Home / Fantasi / Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz / Bab 133. Masalah Baru Sudah Tiba di Depan Pintu

Share

Bab 133. Masalah Baru Sudah Tiba di Depan Pintu

last update Last Updated: 2026-01-13 03:50:21

Sementara itu, di perbatasan antara kota Metropolis dan kota Marika sepasang gadis cantik dengan jubah menutupi seluruh tubuh mereka lengkap dengan cadar, yang satu merah menyala dan yang satu hitam pekat, sedang berjalan santai dai kerumunan jalanan.

"Kak, mungkinkah kakak ingin memberi kejutan pada kak Nathan dengan datang tiba-tiba?" goda si gadis berpakaian hitam.

"Tidak mungkin, pria bodoh itu tidak layak mendapat kejutan dariku, saat aku bertemu aku pasti akan menghajarnya." jawab gadis berbaju merah, dengan pipi yang perlahan juga ikut memerah.

"Kalau begitu, biar aku saja yang bercinta dengan kak Nathan lebih dulu, sekarang pasti kak Nathan sudah memberitahukan keberadaan kita pada kak Rania, dan kak Nasha psti sudah menyampaikan hal-hal baik tentang kita." goda gadis berjubah hitam itu lagi.

"Hemh... kau pikir singa betina itu akan membiarkan kita mendekati suaminya begitu saja." ejek si merah sinis, "apa kau lupa terakhir kali dia hampir membunuhku tanpa alasan, bahk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 134. Dua Gadis yang Datang Untuk Menjemput Kebebasan

    “Kakak sudah cukup,” tegur gadis berbaju hitam yang masih meringkuk di pelukan Nathan. Dia berbalik lalu berjalan ke arah Rania. “Kau pasti Kak Rania,” tebaknya dengan senyum ramah. “Kakak tampak lebih cantik dari yang di foto.” “Iya, aku Rania. Tapi...” Sebelum Rania sempat menyelesaikan kalimatnya, gadis itu sudah terlebih dahulu memotongnya. “Namaku Maggie, Kak. Aku datang untuk mendapat pengakuan dari Kak Nathan dan juga kakak,” jawabnya jujur. “Tapi tampaknya aku harus menghentikan gadis bodoh ini dulu.” Maggie lalu berjalan perlahan menuju ke arah Laqisha. “Kak, ayah kita mati dengan cara terhormat. Jangan nodai prinsip-prinsip yang diyakininya dengan balas dendam,” ucap Maggie lirih. “Seharusnya kakak bersyukur, karena Kak Nathan muncul dan menggantikanmu dalam pertarungan. Jika dia tidak muncul, maka bukankah kau yang akan melakukan pertarungan hidup dan mati dengan ayah? Apa kau sanggup membunuh ayah kandungmu sendiri? Atau apa kau tega membiarkan seorang ayah m

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 133. Masalah Baru Sudah Tiba di Depan Pintu

    Sementara itu, di perbatasan antara kota Metropolis dan kota Marika sepasang gadis cantik dengan jubah menutupi seluruh tubuh mereka lengkap dengan cadar, yang satu merah menyala dan yang satu hitam pekat, sedang berjalan santai dai kerumunan jalanan. "Kak, mungkinkah kakak ingin memberi kejutan pada kak Nathan dengan datang tiba-tiba?" goda si gadis berpakaian hitam. "Tidak mungkin, pria bodoh itu tidak layak mendapat kejutan dariku, saat aku bertemu aku pasti akan menghajarnya." jawab gadis berbaju merah, dengan pipi yang perlahan juga ikut memerah. "Kalau begitu, biar aku saja yang bercinta dengan kak Nathan lebih dulu, sekarang pasti kak Nathan sudah memberitahukan keberadaan kita pada kak Rania, dan kak Nasha psti sudah menyampaikan hal-hal baik tentang kita." goda gadis berjubah hitam itu lagi. "Hemh... kau pikir singa betina itu akan membiarkan kita mendekati suaminya begitu saja." ejek si merah sinis, "apa kau lupa terakhir kali dia hampir membunuhku tanpa alasan, bahk

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 132. Musuh Dalam Bayang-bayang

    "Baiklah, kau siapkan segalanya dengan cepat dan rapi. Setelah satelit itu mengorbit, kita akan menerima sinyal komunikasi khusus yang hanya bisa di akses oleh anggota organisasi pengawal bayangan hantu. Untuk sementara hanya kita lah anggota organisasi itu, untuk anggota yang masuk selanjutnya, kita hanya akan menghitung mereka sebagai bawahan, dan kita hanya akan membagi sinyal informasi yang diperlukan dalam misi saja untuk mereka, sedangkan untuk akses penuh itu hanya untuk kita saja, untuk mencegah data perusahaan kita bocor ke dunia luar." "Baik kak, aku mengerti." jawab Roger cepat. Obrolan mereka berlanjut hingga larut malam, mereka hanya berhenti sejenak untuk makan dan membersihkan diri. Mereka membahas banyak hal hingga semua hal yang akan dikerjakan sudah terencana dengan baik. ... Di tempat lain... Manor milik keluarga Colin yang sunyi, tiba-tiba berubah menjadi riuh, sesuatu yang menggemparkan terjadi. Seoarang pemuda dengan wajah penuh darah, dan tubuh yan

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 131. Mempersiapkan Segalanya

    “Kak Nathan, kenapa kita harus begitu buru-buru membuka sebuah perusahaan? Bukankah seperti yang kakak katakan, kita ini masih mahasiswa? Kenapa kita tidak melakukannya setelah lulus saja?” tanya Alena penasaran. “Aku sependapat dengan Lena, kak. Lalu kenapa kita harus berlatih teknik… apa namanya tadi, kak? Aku lupa…” lanjut Mila. “Kultivasi,” bisik Rania membantu Mila melanjutkan perkataannya. “Ah… iya, kultivasi. Itu apa, kak? Mengapa kami juga harus mempelajarinya?” tanya Mila yang juga penasaran. Nathan tersenyum lalu bangkit dari duduknya. Ia berjalan ke arah jendela, menatap ke luar dengan pandangan kosong. Perlahan ia menjawab pertanyaan mereka dengan alasan sederhana, di mana ia mengumpamakan dirinya sebagai dinding tipis yang harus melindungi begitu banyak barang penting di dalamnya. Ia mengatakan, bukankah akan lebih aman jika masing-masing benda berharga itu bisa memiliki perlindungan sendiri? Di samping itu, dunia Nathan juga sudah bukan dunia normal seperti yan

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 130. Memulai Perusahaan

    “Masih ada dua lagi?” tanya Alana yang pertama bereaksi. “Kenapa, kakak cantik? Apa kau keberatan?” tanya Chelyna menggoda. “Tidak juga, hanya saja aku berpikir, kak Nathan sialan ini selalu beruntung jika soal wanita,” jawab Alana dengan tatapan sinis ke arah Nathan. “Kau benar. Bocah mesum ini memang selalu beruntung jika soal wanita. Tapi bagaimanapun juga, sekarang dia adalah suamiku dan calon suami kalian juga, jadi belajarlah untuk bersabar,” gerutu Ravina yang hanya bisa didengar oleh Nathan. Hal itu membuat Nathan tersenyum canggung. “Sayang, apa yang kau bicarakan? Bukankah kakak selalu bersikap baik kepada kalian semua? Kenapa kamu malah begitu jahat pada kakak?” ujar Nathan dengan raut wajah sedih. Aktingnya berhasil membuat Rania dan Alena langsung luluh dan mendekat ke arahnya untuk menghibur. “Jangan sedih, kak. Kak Nathan masih punya kami…” “Benar kata Lena, kak. Nia juga akan selalu ada untuk kakak walaupun semua orang memusuhi kakak,” tambah Rania dengan

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 129. Perpisahan Sementara, Untuk Kisah yang Akan Berlangsung Selamanya

    Setelah semua hal yang terjadi, satu-satunya orang yang tetap diam dan hanya memperhatikan dari kejauhan adalah Nasha. Dia hanya melihat semua yang terjadi, tanpa mengambil tindakan, bahkan tanpa berkomentar. Setelah semua beres, Nathan mengantar Roger dan Chelyna hingga ke tepi kawasan hutan tempat rombongan Marco telah menunggu. Udara pagi terasa tenang, seolah tidak pernah terjadi apa pun yang mengguncang dunia mereka beberapa hari sebelumnya. Marco berdiri paling depan. Begitu melihat Nathan mendekat, pria berpostur besar itu langsung memberi hormat dengan penuh hormat. Namun, sikap itu sama sekali tidak ia tunjukkan kepada Nasha. Tatapan yang ia arahkan justru dingin dan sinis, seolah menimbang sesuatu yang tidak ia sukai. Nathan mengenakan kemeja putih yang sedikit transparan karena cahaya matahari. Dari balik kain tipis itu, tiga tato gear di dadanya terlihat jelas. Mata Marco langsung membelalak. Ia mengenali simbol itu. Dalam sekejap, semua potongan teka-teki ters

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status