Partager

Chapter 17

Auteur: Rimkuyn
last update Date de publication: 2026-09-26 23:09:28

“Akhirnya sampai juga,” ucap Elara begitu keluar dari kereta.

Setelah menempuh perjalanan dari Manchester, kini ia dan bayinya telah tiba di London, tepatnya di London Euston.

Elara menggendong Ivy menggunakan gendongan bayi, sementara salah satu tangannya menarik koper di belakangnya. Ia berjalan mengikuti arus penumpang yang meninggalkan area peron hingga akhirnya keluar dari stasiun.

Namun, perjalanannya belum selesai.

Ia masih harus menuju mansion milik Adrian Beaumont.

Elara memilih menggu
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Tuan Beaumont, Ini Hanya Pekerjaan!   Chapter 23

    Pagi datang perlahan di kediaman Beaumont.Cahaya matahari menyelinap melalui celah tirai kamar bayi, jatuh di lantai dan beberapa bagian tempat tidur.Elara sudah terbangun sejak beberapa menit lalu.Ia duduk di tepi tempat tidur sambil menggendong Ivy yang baru saja selesai menyusu. Bayi kecil itu tampak tenang, sesekali menggerakkan bibirnya sebelum akhirnya kembali memejamkan mata.Elara tersenyum kecil.“Sudah kenyang?”Ivy hanya mengeluarkan suara kecil.Elara mengusap pipinya dengan lembut.Di tempat tidur sebelah, Noah juga mulai bergerak.Elara segera menoleh.“Sepertinya kamu juga sudah bangun.”Ia meletakkan Ivy dengan hati-hati, kemudian menghampiri Noah.Seperti biasa, hal pertama yang dilakukan Elara adalah memeriksa popoknya.Ternyata popok Noah sudah penuh.Elara mengambil perlengkapan yang sudah disiapkan di meja kecil, lalu mengganti popok bayi itu.Setelah selesai, ia menggendong Noah.“Sekarang giliran kamu.”Noah mulai mencari-cari dengan mulutnya.Elara tersenyum

  • Tuan Beaumont, Ini Hanya Pekerjaan!   Chapter 22

    Tengah malam, Elara terbangun.Ia rupanya tertidur di kamar bayi setelah menyusui Ivy. Matanya masih terasa berat ketika ia menguceknya beberapa kali.Namun, rasa haus membuatnya benar-benar terbangun.Elara menoleh ke meja kecil di samping tempat tidur.Gelas miliknya sudah kosong.“Ah... haus sekali,” gumamnya pelan.Ia kemudian bangkit dari tempat tidur, mengambil gelasnya, lalu berjalan keluar kamar.Elara menuruni tangga dengan langkah perlahan agar tidak menimbulkan suara berisik. Rumah Beaumont begitu tenang pada tengah malam. Hanya suara langkah kakinya yang terdengar samar di sepanjang lorong.Sesampainya di dapur, Elara meletakkan gelas di atas meja marmer.Ia kemudian membuka lemari pendingin untuk mencari air.Namun, matanya justru tertuju pada sebuah kotak brownies yang berada di dalamnya.“Ada brownies. Tapi punya siapa, ya?” gumam Elara.Perutnya tiba-tiba berbunyi.Elara terdiam.Ia menatap brownies itu beberapa saat.Sejujurnya, ia memang lapar.Namun, tangannya yang

  • Tuan Beaumont, Ini Hanya Pekerjaan!   Chapter 21

    Ivy kini bisa menempati kamar Noah. Dua tempat tidur bayi sudah tersedia di dalam kamar itu, dengan warna yang berbeda. Satu berwarna putih, sementara yang lainnya berwarna merah muda.Elara sebenarnya merasa tidak enak hati. Ia sempat ingin menolak, tetapi Maggie sudah berkali-kali mengingatkannya untuk tidak menolak dan mematuhi perintah yang diberikan.Selain dua tempat tidur bayi, di dalam kamar itu juga terdapat sebuah tempat tidur yang cukup besar untuk dirinya beristirahat.Elara membawa Ivy ke tempat tidurnya, lalu membaringkan Noah di tempat tidurnya sendiri.Setelah memastikan kedua bayi itu nyaman, Elara berjalan menuju lemari pakaian.Bahkan lemari pakaian untuk kedua bayi itu pun dibuat terpisah.Elara membuka lemari berwarna merah muda. Matanya langsung membesar saat melihat isinya.Di dalamnya terdapat begitu banyak pakaian bayi perempuan dengan berbagai macam warna. Beberapa di antaranya memiliki motif bunga kecil, sementara yang lainnya berwarna lembut dan terlihat be

  • Tuan Beaumont, Ini Hanya Pekerjaan!   Chapter 20

    Pagi itu, setelah sarapan, Elara membawa Noah dan Ivy ke taman belakang mansion.Kedua bayi ditempatkan di stroller masing-masing. Salah seorang pelayan bernama Emma ikut menemani mereka dan mendorong stroller Noah, sementara Elara membawa stroller Ivy.Udara pagi terasa cukup sejuk.Matahari bersinar hangat, membuat suasana taman terasa nyaman untuk kedua bayi.Adrian sendiri sudah berangkat bekerja ketika Elara masih menyusui Noah. Karena itu, hingga pagi itu Elara masih belum bertemu langsung dengan pemilik mansion tersebut.Elara tidak terlalu mempermasalahkannya.Untuk sementara, ia justru menikmati waktunya sebagai pengasuh sekaligus ibu susu Noah.Ia juga tidak pernah melupakan Ivy.Sesekali Elara memeriksa keadaan putrinya, memastikan Ivy tetap nyaman di dalam stroller.Sambil berjalan santai mengelilingi taman, Elara berbincang dengan Emma.Emma juga sesekali menjelaskan beberapa bagian mansion yang belum sempat ditunjukkan Maggie kepadanya.“Kalau taman belakang ini biasanya

  • Tuan Beaumont, Ini Hanya Pekerjaan!   Chapter 19

    Kini Elara sedang beristirahat di kamar yang disediakan untuknya.Kamar itu berada di lantai dua, tepat bersebelahan dengan kamar Noah. Sementara di seberang kamar Noah terdapat kamar milik Adrian Beaumont, sang pemilik mansion.Sebelum masuk ke kamarnya, Elara sempat melihat kamar Adrian yang tadi ditunjukkan oleh Maggie.Pintu kamar itu selalu tertutup.Maggie mengatakan bahwa setelah Adrian berangkat bekerja, kamar tersebut biasanya dikunci. Hanya Maggie yang diperbolehkan masuk setiap hari untuk membersihkan dan merapikannya.Elara tidak terlalu memikirkannya.Baginya, kamar itu bukan sesuatu yang perlu ia ketahui lebih jauh.Saat ini yang terpenting adalah dirinya dan Ivy.Noah sedang tertidur di kamarnya, begitu pula Ivy yang sudah tertidur pulas setelah kenyang menyusu.Elara sendiri sudah makan siang sebelum Maggie mengajaknya berkeliling mansion dan menunjukkan beberapa bagian rumah yang perlu ia ketahui.Kini, ketika kedua bayi sedang tertidur, Elara akhirnya memiliki waktu

  • Tuan Beaumont, Ini Hanya Pekerjaan!   Chapter 18

    Maggie kembali sambil mendorong stroller Noah yang sedang tertidur pulas.Begitu melihatnya, Elara otomatis bangkit dari duduknya.Maggie mendekatkan stroller tersebut agar Elara bisa melihat wajah bayi itu dengan lebih jelas.“Namanya Noah Alexander Beaumont,” ucap Maggie.“Dia baru saja tertidur setelah diberi susu formula. Tapi sebentar lagi mungkin akan bangun.”Elara memperhatikan wajah kecil Noah yang terlihat begitu tenang dalam tidurnya.“Apa tidurnya selalu tidak nyenyak?” tanya Elara.“Karena dia hanya minum susu sedikit, dia sering merasa lapar dan akhirnya mudah terbangun,” jawab Maggie.Kemudian Maggie menatap Elara.“Kamu pasti sudah tahu beberapa hal tentang Tuan Muda Noah dari Freya, kan?”Elara mengangguk.“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan ibu susu yang cocok untuknya. Tapi tidak ada yang benar-benar cocok, dan tidak ada yang bertahan lama.”“Yang paling lama hanya bertahan satu hari. Setelah itu, Tuan Muda Noah justru sakit,” lanjut Maggie.“M

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status