Inicio / Romansa / Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang / Chapter 110: Altarare dan Inersia

Compartir

Chapter 110: Altarare dan Inersia

last update Fecha de publicación: 2026-05-23 23:19:18

Kini Valyria sedang kembali ke rumah lamanya pada dini hari. Rumah Megah itu dikelilingi bunga-bunga tulip, baru saja kemarin terjadi insiden mengerikan di Rumah Ini namun Valyria harus kembali untuk mengemasi beberapa hal. Ia beranjak masuk ke dalam rumah didampingi Sang Suami, Frederitch.

"Kemarin aku baru saja menembak Paman dan Bibi, mereka menyerangku," ucap Valyria.

"Kau tidak apa-apa bukan?" tanya Frederitch cemas. Ia lebih khawatir dengan kondisi Valyria.

Valyria menggeleng pelan. "Ak
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 110: Altarare dan Inersia

    Kini Valyria sedang kembali ke rumah lamanya pada dini hari. Rumah Megah itu dikelilingi bunga-bunga tulip, baru saja kemarin terjadi insiden mengerikan di Rumah Ini namun Valyria harus kembali untuk mengemasi beberapa hal. Ia beranjak masuk ke dalam rumah didampingi Sang Suami, Frederitch. "Kemarin aku baru saja menembak Paman dan Bibi, mereka menyerangku," ucap Valyria."Kau tidak apa-apa bukan?" tanya Frederitch cemas. Ia lebih khawatir dengan kondisi Valyria. Valyria menggeleng pelan. "Aku langsung ditangkap oleh Liriel setelah bertarung dengan Lyn, sayangnya Lyn mengorbankan dirinya demi aku jadi seharusnya dihalaman belakang pun rusak oleh ledakan," ucap Valyria pilu, trauma dan sedih jadi satu. Frederitch mengangguk sembari memegang tangan Valyria, ia menelisik ke seluruh penjuru ruang tamu, Rumah Megah ini malah tampak baik-baik saja tanpa ada sisa pertikaian. "Kita mungkin harus ke halaman belakang rumah," ajak Frederitch memegang tangan Valyria. Rumah Keluarga Kinaru ini

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 109 : Kabut Pagi, Tak Perlu Abadi

    "Aku tak mungkin bisa membereskan semua masalah yang Liriel perbuat," ucap Valyria pada Albert yang sedang duduk termangun menemani Liriel yang masih belum siuman itu. Ruangan perawatan di Fasilitas ini seperti Rumah Sakit Private, semuanya tertata rapih, bau antiseptik yang menyengat dan warna putih jadi latarnya. Valyria sebenarnya hendak pergi usai memastikan semua orang di Fasilitas ini terbangun dari pengaruhnya. "Kupikir hanya kau yang bisa diajak kerja sama," ucap Valyria lagi sembari duduk disebuah bangku tepat disamping Albert. Pria itu hanya menghela napas berat dan panjang seolah mengeluarkan beban beratnya juga disana. Ia menoleh menatap Valyria kemudian mengangguk setuju. "Sulit untuk percaya hal ini tapi kau benar-benar mirip dengan Liriel tapi sikapmu terkadang mengingatkanku dengan diriku di masa muda Nona," ucap Albert. "Tentu saja, aku tahu ini aneh tapi kita memang terhubung dalam sebuah keluarga," sahut Valyria yang sudah tahu semuanya. Sebenarnya Albert dan Li

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 108 : Mimpi Buruk dalam Kegelapan

    “Lux Aeterna.” Valyria berucap sesuatu yang bahkan belum pernah ia ketahui namun hatinya langsung bergejolak dan sesaat kemudian sekujur tubuhnya bercahaya gemerlap. Ia dengan sengaja menunjukkan semua itu pada Liriel.Sinar cahaya menyilaukan itu mengurung seluruh fasilitas dalam zona tertidur, jadi semua orang tertidur kecuali mereka yang sengaja ‘diizinkan’ oleh Valyria untuk terjaga. Para Penjaga, Peneliti dan staff langsung terkapar terlelap sementara yang tetap terjaga hanya Liriel, Albert, David, Frederitch yang Bersama Valyria beserta Panacea, William dan Alphonse.Indah dan berbahaya itulah Valyria yang sebenarnya. Selama ini lingkungan membuatnya menderita membuat Valyria menciptakan berbagai versi dirinya. Valyria adalah salah satu bentuk dirinya yang lebih berbahaya dari Valerin Grayii maupun Ellis Francielli karena kemampuan Valyria disini berhubungan dengan ruang dan waktu.“Kau benar-benar Monster!” tuduh Liriel sembari memandangi Para Prajurit Militer yang terlelap.Va

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 107 : Lux Aeterna

    “Anda ada ide Viscount Rovana?” tanya Panacea.William menggeleng. “Sejak dahulu aku kenal keduanya sangat kompetitif,” jawab William. William dengan Langkah pelan mendekati Villa yang jadi area tempur kedua pria mendominasi itu. “FREDERITCH ISTERIMU HILANG LAGI!” teriak William.“Apa?!” Frederitch dan Alphonse kompak menyahut.Pertarungan sengit itu langsung berhenti diantara keduanya. Frederitch yang babak belur dan Alphonse yang penuh sayatan luka. Kedua Pria itu hanya terdiam sambil memandangi satu sama lain dengan tatapan dendam.“Katakan dimana Permaisuriku!” bentak Frederitch sambil bersiap dengan tangan kanannya yang ditumbuhi kuku-kuku yang runcing itu.Alphonse memilih bungkam sembari memandangi Frederitch yang nyaris berubah menjadi Monster Buas itu. Pikiran Alphonse sedang berkecamuk, seharusnya ia bisa mendapatkan lagi Valyria setelah membantu keinginan Liriel terwujud yakni membuka akses celah menuju Boerhavia.“Kenapa mereka menculik Valerin setelah aku membantu mereka?

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 106 : Disekap

    Siapa yang menyangka jika Valyria justru merasakan pengalaman masa lampau Liriel yang disekap disebuah ruangan berdinding serba putih itu. Seharusnya ini adalah timeline Liriel yang sengaja ditangkap oleh Narendra karena ia dapat menyebabkan resiko yang berbahaya untuk dunia. Narendra tahu dan ia mencoba melakukan pencegahan namun perjuangan solonya itu menyebabkan citra Narendra jadi tampak kejam. Kini orang yang paling kejam itu sendiri tengah berdiri dihadapan Valyria dari balik kaca jendela yang lebar.“Kau sedang hamil besar loh,” ledek Valyria yang sedang duduk diranjang Kasur tepat didalam ruangan penyekapan ini.Liriel menatap Valyria dengan jengah. Ia mendekatkan bibirnya kearah microphone. “Kau pun sama, seharusnya sesame Ibu Hamil harus saling mendukung bukan membuka aibku kemudian membuat hubungan rumah tanggaku dan Harlan jadi berantakan,” ucap Liriel yang suaranya terdengar dari dalam intercom.“Berantakan katamu? Hahaha, kau yang mengacaukan semuanya Liriel!” kekeh Valy

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 105 : Selamat Tinggal, Orang yang Mendengarkan Part II

    “Ku pikir selama ini kau adalah saudaraku, kau bahkan menjebloskan Remington ke Penjara demi pengkhianatanmu itu!” bentak Valyria.“Kau tak akan pernah mengerti hal yang sudah kualami Valerin!” sahut Lyn juga berteriak.Valyria menggeleng pelan. Lyn adalah sosok kakak baginya disaat ia kehilangan ingatan dan kekuatan. Ia mengingat masa-masa lembut Lyn yang sangat menyayanginya. “Kau tak perlu melakukan semua ini Lyn! Apa tujuanmu sebenarnya?”“Kau Valerin, aku ingin jadi sosok dirimu, kenapa semua orang mencintaimu, mengasihimu bahkan menangisi kematianmu!” Lyn berteriak sembari beranjak berdiri padahal tubuhnya sudah babak belur oleh Valyria.“Kau dapatkan hati kedua Raja yang memperebutkanmu, betapa egoisnya dirimu Grayii, dari dulu hingga saat ini,” ucap Lyn. Ia teringat dengan masa lalunya. Ia diciptakan oleh seorang Vampir Wanita dari darah seorang Pemuda Ras Gandaria. Lyn hanya mengingat kilas wajah Pemuda yang memiliki tatapan lembut itu. Ia pergi sebelum Lyn merasakan sosok d

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 65: Diculik Sang Raja yang Obsesi

    Tubuh tegap Alphonse malah mendekap Valerin, kala Gadis itu tengah panik dengan perlakuannya. “Valerin bagaimana bisa aku membahayakanmu? jadi pilihlah aku daripada Vampir itu," ucap Alphonse sembari memeluk tubuh Valerin.Valerin bisa melihat Para Tamu undangan yang berbisik-bisik, raut wajah mere

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 62: Pangeran Mengetuk Ingatan Lama Tuan Muda

    “Bagiku yang sudah kenal kematian." Valerin tahu-tahu sudah terduduk, dihamparan ilalang yang bergoyang-goyang lembut. “Aku, seharusnya aku pingsan? Ini mimpiku bukan?” tanya Valerin kebingungan. Valerin Grayii, menatap sekelilingnya. Ini adalah rumah lamanya, rumah yang masih terasa sebelum semua

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 61 : Sang Pelayan Murka

    Frederitch, Pangeran dari Crave Rose dengan nampan berisi teko teh beserta cangkir tehnya menatap datar sosok Valerin. "Apa maksudmu Val?" tanya Frederitch dengan nada suram, kepala Frederitch Drew Raymond berkedut, melihat Valerin baru tiba diambang pintu ke diaman Sirius dengan seorang gadis berp

  • Transmigrasi Tuan Muda Palsu yang Malang   Chapter 59: Ingatan dari Kematian

    "Hal yang tak kusukai dari diriku sendiri adalah ... tak hanya memurnikan virus yang seperti kutukan itu tapi juga melihat sisa-sisa kenangan jiwa yang tiada." Valerin berucap sambil berjalan telanjang kaki dipinggiran hamparan pasir yang hangat."Eh? maksudmu?" Frederitch yang ada disebelah Valeri

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status