ログインStella Carpenter wanted nothing but to live a good life with her boyfriend, make sure her brother goes to a good university, make her mother smile and become a popular chef but that changed from the moment she set her eyes on Davis McClure. He is a well known cold-hearted, dangerous and famous man,also the owner of a well producing technology company, a CEO himself- the kind that no one could mess with but what will happen when Stella messed him up? Davis decides to punish Stella, it is a punishment that ruined her life and made the man she loves abandon her. Stella thought her life was officially over, she found out that she was pregnant with not just a baby but twins. What will happen when Davis comes back three years later and decides to marry her and take his children, will Stella give in or will she fight him for her babies?And at the same time, the man Stella once loved returns to her, how will Stella choose?
もっと見る“Apa kau yakin mau bekerja sebagai pelayan di rumah ini?” Tanya Olivia Howard dengan tak yakin.
Olivia Howard memang sedang mencari pelayan untuk di rumahnya, karena pelayan sebelumnya sedang cuti selama tiga bulan. Maka itu Olivia harus mencari penggantinya agar ada yang mengerjakan pekerjaan tersebut. Pelayan yang di miliki Olivia memang tidak hanya satu, tetapi semuanya sudah mempunyai bagian-bagian tertentu.
“Saya yakin nyonya.” Jawab Alexa dengan yakin.
Sama sekali tidak ada keraguan di dalam diri wanita itu ketika ingin menjadi seorang pelayan di rumah besar yang ada di hadapannya saat ini. Saat mendapat informasi bahwa dibutuhkan seorang pelayan, tanpa pikir panjang Alexa langsung saja datang ke rumah tersebut untuk mencalonkan diri.
“Kau sangat tidak cocok jadi seorang pelayan, apa kau yakin seorang pelayan? Kau sangat tak cocok menjadi pelayan.” Ucap Olivia jujur. Wanita paruh baya itu menilai Alexa Barnes yang ada di hadapannya. Alexa menggunakan dress pendek yang hanya menutupi setengah paha putih miliknya. Dengan dress yang ketat sehingga membuat lekuk tubuh Alexa tercetak jelas. Sepatu hills yang dikenakannya semakin menunjukkan kaki jenjang milik Alexa.
“Ya aku yakin, aku baru saja pulang dari sebuah acara. Maaf kalau aku tidak membuat nyonya merasa nyaman.” Olivia jadi merasa bersalah karena seolah sudah meremehkan Alexa, bahkan menilai wanita itu dengan sangat jelas dari atas sampai bawah.
“Maaf, aku tidak bermaksud apa-apa. Aku hanya ingin memastikan saja, karena jujur kau sangat tidak cocok ada di pekerjaan ini. Tapi kalau kau emang bisa menjadi seorang pelayan baiklah, aku bisa menerimamu bekerja. Aku akan lihat bagaimana kau bekerja nanti, mengenai pekerjaan akan di beritahu nanti dengan kepala pelayan di rumahku. Pakaianmu akan datang besok, untuk saat ini kau bisa menggunakan pakaian yang ada. Untuk pakaian juga akan dijelaskan nanti, sekarang kau boleh masuk. Apa barangmu sudah di bawa?” Alexa dengan cepat menganggukkan kepalanya.
“Sudah nyonya, sebagian masih ada di depan. Aku akan membawanya ke dalam, terima kasih sudah menerimaku bekerja di sini.”
“Oke, aku harap kau bisa bekerja dengan baik dan tidak mengecewakanku. Untuk yang lainnya aku akan memberitahumu nanti, aku akan mengenalkanmu dengan kepala pelayan supaya kau bisa membawa barangmu. Ester,” Panggil wanita paruh baya itu dengan sedikit keras. Tak berapa lama wanita paruh baya yang hampir mirip dengan Olivia datang dengan sedikit berlari.
“Iya nyonya?” Tanya wanita paruh baya bernama Ester itu.
“Dia akan menjadi pelayan untuk sementara, tolong beritahu di mana kamarnya. Kasih tahu semua pekerjaan apa yang dilakukannya dan bagaimana aturan kita di rumah ini. Aku bisa mempercayakannya padamu bukan?”
“Baik nyonya.” Jawab wanita paruh baya itu dengan cepat. “Ayo silahkan ikut.” Alexa mengikuti kepala pelayan tersebut menuju kamarnya.
“Ini kamar yang akan kau gunakan.” Alexa langsung menilai kamar tersebut, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga. Cukup nyaman untuk di tinggalin sendiri bahkan ada kamar mandi di dalam juga. Kamarnya juga sudah mengunakan pendingin ruangan.
“Tempatnya bagus, terima kasih Ester. Kau bisa memanggilku Alexa.” Wanita itu mengulurkan tangannya pada wanita tersebut.
“Salam kenal Alexa.” Balas kepala pelayan itu ramah. “Silahkan bereskan barangmu, aku akan mengenalkanmu dengan yang lainnya dan akan memberitahu tugasmu. Aku akan menunggumu di belakang.” Kepala pelayan tersebut pergi meninggalkan Alexa sendiri.
Satu hal yang langsung dilakukan oleh Alexa adalah membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur yang ada di dalam kamarnya itu. Menurutnya tempat tidurnya juga tidak terlalu buruk, ia berharap bisa bertahan bekerja di tempat tersebut untuk sementara. Tak butuh waktu lama untuk Alexa membereskan barangnya, karena setelah itu ia segera menemui Ester di dapur.
“Tugasmu membersihkan kamar yang ada di atas.” Kata Ester setelah memperkenalkan Alexa dengan pelayan yang lain. “Mulai dari pakaian, tempat tidur dan semuanya. Semua kamar yang ada di atas menjadi tanggungjawabmu. Kau juga akan menyiapkan meja setiap makan, baik itu sarapan, makan siang dan makan malam. Hanya menyiapkan saja dan membawa makanan ke meja makan untuk yang lainnya ada yang lain menyiapkannya. Setelah selesai kau juga yang mengerjakannya, cukup mudah bukan?” Tanya Ester.
“Mudah, aku berpikir pekerjaanku akan sangat banyak. Terima kasih Ester sudah memberitahuku, apa aku bisa keluar izin keluar?”
“Apa kau mau keluar sekarang?”
“Tidak, aku hanya bertanya. Mungkin tidak hari ini, apa bisa?”
“Boleh, syaratnya pekerjaanmu sudah selesai. Kau bisa meminta izin padaku dan jangan pulang terlalu malam, dalam satu minggu kita bisa keluar dua kali. Lebih dari itu tidak bisa, apa kau paham?” Alexa menganggukkan kepalanya. “Ada lagi yang ingin kau tanyakan?”
“Untuk saat ini itu saja, mungkin nanti aku akan bertanya kembali.”
“Untuk pakaian kita akan pakai seragam setiap hari senin sampai kamis, untuk hari lainnya kita menggunakan pakaian bebas. Silahkan berpakaian sesuka hatimu, nyonya memberikan kita kebebesan.”
“Baik, aku mengerti. Aku melihat ke atas boleh?”
“Boleh, silahkan.” Alexa pamit dan pergi ke atas guna melihat tempat yang akan menjadi bagiannya itu.
***
Alexa tidak bisa tidur, karena memang ia tak terbiasa tidur dengan cepat. Wanita itu ingin mengambil gelas di dapur karena ingin meminum whisky yang dimilikinya. Alexa memang membawanya dan menyembunyikan di dalam kopernya, dengan begitu ia berharap akan bisa tidur setelah meminumnya.
Keadaan di luar sudah gelap karena lampu sudah di matikan. Selain itu jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari, maka itu Alexa harus tidur karena ia harus bangun lebih bagi dari pada biasanya karena harus bekerja. Dengan perlahan tapi pasti Alexa sampai di dapur dan langsung mengambil gelas. Namun saat ia hendak ke kamar, ia mendengar pintu depan di ketuk.
Alexa melangkahkan kakinya untuk membuka pintu depan, satu hal yang dipikirkan oleh Alexa siapa tahu penjaga keamanan yang ada di depan. Siapa lagi yang membuka pintu kalau bukan dirinya? Saat pintu terbuka, Alexa langsung dikagetkan dengan seorang pria yang hendak jatuh dengan cepat Alexa menahan pria itu agar tidak jatuh.
“Kenapaaaaa kenapa kauu pergiii, kenapa kau meninggalkanku?” Racau pria itu yang sudah di dalam pelukan Alexa. Pintu di tutup dengan menggunkaan kaki Alexa.
“Tuan, apakah kau mabuk?” Tanya Alexa memastikan, tanpa ditanya jawabannya sudah jelas ada. Bau alkohol yang menyengat jelas terasa. “Ayo tuan ke kamar.” Alexa berusaha membantu pria tersebut, walaupun sebenarnya Alexa tidak bisa melihat jelas pria itu sekarang. Alexa menuntun pria tersebut ke sofa terdekat.
Saat pria itu berdiri tegak untuk membuka tuxedo miliknya barulah Alexa bisa melihat dengan jelas. Kini Alexa tahu siapa pria yang ada di hadapannya. Pria itu bernama Lucas Howard anak pertama dari Olivia Howard. Setelah berhasil membuka tuxedo tersebut Lucas kembali mendekati Alexa dan menilai wanita itu dari atas sampai bawah. Tanpa pikir panjang Lucas menempelkan bibirnya di bibir milik Alexa.
Dengan perlahan Lucas melumat bibir Alexa. Wanita itu ingin meronta untuk dilepaskan, tetapi ia kalah dengan tenaga Lucas yang sangat kuat. Padahal Lucas mabuk namun masih mempunyai tenaga yang kuat. Hisapan kuat di bibir Lucas, membuat Alexa tanpa sengaja membuka mulutnya. Kesempatan itu tidak Lucas biarkan begitu saja. Ia segera memasukkan lidahnya dan menjelajahi seisi mulut Alexa. Kini Alexa sudah duduk di sofa dan tangan Lucas berada di sofa menahan tubuhnya.
"Ahh," Ciuman Lucas sangat memabukkan bagi Alexa, sehingga membuat Alexa tanpa sengaja mendesah karena kehabisan pasokan oksigen. Awalnya Alexa kaget, namun ia tak bisa menghindar bahwa ciuman yang diberikan Lucas padanya cukup memabukkan baginya. Hal itu membuat Alexa lupa siapa Lucas dan siapa dirinya yang sebenarnya.
Finally we have come to see the ending of Twins for the ruthless CEO, and I really can't believe I made it this far. This is literally the longest chapter, book and word count I've written in my entire life as a writer and I feel really proud of myself right now. I'm using this medium to say thank you for everything, I know we were little but we all cooperated together and I never thought I'll be able to push this book this far, each time I wake up to see your vote, I feel so blessed, every single gems of yours count, it really do make my day. For those of you that find the time to drop a review, especially the lengthy ones, thank you so much, it really made me smile, it gave me a lot of power to just write, write and write! For those of you that spent money on this book from the beginning to the ending, y'all are too much, thank you so much! Thank you for finding this book interesting and sticking with it till the ending, I wouldn't have made it this far without any of your support
Before the doctor discharged Davis, Stella told him about her pregnancy. Davis was really happy, if he wasn't lying on a hospital bed then he could have lifted her up and swayed her around like a baby and he was even more happier with the thought of getting to be there for her at times like this, she's just two month pregnant,her tummy is still flat and he feels happy because he's going to experience her tummy growth- the baby growth.Currently, the family of four were sitting on the couch and watching a movie together, Davis kept rubbing on Stella's tummy throughout."Daddy, why are you touching mummy's stomach?" Madison, who hasn't been able to keep her eyes off what her daddy is doing, decided to ask.Stella chuckled and raised her head to look at Davis. Her eyes were asking if it was okay to tell them and Davis nodded. Stella stopped resting on Davis and sat straight. "Maddy, Mason, do you guys want to have a sibling?" She asked with a small smile."Yes!!" They shouted immediately
Stella was awake now but she kept staring at the ceiling with tears pouring out of her eyes. 'Davis please be fine for me and the kids'.The door opened, Hannah and Brenna stepped in, Hannah was holding a bed table and some food while Brenna had a smile on her face."Mum I'm not hungry" Stella immediately turned away, feeling slightly angry that her mom would have to bring food when Davis' life is at stake here. Brenna came to stand beside Stella while Hannah sat at the edge of her bed and put the bed tray in position. "It's important that you eat," Hannah said softly."Mum I'm not hungry, I'm worried about Davis! How can I eat, knowing that his life is in danger" Stella complained to Hannah and Brenna decided to chirp in. "But Stella, if you don't eat then how will your baby survive?" Brenna's question made Stella pause and turned to look at her. "What do you mean?" She asked slowly.Brenna looked at Hannah and Hannah nodded, then Brenna went ahead to tell Stella that she had a ba
Davis drove alone to the location that was been sent to him. When he came down there were some masked men waiting for him. "Take me straight to my wife and kids, I want to see them," he said angrily."Hope you came alone" one of them asked and Davis nodded, they looked at themselves before taking him in.When Davis got inside the building, he was told to wait outside first by a guard who went in and whispered something in Charles' ears. Charles laughed out and Stella stared at him in full alert."You better not do anything to Davis you punk, if anything happens to him then I swear it that you'd hear it from me!" She threatened not caring of how she would be able to make him pay.Charles just laughed and went to stand behind her. "We'll see" he whispered in her ears before bringing out his gun and pointing it at her head. "Let him in" he ordered and his guards went out. Few seconds later, Davis rushed in with them, his eyes widened to see Stella but he couldn't move closer to her beca
It was already evening. Davis had just arrived at Stella's restaurant with those kids. He was currently in the parking lot when he saw a familiar woman, walked out of the car, entered her restaurant and drove off.Wait, hope it's not what he's thinking? Davis came down and helped the kids open the do
It was like a normal morning today, in Davis mansion, Stella was getting ready to drop the kids off at school while Davis was getting ready to go to the company."Mummy, we'll be having another exam today. Last time, Mason passed me and got the first position. Daddy bought plenty of things for Mason
As he was taking, the reporters were live recording and taking pictures. Someone familiar was watching and she wasn't happy with it."I told you before if I should help you teach your husband a lesson but you said no and now look at him, he's back together with his ex and kids and he now has his comp
The twins were done with their food and they obediently followed their mother to the car, on their way to school, they kept talking about how they can't wait to write their exam that's happening today, Madison and Mason kept arguing about who's going to pass between them and Stella could only just l












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
評価
レビューもっと