Share

132

Author: Eselitaa
last update publish date: 2026-06-16 13:30:35

"Svanhildr, pertunangan Arzu dan putri mahkota telah ditetapkan. Tetapi apakah kamu sudah mendengar kabar dari Lunara? Mata-mata kita mengatakan dia berulang kali pergi ke kediaman keluarga Aldrdige," kata salah satu teman Svanhildr.

Angin malam berembus kencang melintasi celah-celah batu di benteng pertahanan yang telah lama terbengkalai itu.

Di tengah kesunyian malam, Svanhildr duduk bersila, fokusnya sepenuhnya tercurah pada sebilah pedang perak yang melintang di atas pangkuannya.

Jemarin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   132

    "Svanhildr, pertunangan Arzu dan putri mahkota telah ditetapkan. Tetapi apakah kamu sudah mendengar kabar dari Lunara? Mata-mata kita mengatakan dia berulang kali pergi ke kediaman keluarga Aldrdige," kata salah satu teman Svanhildr.Angin malam berembus kencang melintasi celah-celah batu di benteng pertahanan yang telah lama terbengkalai itu. Di tengah kesunyian malam, Svanhildr duduk bersila, fokusnya sepenuhnya tercurah pada sebilah pedang perak yang melintang di atas pangkuannya. Jemarinya bergerak perlahan di sepanjang bilah baja, mengalirkan mana murni yang berpendar keunguan, memperkuat dan mempertajam senjata tersebut dengan sihir tingkat tinggi.Mendengar sapaan dan penuturan temannya, gerakan tangan Svanhildr terhenti. Sudut bibirnya perlahan terangkat, membentuk sebuah senyuman puas yang sarat akan kelegaan."Pertunangan Arzu dan Putri Mahkota akhirnya ditetapkan, ya? Baguslah," gumam Svanhildr, suaranya terdengar berat namun tenang.Dia kemudian menyarungkan pedangnya d

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   131

    Cahaya biru redup berpendar dari ujung jari Yeshe saat gelombang energi sihir penenang menyebar ke permukaan danau yang sedingin es. Beberapa detik kemudian, tiga ekor ikan monster berukuran sedang melayang naik ke permukaan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sisik mereka yang menyerupai warna aurora berkilau indah di bawah terpaan sinar matahari dataran tinggi.Yeshe menjentikkan jarinya sekali lagi, memindahkan ikan-ikan tersebut ke dalam wadah kayu besar berisi air danau yang sudah disiapkan di atas kereta kuda penumpu mereka. Gerakannya begitu efisien, anggun, dan tanpa cela.Namun, pikiran sang duke tidak sepenuhnya tertuju pada buruannya. Kata-kata Lunara tentang "fondasi nyata yang bertahan lebih lama dibanding ilusi sihir" masih terngiang-ngiang di kepalanya. Sambil membersihkan sisa embun es di sarung tangannya, Yeshe melirik Lunara yang tengah sibuk memeriksa kondisi ikan-ikan tersebut dengan mata berbinar puas."Kau banyak berubah, Lunara," ucap Yeshe memecah keheningan, s

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   130

    Louis menatap Lunara dengan mata bulatnya yang masih menyisakan sisa air mata. "Janji? Janji apa? Kamu bahkan kabur lewat jendela waktu itu!" ketusnya, meski ada binar antisipasi yang tidak bisa ia sembunyikan.Lunara terkekeh pelan. "Aku berjanji akan menunjukkanmu sebuah keajaiban bawah air, bukan? Sebuah kotak kaca besar tempat ikan-ikan bisa menari di dalam kamarmu. Aku menyebutnya... akuarium raksasa."Tanpa membuang waktu, Lunara bangkit berdiri dan berbalik menatap para pelayan keluarga Aldridge yang sejak tadi mematung di dekat pintu. Aura kepemimpinannya mendadak keluar, membuat para pelayan itu tersentak."Kalian, tolong siapkan beberapa barang untukku," perintah Lunara dengan nada tegas namun sopan. "Aku butuh kaca tebal berkekuatan tinggi yang biasa digunakan untuk pelindung sihir, perekat resin magis, beberapa ember pasir putih bersih, bebatuan sungai yang halus, dan air jernih. Bawa semuanya ke sudut ruangan ini sekarang juga."Para pelayan saling berpandangan, tampak r

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   129

    Kata-kata Arzu bergema di dalam ruang sidang yang megah, seketika membungkam bisik-bisik miring para bangsawan yang sejak tadi menyudutkan keluarga Windmere. Semua mata kini tertuju pada Lunara. Wajah kaisar, Vinsent, tampak menaruh minat besar, sementara Yeshe hanya bisa mengerutkan keningnya dalam-dalam. Sesuatu di dalam dada sang duke bergemuruh, merasa tidak nyaman melihat bagaimana Arzu begitu melindungi dan membanggakan adiknya di depan publik."Apa maksudmu, Jenderal Arzu?" tanya salah satu menteri dengan nada sangsi. "Bagaimana bisa seorang lady yang sempat ditahan karena tuduhan makar menjadi kunci dari kemenangan telak ini?"Arzu tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh kebanggaan yang jarang dia perlihatkan. "Jika bukan karena analisis taktik yang diberikan Lunara sebelum dia dibawa pergi, pasukan kami tidak akan pernah bisa mengantisipasi pergerakan sayap kanan Allan Asier. Adikku mungkin kehilangan ingatannya, tetapi kecerdasannya dalam membaca situasi pertempuran tidak hi

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   128

    Setelah kembali dari peperangan, Yeshe melakukan obrolan yang cukup panjang dan serius dengan seluruh anggota keluarganya termasuk Louis. Dia mendengar dari beberapa pengawal jika Louis telah membiarkan Lunara kabur. Maka dari itu, Yeshe tidak berhenti menatap Louis dengan tatapan yang sangat tajam seperti akan membunuhnya. Louis menyadari itu makanya dia terus menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Tuan duke, jangan menatap anak kecil seperti itu hanya karena dia sudah melakukan kesalahan kecil," kata salah satu anggota keluarga. Yeshe tidak bergeming untuk sesaat. Sampai akhirnya dia mengatakan sesuatu yang membuat Louis langsung menangis dan berlari masuk ke kamarnya. "Anak ini, masih kecil sudah membiarkan pengkhianat kabur. Bagaiman dia bisa tumbuh dewasa nanti?" "Paman jahat!" teriak Louis. "Daripada menyalahkannya, salahkan saja Lady Lunara. Pengawal bilang kepadaku jika wanita ular itu memprovokasi Louis. Dia ternyata wanita yang sangat licik, bukan wanita b

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   127

    Lunara dan Raga berjalan bersama di sepanjang jalan menuju istana kekaisaran. Sepanjang jalan itu, mereka malah menjadi pusat perhatian rakyat. "Itu Lady Lunara. Jika dia ramah sedikit saja, dia pasti akan disukai banyak orang karena wajahnya cukup cantik. Sayang sekali," seru seorang ibu-ibu. Lunara terdiam dan menatap lurus ke depan. Jika dia harus mengakui apakah dia cantik atau tidak, tentu saja dia cantik. Dia lahir dari seorang ibu yang menjadi rebutan. Bahkan kaisar pernah mencintai ibunya. Keluarga Windmere punya ciri khas mata merah. Menurut Lunara yang hobinya membaca buku, beberapa buku yang ia baca soal ciri khas mata merah itu biasanya orangnya berbahaya, dingin, dan acuh tak acuh. Namun keluarga Windmere justru terkenal sebagai keluarga bangsawan yang biasa saja. Mungkin mereka seidkit lebih kuat dibandingkan keluarga bangsawan lain karena bekerja di perbatasan. Justru yang paling dingin adalah keluarga Aldrdige. DIlihat dari pakaian mereka saja sudah jel

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status