Share

6

Penulis: Meylen
last update Tanggal publikasi: 2026-03-08 03:55:58

Taksi yang ditumpangi Evgenia berhenti di depan sebuah minimarket di pinggiran kota Moskow. Lilia sedang membereskan beberapa barang di rak, sampai matanya tidak sengaja menangkap sosok Evgenia berdiri di depan minimarket, wanita itu melambaikan tangan padanya. Lilia bergegas keluar dan menghampirinya

"Apa yang kau lakukan malam-malam begini di tempat ini Jeni?"

Evgenia hanya nyengir sambil mengusap lengannya yang masih sedikit basah akibat hujan

"Apa kau menerobos hujan sampai basah kuyup seperti ini?!" ucap Lilia khawatir

"Bisakah aku tinggal di tempatmu malam ini Lili?"

"Kenapa? Apa sesuatu terjadi?"

Evgenia hanya tersenyum menanggapinya

"Tunggulah disini. Jam kerjaku akan selesai dalam lima belas menit. Ini pakailah jaketku. Dan sebentar. Akan ku bawakan cokelat hangat untukmu"

Evgenia tersenyum "Terima kasih Lili. Kau memang sahabat terbaikku"

Lima belas menit kemudian, Lilia keluar setelah mengunci minimarket, dia segera mendekati Evgenia

"Maaf membuatmu menunggu Jeni"

Evgenia tersenyum dan menggeleng "Tidak. Aku justru berterima kasih kau mau menampungku"

Lilia berdecak "Dasar bodoh. Tentu saja kau ini sahabatku. Sudah selayaknya kita saling membantu"

Evgenia tersenyum, dia bersyukur masih memiliki Lilia dalam hidupnya

Lilia Golubev adalah sahabatnya yang Evgenia temui saat di universitas. Hidup Lilia juga bisa dibilang tidak seberuntung Evgenia yang masih memiliki keluarga lengkap. Lilia justru harus kehilangan kedua orang tuanya ketika dia masih remaja, bahkan saat itu Lilia baru menginjak tahun ketiganya di SMP. Kedua orang tua Lilia meninggal karena kecelakaan mobil ketika hendak pergi bekerja, sebuah truk besar kehilangan kendali dan membuat kecelakaan beruntun saat itu, beberapa mobil rusak parah dan korban berjatuhan, dan kedua orang tua Lilia tercatat dalam korban yang tidak bisa diselamatkan.

Setelah itu, Lilia tinggal bersama Gelya Petrov - bibinya dan sepupunya yang berusia empat tahun dibawahnya. Suami Gelya meninggal akibat penyakit TBC, ketika itu Toni Petrov - sepupu Lilia baru berusia sepuluh tahun. Hal itu juga yang membuat Gelya harus bekerja keras untuk menghidupi keluarganya, sekaligus berperan sebagai ayah untuk Toni.

Lilia dan Evgenia masuk ke dalam apartemen milik Lilia. Selama berkuliah, Lilia sudah tinggal sendiri, untuk memudahkannya bekerja part time di minimarket setelah kuliah. Setelah lulus dari universitas, Lilia mendapat pekerjaan sebagai redaksi di sebuah media cetak di kota Moskow dan malam harinya, dia akan kembali bekerja part time di minimarket.

"Maaf jika tempatku tidak begitu nyaman untukmu Jeni"

"Omong kosong. Tempat ini justru lebih baik dibandingkan dengan rumahku Lili"

"Apa sudah terjadi sesuatu disana?"

Evgenia yang tengah meminum teh hangat seketika terdiam, matanya kembali memanas

"Pertunanganku dan Mark dibatalkan"

"Apah?!"

Air mata Evgenia kembali menetes

"Bagaimana bisa?"

"Mark akan menikah dengan Victoria"

"Victoria? Victoria Zhanna?"

Evgenia mengangguk "Kau ingat hari dimana kau menjemputku di Swissotel?"

Lilia mengangguk

"Malam itu juga Mark mengkhianatiku"

"Maksudmu.. Mark tidur bersama Victoria?"

Evgenia mengangguk dan air matanya kembali menetes "Dan sekarang Victoria tengah mengandung anaknya"

"Apah?!" suara Lilia hampir memenuhi seluruh apartemen itu karena keterkejutannya

Evgenia terisak "Mungkin ini salahku yang terlalu naif sampai Mark harus pergi pada wanita lain"

Lilia mendekati Evgenia dan memeluknya "Jangan salahkan dirimu Jeni.. kau hanya berusaha menjaga dirimu untuk pria yang kau cintai"

"Tapi pada akhirnya aku tidak melakukannya Lili!" ucap Evgenia merasa kesal pada dirinya

"Itu kecelakaan Jeni.. kau tidak menginginkannya"

"Tetap saja.. seharusnya aku berhenti saat itu.." kata Evgenia pelan

"Apa kau memakan atau meminum sesuatu yang aneh sebelumnya?"

Evgenia mengerutkan dahinya, mencoba memikirkan apa yang diucapkan oleh sahabatnya. Ingatan Evgenia kembali pada saat malam naas itu terjadi.

Terdengar suara musik klasik yang indah memenuhi ballroom sebuah hotel mewah di kota Moskow.

"Nona.. silahkan minumannya" ucap seorang pelayan pria

"Oh.. terima kasih" jawab Evgenia tersenyum

Pelayan itu mengangguk dan pergi meninggalkan Evgenia. Evgenia tersenyum melihat pemandangan indah yang menghiasi ballroom hotel. Dia senang dengan kejutan yang diberikan kekasihnya.

"Selamat untukmu Jeni.." ucap seorang wanita berambut hitam pendek

"Terima kasih Sofia.." jawab Evgenia tersenyum

"Mark sungguh hebat bisa membuat pesta megah seperti ini" ucap seorang wanita berambut cokelat kemerahan

"Kau benar Alexa.. Mark begitu mencintai Jeni sampai rela melakukan apapun untuknya" ucap seorang wanita berambut pirang

"Ya kau benar Fenya... aku jadi semakin iri pada Jeni" jawab Alexa

Evgenia hanya bisa tersenyum mendengar ucapan ketiganya. Mereka saling mengadu gelas sebagai ucapan selamat untuk Evgenia. Tidak lama kemudian tiba-tiba Evgenia merasa ada yang tidak beres dengan dirinya.

"Kau baik-baik saja Jeni?" tanya Fenya

"Um.. ya kurasa begitu" jawab Evgenia tidak yakin

"Apa kau perlu segelas air putih?" tanya Sofia

"Tidak. Terima kasih"

"Apa kau ingin aku memanggilkan Mark untukmu? Wajahmu terlihat pucat Jeni" ucap Alexa

Evgenia menggeleng "Tidak apa-apa. Mungkin aku sedikit mabuk saja. Aku ke toilet sebentar"

Evgenia pergi meninggalkan ketiga temannya yang memandangnya khawatir.

"Kau hebat Mark. Kau bisa membuat pesta megah seperti ini" ucap seorang pria berambut pirang

"Tentu saja Nick. Mark juga penerus Stainslav. Tidak heran dia bisa membuat pesta mewah seperti ini" ucap seorang pria berambut cokelat bernama Dom

Pria berambut hitam bernama Mark itu hanya menaikkan sudut bibirnya lalu menyesap wine yang ada di tangannya.

Pesta itu adalah pesta ulang tahun kekasihnya Evgenia Vasiliev yang ke dua puluh tiga. Mark sengaja menggelar pesta di ballroom salah satu hotel mewah di Moskow, agar banyak orang yang melihat terutama kalangan atas bahwa dia juga layak menjadi penerus kerajaan Stainslav. Stainslav adalah satu dari beberapa jajaran keluarga konglomerat di kota Moskow. Stainslav bergerak di bidang perdagangan dan manufaktur dengan perusahaan utama yang bergerak di bidang pembuatan perhiasan.

"Jadi apa rencanamu selanjutnya?" ucap Nick

"Tentu saja membuat Jeni tidak akan bisa menolakku lagi malam ini" seringai Mark

Nick dan Dom terkekeh mendengarnya. Keduanya cukup kagum kepada Mark karena masih bisa bertahan berkencan dengan seorang wanita selama bertahun-tahun tanpa menyentuhnya sama sekali. Mereka menganggap jika Evgenia itu sangat naif, dia berpegang teguh pada prinsip kolotnya bahwa seks hanya akan dilakukan oleh dua orang yang sudah menikah. Mark dan Evgenia sudah menjalin hubungan sejak awal SMA dan mereka akan bertunangan tidak lama lagi, namun Evgenia hanya mengijinkan Mark menyentuhnya sampai tahap berciuman. Mark tentu kesal, namun karena rasa cintanya, dia tetap bertahan dengan wanita itu.

Di sudut ruangan tidak jauh dari ketiga pria itu berdiri, seorang wanita berambut cokelat mendengar pembicaraan itu. Wanita itu adalah Victoria Zhanna, dia tersenyum misterius lalu menyesap wine di tangannya. Victoria mempunyai rencana sendiri untuk menaklukkan orang yang dia sukai.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Wanita Milik Sang Pewaris   16

    "Lev temui aku di ruang kerja" ucap Matvei saat melihat cucunya hendak menaiki tangga hendak pergi ke kamarnya "Baik kakek" Di ruang kerja, Matvei duduk di kursi kebesarannya, sedangkan Lev sedang melihat-lihat benda pajangan yang ada disana, ada satu benda yang menarik perhatiannya "Kurasa aku baru melihatnya" Matvei tersenyum "Oh itu hadiah dari Yegor setelah perjalanan bisnisnya di Roma bulan lalu" Lev kembali meletakkannya "Jadi bagaimana dengan bisnis yang kau jalani?" Matvei tidak pernah meragukan hasil kerja Lev, dia tau cucunya lebih berbakat dibandingkan dirinya maupun mendiang ayah Lev. Lev memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan bersandar pada dinding dekat jendela besar di ruangan itu "Seperti yang kakek tau, paman Yegor sedang mengusulkan proposal kerjasama dengan Stains Corp" "Berikan dia kesempatan Lev.. Yegor sudah cukup bekerja keras untuk hal ini" nasehat Matvei "Akan ku pikirkan" Matvei menghela napasnya dan mengangguk "Bagaimana

  • Wanita Milik Sang Pewaris   15

    Evgenia kembali ke kediaman Vasiliev setelah menginap di apartemen sahabatnya. Ketika dia menginjakkan kaki disana, seorang pelayan rumah menghampirinya "Nona.. tuan Mark mencari anda" "Benarkah?" Pelayan itu mengangguk "Pagi tadi tuan Mark menelpon dan menanyakan keberadaan nona Jeni" Evgenia ingat tas miliknya masih tertinggal di hotel tempat pesta ulang tahunnya, jadi dia tidak tau jika Mark mencarinya. "Baiklah, terima kasih Claudia" Pelayan itu mengangguk dan meninggalkan Evgenia Evgenia segera mengambil telepon rumahnya dan menghubungi Mark Mark yang sedang menyetir melihat adanya panggilan masuk dari nomor rumah Vasiliev, Mark segera mengangkatnya "Mark" "Jeni?" "Ya" "Dimana kau?" "Aku baru sampai rumah" "Ayo bertemu, kita perlu bicara" "Hmm ya baiklah" "Aku akan menjemputmu" "Tidak perlu Mark, kau katakan saja dimana kita akan bertemu" ucap Evgenia sedikit gugup, sebenarnya dia belum siap menghadapi Mark, tapi bagaimanapun mereka pasti akan se

  • Wanita Milik Sang Pewaris   14

    Lev membuka matanya ketika suara Feliks memecahkan lamunannya, dia memutar kembali kursinya "Pertemuan dengan tuan Yegor akan dimulai" ucap Feliks merasa sedikit aneh melihat sikap Lev Lev mengangguk lalu menutup dokumen yang belum selesai dia periksa. Kenangan masa lalu tentang Evgenia terasa masih segar di ingatannya, pertemuan pertamanya bersama gadis itu ketika remaja. Lev keluar dari ruangannya bersama Feliks "Apa kau melamun tadi?" tanya Feliks "Tidak" "Kau tidak bisa membohongiku Lev" "Jika kau sudah tau, tidak perlu bertanya" Feliks menghela napas pelan "Apa yang kau pikirkan kali ini?" "Hanya teringat sedikit kisah lama" Di ruang rapat sudah duduk Yegor Yaroslav - paman Lev bersama dengan asistennya. Keduanya segera berdiri saat Lev memasuki ruangan, Yegor tersenyum sumringah kepada Lev. "Terima kasih sudah mau menemuiku di tengah kesibukanmu tuan Stainslav" ucap Yegor berusaha bersikap formal seperti bertemu dengan rekan bisnisnya Lev mengangguk dan m

  • Wanita Milik Sang Pewaris   13

    "Kenapa kau membawaku kemari? Jika ada yang melihatnya, aku pasti akan mendapat masalah" ucap Evgenia sambil melihat sekitar takut jika ada yang menangkapnya "Tidak apa. Kau tidak akan dilaporkan" "Bagaimana bisa kau berkata seperti itu?" tanya Evgenia heran, perasaannya masih was-was, dia membayangkan hukuman macam apa yang akan diberikan Madam Diana padanya, mungkin lebih parah dari sekedar membersihkan toilet sekolah Lev menaikan sudut bibirnya melihat ketakutan di wajah Evgenia. Lev berdiri di depan sebuah rak buku sejarah "Carilah buku yang bisa membantuku mengerjakan tugas rumah" "Huh? Bagaimana aku bisa tau, itu tugas sekolahmu sendiri" Lev sedikit mendengus "Bukankah kau sering berkeliaran di tempat ini? Seharusnya kau sudah menghafal banyak buku disini" Evgenia menggaruk belakang kepalanya sedikit malu "Ya.. memang benar tapi.." Lev menaikan satu alisnya menatap gadis itu Evgenia menghela napas pasrah "Baiklah. Aku akan membantumu. Tapi jangan salahkan aku jik

  • Wanita Milik Sang Pewaris   12

    Evgenia terus berlari sampai gedung SMA, beberapa murid yang masih tinggal merasa heran saat ada murid SMP yang masuk. Evgenia mengedarkan pandangannya mencari seseorang, dia bahkan mendekati beberapa siswa SMA untuk menanyakan keberadaan orang yang dicarinya, namun tidak ada seorangpun yang mengetahuinya. Bahkan beberapa siswa perempuan bersikap acuh pada Evgenia, karena tidak menyukai ada siswa junior mereka yang ikut mengidolakan Lev. "Aku melihatnya tadi" ucap seorang siswa laki-laki "Benarkah? Dimana dia?" ucap Evgenia merasa lega "Dia pergi ke parkiran motor" "Baiklah. Terima kasih senior" ucap Evgenia tersenyum lalu kembali berlari menjauh Di parkiran motor, Lev berniat memakai helmnya sampai tiba-tiba terdengar sebuah suara memanggilnya "Lev..!" Lev melihat ke arah suara dan terlihat Evgenia berlari ke arahnya sambil tersenyum "Apa?" ucap Lev "Kau akan pulang?" Lev menaikan satu alisnya heran, perlukah dia menjawab? Merasa ada yang aneh dengan pertanyaa

  • Wanita Milik Sang Pewaris   11

    Keesokan harinya, Madam Diana sudah berdiri di depan gedung SMP dengan raut wajah yang tidak bersahabat, menatap satu persatu murid yang baru saja datang. Setiap murid menundukan wajah tidak berani menatap guru matematika dengan kedisiplinan tingkat dewa itu. Sampai akhirnya muncullah Evgenia dengan raut wajah ceria dan sesekali bersenandung, namun aksinya berhenti saat melihat pemandangan tidak mengenakan di depan gedung sekolahnya. Disana tampak sesosok setan merah yang berdiri bagaikan penjaga gerbang neraka yang siap melahapnya. Tubuh Evgenia seketika bergidik ngeri, dia harus mencari akal untuk meloloskan diri dan sialnya Mark tidak bisa membantunya kali ini. Ketika Evgenia berniat membalikkan diri untuk kabur, namun suara Madam Diana sudah menggelegar memenuhi halaman sekolah "Evgenia Vasiliev!" Tubuh Evgenia seketika membeku bak patung hidup. Semua murid langsung menatapnya. Siapa murid gila yang berani berurusan dengan Madam Diana yang terkenal garang. Evgenia mem

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status