Share

BAB 191. BAGIAN DARI RENCANA

last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-28 16:00:11

Kondisi kesehatan Raja Bai Feng yang semakin memburuk tidak memungkinkannya untuk menjalankan tampuk pemerintahan. Namun, meskipun Liwei menduduki posisi Putra Mahkota, kekuasaannya sengaja dibatasi oleh kelompok pendukung Perdana Menteri.

Desas-desus mengenai dalang dibalik kematian Permaisuri masih terdengar hingga sekarang. Karena alasan itu juga kepercayaan terhadap Putra Mahkota perlahan menurun. Di lain sisi, ada banyak orang yang perlahan merapat kepada Meifeng karena tahu Raja

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Tina Ibroham
kenapa raja ga mati saja biar tahu kalau dia masuk jebakan jingfei & perdana menteri
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 227. BAI LANG BO

    Suasana riuh di lorong pasar seketika terhenti secara tiba-tiba digantikan hening yang dipenuhi oleh ketegangan. Para pedagang di sekitar kios terbelalak kaget dan bergegas mundur menjauhkan diri, sementara dua pengawal tersembunyi yang sejak tadi mengawasi langsung melompat maju dengan tangan bersiap menghunus senjata di balik pakaian mereka.Xuan Huan dengan cepat merentangkan kedua tangan, mencoba memberikan isyarat agar situasi tidak meledak menjadi pertempuran terbuka di tengah keramaian kota, tapi Dongmei sama sekali tidak mengalihkan fokus pandangan matanya dari pemuda yang kini berada sepenuhnya dalam jangkauan maut senjatanya."Jangan berani bergerak satu inci pun!" bisik Dongmei bernada rendah, penuh ancaman mematikan. "Jika memang bertekad murni ingin membantuku, kau tentu tidak akan keberatan menjelaskan mengapa kedua pengawal terlatihmu langsung bergerak menusuk ke arahku begitu aku memegang tanganmu?"Pemuda yang terhimpit di dinding kios itu melir

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 226. PEMUDA ANEH

    Fajar baru saja pecah di ufuk timur ketika gerbang-gerbang kayu raksasa ibu kota perlahan membuka lipatan untuk menyambut embusan angin pagi dingin serta hiruk-pikuk awal dari rombongan saudagar dan pelancong yang bersiap mengadu nasib. Di tengah kerumunan yang sibuk melangkah keluar kota, Dongmei melintasi ambang pintu gerbang dengan penampilan jauh dari kesan kemewahan istana.Pagi ini ia mengenakan jubah sederhana berwarna biru tua bertali kain rapat, rambut hitamnya disanggul rendah bersahaja, sementara sebagian wajahnya yang halus tersembunyi rapat di balik terpaan lembut kerudung kain tipis. Penyamaran sebagai seorang putri saudagar kaya yang hendak menginspeksi rute perdagangan keluarga dirancang dengan sangat teliti, didampingi oleh Xuan Huan yang bertindak selaku juru catat keuangan santun dan bertanggung jawab atas pembukuan serta transaksi barang sepanjang perjalanan.Di belakang mereka, Zihai menunggang kuda sembari memimpin sekelompok pengawal setia yang dengan sengaja me

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 225. PENYELIDIKAN KE SELATAN

    Setelah berbulan-bulan, ketenangan akhirnya kembali. Ibu kota Bai Yun terbangun tanpa suara lonceng darurat. Penjagaan di sekitar istana memang masih diperketat setelah kudeta Perdana Menteri Zhong, tetapi suasananya sudah jauh lebih tenang. Orang-orang mulai kembali pada rutinitas mereka, meski sesekali masih terdengar percakapan pelan mengenai penangkapan para pengkhianat dan nasib keluarga Zhong.Bagi Dongmei, ketenangan itu justru terasa asing. Pagi ini dia berdiri di depan cermin, merapikan rambut kemudian memeriksa pakaian yang dikenakannya sebelum menyelipkan sebilah pisau kecil ke balik ikat pinggang. Kebiasaan itu sudah menjadi sesuatu yang nyaris otomatis sejak ia tiba di Bai Yun. Setelah beberapa kali nyawanya berada dalam bahaya, Dongmei tidak lagi percaya bahwa pagi yang tenang berarti hari akan berjalan aman.Dayang Huan yang sedang menyiapkan aksesori di meja rias memperhatikan gerakannya. “Yang Mulia akan membawa pisau ke ruang makan?”Dongmei menoleh. “Hanya untuk ber

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 224. HARAPAN SANG RAJA

    Malam telah jauh melewati pergantian jaga ketika Liwei menerima pesan untuk datang ke kamar peraduan Raja Bai. Tidak ada pengawal yang menjelaskan alasan pemanggilan tersebut. Hanya Kasim Kang yang menunggunya di luar pintu dengan wajah lebih serius daripada biasanya."Yang Mulia sedang menunggu Anda, Putra Mahkota."Liwei mengangguk dan melangkah masuk, mendapati ayahnya belum tidur. Raja Bai duduk bersandar di ranjang dengan sebuah lampu minyak menyala di atas meja kecil, sementara beberapa gulungan laporan pemerintahan dibiarkan terbuka tanpa disentuh. Kondisinya memang jauh lebih baik dibandingkan beberapa waktu lalu, tetapi ekspresi lelah masih terlihat jelas pada wajah lelaki yang telah memimpin Bai Yun selama puluhan tahun itu. "Ayah memanggilku?"Mengangkat pandangan, Raja Bai memberi isyarat agar Liwei duduk. "Aku ingin membicarakan sesuatu sebelum malam semakin larut. Tidak ada urusan pemerintahan yang mendesak, jadi kau tidak perlu datang dengan pikiran bahwa aku hendak mem

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 223. BICARA EMPAT MATA

    Terdiam beberapa saat, Dongmei memandangi wajah Raja Bai untuk beberapa saat sebelum akhirnya duduk lebih nyaman di kursi yang berada di sisi ranjang. Tubuh raja masih lemah, tetapi sorot matanya kembali tajam. Pengalaman puluhan tahun memerintah membuatnya terbiasa membaca kebohongan dari gerakan kecil seseorang, sehingga Dongmei tahu bahwa tidak ada satu pun bagian dari pengakuannya yang akan diterima begitu saja."Aku tidak tahu apakah semua yang akan kuceritakan bisa kau percaya, Yang Mulia" kata Dongmei perlahan. "Sebenarnya aku sendiri membutuhkan waktu cukup lama untuk menerima fakta terlempar ke tempat ini." Menjeda, ia menggendikkan bahunya, ringan. "Jika menceritakannya kepada orang lain, mungkin mereka akan menganggapku gila."Raja Bai tersenyum samar. "Setelah menghadapi Perdana Menteri Zhong, ilmu hitam, jaringan pembunuh, dan seorang putri yang ternyata menyimpan lebih banyak rahasia daripada seluruh pejabat istana, aku tidak merasa memiliki hak untuk menganggap seseoran

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   BAB 222. PENGAKUAN RAJA BAI

    Dongmei terbatuk pelan, terlihat tidak heran saat mendengar kabar jika Huo Shan mengirim utusan untuk memutuskan pertunangan mereka. Dongmei malah bersyukur karenanya, setidaknya dia memiliki waktu lebih lama untuk fokus pada perubahan di Kerajaan Bai Yun. Andai Liwei naik takhta nanti. Meifeng bisa memohon untuk tidak menikah.Langkah kaki Dongmei menggema saat melewati koridor panjang menuju peraduan raja. Kesehatan ayahnya semakin menurun, sementara tabib tidak bisa menemukan obat untuk melawan racun darah yang selama ini dimasukkan Jing Fei melalui makanan raja.Raja menolak saat Dongmei mengusulkan agar dia meminum darahnya. Pria itu berpendapat jika sudah saatnya dia membayar atas dosa-dosa yang dia lakukan selama hidupnya.“Meifeng?” Raja memanggil dengan suara lemah. Tangannya yang terulur langsung disambut oleh Dongmei. “Kenapa beberapa hari ini kau tidak datang berkunjung?”Meifeng mengulum senyum dan menjawab, “Pernikahan Putri Biyu dan Zixin sudah dekat, Ayahanda. Aku ikut

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   Bab 12. Rahasia Lain

    Dongmei mengembuskan napas keras. Pertengkaran kecil dengan Liwei membuatnya sedikit kesal. Ia mengatakan semua itu demi Meifeng. Dongmei merasa jika Meifeng tidak sepantasnya mendapat perlakukan sedingin itu dari keluarganya sendiri.Di dalam kamar, ia membuka hanfu lapisan ketiga dan keduanya sem

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   Bab 11. Membungkamnya

    Liwei berjalan cepat menyusul langkah Dongmei. Ada beberapa alasan hingga membuatnya nekad menyusul adik kandungnya. Liwei harus memberi peringatan kepada Meifeng untuk tidak bersikap seenaknya. Istana memiliki aturan dan Meifeng harus bisa belajar beradaptasi. Sudah satu bulan berlalu, tapi k

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   Bab 10. Membongkar Rahasia Kecile

    Raja Bai menggertakkan gigi. “Apa maksudmu?” Suara berat raja terdengar menakutkan. Namun, Dongmei bergeming. Dia sudah menetapkan hati untuk mengakhir pertunangan ini. “Bagaimana bisa kau meminta hal itu dariku?”“Yang Mulia, aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiranku saat memohon kepada Anda unt

  • Transmigrasi Sang Putri: Dari Terbuang Jadi Kesayangan   Bab 9. Memutuskan Pertunangan

    Changpu mengetatkan rahang. Dia mungkin tidak mengenal siapa Putri Meifeng, tapi sebagai wanita, dia pun akan terluka jika tunangannya memutuskan hubungan demi wanita lain. “Kalian sangat kurang ajar!”“Kau pikir kami takut kepadamu hanya karena kau putri dari Jenderal Xi?” ujar pria keempat. “Tema

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status