Se connecterMark mendatangi Stains Corp, dia membuka pintu ruangan CEO, tanpa memperdulikan peringatan dari Gresha. Lev yang tengah melakukan rapat virtual seketika menghentikan semuanya. Langkah Mark terhenti, namun rasa kesal menghilangkan rasa sopan santunnya. Lev menyandarkan punggungnya di kursi "Apa yang kau inginkan?" "Kenapa kau mengambil keputusan tanpa meminta ijin dariku?!" Lev sedikit mengerutkan dahinya, namun sedetik kemudian dia menyeringai tipis. "Kau punya masalah dengan itu?" "Bagaimanapun seharusnya kau mendiskusikannya terlebih dulu denganku. Aku lah direktur utama di mall itu, jadi semua keputusan harus melewati ku terlebih dahulu" geram Mark tidak terima Lev berdiri dan berjalan mendekatinya "Perlu kau ingat satu hal, Mark Yaroslav. Meskipun kau menjadi direktur utama disana, tapi mall itu masih berada dibawah kendali Stains Corp. Dan seharusnya kau tau apa artinya" Mark mengepalkan tangannya. "Jika kau tidak memiliki urusan lain disini, silahkan per
Di Stains Corp, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan gedung. Beberapa reporter mendekatinya dan mencoba mengambil foto sebanyak mungkin. Para petugas keamanan bersiaga, mereka membukakan jalan untuk Lev dan Evgenia yang keluar dari mobil. "Tuan Lev, apakah benar jika anda sudah menikah?" "Ya" "Kenapa anda tidak mengumumkannya kepada publik?" "Aku berniat melakukannya setelah pernikahan" "Kenapa anda melakukan pernikahan secara tertutup?" "Aku tidak ingin merusak kesakralannya" "Siapa wanita yang anda nikahi, tuan Lev?" "Dia Evgenia Vasiliev" ucap Lev seraya merangkul tubuh Evgenia merapat padanya Sorotan kamera mengarah kepada keduanya untuk mengambil foto dan rekaman video. "Apakah benar jika dia adalah salah satu karyawan anda?" "Ya.. Dia bekerja di divisi perancangan" "Apakah dia anak dari tuan Ivan Vasiliev, pemilik Liev Corp?" "Ya benar" Bisikan dari para awak media yang mengutarakan pendapatnya terdengar oleh keduanya. "Apakah anda me
"Apah?! Lev sudah kembali?" ucap Matvei terkejut Jerry mengangguk kecil "Itu laporan yang saya terima, tuan" Matvei merasa heran, bukankah mereka akan kembali akhir pekan nanti? "Tetap pada rencana, Jerry.. persiapkan saja semuanya" "Baik tuan" ucap Jerry menunduk hormat Matvei sudah merencanakan untuk membuat jamuan makan bersama dengan seluruh keluarga besar Stainslav, bahkan keluarga Yaroslav dan Vasiliev pun turut dalam undangan tersebut. Di bandara, pesawat pribadi Lev sudah mendarat. Lev dan Evgenia berjalan keluar dari bandara dan sebuah mobil hitam sudah siap membawa mereka kembali. "Bolehkah aku kembali bekerja besok?" tanya Evgenia Lev menatapnya "Kau sudah ingin bekerja kembali?" Evgenia mengangguk. "Baiklah. Mulai sekarang kita akan berangkat bersama" "Eh?" "Ada masalah dengan itu?" Lev mengerutkan dahinya "Tidak. Hanya saja kau datang ke kantor lebih siang, aku tidak ingin dianggap memanfaatkan keadaan" Lev menarik sudut bibirnya "Siapa
"Apa aku bisa mendapatkan informasi dimana kamar Lev Stainslav berada?" "Maaf tuan, ada keperluan apa anda ingin mengetahuinya?" "Aku sepupunya, aku hanya ingin berkunjung" Seorang resepsionis wanita memandang temannya untuk meminta pendapat, namun sebelum resepsionis itu memberikan jawaban, sebuah suara menginterupsi keduanya. "Ada keperluan apa kau mencari tau kamarku?" Mark menoleh dan melihat Lev yang baru saja keluar dari lift. Mark berjalan mendekatinya "Aku hanya ingin melihat kondisi Jeni" "Dia hanya sepupu iparmu, kenapa kau begitu peduli padanya?" Mark mengepalkan tangannya "Kau sudah menyakitinya" "Dia istriku dan sudah menjadi urusanku" "Kau-!" "Dan ingat satu hal, Mark. Kau sudah memiliki istri dan calon anak, jadi tidak perlu merepotkan dirimu untuk mengurusi rumah tangga orang lain" ucap Lev lalu berjalan menjauh Mark mengepalkan tangannya dengan keras. Lev keluar dari hotel dan melihat Feliks sudah berdiri di dekat mobil hitam. "Dimana J
Evgenia terbangun dan merasakan matanya berat akibat menangis semalaman. Evgenia tidak melihat Lev dimanapun, dan ranjang sebelahnya pun terasa dingin, seolah menggambarkan tidak pernah tersentuh oleh siapapun. Evgenia turun dari ranjang dan pergi ke kamar mandi untuk membasuh wajahnya. Begitu selesai, Evgenia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas, dan tidak ada satupun panggilan atau pesan yang dari Lev. Evgenia menggambil sebuah outer panjang untuk menutupi pakaiannya, setelah itu keluar dari kamar untuk menghirup udara segar. Ketika Evgenia tengah menikmati pemandangan di sekitar hotel, tanpa sengaja dia bertemu dengan Mark yang baru saja kembali setelah berolahraga. "Pagi Jeni" "Pagi Mark" Terlihat keringat yang masih mengucur dari keningnya dan nafas pria itu yang naik turun setelah berlari. "Apa kau sedang berjalan-jalan?" "Ya. Seperti yang kau lihat" "Dimana Lev?" "Sepertinya ada hal penting yang harus dia lakukan pagi-pagi sekali" bohong Evge
Evgenia berjalan cepat menuju kamarnya, Lev berusaha menarik tangannya dan dihempaskan begitu saja oleh wanita itu. "Apa kau puas sekarang?!" "Apa maksudmu?" "Kenapa kau membiarkan Mitya menyentuhmu di depan semua orang di pesta itu?!" "Kami hanya berdansa. Apa yang kau permasalahan?" Evgenia menggeleng tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. "Kau melarangku dekat dengan pria lain. Tapi kau sendiri justru membiarkan dirimu di sentuh oleh Mitya. Apa kau sengaja mempermalukan ku di depan banyak orang?!" Evgenia tidak habis pikir dengan sikap Lev, meskipun tidak banyak orang disana yang mengetahui statusnya yang sudah menjadi nyonya muda Stainslav, tapi dengan melihat Lev dekat dengan wanita lain, bukankah itu cukup mempermalukan dirinya yang dimana orang-orang mengetahui jika dia adalah wanita yang dibawa oleh Lev ke pesta. "Jangan berlebihan Eve. Kami tidak memiliki hubungan apapun" "Kalau begitu, aku pun bisa berkata hal yang sama tentang Mark" Mata Lev melo
Saat mengetahui Evgenia menjalin hubungan dengan Mark Yaroslav, itu menjadi angin segar bagi Igor dan Ivan. Meskipun Mark bukanlah keturunan asli dari keluarga Stainslav, tapi mereka yakin jika Matvei Stanislav pasti memberikan sebagian hartanya untuk cucu angkatnya itu. Tapi karena kegagalan pertu
Beberapa hari setelah pertemuan keluarga di kediaman Zhanna, Victoria kerap mengirim pesan dan menghubungi Mark, dengan alasan ngidam yang dialaminya. Mark awalnya acuh dengan permintaan wanita itu, namun Victoria ternyata menghubungi Bella agar Mark mau menuruti keinginannya. Mark yang sangat me
Di luar ballroom tampak Mark yang tampak panik karena tidak berhasil menemukan Jeni setelah pesta usai. "Kau yakin dia sudah meminumnya?" ucap Mark kesal, dia bahkan hampir membentak pelayan yang sudah dibayarnya untuk memberikan wine kepada kekasihnya "Tentu tuan. Nona bahkan menghabiskan minu
Taksi yang ditumpangi Evgenia berhenti di depan sebuah minimarket di pinggiran kota Moskow. Lilia sedang membereskan beberapa barang di rak, sampai matanya tidak sengaja menangkap sosok Evgenia berdiri di depan minimarket, wanita itu melambaikan tangan padanya. Lilia bergegas keluar dan menghampiri







