Home / Urban / Tukang Pijat Tampan / Terjebak Dalam Apartemen

Share

Terjebak Dalam Apartemen

Author: Black Jack
last update Huling Na-update: 2025-08-25 22:13:17

Hanya karena hujan turun sangat deras, Adit tak punya pilihan lain selain menunggu. Lagipula, sangat sulit mencari ojek di kala hujan badai seperti itu. Jangan kan hujan, andai hari cerah pun, di jam seperti itu, tidak mudah menemukan ojek. Maka kini Adit masuk ke dalam unit apartemen mewah itu.

Suara gemuruh hujan yang menggila di luar jendela menjadi latar belakang canggung bagi Adit yang kini terdampar di tengah kemewahan yang asing baginya. Apartemen Dea terasa seperti galeri seni pribadi y
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Tukang Pijat Tampan   Ancaman Misterius

    Malam sudah larut, pukul delapan lewat, tapi Raymond masih berada di kantornya yang luas dan mewah di lantai dua puluh lima gedung Semesta Group. Ruangan itu didekorasi dengan furniture modern yang mahal, jendela kaca besar yang menghadap ke pemandangan kota Jakarta yang berkelap-kelip, dan meja kerja besar dari kayu jati solid.Raymond duduk di kursi direktur dengan postur santai, mengenakan kemeja putih dengan lengan yang digulung hingga siku, dasi yang sudah dilonggarkan, dan segelas whisky di tangan kanannya.Di depan mejanya, berdiri seorang pria bertubuh tegap dengan jas hitam, bernama Hendra, salah satu kepala keamanan pribadi Raymond yang juga berfungsi sebagai... investigator tidak resmi untuk urusan-urusan yang lebih sensitif."Jadi?" tanya Raymond sambil menyeruput whisky-nya dengan santai. "Apa yang kamu dapat hari ini?"Hendra membuka tablet di tangannya, lalu mulai melaporkan dengan nada yang profesional."Hari ini Nona Clara syuting dari pagi hingga sore, sekitar pukul

  • Tukang Pijat Tampan   Mengerjakan Adegan Sulit

    Setelah istirahat selesai, semua orang kembali ke set dengan suasana yang sedikit lebih tegang dari biasanya.Adegan ranjang selalu menjadi momen yang menantang, bukan hanya bagi aktor, tapi juga bagi seluruh kru. Semua harus profesional, semua harus fokus, dan semua harus menjaga batasan yang tepat antara seni dan realitas.Set sudah disiapkan dengan sempurna, sebuah kamar tidur mewah dengan ranjang king size beralaskan seprai sutra berwarna putih gading, pencahayaan yang lembut dan hangat dari lampu samping tempat tidur, dan jendela besar dengan tirai tipis yang sedikit terbuka, menciptakan siluet cahaya bulan yang romantis.Pak Teguh berdiri di samping kamera dengan naskah di tangan, memberikan arahan terakhir kepada Adit dan Clara yang sudah berdiri di samping ranjang dengan kostum minimal, Adit hanya mengenakan celana pendek kain, tanpa baju. Clara mengenakan lingerie set berwarna putih dengan kimono sutra tipis yang hampir transparan."Oke, dengar baik-baik," kata Pak Teguh deng

  • Tukang Pijat Tampan   Jujur Dengan Perasaan

    Syuting di hari berikutnya dimulai dengan suasana yang... berbeda.Tidak ada yang bisa dijelaskan dengan jelas, tapi ada ketegangan yang terasa di udara. Ketegangan yang hanya bisa dirasakan oleh Adit dan Clara.Keduanya datang tepat waktu, menjalani proses make-up dan kostum seperti biasa, lalu mulai syuting dengan profesional.Tapi ada yang berbeda.Clara kadang moodnya bagus, tersenyum, fokus, aktingnya natural dan kuat. Tapi kadang dia terlihat... kosong. Matanya menatap tapi tidak benar-benar melihat. Dialognya keluar tapi terdengar... mekanis.Adit juga tidak jauh berbeda. Dia berusaha fokus, berusaha profesional, tapi pikirannya terus melayang. Ke Clara. Ke Raymond.Keduanya sama-sama memendam pikiran yang membuat mereka tidak bisa maksimal dalam berakting.Tapi untungnya, hasilnya masih di fase aman. Pak Teguh tidak meminta take ulang. Chemistry mereka masih cukup kuat untuk menutupi kekurangan-kekurangan kecil."Oke, bagus! Next scene!" teriak Pak Teguh setelah adegan percaka

  • Tukang Pijat Tampan   Situasi Clara

    Clara diam sepanjang perjalanan. Mobil mewah Raymond melaju dengan halus melewati jalanan yang mulai macet di sore hari.Raymond sesekali melirik Clara yang duduk dengan postur kaku, tangan terkepal di pangkuan, pandangan kosong menatap keluar jendela."Kamu ada masalah, Clara?" tanya Raymond akhirnya, mencoba memecah keheningan yang tidak nyaman.Clara tersentak sedikit, lalu menoleh. "Hmm... entahlah."Dia menarik napas, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih lembut, lebih diplomatis. "Tapi, em, maaf ya, Kak. Seharusnya, kita berdua sama-sama harus membuat nyaman satu sama lain kan..."Raymond mengangguk, ekspresinya sedikit melembut. "Iya dong. Itu sebabnya aku pengen kamu bilang aja kamu mau aku seperti apa dan bagaimana. Kamu ingin apa, supaya kamu bisa merasa nyaman."Clara terdiam sejenak, memilih kata-kata dengan hati-hati. Ini kesempatan. Kesempatan untuk menyampaikan perasaannya tanpa terlihat menolak secara frontal."Sebenarnya, ini akan sulit, Kak Ray. Boleh aku jujur?""

  • Tukang Pijat Tampan   Dijemput Raymond

    Setelah take keempat yang sukses, syuting berlanjut dengan sangat lancar. Adegan demi adegan diambil dengan hasil yang memuaskan, chemistry Adit dan Clara kembali menguat, ekspresi natural, tidak ada lagi pengulangan berkali-kali.Sentuhan energi yang Adit berikan tadi, meski sedikit dan hanya sesaat, seperti membuka kembali sesuatu dalam diri Clara. Sesuatu yang tadi tertutup oleh kekhawatiran dan ketakutan.Clara kembali seperti semula; fokus, profesional, tapi juga... ada api di matanya. Api yang membuat setiap adegan terasa hidup.Pak Teguh sangat puas. "Bagus! Bagus sekali! Kalian berdua hari ini luar biasa. Kita selesai lebih cepat dari jadwal!"Kru bertepuk tangan. Semua orang merasa lega karena proses syuting berjalan mulus tanpa drama.Tapi di dalam pikiran Clara; keadaan tidak semulus yang terlihat di luar.Sepanjang sisa syuting hari itu, dia seolah melupakan Raymond. Melupakan ancaman dari kakaknya. Melupakan semua tekanan yang menimpanya sejak malam perjodohan itu.Dunian

  • Tukang Pijat Tampan   Perubahan Clara

    Waktu libur dua hari berlalu begitu cepat; seolah hanya sekejap mata. Adit bahkan tidak sempat benar-benar istirahat karena pikirannya terus dipenuhi dengan berbagai hal.Hari Rabu pagi, syuting kembali dimulai. Lokasi kali ini di studio dengan set interior apartemen mewah yang menjadi tempat tinggal karakter Alicia. Adegan hari ini cukup berat; adegan di mana hubungan Arjuna dan Alicia mulai melewati batas.Adit tiba di studio sekitar pukul delapan pagi. Begitu masuk, dia langsung merasakan ada sesuatu yang berbeda.Clara yang biasanya menyapanya dengan senyum lebar dan semangat tinggi; kali ini hanya tersenyum tipis, mengangguk singkat, lalu sibuk dengan ponselnya di pojok ruangan.‘Aneh, dia kenapa ya?’ pikir Adit sambil berjalan menuju ruang make-up.Proses make-up dan kostum berjalan seperti biasa. Adit mengenakan kemeja hitam dengan dua kancing atas terbuka, terlihat casual tapi tetap menarik. Clara mengenakan lingerie set berwarna merah marun yang ditutupi dengan kimono sutra t

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status