بيت / Romansa / WHEN TEARS FALL INTO RAIN / NOTE 39 HASIL YANG DITUNGGU 3

مشاركة

NOTE 39 HASIL YANG DITUNGGU 3

مؤلف: mahesvara
last update تاريخ النشر: 2021-09-21 05:15:14

Eesha menggelengkan kepalanya merasa ragu – ragu dan tidak yakin, “Sama seperti Paman, aku pun menanyakan hal yang sama ketika mencurigai seseorang yang mungkin adalah Kiran. Sampel itu kuberikan pada Paman untuk menguatkan dugaanku, tapi hingga hari ini aku masih belum menemukan alasan Kiran menyembunyikan identitasnya dan memilih untuk tidak kembali pulang bersama kami.” 

“Lalu di mana Kiran sekarang berada?” tanya Rajendra. “Biar Paman yang bertemu dengannya dan bertanya padan

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • WHEN TEARS FALL INTO RAIN    NOTE 50 AKHIR DARI HUJAN MERAH 2

    Eesha dan Rajendra yang mendengarkan ucapan Nanda berharap hati Ravindra dapat tersentuh dan menghentikan niatnya untuk membunuh Nanda. Namun ucapan Nanda sepertinya tidak menyentuh hati Ravindra seperti harapan Eesha dan Rajendra. “Kau berbohong padaku, Kiran!” Ravindra meraih pisau miliknya yang sempat terlempar dan langsung mengarahkannya ke leher Nanda. “Kau bohong!”“Aaaaaaaaaaa” teriak Eesha melihat pisau yang mengarah ke leher Kiran dan perlahan melukai leher Kiran. Dalam waktu singkat, cairan berwarna merah kemudian mengalir dari leher Kiran dan membuat Eesha semakin histeris ketakutan. “Ravindra, stop!”“Berhenti Ravindra!” Rajendra yang tadinya sudah menurunkan pistol miliknya kemudian mengarahkan pistol miliknya kembali ke arah Ravindra dan menarik pengaman pada pistol miliknya. Rajendra kini sudah bersiap menarik pelatuk pistolnya dan bersiap

  • WHEN TEARS FALL INTO RAIN    NOTE 49 AKHIR DARI HUJAN MERAH 1

    Dengan tubuh yang masih dalam keadaan lemah karena obat bius dari Ravindra, Eesha mencoba bangkit dari kursi rodanya dan menjauh dari Nanda dan Ravindra – sesuai dengan perintah Rajendra. Dengan susah payah, Eesha akhirnya bisa berjalan menjauh. Sementara di sisi lain, Nanda dan Ravindra masih terus memukul satu sama lain dan berpindah-pindah tempat dengan sehingga membuat Rajendra yang ingin menjatuhkan Ravindra berulang kali merasa ragu karena takut adalah Nanda. “Paman, jangan menembak!” Eesha berteriak kepada Rajendra sembari berlari ke arah Rajendr

  • WHEN TEARS FALL INTO RAIN    NOTE 48 MOTIF DI BALIK SERANGKAIAN PEMBUNUHAN 2

    “Jadi semua yang kamu lakukan, semua pembunuhan itu karena Amartya?” tanya Rajendra tidak percaya. “Apa hubungan Amartya dengan pembunuhan-pembunuhan yang kamu lakukan? Kenapa Amartya, anak yang polos itu kamu jadikan alasan untuk pembunuhanmu itu?” Ravindra tersenyum sembari mendorong kursi roda di mana Eesha masih tidak sadarkan diri dan membawanya duduk di dekatnya. “Karena Tuanku itu terlalu polos, Tuanku hanya melihat Eesha seorang saja. Meski tahu Eesha hanya akan menunggu Kiran kembali, Tuanku masih setia untuk berada di sisi Eesha – sama seperti yang aku lakukan untuk ayah angkatku. Dan wanita-wanita yang jadi korbanku itu adalah wanita yang tidak tahu malu dan berusaha untuk membuat Tuanku berpaling. Aku benci dengan penganggu seperti mereka.”Rajendra menganga mendengar penjelasan di balik alasan pembunuhan yang dilakukan oleh Ravindra.“Kau benar-benar tidak bisa dipercaya. Alasa

  • WHEN TEARS FALL INTO RAIN    NOTE 47 MOTIF DI BALIK SERANGKAIAN PEMBUNUHAN 1

    "Di mana Eesha?" teriak Rajendra.“Paman benar-benar tidak sabaran sekali,” balas Ravindra. “Tidakkah Paman tidak melihat pertemuan mengharukan antara aku dan Kiran?”Rajendra terkejut mendengar ucapan Ravindra. Dia seperti orang yang berbeda. Ravindra yang selama ini saya kenal sebagai asisten Amartya adalah orang yang diam, penurut dan tidak banyak bicara. Tapi Ravindra yang sekarang berdiri di hadapanku terasa seperti orang yang b

  • WHEN TEARS FALL INTO RAIN    NOTE 46 MUSUH DALAM SELIMUT

    “Sandera??” Rajendra yang terkejut mendengar penjelasan Nanda, nyaris saja membuat dirinya bersama dengan Nanda celaka. Tanpa sadar, Rajendra menginjak pedal rem dan membuat mobilnya berhenti dengan tiba-tiba.“Apa yang Paman lakukan?” teriak Nanda yang terkejut dan nyaris saja membenturkan kepalanya ke dashbor mobil milik Rajendra. Nanda langsung menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihat bagian belakang mobil. Nanda langsung menghela napas lega, begitu menyadari jika di belakang mobil milik Rajendra tidak ada kendaraan lain. “Syukurlah di belakang jalanan sedang sepi, kalau tidak kita bi-““Ya, aku tahu. Tindakan tadi bisa menyebabkan kecelakaan beruntun karena tiba-tiba menginjak pedal rem dan membuat mobil berhenti tanpa aba-aba.” Rajendra mengusap keringat dingin di keningnya sembari menginjak pedal gas mobilnya lagi. Mobil melaju lagi dengan sedikit perlahan. “Maaf

  • WHEN TEARS FALL INTO RAIN    NOTE 45 HUJAN MERAH YANG SEKARANG

    Percakapan penting antara dirinya dan Nanda kemudian terhenti ketika Rajendra bersama dengan Nanda tiba di sebuah gudang di pinggiran kota. Gudang yang terbengkalai dan berkesan telah terabaikan selama beberapa tahun menjadi lokasi yang pas dan ideal bagi pembunuh yang terkenal dengan nama Hujan Merah.Bersama dengan Nanda, Rajendra kemudian merilis tempat yang ada di gudang itu. Rajendra bahkan memeriksa bagian luar gudang itu, untuk menemukan kemungkinan ada tempat lain yang tidak terlihat yang bisa menjadi tempat persembunyian hujan merah yang tersembunyi Eesha.

  • WHEN TEARS FALL INTO RAIN    NOTE 23 SANG PENULIS LAGU 1

    Dengan mobilnya, Nanda dan Eesha akhirnya sampai di depan rumah sakit tempat Bunda Eesha dirawat. Nanda turun lebih dulu dari mobilnya dan bergegas menuju ke pintu di mana Eesha akan turun dari mobil. Sebelum Eesha membuka pintu, lebih dulu Nanda telah membukakan pintu untuk Eesha.Mo

  • WHEN TEARS FALL INTO RAIN    NOTE 22 KONEKSI 2

    Satu persatu kejadian yang baru saja terjadi antara Eesha dan Nanda kini berputar kembali dalam pikiran Eesha. “Apakah sebanding Kiran dengan semua tragedy yang terjadi sebelum ini dan yang mungkin akan terjadi setelah ini? Dua korban sudah jatuh karena pencarianmu ini. Aku tidak

  • WHEN TEARS FALL INTO RAIN    NOTE 21 KONEKSI 1

    Begitu melihat Bundanya jatuh tertidur karena obat penenang, Eesha menarik lengan Amartya dan keluar dari ruangan tempatnya Bundanya sedang tertidur.“Kenapa kamu menarikku?” Amartya mengernyitkan alisnya melihat lengannya yang sedang ditarik oleh Eesha.&ldquo

  • WHEN TEARS FALL INTO RAIN    NOTE 19 TANGISAN KEHILANGAN 1

    Tiga hari kemudian. . . Trika, sahabat Eesha akhirnya diperbolehkan pulang. Setelah mengantarkan Trika bersama keluarganya pulang ke rumah, Eesha menyempatkan diri untuk mampir ke café tempat biasanya Nanda bernyanyi.Selama tiga hari ini, Eesha selalu

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status