Share

Duchess meninggal

Author: Sayonk
last update publish date: 2026-08-05 10:06:16

Sementara di tempat lain.

Duke Alerix bahkan tidak menghadiri pernikahan Ratu Estelle karena ia terpaksa kembali ke kediaman Duke saat ada surat mengatakan bahwa Duchess Arabella sakit.

Duke Alerix pun bergegas, tentunya dia mendapatkan izin dari Ratu Estelle. Ia juga ingin menyelesaikan permasalahan keluarganya.

"Bagaimana keadaan Nyonya?" tanya Duke Alerix pada seorang dokter. Saat ini dokter itu berbicara dengan Jenderal Alex.

"Ayah kau datang? maaf membuat mu datang. Dokter aku ak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Melukai Kaisar Raymond

    Keesokan harinya.Alberto menggunakan baju zirah seorang kesatria begitu pun dengan Kaisar Raymond. Kedua saling menghunuskan pandangan tajam. Bagi Kaisar Raymond membuat Alberto kalah darinya hanya urusan kecil. Seorang penyihir dan hanya sebatas penyihir tidak akan menandingi seorang sword master. Jadi ia bisa mempermalukan Alberto.Saat ini banyak bangsawan yang melihatnya. Rencananya yang begitu sempurna. Dengan begitu Ratu Estelle akan melihat bahwa ia masih pantas menjadi suaminya.“Kalahkan penyihir hitam.” Teriak seorang bangsawan.“Kalahkan penyihir.”“Musnahkan penyihir hitam.”Ratu Estelle melihat sekelilingnya. Ia kira ini hanya permainan saja. Ternyata Kaisar Raymond mengundang para bangsawan bahkan di gunakan terbuka hingga rakyat memenuhi lapangan. “Ini tidak benar. Yang Mulia sudah merencanakannya.” Duke Alerix menatap tajam arena bertarung itu. Jenderal Alex juga tidak menerima. Kesalahan dirinya yang lengah. “Yang Mulia ingin mempermalukannya.”Semakin ia membenci

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Ciuman yang menyakitkan

    Rasa sakit yang dirasakan oleh Kaisar Raymond tidak bisa di pungkuri. Di dalam dadanya terasa ada api membakar, sakit dan perih. Andai saja ia bisa melihat benda apa yang menyakitkan itu, ingin sekali ia mengeluarkan dari dalam dadanya. Rasa sakitnya seolah menarik nafasnya, memaksanya untuk berhenti. "Aaaakkkhhh!" Kaisar Raymon berteriak kencang. Tubuhnya seolah mengeluarkan angin hingga dokumen di meja dan di rak buku bertaburan. "Apa ini yang di rasakan oleh Ratu Estelle dulu?" tanya Kaisar Raymond. Kedua tangannya menekan meja di hadapannya. Ia melihat air matanya jatuh tepat di atas meja. "Aku menangis." Ia tidak percaya bahwa ia menangis. Ia hanya menangis saat kedua orang tuanya, nenek dan kakeknya meninggal. "Aku menangis." Tok Tok Tok "Yang Mulia Kaisar, Tuan Alberto sudah datang." Kaisar Raymond menatap tajam pintu yang hanya berjarak beberapa meter saja. "Masuklah." Alberto masuk dan melihat ruangan yang tidak pantas di sebut ruangan seorang Kaisar. S

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Datang ke istana

    Ratu Estelle menggerttakkan giginya. Aura pembunuh menyebar dan mencekik para pelayan yang menunduk ketakutan. Melihat kemarahan putrinya, Duke Alerix tidak ingin Ratu Estelle bertemu dengan Kaisar Raymond. "Apa belum cukup mengganggu putri ku?" "Kita tidak usah meladeni undangan ini." Imbuh Duke Alerix. Ratu Estelle menatap dalam Alberto. "Kita akan datang. Kita akan membuat kehebohan di istana." 'Kaisar Raymond, jika kau mengusik Alberto aku tidak akan memaafkan mu' Alberto menggenggam tangan Ratu Estelle. Batin Ratu Estelle bagaikan desiran angin yang menebus sanubarinya. "Sayang aku setuju dengan ucapan mu." "Apa kau yakin Alberto?" tanya Duke Alerix. Mendengarkan batin Ratu Estelle, ia jadi menebak pasti ingin mengusik Alberto. Begitu Alberto di rendahkan dan Kaisar Raymond akan puas. "Dia sama sekali tidak berubah," ucap Duke Alerix. Padahal Ratu Estelle tidak mengusiknya. Putrinya telah mencari kebahagiaan orang lain. "Dia pasti menyesalinya."Alberto tersenyum miring

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Membersihkan pelayan

    Ratu Estelle dan Alberto di bawa ke kamar dulunya. Para pelayan mulai menunduk di hadapan Ratu Estelle namun ada beberapa yang masih angkuh dan membicarakan Ratu Estelle. Alberto menghentikan langkahnya, berniat untuk memberikan peringatan pada pelayan itu. "Sayang biarkan saja. Aku akan memberikan perhitungan pada mereka." Alberto mengangguk, lalu melanjutkan langkah kakinya. Kini Ratu Estelle telah sampai, ia mengedarkan pandangannya. Baru pertama kalinya ia menginjakkan kakinya. Ia melangkah ke arah laci dan mengusap meja rias. "Tidak ada yang mengubahnya di tempat ini. Barangnya tidak di sentuh oleh siapa pun. Aku menyuruh pelayan tidak mengubah apa pun di sini." Ratu Estelle menghembuskan nafasnya. Jadi ini kamar ku? hmm Ratu Estelle menarik laci di meja rias. Dia menemukan sebuah buku diary. Diary? Ia penasaran dengan buku diary itu. Ia menoleh ke arah Duke Alerix dan berniat mengusirnya. "Ya sudah, karena tidak ada lagi. Aku ingin istirahat." Ratu Estel

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Kembali Kekaisaran

    Suasana ruangan sunyi dan senyap. Beberapa bangsawan hanya diam dan berharap orang yang terbujur kaku di peti itu bisa tenang di alam sana. Duke Alerix dan Jenderal Alex membisu. Mereka hanya memandang wanita yang bagaikan tertidur pulas. "Ibu maafkan aku." Jenderal Alex merasa bersalah. Selama menjadi anaknya. Ia tidak pernah membahagiakan ibunya. "Arabella maafkan aku yang membohongi mu. Aku berharap kau tenang di sana. Maafkan aku, maafkan aku Arabella." Pemakaman berjalan dengan lancar. Kini Jenderal Alex dan Duke Alerix menatap batu nisan itu. Sejenak mereka mengingat saat-saat bersama dengan Duchess Arabella. "Ayah ibu berpesan pada ku. Dia ingin meminta maaf langsung pada Putri Estelle. Jika permintaan maafnya tidak sampai. Dia menyuruh ku untuk meminta maaf langsung dan menjaga Putri Estelle. Dia berharap ayah memaafkannya karena sudah menutup mata pada perasaan ayah." "Ayah juga bersalah. Mungkin kita memang sama-sama bersalah." Jenderal Alex pun memeluk Duke Al

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Duchess meninggal

    Sementara di tempat lain. Duke Alerix bahkan tidak menghadiri pernikahan Ratu Estelle karena ia terpaksa kembali ke kediaman Duke saat ada surat mengatakan bahwa Duchess Arabella sakit. Duke Alerix pun bergegas, tentunya dia mendapatkan izin dari Ratu Estelle. Ia juga ingin menyelesaikan permasalahan keluarganya. "Bagaimana keadaan Nyonya?" tanya Duke Alerix pada seorang dokter. Saat ini dokter itu berbicara dengan Jenderal Alex. "Ayah kau datang? maaf membuat mu datang. Dokter aku akan berbicara dengan ayah ku," ucap Alex. Dokter itu pun pamit pergi. Kini tinggalah Duke Alerix dan Jenderal Alex. "Ayah, maaf aku mengganggu mu. Padahal adik katanya menyelenggarakan pernikahan. Seharusnya anda menemaninya." Duke Alerix juga merasa bersalah. Seharusnya ia menemani Ratu Estelle. Tetapi karena surat itu, ia juga tidak bisa mengabaikannya. "Estelle mengizinkan ku bertemu dengan ibu mu. Seandainya saja tidak di izinkan aku juga tidak akan datang." Tutur Duke Alerix. "Aku ak

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Bukan Wanita Mandul

    "Walaupun gelang ini pemberian Yang Mulia. Aku merasa senang karena bisa memberikannya pada Yang Mulia Ratu." Ana melirik Ratu Estelle, dia pun mengambilnya dari dayang Mia. "Yang Mulia, saya senang anda menerima saya sebagai sahabat dan nantinya sebagai Selir Baginda Kaisar. Saya merasa sang

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Gelang Bekas

    Ana tergesa-gesa membawa kabar buruk. Dia baru saja melihat dengan kedua matanya sendiri bahwa Kaisar Raymond membawa seorang wanita. Kaisar Raymond hanya menatapnya tanpa sepatah kata apa pun. Ana merasakan dadanya sesak seperti melihat bagaimana reaksi Ratu Estelle nanti. Pasti sangat menyakiti

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Kematian Seperti Apa

    Ratu Estelle mengetuk dahinya. Ia ingat, ia pernah mengadopsi seorang anak namun Kaisar Raymond tidak mau. Kaisar Raymond tidak ingin membuat keturunannya nanti di halangi oleh anak itu. Padahal niat hati Estelle begitu tulus. Dia ingin membesarkan anak itu dengan baik dan menjauhkannya dari takh

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Rencana Bercerai

    "Ratu Estelle, aku sudah memberikan kenyamanan. Keinginan mu menjadi Ratu sudah aku penuhi, tapi kenapa kau mengusik wanita ku." Teriak Kaisar Raymond menggelagar di ruangan itu. Suasana begitu mencekam seolah akan mematikan siapa pun yang berada di ruangan itu.Ratu Estelle tersenyum miris. "Aku m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status