author-banner
Rimkuyn
Rimkuyn
Author

Novels by Rimkuyn

Tuan Beaumont, Ini Hanya Pekerjaan!

Tuan Beaumont, Ini Hanya Pekerjaan!

Setelah kehilangan orang tuanya, menikah demi membalas budi, dan diceraikan setelah melahirkan putrinya. Dalam keadaan tanpa rumah, tanpa pekerjaan, dan hanya membawa bayi kecilnya, Elara menerima satu-satunya pekerjaan yang mungkin bisa menyelamatkan hidupnya—menjadi ibu susu bagi seorang bayi laki-laki dari keluarga Beaumont, salah satu keluarga kaya dan berpengaruh di Inggris. Di sana, Elara bertemu Adrian Lucien Beaumont, ayah dari bayi yang harus ia rawat. Awalnya, hubungan mereka hanyalah antara seorang ibu susu dan seorang ayah. Namun tinggal di bawah satu atap membuat batas-batas itu perlahan berubah. Di antara dua anak yang mulai tumbuh bersama, masa lalu yang kembali menghantui, keluarga yang memiliki kepentingan sendiri, dan cinta yang tidak pernah mereka rencanakan, Elara dan Adrian harus menemukan jawaban atas satu pertanyaan: Bisakah dua orang yang sama-sama tidak mencari cinta justru menemukan keluarga yang selama ini mereka butuhkan?
Read
Chapter: Chapter 23
Pagi datang perlahan di kediaman Beaumont.Cahaya matahari menyelinap melalui celah tirai kamar bayi, jatuh di lantai dan beberapa bagian tempat tidur.Elara sudah terbangun sejak beberapa menit lalu.Ia duduk di tepi tempat tidur sambil menggendong Ivy yang baru saja selesai menyusu. Bayi kecil itu tampak tenang, sesekali menggerakkan bibirnya sebelum akhirnya kembali memejamkan mata.Elara tersenyum kecil.“Sudah kenyang?”Ivy hanya mengeluarkan suara kecil.Elara mengusap pipinya dengan lembut.Di tempat tidur sebelah, Noah juga mulai bergerak.Elara segera menoleh.“Sepertinya kamu juga sudah bangun.”Ia meletakkan Ivy dengan hati-hati, kemudian menghampiri Noah.Seperti biasa, hal pertama yang dilakukan Elara adalah memeriksa popoknya.Ternyata popok Noah sudah penuh.Elara mengambil perlengkapan yang sudah disiapkan di meja kecil, lalu mengganti popok bayi itu.Setelah selesai, ia menggendong Noah.“Sekarang giliran kamu.”Noah mulai mencari-cari dengan mulutnya.Elara tersenyum
Last Updated: 2026-10-04
Chapter: Chapter 22
Tengah malam, Elara terbangun.Ia rupanya tertidur di kamar bayi setelah menyusui Ivy. Matanya masih terasa berat ketika ia menguceknya beberapa kali.Namun, rasa haus membuatnya benar-benar terbangun.Elara menoleh ke meja kecil di samping tempat tidur.Gelas miliknya sudah kosong.“Ah... haus sekali,” gumamnya pelan.Ia kemudian bangkit dari tempat tidur, mengambil gelasnya, lalu berjalan keluar kamar.Elara menuruni tangga dengan langkah perlahan agar tidak menimbulkan suara berisik. Rumah Beaumont begitu tenang pada tengah malam. Hanya suara langkah kakinya yang terdengar samar di sepanjang lorong.Sesampainya di dapur, Elara meletakkan gelas di atas meja marmer.Ia kemudian membuka lemari pendingin untuk mencari air.Namun, matanya justru tertuju pada sebuah kotak brownies yang berada di dalamnya.“Ada brownies. Tapi punya siapa, ya?” gumam Elara.Perutnya tiba-tiba berbunyi.Elara terdiam.Ia menatap brownies itu beberapa saat.Sejujurnya, ia memang lapar.Namun, tangannya yang
Last Updated: 2026-10-02
Chapter: Chapter 21
Ivy kini bisa menempati kamar Noah. Dua tempat tidur bayi sudah tersedia di dalam kamar itu, dengan warna yang berbeda. Satu berwarna putih, sementara yang lainnya berwarna merah muda.Elara sebenarnya merasa tidak enak hati. Ia sempat ingin menolak, tetapi Maggie sudah berkali-kali mengingatkannya untuk tidak menolak dan mematuhi perintah yang diberikan.Selain dua tempat tidur bayi, di dalam kamar itu juga terdapat sebuah tempat tidur yang cukup besar untuk dirinya beristirahat.Elara membawa Ivy ke tempat tidurnya, lalu membaringkan Noah di tempat tidurnya sendiri.Setelah memastikan kedua bayi itu nyaman, Elara berjalan menuju lemari pakaian.Bahkan lemari pakaian untuk kedua bayi itu pun dibuat terpisah.Elara membuka lemari berwarna merah muda. Matanya langsung membesar saat melihat isinya.Di dalamnya terdapat begitu banyak pakaian bayi perempuan dengan berbagai macam warna. Beberapa di antaranya memiliki motif bunga kecil, sementara yang lainnya berwarna lembut dan terlihat be
Last Updated: 2026-09-30
Chapter: Chapter 20
Pagi itu, setelah sarapan, Elara membawa Noah dan Ivy ke taman belakang mansion.Kedua bayi ditempatkan di stroller masing-masing. Salah seorang pelayan bernama Emma ikut menemani mereka dan mendorong stroller Noah, sementara Elara membawa stroller Ivy.Udara pagi terasa cukup sejuk.Matahari bersinar hangat, membuat suasana taman terasa nyaman untuk kedua bayi.Adrian sendiri sudah berangkat bekerja ketika Elara masih menyusui Noah. Karena itu, hingga pagi itu Elara masih belum bertemu langsung dengan pemilik mansion tersebut.Elara tidak terlalu mempermasalahkannya.Untuk sementara, ia justru menikmati waktunya sebagai pengasuh sekaligus ibu susu Noah.Ia juga tidak pernah melupakan Ivy.Sesekali Elara memeriksa keadaan putrinya, memastikan Ivy tetap nyaman di dalam stroller.Sambil berjalan santai mengelilingi taman, Elara berbincang dengan Emma.Emma juga sesekali menjelaskan beberapa bagian mansion yang belum sempat ditunjukkan Maggie kepadanya.“Kalau taman belakang ini biasanya
Last Updated: 2026-09-29
Chapter: Chapter 19
Kini Elara sedang beristirahat di kamar yang disediakan untuknya.Kamar itu berada di lantai dua, tepat bersebelahan dengan kamar Noah. Sementara di seberang kamar Noah terdapat kamar milik Adrian Beaumont, sang pemilik mansion.Sebelum masuk ke kamarnya, Elara sempat melihat kamar Adrian yang tadi ditunjukkan oleh Maggie.Pintu kamar itu selalu tertutup.Maggie mengatakan bahwa setelah Adrian berangkat bekerja, kamar tersebut biasanya dikunci. Hanya Maggie yang diperbolehkan masuk setiap hari untuk membersihkan dan merapikannya.Elara tidak terlalu memikirkannya.Baginya, kamar itu bukan sesuatu yang perlu ia ketahui lebih jauh.Saat ini yang terpenting adalah dirinya dan Ivy.Noah sedang tertidur di kamarnya, begitu pula Ivy yang sudah tertidur pulas setelah kenyang menyusu.Elara sendiri sudah makan siang sebelum Maggie mengajaknya berkeliling mansion dan menunjukkan beberapa bagian rumah yang perlu ia ketahui.Kini, ketika kedua bayi sedang tertidur, Elara akhirnya memiliki waktu
Last Updated: 2026-09-28
Chapter: Chapter 18
Maggie kembali sambil mendorong stroller Noah yang sedang tertidur pulas.Begitu melihatnya, Elara otomatis bangkit dari duduknya.Maggie mendekatkan stroller tersebut agar Elara bisa melihat wajah bayi itu dengan lebih jelas.“Namanya Noah Alexander Beaumont,” ucap Maggie.“Dia baru saja tertidur setelah diberi susu formula. Tapi sebentar lagi mungkin akan bangun.”Elara memperhatikan wajah kecil Noah yang terlihat begitu tenang dalam tidurnya.“Apa tidurnya selalu tidak nyenyak?” tanya Elara.“Karena dia hanya minum susu sedikit, dia sering merasa lapar dan akhirnya mudah terbangun,” jawab Maggie.Kemudian Maggie menatap Elara.“Kamu pasti sudah tahu beberapa hal tentang Tuan Muda Noah dari Freya, kan?”Elara mengangguk.“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan ibu susu yang cocok untuknya. Tapi tidak ada yang benar-benar cocok, dan tidak ada yang bertahan lama.”“Yang paling lama hanya bertahan satu hari. Setelah itu, Tuan Muda Noah justru sakit,” lanjut Maggie.“M
Last Updated: 2026-09-27
Bayangan Hati

Bayangan Hati

Pernikahan Emma dan Shane dimulai tanpa cinta—hanya perjodohan dua keluarga elite Amerika. Namun waktu menumbuhkan perasaan, hingga satu malam kesalahan meruntuhkan segalanya. Dikhianati dan dikecewakan, Emma menghilang bersama putri kecil mereka, Julliete. Bertahun-tahun kemudian, cinta dan dendam kembali bertemu dalam wajah generasi baru. Saat Julliete kembali ke Amerika dan bertemu pria yang membuatnya jatuh hati, ia tak tahu bahwa darah dan nama belakangnya menjadi ancaman. Rahasia, perebutan cinta, dan bahaya dari masa lalu akan menguji segalanya.
Read
Chapter: Bab 5 – Sebuah Jawaban
Sementara Emma tengah menghabiskan waktu bersama sahabat-sahabatnya, di tempat lain—tepatnya di sebuah restoran Jepang bergaya tradisional di jantung Manhattan—kedua orang tua Emma mengadakan pertemuan pribadi dengan Joseph dan Shane Dimitri.Di ruang VIP yang terpisah dari keramaian tamu restoran, dua keluarga tersohor di Amerika duduk saling berhadapan. Mereka memilih restoran Jepang bukan tanpa alasan—tempat itu menawarkan suasana tenang, penuh privasi, dan pelayanan yang sangat memperhatikan etika serta kenyamanan tamu eksklusif.Sambil menanti hidangan utama disajikan, mereka terlebih dahulu berbincang ringan sebelum masuk ke topik utama.“Belum ada rencana membuat proyek baru?” tanya Robin, memecah keheningan dengan nada ramah.Shane, duduk dengan postur tenang dan penuh kendali, menjawab, “Belum, Uncle. Saat ini saya masih fokus pada proyek yang sudah berjalan. Mungkin nanti, di waktu yang tepat.”Joseph tersenyum bangga pada cucu satu-satunya itu. “Aku sangat bangga padamu, Sh
Last Updated: 2025-06-21
Chapter: Bab 4 – Pertemuan yang Dirindukan
Sudah empat hari Emma berada di Amerika, dan dia benar-benar menikmati waktunya bersama keluarga."Sayang, kalian mau pergi ke mana?" tanya Eva dengan senyum hangat, melihat putri dan menantunya sudah tampil rapi dan anggun siang itu."Kami akan bertemu Gwen. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya," jawab Emma sambil memeriksa isi tas tangannya."Kalian membawa Nathaniel juga?" tanya Eva, melirik cucunya yang tampak tampan dengan kemeja kasual biru dan celana khaki."Iya, Mom," jawab Libbie sambil tersenyum."Kenapa tidak pergi berdua saja? Biar Mommy yang menjaga Nathaniel di rumah," tawar Eva dengan tulus."Tidak apa-apa, Mom. Kami bisa membawanya. Aku tidak ingin merepotkan Mommy," balas Libbie sopan."Tidak usah sungkan. Lagipula Mommy senang sekali bermain dengan cucu tampan Mommy ini," ucap Eva sambil mencium pipi Nathaniel.Eva menambahkan, "Kebetulan, Daddy dan Mommy juga akan keluar hari ini. Jadi lebih baik Nathaniel ikut kami saja.""Baiklah kalau begitu, Mom," ucap
Last Updated: 2025-06-21
Chapter: Bab 3 – Hadiah, Pertemuan, dan Sebuah Niat Lama
Pagi telah tiba. Di rumah keluarga Ethan, semua penghuni sudah selesai menikmati sarapan. Suasana terasa hangat dan damai.Joseph, masih berada di rumah itu. Semalam, Shane gagal membujuknya untuk pulang bersamanya. Kini, sang kakek tengah duduk santai di teras belakang bersama Robin.Ethan sendiri sudah berangkat ke kantor, Eva dan Libbie pergi ke supermarket ditemani seorang pelayan, sementara Emma sedang menemani Nathaniel di di kamar anak kecil itu.“Aunty punya hadiah untukmu,” ucap Emma dengan suara hangat.“Benarkah, Aunty?” sahut Nathaniel dengan mata bulat berbinar dan nada yang penuh antusias.Emma mengangguk sambil tersenyum lembut. “Bagaimana kalau kita ke kamar Aunty dan membongkar koper yang berisi hadiah-hadiah untukmu?”Tanpa ragu, Nathaniel mengangguk penuh semangat.Tawa lembut Emma terdengar ketika ia bangkit dari duduknya dan menggendong Nathaniel. Ia membawa bocah itu menuju kamar yang sementara ditempatinya di rumah Ethan.Sejak kedatangannya dari London kemarin,
Last Updated: 2025-06-21
Chapter: Bab 2 – Kepulangan
Suasana makan malam di rumah Ethan malam itu terasa begitu tenang dan hangat. Aroma rempah dan ikan bakar memenuhi udara, menggoda siapa pun yang ada di dalamnya. Salah satu hidangan utama malam ini adalah ikan bakar segar hasil tangkapan Robin dan Joseph—dua pria yang meski berbeda generasi, tetap akur jika urusan memancing. “Apakah Kakek sudah memberi tahu Shane kalau akan menginap di sini?” tanya Ethan, sambil menuangkan air ke gelasnya. “Aku akan memberitahunya nanti,” jawab Joseph santai, sambil memperhatikan Nathaniel, yang sedang makan dengan lahap. “Lihat itu, dia makan dengan semangat,” gumam Joseph dengan ekspresi gemas. “Aku suka anak-anak yang tidak pilih-pilih makanan. Berbeda dengan Shane waktu kecil—anak itu susah sekali makan. Sampai-sampai harus dibujuk ibunya dengan berbagai cara ,” kenangnya, tersenyum tipis. Joseph menatap keluarga di sekeliling meja makan. ‘Kau sangat beruntung, Silas. Memiliki keluarga yang lengkap, harmonis dan juga hangat.’ ____
Last Updated: 2025-06-20
Chapter: Bab 1 – Senja di Harlem Meer
Sore itu, langit Manhattan memancarkan warna keemasan yang lembut, menyelimuti pepohonan tinggi di sekitar Harlem Meer dengan cahaya hangat khas musim panas. Angin bertiup ringan, menyapu permukaan danau kecil itu dan membawa serta aroma air yang menenangkan. Di salah satu sisi danau, di bawah rindangnya pohon maple, Robin Van Robert (58) tengah duduk santai di kursi lipat, berdampingan dengan Joseph Dimitri (86), sahabat lama mendiang ayahnya yang telah tiada. Di hadapan mereka, dua batang pancing berdiri tegak, ujung senarnya tenggelam dalam air yang tenang. Tak jauh dari sana, istri Robin—Eva Louisa Watson (55)—duduk di atas alas piknik, bersama cucu mereka yang berusia dua tahun, Nathaniel. Bocah kecil itu tengah asyik menggigit biskuit berbentuk ikan, wajahnya penuh ekspresi ingin tahu yang menggemaskan. “Apakah kau ada urusan bisnis di Manhattan?” tanya Joseph, matanya menatap lurus ke danau, tapi perhatiannya sepenuhnya tertuju pada putra sahabatnya, yang sudah ia anggap sep
Last Updated: 2025-06-20
You May Also Like
Ikhlas
Ikhlas
Romansa · Hsrr Anggraenii
2.7K views
Hello to Papa
Hello to Papa
Romansa · dlyzrlo
2.7K views
Istri LELANGAN
Istri LELANGAN
Romansa · Namira
2.7K views
PERNIKAHAN DIBALUT KEBENCIAN
PERNIKAHAN DIBALUT KEBENCIAN
Romansa · Octavia Mangunsong
2.7K views
Rahasia Pernikahan Clarisa
Rahasia Pernikahan Clarisa
Romansa · Neysa Karina
2.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status