Share

Tolong Kembali, Mantan Istriku
Tolong Kembali, Mantan Istriku
Penulis: T. Hush

Bab 1

Penulis: T. Hush
last update Tanggal publikasi: 2026-07-20 18:28:12

Sudut Pandang Tasha

Aku duduk di ruang rumah sakit yang sunyi dan steril. Aroma samar cairan antiseptik memenuhi udara saat aku menggenggam erat amplop di tanganku. Jantungku berdegup kencang ketika menatap hasil pemeriksaan itu. Tes yang kulakukan beberapa hari lalu sebenarnya sudah memastikan semuanya, tetapi melihat konfirmasi resmi dari rumah sakit membuat kenyataan itu terasa begitu nyata.

Aku hamil.

Usia kandunganku baru satu bulan.

Berbagai perasaan bercampur aduk di dalam diriku. Bahagia, takut, sekaligus lega. Perlahan kuusap perutku yang masih rata, membayangkan kehidupan kecil yang sedang tumbuh di dalamnya. Aku sedang mengandung anak Daniel. Pikiran itu membuat hatiku dipenuhi kebahagiaan. Kabar ini bisa mengubah segalanya. Setelah semua jarak yang tercipta di antara kami, setelah begitu banyak pertengkaran dan ketegangan, mungkin inilah yang akhirnya akan menyatukan kami kembali.

Aku membayangkan bagaimana reaksinya nanti. Mungkin matanya akan berbinar saat kuberitahu bahwa dia akan menjadi seorang ayah. Daniel, miliarder yang kuat dan penuh percaya diri, pewaris kerajaan bisnis keluarga Sterling, dengan segala kekuasaan dan kekayaannya, akhirnya akan memiliki sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang, seorang anak.

Inilah saat yang selama ini kutunggu.

Saat meninggalkan rumah sakit, sinar matahari terasa lebih hangat menyentuh kulitku. Untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu, aku membiarkan diriku tersenyum.

Selama ini aku terus mengkhawatirkan pernikahan kami. Segalanya berubah sejak Vanessa kembali. Namun bayi ini adalah masa depan kami.

Aku sudah tidak sabar ingin memberitahu Daniel.

Saat aku melangkah masuk ke penthouse mewah kami, secercah harapan kembali muncul. Mungkin saja kabar ini bisa memperbaiki semuanya.

Daniel sedang duduk di ruang tamu dengan punggung menghadap ke arahku. Dia sedang berbicara serius di telepon. Suaranya rendah dan tegas, seperti biasa saat mengurus pekerjaan. Meski begitu, hanya dengan melihatnya berada di rumah kami saja sudah membuatku merasa tenang. Seolah semuanya akan baik-baik saja.

Aku melangkah mendekat, masih menggenggam amplop itu.

"Daniel?" panggilku pelan.

Dia mengangkat satu jari, memberi isyarat agar aku menunggu.

"Nanti aku telepon lagi," gumamnya dengan nada dingin sebelum mengakhiri panggilan.

Dia menoleh ke arahku. Wajahnya tetap sulit dibaca.

"Ada apa, Tasha? Aku sedang mengurus sesuatu yang penting."

Aku terdiam sesaat. Semangatku sedikit memudar. Namun aku menguatkan diri dan melangkah lebih dekat sambil mengangkat amplop itu.

"Ada sesuatu yang ingin kukatakan," ucapku lirih namun mantap. "Ini kabar baik."

Dia mengernyit, lalu melirik amplop di tanganku dengan sedikit rasa penasaran.

"Kabar apa?"

Baru saja aku hendak mengatakan bahwa aku hamil, ponsel Daniel kembali berdering.

Dia melirik layar ponselnya lalu langsung berdiri. Wajahnya mendadak tegang. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia memasukkan ponselnya ke dalam saku dan mengambil jaketnya.

"Daniel, tunggu," kataku hampir berbisik. "Aku perlu bicara denganmu. Ini penting."

"Aku tidak bisa sekarang, Tasha," gumamnya tanpa menatapku saat berjalan menuju pintu. "Aku harus pergi."

"Kamu mau ke mana?" tanyaku. Rasa kesal mulai memenuhi dadaku.

Namun dia tidak menjawab.

Dia tidak memberitahuku ke mana dia pergi. Dia juga tidak bertanya kenapa aku ingin berbicara.

Dia hanya pergi.

Aku tetap berdiri di sana. Kata-kata yang ingin kusampaikan seakan tersangkut di tenggorokan. Tanganku masih menggenggam erat amplop berisi hasil pemeriksaan kehamilan.

Dadaku terasa sesak karena perasaan yang sudah terlalu sering kurasakan. Aku selalu disingkirkan. Seolah aku terus menunggu Daniel memilihku, tetapi dia tidak pernah melakukannya.

Padahal aku sudah tahu ke mana dia pergi.

Pasti menemui Vanessa.

Sejak Vanessa kembali dari London, rasanya dia telah mengambil alih kehidupan kami. Awalnya dia datang dengan cerita sedih tentang betapa dirinya telah berubah dan menyesali keputusannya meninggalkan Daniel bertahun-tahun yang lalu.

Lalu muncul berbagai penyakit misterius. Dia selalu sakit. Selalu membutuhkan perhatian.

Seolah takdir sedang mempermainkanku, golongan darahnya, Rh+, termasuk sangat langka.

Bahkan begitu langka hingga hanya aku yang bisa mendonorkan darah untuknya.

Aku menjatuhkan diri ke sofa sambil menatap amplop di tanganku. Aku berusaha menahan kepahitan yang memenuhi dada.

Seharusnya aku bahagia. Bahkan sangat bersemangat.

Namun bagaimana mungkin aku bisa merasa bahagia jika suamiku sendiri bahkan tidak mau meluangkan sedikit waktunya untuk mendengarkan apa yang ingin kukatakan?

Berjam-jam berlalu.

Aku tetap duduk dalam keheningan, menunggu Daniel pulang, menunggu kesempatan untuk akhirnya menyampaikan kabar itu.

Namun yang kudapat hanyalah getaran ponsel di atas meja.

Aku segera meraihnya. Hatiku langsung tenggelam ketika melihat isi pesannya.

Daniel: Datang ke rumah sakit sekarang!

Di bawah pesan itu tertera sebuah alamat yang sangat kukenal.

Perutku langsung terasa mual saat membayangkan siapa yang sedang menungguku di sana.

Vanessa.

Selalu Vanessa.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 56

    Kata-kata Tuan Belvoir menggantung di udara, sementara Tasha masih berusaha mencerna semuanya. Sepanjang hidupnya, ia telah melewati perjalanan panjang yang dipenuhi kehilangan dan perjuangan untuk bertahan. Dan sekarang, pria yang duduk di hadapannya mengungkapkan bahwa dialah ayah yang selama ini tidak pernah dikenalnya.“Apa… apa yang Anda inginkan dari saya?” tanyanya dengan suara nyaris tak terdengar.Tatapan Tuan Belvoir melembut. Suaranya terdengar penuh kelembutan ketika menjawab, “Tidak ada, Natasha. Saya hanya ingin diberi kesempatan untuk mengenalmu, menjadi ayah yang seharusnya sudah saya perankan sejak dulu.”Bibir Tasha bergetar saat ia berusaha menahan air matanya.“Aku… aku tidak sanggup menghadapi ini. Tidak sekarang,” bisiknya dengan suara bergetar menahan emosi.Ia berdiri tiba-tiba, lalu berbalik sebelum air matanya sempat jatuh.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Tasha berjalan keluar, meninggalkan Tuan Belvoir sendirian. Pria itu hanya bisa menatap kepergiannya,

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 55

    Keesokan paginya, Tasha duduk di meja dapur sambil mengaduk tehnya tanpa sadar. Ia hampir tidak tidur semalaman karena pikirannya terus memutar ulang setiap kejadian selama beberapa minggu terakhir. Di seberang ruangan, Bibi Linda sibuk menyiapkan sarapan. Ia sudah menyadari sikap Tasha yang lebih banyak diam dari biasanya.“Kamu tidur sama sekali, Sayang?” tanya Bibi Linda sambil melirik Tasha dengan sebelah alis terangkat.“Tidak juga,” aku Tasha sambil memijat pelipisnya. “Ethan tidur tidak nyenyak semalam… dia terus memanggil ayahnya dalam tidur.”Ekspresi Bibi Linda melembut. Ia menarik kursi dan duduk di hadapan keponakannya.“Kasihan anak itu. Dia benar-benar merindukan Daniel, ya?”Rahang Tasha mengeras. Tatapannya terpaku pada teh yang berputar di dalam cangkir.“Kurasa begitu, dan dia juga menyadarinya. Aku bahkan tidak tahu bagaimana menjelaskan kenapa semuanya begitu rumit. Aku ingin melindunginya dari semua ini, tapi aku tidak tahu sampai kapan aku bisa bertahan.”Bibi Li

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 54

    Kehidupan terus berjalan. Setelah Vanessa pindah ke London, hubungan Daniel dan Natasha semakin berkembang. Keduanya mendapati diri mereka semakin tertarik satu sama lain, seolah-olah kedekatan itu memang sudah ditakdirkan, seperti dua magnet yang tak bisa berhenti saling menarik.Pernikahan mereka dipenuhi harapan, menjadi awal dari masa depan yang ingin mereka bangun bersama atas dasar kepercayaan dan cinta. Namun, kehidupan memiliki rencana lain. Hubungan mereka harus menghadapi berbagai ujian yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.Tidak lama setelah pernikahan mereka, tragedi datang menghantam.Tuan Sterling, sosok yang telah menjadi figur ayah bagi Natasha, mengalami kecelakaan mobil parah dalam perjalanan pulang. Berita itu menjadi pukulan telak yang menghancurkan hati mereka.Di rumah sakit, Natasha menggenggam tangan Daniel erat-erat. Ia mendongak menatap suaminya dengan suara lirih.“Dia tidak mungkin meninggal, Daniel… Dialah alasan aku bisa berada di sini sekarang.

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 53

    Di Kediaman Keluarga SterlingSaat Natasha melangkah melewati pintu megah kediaman Tuan Sterling yang luas, jantungnya berdebar kencang karena kegembiraan sekaligus gugup. Ia sudah mendengar banyak hal tentang gaya hidup sang pengusaha, tetapi tidak ada yang bisa mempersiapkannya menghadapi kemewahan yang menyambutnya.Mulai dari langit-langit tinggi yang dihiasi lampu gantung kristal yang indah, perabotan mewah, hingga karya seni menakjubkan yang menghiasi dinding, seluruh tempat itu memancarkan kemewahan. Segala sesuatu di sana tampak mahal, bahkan terlalu mahal untuk dibayangkan.“Selamat datang, Natasha,” ujar Tuan Sterling dengan hangat sambil mempersilakannya masuk. “Aku senang kamu bisa bergabung dengan kami untuk makan malam.”“Terima kasih sudah mengundang saya, Tuan Sterling,” jawab Natasha. Suaranya sedikit bergetar saat ia membetulkan tali tasnya. Ia merasa seperti orang asing di tengah kemewahan seperti itu, tetapi ia ingin memberikan kesan yang baik.“Panggil saja aku St

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 52 – Awal dari Akhir

    Udara dingin menusuk hingga ke tulang saat Lillian bergegas menyusuri jalanan London yang tertutup salju, mendekap erat putri kecilnya, Natasha, di dadanya. Usianya baru sembilan belas tahun, bahkan ia sendiri masih terlalu muda untuk menghadapi dunia yang seolah semakin menghimpitnya dari segala arah. Setiap langkah terasa berat, bukan hanya karena harus menggendong putrinya, tetapi juga karena harapan dan ketakutan yang diam-diam ia pendam di dalam hati. Ia masih muda, tidak siap menghadapi semua ini, dan sendirian.Pikirannya kembali tertuju pada kekasihnya, Williams, seperti yang sering terjadi belakangan ini. Pria yang dahulu menatapnya dengan penuh harapan itu mendadak berubah dingin begitu mengetahui bahwa Lillian sedang mengandung. Di matanya, Natasha hanyalah beban, masa depan yang tidak ingin ia terima. Tanpa ragu sedikit pun, Williams pergi dan meninggalkan Lillian menghadapi kenyataan pahit seorang diri.Lillian telah melewati banyak malam tanpa tidur, bertanya-tanya apaka

  • Tolong Kembali, Mantan Istriku   Bab 51

    Beberapa orang di sekitar mereka berhenti sejenak dan melirik ke arah keributan yang terjadi di tengah terminal yang ramai.Ethan, yang sejak tadi menyaksikan semuanya dengan mata membulat, menggenggam tangan ibunya sedikit lebih erat. Tasha berusaha mengendalikan emosinya, menatap Daniel tajam untuk terakhir kalinya sebelum berbalik pergi sambil memeluk Ethan dengan protektif.Setelah mereka duduk di dalam pesawat, Ethan terdiam dengan kedua tangan kecilnya saling bertautan di pangkuan. Tasha melirik putranya, berusaha mencari kata-kata yang tepat untuk menenangkannya, tetapi gejolak emosi yang berkecamuk di dalam dirinya membuatnya sulit berbicara. Ia hanya bisa memperhatikan ketika Ethan akhirnya memejamkan mata dan tertidur. Wajah kecilnya tampak damai, meskipun ketegangan yang baru saja disaksikannya masih membekas.Penerbangan berlangsung tenang. Tasha menyibukkan diri dengan menjaga Ethan yang tertidur di sampingnya, sementara pikirannya terus berputar, mengingat semua kejadian

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status