Main Belakang

Main Belakang

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-09-03
Oleh:  D.N.ABaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
7Bab
5Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Suamiku berselingkuh. Padahal aku sendiri tidak pernah disentuh. Kupikir vonis impotennya adalah alasan tak mau menyentuhku. Tapi melihatnya berselingkuh dengan istri sahabatnya, membuatku bertanya. Kesalahan apa yang membuatku tak dicinta? Namun ketika sahabat suamiku juga memergoki mereka dengan tatapan yang sama hancurnya. Kenapa kita tak membalasnya saja?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 01

“Suamimu berselingkuh, Aira.”

​Aira mendongak, nafasnya tertahan di tenggorokan saat matanya menatap lurus gelapnya manik mata Devan.

​Pria itu memiringkan kepalanya sedikit, menatap wanita di depannya dengan pandangan yang tidak biasa. Ada kilatan dingin yang bercampur dengan amarah tertahan di balik ketenangannya.

​Aira tahu pria ini. Sangat tahu, bahkan terbilang sering bertemu karena hubungan pertemanan suaminya dengan pria itu. Tapi, apa alasan pria ini repot-repot datang ke rumahnya, hanya untuk memberitahunya hal sehina itu?

​"Kamu sedih?" tanya Devan pelan.

​Aira terkekeh hambar, suara yang keluar dari mulutnya terdengar parau dan sumbang.

Sedih? Bagaimana bisa dia menangis untuk pria yang bahkan tak pernah menganggapnya sebagai seorang istri?

​Rugi apa dia?

​Dua tahun. Sudah dua tahun penuh Aira menjalani pernikahan hampa bersama Rian, namun tak sekalipun pria itu menyentuh tubuhnya.

Setiap kali Aira mencoba mendekat, Rian selalu menarik diri dengan seribu alasan tak masuk akal–mengaku lelah, tertekan pekerjaan, hingga rela mengatakan bahwa pria itu memiliki kelainan.

​Aira yang dulu terlalu lugu memercayai cerita konyol itu bulat-bulat.

Ia bahkan sering merasa bersalah setiap kali menginginkan kehangatan seorang suami, sampai rela tidur di kamar terpisah demi menjaga harga diri pria yang dicintainya.

​Dan sekarang, Devan, sahabat suaminya sendiri berdiri di ruang tamunya, membongkar kebohongan busuk itu dalam satu detik.

Pria yang mengaku impoten itu rupanya sedang bersenang-senang di luar sana, membagikan gairahnya kepada wanita lain.

​“Kamu ... bercanda?” bisik Aira menahan getar di bibirnya. Tangannya mengepal kuat di sisi daster rumahan yang ia kenakan hingga buku-buku jarinya memutih.

​"Saya tidak bercanda," sahut Devan tanpa memalingkan pandangan barang sedetik pun.

"Dia di hotel sekarang kalau kamu butuh bukti langsung."

​Aira memejamkan mata sejenak, menarik napas panjang untuk menguasai dirinya yang nyaris runtuh bukan karena patah hati, melainkan karena rasa muak yang membakar dada.

Pria di depannya ini adalah orang yang paling tahu betapa dekat hubungannya dengan Rian sejak zaman kuliah.

​"Kalau kabar itu benar, apa urusanmu memberitahuku?" hardik Aira tajam. Dia melangkah satu tapak lebih dekat ke arah Devan, menolak terlihat rapuh.

​"Kamu sahabatnya," lanjut Aira dengan intonasi yang kian menusuk. “Untuk apa kamu membeberkan kelakuan suamiku sendiri padaku? Apa keuntungannya buat kamu?"

​Devan menyandarkan punggungnya ke dinding dekat pintu, menyilangkan kedua lengan di dada yang terbungkus kemeja hitam pekat.

Raut wajahnya kaku, tidak ada sedikitpun penyesalan karena telah mengkhianati rahasia sahabat karibnya sendiri.

Rahang pria itu mengeras, menikmati sensasi terbakar yang merayapi benaknya setelah beberapa saat yang lalu mengetahui satu fakta menyakitkan dengan mata kepalanya sendiri.

​Bukannya biasanya sahabat menutupi keburukan sahabat lainnya?

​Apa ini lelucon? Atau jangan-jangan ini adalah akal-akalan suaminya sendiri yang sengaja mengirim Devan, untuk memancing keributan agar memiliki alasan sah menceraikannya?

​Pikiran buruk itu terus berputar liar di kepala Aira. Ruang tamu minimalis itu mendadak terasa mencekam dan kekurangan oksigen.

Jam dinding berdetik teratur, kontras dengan gemuruh yang mengoyak ketenangan malam mereka.

​“Saya cuma menyampaikan apa yang perlu kamu tahu," balas Devan singkat, suaranya tetap datar tanpa riak emosi berlebih.

​Aira mendengus sinis. Devan terkenal sebagai pria dingin dan arogan yang tidak pernah membuang waktu sedetik pun untuk mengurusi drama rumah tangga orang lain.

Tapi apa motif tersembunyi hingga pria kaku ini rela mengotori tangannya sendiri malam-malam begini?

​“Terima kasih informasinya. Tapi aku tidak butuh simpati darimu,” potong Aira tajam, suaranya makin menegang di dalam ruang tamu yang sunyi.

​”Seingatku, kita tidak pernah berbicara, Devan. Kenapa tiba-tiba malam ini kamu sepeduli ini dengan nasib rumah tanggaku?”

​Aira menanti jawaban dengan dada yang naik turun menahan emosi yang kian meluap. Dia ingin tahu permainan busuk apa yang sedang dicoba oleh sahabat suaminya ini.

​Devan menurunkan kedua tangannya dari dada. Keheningan merayap saat langkah kakinya berderap pelan di atas lantai marmer.

Ia melangkah maju dua tapak lalu menunduk sedikit, menatap lurus ke dalam pupil mata Aira dengan tatapan gelap penuh dendam.

​“Karena suamimu berselingkuh dengan istriku.”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
7 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status