menepuk meja Aaron dengan telapak tangannya, “Setelah kamu mempermalukanku seperti ini? Kamu menyuruh aku keluar?!" Aaron akhirnya mengangkat mata, tatapannya dingin. “Aku tidak ingat melakukan apa pun padamu.” Maria hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. “Kamu makan malam dengan wanita itu.” Aaron tidak me

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   377. Mengadu ke Aaron

    Keesokan paginya suasana kantor terasa sedikit berbeda, bukan karena pekerjaan. Melainkan karena kabar yang beredar semalaman. Aaron terlihat meninggalkan kantor bersama Sherry tadi malam, tidak ada yang tahu mereka pergi ke mana. Namun fakta itu saja sudah cukup membuat gosip menyebar ke seluruh lantai operasional. Sherry sendiri datang lebih awal seperti biasa, ia duduk di mejanya dengan secangkir kopi dan mulai membuka komputer. Beberapa staf meliriknya diam-diam.Namun tidak ada yang berani bertanya langsung dan Sherry pura-pura tidak menyadari semua itu, ia hanya fokus bekerja. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama, saat suara sepatu hak tinggi kembali terdengar. Seluruh ruangan langsung tegang. Maria datang lagi. Hari ini ekspresinya berbeda dari biasanya. Lebih dingin, lebih tajam, seakan-akan sedang memendam amarah yang begitu besar. Ia langsung berjalan ke meja Sherry dan berkata sinis, “Kamu datang lebih pagi.” “Saya selalu datang jam yang sama," jawab S

  • Tiga Kakak Tiriku yang Menggoda   376. Es Yang Mencair

    Aaron masih berdiri di depannya, memegang map laporan tadi. “Apa yang dia bilang?” ulangnya pelan. Sherry menatapnya beberapa detik. Lalu entah kenapa, semua kelelahan yang ia tahan sejak pagi tiba-tiba terasa naik ke tenggorokannya. “Apa lagi yang harus dia bilang?” Nada suaranya terdengar datar… tapi jelas ada sedikit kesal di sana. Aaron mengerutkan kening, tampak sangat tak nyaman, sedangkan Sherry menutup map di depannya pelan. “Dia bilang dia istrimu.” Aaron tidak langsung menjawab saat mendengar ucapan Sherry, sehingga Sherry melanjutkan, kali ini sedikit lebih cepat. “Istri tersembunyi.” Aaron tetap diam, Sherry menatap meja sebentar. Lalu tanpa sadar bibirnya sedikit mengerucut. “Dia juga bilang dia bisa memecatku kapan saja.” Aaron menyipitkan mata dan Sherry menambahkan pelan, “Dia menjatuhkan dokumenku kemarin.” Aaron menatapnya tajam. Namun Sherry belum selesai, ia menatap tumpukan map di mejanya dengan wajah sedikit murung. “Dan dia menyuruhku menyelesai

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status