author-banner
Rimkuyn
Rimkuyn
Author

Novels by Rimkuyn

Tuan Beaumont, Ini Hanya Pekerjaan!

Tuan Beaumont, Ini Hanya Pekerjaan!

Setelah kehilangan orang tuanya, menikah demi membalas budi, dan diceraikan setelah melahirkan putrinya. Dalam keadaan tanpa rumah, tanpa pekerjaan, dan hanya membawa bayi kecilnya, Elara menerima satu-satunya pekerjaan yang mungkin bisa menyelamatkan hidupnya—menjadi ibu susu bagi seorang bayi laki-laki dari keluarga Beaumont, salah satu keluarga kaya dan berpengaruh di Inggris. Di sana, Elara bertemu Adrian Lucien Beaumont, ayah dari bayi yang harus ia rawat. Awalnya, hubungan mereka hanyalah antara seorang ibu susu dan seorang ayah. Namun tinggal di bawah satu atap membuat batas-batas itu perlahan berubah. Di antara dua anak yang mulai tumbuh bersama, masa lalu yang kembali menghantui, keluarga yang memiliki kepentingan sendiri, dan cinta yang tidak pernah mereka rencanakan, Elara dan Adrian harus menemukan jawaban atas satu pertanyaan: Bisakah dua orang yang sama-sama tidak mencari cinta justru menemukan keluarga yang selama ini mereka butuhkan?
Read
Chapter: Chapter 12
"Untuk apa kamu datang ke sini?"Diana menatap Elara dengan tatapan tidak suka.Elara berdiri di depan pintu rumah keluarga Ellington, sementara Diana berdiri di ambang pintu. Tidak ada sedikit pun keramahan dalam sambutannya. Wajah kesalnya bahkan terlihat begitu jelas."Kamu sudah tidak diterima lagi di rumah ini. Anakku sudah menceraikanmu, jadi jangan pernah menginjakkan kakimu di rumahku lagi," seru Diana."Aku ke sini hanya ingin mengambil barangku," jawab Elara singkat."Barang apa yang kamu maksud?""Kamu tidak memiliki barang apa pun di rumah ini. Kamu datang ke sini bahkan tidak membawa apa-apa. Hanya baju-baju murahanmu itu," seru Diana.Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada meremehkan,"Dan semuanya sudah aku buang."Elara terdiam."Kalau kamu mau, ambil saja di tong sampah. Itu juga kalau belum diangkut mobil sampah," lanjut Diana.Elara menatap wanita di hadapannya. Untuk sesaat, ia hanya diam. Namun, perkataan Diana perlahan membuat kesabarannya habis."Anda
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Chapter 11
"Terima kasih karena sudah mengizinkan aku tinggal di sini," ucap Elara pelan."Tidak masalah. Lagi pula, aku tinggal sendirian di sini."Freya tersenyum kecil, berusaha membuat Elara merasa bahwa kehadirannya sama sekali bukan sebuah beban."Aku ambilkan air minum dulu."Freya baru saja hendak berdiri ketika Elara buru-buru menggeleng."Tidak perlu repot-repot, Freya.""Tidak apa-apa."Freya tetap berdiri dan berjalan menuju dapur minimalis yang menyatu dengan ruang tamu. Ia mengambil gelas, menuangkan air putih, lalu membawanya kembali.Elara menerimanya."Terima kasih.""Oh ya, kamu bisa tidur di kamar itu nanti."Freya menunjuk sebuah pintu yang berada tidak jauh dari tempat mereka duduk."Itu kamar kakakku. Dulu dia tinggal di sana, tapi setelah menikah, dia pindah dan tinggal bersama suaminya. Jadi sekarang kamar itu kosong."Elara memandang ke arah pintu tersebut."Meski sudah lama tidak ditempati, aku tetap rutin membersihkannya dan mengganti seprai. Jadi kamu tidak perlu khaw
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Chapter 10
Marcus menarik napas dalam-dalam. Ia berusaha mengendalikan emosinya karena Vanessa berada di sampingnya dan mereka sedang berada di rumah sakit."Kamu tahu sendiri orang tuaku dulu tidak menyetujui aku dengan Vanessa."Ia berhenti sejenak."Tapi sekarang berbeda. Mereka akhirnya setuju aku menikahinya.""Gila."Freya tertawa kecil karena tidak percaya."Kalian semua benar-benar gila."Marcus mengabaikannya."Tanda tangani."Kali ini suaranya lebih keras.Terlalu keras.Bayi di tempat tidur kecil itu langsung terbangun dan menangis.Tangisnya memenuhi kamar.Marcus mengerutkan kening."Rewel sekali."Freya menatapnya seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.Elara memejamkan mata sebentar.Ada sesuatu di dalam dirinya yang seperti runtuh."Freya.""Ya?""Tolong bawa anakku keluar sebentar."Freya menatap Elara dengan ragu."Tapi, Elara...""Tidak apa-apa."Elara berusaha tersenyum meskipun matanya sudah dipenuhi air mata."Tolong."Freya akhirnya mengangguk.Ia menga
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Chapter 9
Sudah satu minggu Elara berada di rumah sakit sejak melahirkan putrinya.Hari ini, dokter akhirnya mengizinkannya untuk pulang.Namun, selama satu minggu itu pula, tidak sekalipun mertuanya datang menjenguk. Bahkan Marcus, suaminya sendiri, tidak pernah menampakkan batang hidungnya.Elara menjalani semuanya seorang diri.Bangun di malam hari ketika bayinya menangis. Menyusui, mengganti popok, menahan rasa sakit dari luka jahitan yang belum sepenuhnya pulih. Tidak ada suami yang menggenggam tangannya, tidak ada keluarga yang menanyakan keadaannya.Untungnya, hari ini Freya datang menemaninya.Freya adalah teman kerja Elara ketika ia masih bekerja di restoran, sebelum hamil.Sebenarnya Freya sengaja mengambil cuti satu hari hanya untuk menjenguk Elara saat tahu jika Elara sudah melahirkan . Namun, restoran tempatnya bekerja sedang sangat sibuk belakangan ini sehingga Freya baru mendapatkan kesempatan hari ini.Siapa sangka, saat ia datang, dokter justru sudah mengizinkan Elara pulang."
Last Updated: 2026-09-17
Chapter: Chapter 8
Keesokan paginya, seorang perawat datang bersamaan dengan petugas rumah sakit yang membawa sarapan.Namun, Elara tidak ada di tempat tidurnya.Yang ada hanya bayinya yang sedang tertidur pulas di dalam tempat tidur bayi transparan.Petugas rumah sakit meletakkan nampan sarapan di atas nakas.Sementara itu, perawat langsung menghampiri bayi Elara untuk mengecek kondisinya.Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka.Elara keluar.Ia menutup pintu kamar mandi dengan perlahan, lalu berjalan sedikit demi sedikit menuju tempat tidurnya.Perawat menoleh kepadanya.“Bagaimana keadaan Anda pagi ini?”“Jauh lebih baik. Hanya masih terasa nyeri.”Elara kemudian duduk di tepi tempat tidur sebelum perlahan menaikkan kedua kakinya ke atas kasur.“Itu masih wajar,” jawab perawat. “Anda baru tiga hari menjalani operasi Caesar. Rasa nyeri atau tidak nyaman bisa bertahan selama beberapa minggu dan biasanya akan berangsur-angsur berkurang.”Elara mengangguk.Ia kemudian berbaring, sementara pera
Last Updated: 2026-09-16
Chapter: Chapter 7
Sudah dua hari Elara berada di rumah sakit.Dan selama dua hari itu pula, tidak ada satu pun anggota keluarga Ellington yang datang untuk melihat keadaannya ataupun putrinya.Tidak ada Diana.Tidak ada Richard.Bahkan Marcus pun tidak kembali.Satu-satunya orang yang datang hanyalah Mona, Sarah, dan beberapa pelayan lainnya.Mona bahkan datang lagi malam tadi setelah selesai bekerja. Ia membawa makanan untuk Elara dan memastikan perempuan itu memiliki sesuatu yang layak untuk dimakan.Elara tidak pernah berharap mereka datang untuk dirinya.Namun, setidaknya ada darah daging keluarga Ellington yang berhasil lahir dengan selamat.Meski bukan cucu laki-laki yang selama ini mereka harapkan.Elara tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ia keluar dari rumah sakit.Ia tidak tahu bagaimana keluarga Ellington akan memperlakukannya.Ia juga tidak tahu apakah Marcus akan membiarkannya tetap tinggal di rumah itu bersama putrinya.Yang Elara tahu, tiga hari terakhir memberinya sedikit waktu unt
Last Updated: 2026-09-16
Bayangan Hati

Bayangan Hati

Pernikahan Emma dan Shane dimulai tanpa cinta—hanya perjodohan dua keluarga elite Amerika. Namun waktu menumbuhkan perasaan, hingga satu malam kesalahan meruntuhkan segalanya. Dikhianati dan dikecewakan, Emma menghilang bersama putri kecil mereka, Julliete. Bertahun-tahun kemudian, cinta dan dendam kembali bertemu dalam wajah generasi baru. Saat Julliete kembali ke Amerika dan bertemu pria yang membuatnya jatuh hati, ia tak tahu bahwa darah dan nama belakangnya menjadi ancaman. Rahasia, perebutan cinta, dan bahaya dari masa lalu akan menguji segalanya.
Read
Chapter: Bab 5 – Sebuah Jawaban
Sementara Emma tengah menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatnya, di tempat lain—tepatnya di sebuah restoran Jepang bergaya tradisional di jantung Manhattan—kedua orang tua Emma mengadakan pertemuan pribadi dengan Joseph dan Shane Dimitri.Di ruang VIP yang terpisah dari keramaian tamu restoran, dua keluarga tersohor di Amerika duduk saling berhadapan. Mereka memilih restoran Jepang bukan tanpa alasan—tempat itu menawarkan suasana tenang, penuh privasi, dan pelayanan yang sangat memperhatikan etika serta kenyamanan tamu eksklusif.Sambil menanti hidangan utama disajikan, mereka terlebih dahulu berbincang ringan sebelum masuk ke topik utama.“Belum ada rencana membuat proyek baru?” tanya Robin, memecah keheningan dengan nada ramah.Shane, duduk dengan postur tenang dan penuh kendali, menjawab, “Belum, Uncle. Saat ini saya masih fokus pada proyek yang sudah berjalan. Mungkin nanti, di waktu yang tepat.”Joseph tersenyum bangga pada cucu satu-satunya itu. “Aku sangat bangga padamu, Sh
Last Updated: 2025-06-21
Chapter: Bab 4 – Pertemuan yang Dirindukan
Sudah empat hari Emma berada di Amerika, dan dia benar-benar menikmati waktunya bersama keluarga."Sayang, kalian mau pergi ke mana?" tanya Eva dengan senyum hangat, melihat putri dan menantunya sudah tampil rapi dan anggun siang itu."Kami akan bertemu Gwen. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya," jawab Emma sambil memeriksa isi tas tangannya."Kalian membawa Nathaniel juga?" tanya Eva, melirik cucunya yang tampak tampan dengan kemeja kasual biru dan celana khaki."Iya, Mom," jawab Libbie sambil tersenyum."Kenapa tidak pergi berdua saja? Biar Mommy yang menjaga Nathaniel di rumah," tawar Eva dengan tulus."Tidak apa-apa, Mom. Kami bisa membawanya. Aku tidak ingin merepotkan Mommy," balas Libbie sopan."Tidak usah sungkan. Lagipula Mommy senang sekali bermain dengan cucu tampan Mommy ini," ucap Eva sambil mencium pipi Nathaniel.Eva menambahkan, "Kebetulan, Daddy dan Mommy juga akan keluar hari ini. Jadi lebih baik Nathaniel ikut kami saja.""Baiklah kalau begitu, Mom," ucap
Last Updated: 2025-06-21
Chapter: Bab 3 – Hadiah, Pertemuan, dan Sebuah Niat Lama
Pagi telah tiba. Di rumah keluarga Ethan, semua penghuni sudah selesai menikmati sarapan. Suasana terasa hangat dan damai.Joseph, masih berada di rumah itu. Semalam, Shane gagal membujuknya untuk pulang bersamanya. Kini, sang kakek tengah duduk santai di teras belakang bersama Robin.Ethan sendiri sudah berangkat ke kantor, Eva dan Libbie pergi ke supermarket ditemani seorang pelayan, sementara Emma sedang menemani Nathaniel di di kamar anak kecil itu.“Aunty punya hadiah untukmu,” ucap Emma dengan suara hangat.“Benarkah, Aunty?” sahut Nathaniel dengan mata bulat berbinar dan nada yang penuh antusias.Emma mengangguk sambil tersenyum lembut. “Bagaimana kalau kita ke kamar Aunty dan membongkar koper yang berisi hadiah-hadiah untukmu?”Tanpa ragu, Nathaniel mengangguk penuh semangat.Tawa lembut Emma terdengar ketika ia bangkit dari duduknya dan menggendong Nathaniel. Ia membawa bocah itu menuju kamar yang sementara ditempatinya di rumah Ethan.Sejak kedatangannya dari London kemarin,
Last Updated: 2025-06-21
Chapter: Bab 2 – Kepulangan
Suasana makan malam di rumah Ethan malam itu terasa begitu tenang dan hangat. Aroma rempah dan ikan bakar memenuhi udara, menggoda siapa pun yang ada di dalamnya. Salah satu hidangan utama malam ini adalah ikan bakar segar hasil tangkapan Robin dan Joseph—dua pria yang meski berbeda generasi, tetap akur jika urusan memancing. “Apakah Kakek sudah memberi tahu Shane kalau akan menginap di sini?” tanya Ethan, sambil menuangkan air ke gelasnya. “Aku akan memberitahunya nanti,” jawab Joseph santai, sambil memperhatikan Nathaniel, yang sedang makan dengan lahap. “Lihat itu, dia makan dengan semangat,” gumam Joseph dengan ekspresi gemas. “Aku suka anak-anak yang tidak pilih-pilih makanan. Berbeda dengan Shane waktu kecil—anak itu susah sekali makan. Sampai-sampai harus dibujuk ibunya dengan berbagai cara ,” kenangnya, tersenyum tipis. Joseph menatap keluarga di sekeliling meja makan. ‘Kau sangat beruntung, Silas. Memiliki keluarga yang lengkap, harmonis dan juga hangat.’ ____
Last Updated: 2025-06-20
Chapter: Bab 1 – Senja di Harlem Meer
Sore itu, langit Manhattan memancarkan warna keemasan yang lembut, menyelimuti pepohonan tinggi di sekitar Harlem Meer dengan cahaya hangat khas musim panas. Angin bertiup ringan, menyapu permukaan danau kecil itu dan membawa serta aroma air yang menenangkan. Di salah satu sisi danau, di bawah rindangnya pohon maple, Robin Van Robert (58) tengah duduk santai di kursi lipat, berdampingan dengan Joseph Dimitri (86), sahabat lama mendiang ayahnya yang telah tiada. Di hadapan mereka, dua batang pancing berdiri tegak, ujung senarnya tenggelam dalam air yang tenang. Tak jauh dari sana, istri Robin—Eva Louisa Watson (55)—duduk di atas alas piknik, bersama cucu mereka yang berusia dua tahun, Nathaniel. Bocah kecil itu tengah asyik menggigit biskuit berbentuk ikan, wajahnya penuh ekspresi ingin tahu yang menggemaskan. “Apakah kau ada urusan bisnis di Manhattan?” tanya Joseph, matanya menatap lurus ke danau, tapi perhatiannya sepenuhnya tertuju pada putra sahabatnya, yang sudah ia anggap sep
Last Updated: 2025-06-20
You May Also Like
Menaklukkan CEO Narsis!
Menaklukkan CEO Narsis!
Romansa · Shiraa Sue
3.6K views
Gadis Kesayangan Tuan Mafia
Gadis Kesayangan Tuan Mafia
Romansa · Syifa Safaah
3.6K views
Love in Revenge
Love in Revenge
Romansa · Fitri Laxmita
3.6K views
Dream come true
Dream come true
Romansa · Vivi Cynthia
3.6K views
Pria Gemulai Itu Suamiku
Pria Gemulai Itu Suamiku
Romansa · Dinara Sofia
3.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status