True Omega

True Omega

last updateLast Updated : 2021-01-26
By:  Sleepykitten13Completed
Language: English
goodnovel16goodnovel
9.78
601 ratings. 601 reviews
54Chapters
382.6Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Samantha didn't know what she was, until Alpha Jack and Luna Sara saved her from her old alpha. He was a sick man, driven mad by the loss of his luna and he abused Samantha for it. She was a true omega. Her new pack taught her that she was a gift from the Moon Goddess herself. She has the ability to calm any wolf and because of this gift, her new pack is thriving. She also causes every wolf to become extremely protective over her, because of this, it's doubtful that she will be blessed with a mate. A mate is supposed to be protective and it would be difficult for the Moon Goddess to find a wolf strong enough to withstand the pull of an omega mate.Samantha is glad that she won't have to worry about a mate. She doesn't want to trust anyone outside of her pack and strong males are extremely untrustworthy in her experience.Everything is going well until her old pack begs her new one for help. The pack's new alpha is Sammy's mate. Can Sammy trust the new alpha or will he mistreat her? Can she forgive her old pack and save them from themselves?

View More

Chapter 1

Chapter 1

Begitu kata-kata itu selesai diucapkan, dia melihat Brad yang datang ke Kota Harbor untuk mengikuti kompetisi bersama para muridnya. Dia dikelilingi banyak orang yang berebut meminta tanda tangan.

Seperti biasanya, dia tampak anggun dan berjarak. Namun, Carol melihat dengan jelas bagaimana diam-diam Brad mengulurkan tangan melindungi muridnya, Prilly, agar tidak tertabrak para penggemar.

Gerakan yang sangat terlatih.

Tanpa sempat berpikir, Carol memeluk lengan putus putranya dan berlari ke hadapan Brad. Suaranya tercekat.

"Sayang, Alden mengalami kecelakaan .... Aku membawanya liburan ke Kota Harbor. Waktu bermain di peternakan, dia terseret ke dalam mesin baling-baling sampai lengannya putus ...."

"Aku sudah menghubungi rumah sakit yang bisa melakukan operasi. Asal kami bisa kembali dalam waktu tiga jam, lengannya masih bisa disambung! Alden baru tiga tahun. Hidupnya nggak boleh hancur di sini .... Tolong bawa kami ikut. Kumohon."

Tatapan Brad jatuh pada putranya yang sudah pingsan karena kesakitan. Namun hanya sekilas, lalu dia mengalihkan pandangannya.

"Nggak bisa."

Seluruh tubuh Carol membeku. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

"Apa kamu bilang? Alden itu darah dagingmu sendiri!"

Brad mengangkat mata untuk menatap wajahnya. Nada bicaranya terdengar tenang dan nyaris kejam, "Pesawat ini memang khusus disiapkan untuk Prilly. Bersikaplah lebih dewasa, jangan asal cemburu."

Satu kalimat itu membuat Carol begitu terpukul.

Sorot mata Carol dipenuhi ketidakpercayaan. Dia tahu sifat Brad. Jadwalnya tidak pernah boleh diubah oleh siapa pun. Akan tetapi, Alden adalah anak kandungnya sendiri!

Ini menyangkut masa depan anak mereka. Apa mungkin itu bahkan tidak lebih penting daripada pesta perayaan untuk Prilly?

Prilly hanya menyelesaikan sebuah pertunjukan kecil dengan sepuluh peserta, tetapi Brad sudah begitu tidak sabar ingin merayakannya? Apa tidak bisa menunggu sampai mereka mendarat di dalam negeri baru mengadakan perayaan?

Saat itu Prilly sengaja berdeham pelan, lalu berjalan mendekat dengan sikap lemah lembut. "Kak Carol, jangan mempersulit Pak Brad .... Aku takut darah. Aku benar-benar nggak bisa satu pesawat dengan Alden."

"Gimana kalau kamu tunggu sebentar lagi? Bandara sebesar ini, pasti masih ada penerbangan lain."

Brad menyetujui usul Prilly tanpa berkata apa pun.

Dengan hati yang penuh amarah dan kecewa, Carol bertanya, "Kenapa? Alden itu anak kandungmu! Apa dia nggak sepenting Prilly? Atau memang sejak dulu kamu sudah berselingkuh dengan muridmu?"

"Diam! Jangan menilaiku serendah itu. Hubunganku dengan Prilly hanya sebatas guru dan murid."

Seluruh rasa sakit dan kepedihan Carol seolah menumpuk memenuhi dadanya.

Dia tiba-tiba teringat beberapa kejadian belakangan ini. Di rumah, sesekali muncul pakaian pasangan yang hanya satu potong, foto profil Brad berubah dari hitam putih menjadi foto profil pasangan, bahkan dia pernah memergoki Brad diam-diam berlatih tersenyum di kamar mandi.

Dia sempat mengira Brad perlahan mulai membuka hatinya lagi.

Ternyata Brad sudah lama berselingkuh! Semua kelembutan itu ternyata diperlihatkan untuk Prilly!

"Brad, aku mohon. Ini juga anakmu." Suara Carol bergetar. "Dua jam lagi akan turun hujan badai. Ini penerbangan terakhir menuju Kota Handir!"

Brad tampak sedikit ragu, tetapi Prilly hanya memutar ujung rambutnya sambil tersenyum.

"Kak Carol, sebelumnya kamu juga sering cemburu. Demi membohongi Pak Brad supaya pulang, kamu sampai mengarang begitu banyak kebohongan. Kali ini jelas masih ada satu penerbangan lagi. Apa kamu benar-benar harus mempermalukan Pak Brad di saat seperti ini?"

Brad mengernyit. Dia tampaknya teringat kejadian sebelumnya, saat Carol berpura-pura jatuh demi menyiapkan kejutan untuknya. Ketika Brad buru-buru pulang, dia malah memarahi Carol habis-habisan. Sejak saat itu, Carol tidak pernah lagi membohonginya.

Carol menggeleng kuat.

"Bukan begitu. Aku nggak bohong. Brad, tolong selamatkan anak kita."

Brad menganggapnya hanya sedang membuat keributan. Nada bicaranya santai, tetapi penuh tekanan. "Carol, jangan jadikan anak sebagai alat untuk mencari perhatianku. Cara seperti itu terlalu murahan."

Setelah mengatakan itu, dia berbalik dan pergi.

Belum pernah sekali pun Carol merasa pria di hadapannya begitu asing. Dia ingin mengatakan bahwa memang sudah tidak ada pesawat lagi. Kenapa Brad tidak mau memercayainya?

Selama tiga tahun menikah, apa pun yang dia lakukan, dia tidak pernah berhasil menghangatkan hati Brad. Saat dia membuat keributan, Brad tetap setenang biasanya. Saat dia kehilangan kendali, Brad tetap diam tanpa sepatah kata pun.

Belakangan, Carol belajar menjadi istri yang baik. Dia mengurus rumah tangga seperti para istri lain di kalangan mereka, tetapi Brad bahkan tidak pernah memberinya seulas senyuman pun.

Roda pesawat bergesekan dengan landasan pacu, mengeluarkan suara nyaring. Satu-satunya pesawat itu pun lepas landas dan pesawat itu tidak berhenti untuknya, bahkan tidak sedetik pun.

Carol terhuyung dua langkah. Genggamannya pada Alden mengendur, lalu dia terjatuh ke tanah. Kantong es yang berisi lengan putus itu pun terlempar, membuat bongkahan es berserakan di mana-mana.

Dia memunguti kembali bongkahan-bongkahan es itu satu per satu. Pada akhirnya, dia menekan nomor yang sudah tiga tahun diblokirnya, nomor sahabat masa kecilnya, Levi.

"Aku setuju dipindahkan ke teater musikal di luar negeri. Tapi aku punya satu syarat. Sekarang juga aku butuh sebuah pesawat untuk kembali ke Kota Handir."

Pria di seberang telepon langsung menjawab, "Masalah kecil."

"Terima kasih. Setelah proses perceraianku selesai, aku akan membawa Alden ikut pindah ke sana."

Expand
Next Chapter
Download

Book Review

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Ratings

10
91%(547)
9
2%(11)
8
5%(28)
7
1%(9)
6
1%(4)
5
0%(1)
4
0%(0)
3
0%(0)
2
0%(0)
1
0%(1)
9.78 / 10.0
601 ratings · 601 reviews
Write a review

reviewsMore

Tracey Briant
Tracey Briant
loved this book the ending was great would recommend anyone read it
2024-05-27 17:25:34
5
0
ErymaEzyra
ErymaEzyra
I love the story. Great job author.
2023-11-14 23:16:46
6
0
Jo Anne Morgan
Jo Anne Morgan
It was lovely book. I really enjoyed it. well done Author!
2023-11-08 08:15:46
6
0
WolfHowler
WolfHowler
It was a beautiful and well thought out story. It came out amazing
2023-10-03 14:37:49
4
0
Lisa Reed
Lisa Reed
I loved this story great job Author
2023-01-03 17:46:04
5
0
54 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status