MasukMelihat arah pandangan Lunara yang tertuju pada langit malam, Yeshe menghentikan langkahnya. Sudut bibirnya terangkat, membentuk seulas seringai tipis yang sarat akan dominasi. Pria itu ikut menatap burung berbulu hitam pekat yang kini hinggap di salah satu dahan pohon tak jauh dari mereka."Kau tidak perlu heran," kata Yeshe memecah keheningan, suaranya terdengar begitu tenang namun penuh penekanan. "Burung itu membawa pesan untukmu. Dan pengirimnya adalah pemuda perpustakaan itu... Raga."Lunara seketika menoleh, matanya membelalak sempurna karena terkejut. "Bagaimana kau bisa tahu tentang Raga?" tanyanya spontan. Setahunya, Raga hanyalah seorang asisten perpustakaan akademi yang jarang menonjolkan diri di kalangan bangsawan tingkat atas.Seringai di wajah Yeshe semakin jelas, memamerkan rasa percaya diri seorang penguasa tertinggi keluarga Aldridge. "Aku adalah pedang kekaisaran, Lunara. Aku tahu semua orang di kekaisaran ini. Jangankan para cendekiawan di akademi, bahkan rakyat je
Kereta kuda mewah milik keluarga Aldridge bergerak dengan ritme yang konstan, membelah keheningan malam yang mulai merayap di ibu kota. Di dalam kabin yang temaram, ketegangan samar kembali menyelimuti atmosfer di antara Yeshe dan Lunara. Setelah kebersamaan mereka yang tak terduga bersama Louis di kamar sang tuan muda, pembicaraan di antara keduanya kini berganti arah menuju ranah politik kekaisaran yang rumit. "Kau tampaknya sangat terganggu dengan kabar pernikahan itu, Lady Lunara," Yeshe membuka suara, memecah keheningan dengan nadanya yang selalu terdengar datar namun tajam. Lunara menoleh dari jendela, menatap manik mata sang duke. "Aku hanya berpikir bahwa pernikahan Pangeran Arzu dan Putri Mahkota akan mengubah banyak dinamika di istana. Terutama bagimu, tuan duke. Bukankah semua orang tahu kedekatanmu dengan Putri Mahkota?" Yeshe menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi beludru yang empuk, menatap Lunara dengan kilat keheranan yang jarang ia tunjukkan. "Aku sama s
"Bagaimana hubunganmu dengan lady Lunara? Kaisar telah membebaskan hukuman untuk pengkhianatan terhadap mereka. Sekarang tuan muda Arzu juga akan menikah dengan putri mahkota," ucap profesor Lucas pada Raga yang sibuk mengurusi buku-buku. Raga berhenti bekerja setelah profesor itu berhenti berbicara. Dia dan Lunara semakin dekat. Lunara mungkin, memberikannya kesempatan lagi. "Ngomong-ngomong, apakah mungkin seseorang mengalami hilang ingatan karena sihir yang begitu besar?" tanya Raga. "Tentu saja kamu seharusnya tahu jawabannya. Sihir yang sangat besar tidak hanya memberikan dampak hilang ingatan tetapi juga bisa menyebabkan kematian," ucap Lucas. Raga terdiam. "Apakah bisa setelah orang tersebut terselamatkan dampaknya dihilangkan?" tanya Raga. "Tidak bisa. Itu seperti, nasi sudah menjadi bubur. Mengapa kau tiba-tiba menanyakan ini? Jangan-jangan ini soal Lady Lunara?" Insting para profesor di perpustakaan ini memang sulit dikalahkan. Raga sudah berjanji k
"Svanhildr, pertunangan Arzu dan putri mahkota telah ditetapkan. Tetapi apakah kamu sudah mendengar kabar dari Lunara? Mata-mata kita mengatakan dia berulang kali pergi ke kediaman keluarga Aldrdige," kata salah satu teman Svanhildr.Angin malam berembus kencang melintasi celah-celah batu di benteng pertahanan yang telah lama terbengkalai itu. Di tengah kesunyian malam, Svanhildr duduk bersila, fokusnya sepenuhnya tercurah pada sebilah pedang perak yang melintang di atas pangkuannya. Jemarinya bergerak perlahan di sepanjang bilah baja, mengalirkan mana murni yang berpendar keunguan, memperkuat dan mempertajam senjata tersebut dengan sihir tingkat tinggi.Mendengar sapaan dan penuturan temannya, gerakan tangan Svanhildr terhenti. Sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk sebuah senyuman puas yang sarat akan kelegaan."Pertunangan Arzu dan Putri Mahkota akhirnya ditetapkan, ya? Baguslah," gumam Svanhildr, suaranya terdengar berat namun tenang.Dia kemudian menyarungkan pedangnya d
Cahaya biru redup berpendar dari ujung jari Yeshe saat gelombang energi sihir penenang menyebar ke permukaan danau yang sedingin es. Beberapa detik kemudian, tiga ekor ikan monster berukuran sedang melayang naik ke permukaan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sisik mereka yang menyerupai warna aurora berkilau indah di bawah terpaan sinar matahari dataran tinggi.Yeshe menjentikkan jarinya sekali lagi, memindahkan ikan-ikan tersebut ke dalam wadah kayu besar berisi air danau yang sudah disiapkan di atas kereta kuda penumpu mereka. Gerakannya begitu efisien, anggun, dan tanpa cela.Namun, pikiran sang duke tidak sepenuhnya tertuju pada buruannya. Kata-kata Lunara tentang "fondasi nyata yang bertahan lebih lama dibanding ilusi sihir" masih terngiang-ngiang di kepalanya. Sambil membersihkan sisa embun es di sarung tangannya, Yeshe melirik Lunara yang tengah sibuk memeriksa kondisi ikan-ikan tersebut dengan mata berbinar puas."Kau banyak berubah, Lunara," ucap Yeshe memecah keheningan, s
Louis menatap Lunara dengan mata bulatnya yang masih menyisakan sisa air mata. "Janji? Janji apa? Kamu bahkan kabur lewat jendela waktu itu!" ketusnya, meski ada binar antisipasi yang tidak bisa ia sembunyikan.Lunara terkekeh pelan. "Aku berjanji akan menunjukkanmu sebuah keajaiban bawah air, bukan? Sebuah kotak kaca besar tempat ikan-ikan bisa menari di dalam kamarmu. Aku menyebutnya... akuarium raksasa."Tanpa membuang waktu, Lunara bangkit berdiri dan berbalik menatap para pelayan keluarga Aldridge yang sejak tadi mematung di dekat pintu. Aura kepemimpinannya mendadak keluar, membuat para pelayan itu tersentak."Kalian, tolong siapkan beberapa barang untukku," perintah Lunara dengan nada tegas namun sopan. "Aku butuh kaca tebal berkekuatan tinggi yang biasa digunakan untuk pelindung sihir, perekat resin magis, beberapa ember pasir putih bersih, bebatuan sungai yang halus, dan air jernih. Bawa semuanya ke sudut ruangan ini sekarang juga."Para pelayan saling berpandangan, tampak r
"Di novel itu, kediaman keluarga Aldridge memang dipenuhi sihir. Katanya sih juga ada monster yang tidak berwujud yang menjaga. Sihir akan merespon ketika terjadi ketidakseimbangan di kediaman ini seperti, seseorang membuang sampah tidak pada tempatnya," gumam Lunara seraya mengambil lilin yang lai
Kenapa pihak yang diuntungkan selalu berada di sisi putri mahkota? Padahal jalan ceritanya sudah berubah tetapi tetap saja, kekaisaran milik putri mahkota tetap menang. Tentu saja karena mereka juga punya orang-orang kuat seperti Yeshe ini dan Nero, si tukang pengacau. Yeshe terdiam. Lunara
Kenapa orang itu bisa mengatakan omong kosong? Lunara sungguh tidak mengerti. Jelas-jelas Yeshe dan Delayna saling mencintai. Sekarang, apakah Yeshe ingin menjebaknya disini? Apakah pria itu akan membunuhnya disini? "Omong kosong? Kenyatannya di mimpiku seperti itu. Bahkan kenyataannya jug
Pola sihir yang aneh tiba-tiba bergerak sangat cepat dari berbagai arah mengarah ke Lunara dan anggota keluarganya serta para prajurit Windmere. Lalu saat mereka semua tidak bisa bergerak, munculah orang yang tidak pernah mereka harapkan akan muncul. Yeshe Aldridge. Lunara tidak begitu terkeju







