Share

6-edit

Author: Meylen
last update publish date: 2026-03-08 03:55:58

Evgenia melarikan diri dari kediaman Vasiliev, dia menghentikan sebuah taksi dan memintanya pergi menjauh dari tempat itu.

Di sebuah rumah sakit, Evgenia menangis di samping tempat tidur pasien milik Alleya.

"Ibu..." bahkan dia tidak mampu berkata-kata lagi, hanya air mata yang terus menetes menceritakan betapa hancurnya dirinya saat ini

Di tengah keheningan malam itu dan setelah berhasil menghentikan tangisannya, Evgenia keluar dari kamar rawat itu, berusaha mencari udara segar di luar.

Namun langkahnya terhenti begitu menangkap sosok ayahnya dan beberapa pria berpakaian hitam masuk dari pintu depan rumah sakit.

Mata Evgenia melebar, dia segera berlari menjauh dan bersembunyi.

"Tuan. Dia tidak ada disini"

"Sialan! Cepat temukan dia!" geram Ivan

"Baik tuan"

Para pria berpakaian hitam itu pun segera berpencar ke beberapa sudut.

Evgenia semakin ketakutan, dia pun berlari menjauh menuju halaman belakang rumah sakit.

Namun naas dia terjatuh karena sebuah akar pohon yang membentang.

Dan suara itu mengalihkan para bawahan Ivan.

Evgenia mencoba bangkit, dengan lutut yang terluka, dia kembali berlari meski dengan langkah yang terseok-seok, menerobos derasnya hujan malam itu.

Dan ketika dia berlari untuk menyebrang jalan, sebuah mobil melintas dan hampir menabraknya.

Evgenia berteriak dan jatuh terduduk di aspal yang dingin.

Nafas Evgenia memburu.

Dan ketika itu juga terasa sebuah tangan meraihnya dan membawanya masuk ke dalam mobil.

Evgenia terkejut saat sebuah tangan membekap mulutnya.

"Tetap diam. Atau mereka akan menemukanmu" bisik suara pria di belakangnya

Mata Evgenia melebar, terasa familiar dengan suara itu.

"Jalan"

"Baik tuan"

Mobil pun kembali melaju meninggalkan tempat itu.

"Sialan! Dimana wanita itu sebenarnya!"

"Apa mobil itu yang membawanya pergi?"

"Cepat ikuti dia"

Sebuah mobil hitam datang dan dua orang pria masuk ke dalamnya, mencoba mengejar mobil yang mereka curigai sudah membawa Evgenia pergi.

Sedangkan di kediaman Vasiliev, terdengar suara pecahan dari beberapa barang yang dihancurkan.

"Apa kau sedang bermain-main dengan ku, Igor Vasiliev?!" geram seorang pria paruh baya

"Tentu tidak, tuan Pavel.. kami akan segera menemukannya dan membawanya kembali kemari"

"Jangan menguji kesabaran tuan kami, tuan Vasiliev!" tuding anak buah Gleb Pavel dengan marah

"Hentikan" ucap Gleb Pavel seraya mengangkat tangannya

"Aku akan memberimu waktu seminggu, dan jika kau belum bisa menyerahkan cucu perempuan mu padaku, maka bersiaplah melihat kehancuran Liev Corp yang kau banggakan itu" seringai Gleb

"Tentu. Aku pasti akan membawanya kepadamu secepatnya"

Pria yang bernama Gleb Pavel itu tiba beberapa saat setelah Evgenia melarikan diri dari kediaman Vasiliev, dan dia menagih janji Igor padanya.

Namun ternyata wanita itu tidak ada disana, sehingga membuat Gleb murka dan menyuruh anak buahnya untuk menghancurkan barang-barang yang ada disana.

Zilya berteriak histeris saat melihat barang kesayangannya dihancurkan tepat di depan matanya.

Ivan sudah mencoba menghentikan para bawahan Gleb Pavel, namun justru dia mendapat pukulan di bagian perut, membuatnya meringis kesakitan.

Zilya membantunya berdiri, meskipun dia pun tampak ketakutan.

Karol mengepalkan tangannya merasa marah saat melihat apa yang terjadi di rumahnya.

"Cepat bawa anak sialan itu kemari, buat dia pingsan jika melawan" perintah Igor mutlak

Ivan mengangguk, dia segera mengerahkan beberapa bawahannya untuk mengikutinya mencari Evgenia.

Awalnya Karol ingin membantu, namun Zilya mencegahnya, karena dia takut jika Gleb Pavel akan melakukan hal lain padanya atau Igor.

Dan akhirnya dua mobil hitam melaju meninggalkan kediaman Vasiliev.

"Pergi ke rumah sakit! Aku yakin anak sialan itu ada disana"

"Baik tuan"

Ivan mengepalkan tangannya dengan keras, merasa sangat marah karena Evgenia berani melarikan diri.

Ketika dia sampai di rumah sakit dan tidak menemukan Evgenia disana, membuat Ivan bertambah marah.

"Ini semua salahmu Alleya! Kau membesarkan anak yang tidak tau rasa terima kasih!"

Ivan hampir menyakiti Alleya, namun seorang perawat datang untuk memeriksa keadaannya.

Perawat itu berteriak meminta pertolongan yang lainnya, mencoba mencegah perbuatan Ivan.

Beberapa perawat pria dan dokter datang untuk menghentikan tindakan Ivan.

"Anda tidak bisa menyakiti pasien disini, tuan!"

"Lepaskan aku!" Ivan memberontak

"Dia istri anda. Bagaimana bisa anda menyakitinya?!"

"Aku tidak peduli! Dia hanya membawa sial untukku!"

"Hentikan!" gema suara seorang pria yang berdiri di depan pintu

Semua orang berhenti dan memandang sosok dokter pria yang berjalan mendekat.

"Apa yang kau lakukan Ivan?!"

"Frans?!"

"Jangan membuat keributan di tempat ini, Ivan.. jadi lebih baik kau pergi sekarang"

"Cih! Rakyat jelata sepertimu berani memerintahku?! Apa kau sudah besar kepala karena sudah berhasil menjadi dokter?!"

"Aku tidak ingin membahasnya"

Ivan menyeringai, dia berjalan mendekati dokter itu dengan tatapan angkuh.

"Apa perlu ku ingatkan jika kau bisa lulus universitas karena bantuan dari keluarga Vasiliev?"

"Bukan hanya keluargamu yang menjadi donatur disana"

Ivan tersenyum mengejek "Meskipun begitu, artinya kau bisa lulus karena belas kasihan dari kami bukan?"

"Apa kau bermaksud untuk menagih apa yang sudah kau keluarkan?"

Ivan tertawa mendengarnya "Tidak. Anggap saja itu sumbangan dariku"

"Jangan menyombongkan diri terlalu tinggi, Ivan.. hanya sebuah keberuntungan saja kau lahir dari keluarga yang memiliki harta berlimpah"

"Tutup mulutmu sialan!"

Frans tersenyum mengejek "Ada yang salah dari ucapanku?"

Mata Ivan melotot tajam padanya.

"Lebih baik kau keluar dari sini dan jangan mengganggu pasienku"

"Pasienmu?" Ivan mengernyitkan dahinya

"Benar. Aku yang bertanggung jawab untuk merawat Alleya"

Ivan menyeringai "Apa kau sedang berusaha kembali mendekatinya dalam keadaan seperti ini? Ternyata kau pria yang picik"

"Aku tidak peduli apapun yang kau katakan, aku hanya menjalankan tugas"

Ivan tertawa "Menjalankan tugasmu? Dengan tujuan untuk merebut hati Alleya?"

"Jangan pernah bermimipi bisa mendapatkannya, Frans.. karena Alleya sudah memilihku dan kau.. tidak pernah berarti baginya" ucap Ivan tersenyum mengejek

Frans mengepalkan tangannya, namun dia tetap berusaha bersikap tenang.

"Jika kau merasa dia adalah milikmu, maka bersikaplah layaknya seorang pria"

"Tututp mulutmu sialan! Jangan berani mengaturku! Alleya adalah istriku, aku bebas melakukan apapun padanya"

"Jika kau berani menyakiti Alleya disini, kau akan mendapat masalah besar" tunjuk Frans pada cctv di sudut kamar

Ivan melirik ke arah yang ditunjukkan oleh Frans, dan seketika tangannya mengepal erat, dia tidak menyadari adanya kamera cctv di kamar itu.

"Jadi lebih baik mau pergi dari sini, jika tidak ingin aku menyerahkan bukti rekaman pada pihak berwajib" mata Frans menyorot tajam

Ivan mengepalkan tangannya menahan emosi, dia akhirnya pergi meninggalkan kamar rawat itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Wanita Milik Sang Pewaris   114

    Matvei melemparkan koran ke meja kerjanya, dia mengusap keningnya yang berdenyut. "Tuan.." Jerry menunduk khawatir "Bagaimana berita ini bisa menyebar, Jerry?!" "Sepertinya ada paparazi yang menyusup dalam pesta, tuan.." "Bagaimana mereka bisa lolos dari pemantauan?!" "Maafkan saya, tuan.. ini kesalahan saya" Matvei tidak habis pikir dengan apa yang diberitakan media. Di Liev Corp, Karol tertawa saat membaca koran hari ini. "Tampaknya riwayatmu tidak akan lama lagi, Jeni ku sayang.." Karol merasa sangat senang dengan apa yang media beritakan. Akhirnya dia bisa kembali melihat penderitaan Evgenia. Sedangkan di Stains Corp, ketika Lev dan Feliks berjalan memasuki kantor, semua pandangan tertuju padanya. "Aku merasa ada yang tidak beres" ucap Feliks pelan sambil memperhatikan sekitar Dan saat itu juga Feliks mendapat panggilan telepon dari anak buahnya. Mata Feliks melebar saat mendengar kabar yang diberikan. Ketika Lev sampai di ruangannya, terlihat Gresha

  • Wanita Milik Sang Pewaris   113

    Lev mencengkram gelas di tangannya dengan erat. Dia menenggak sampanye hingga tandas dan meletakkan gelas itu dengan keras di atas meja, lalu berjalan menjauh meninggalkan tempat itu. "Terima kasih Mark" "Kau baik-baik saja Jeni?" tanya Mark tampak khawatir "Ya. Tapi sepertinya aku sudah merusak sepatu milik Dinara" "Tidak masalah. Dia memiliki banyak benda seperti itu" Evgenia merasa tidak enak, bagaimanapun Dinara sudah meminjamkan miliknya, namun dia justru merusaknya. Tanpa mereka ketahui, ada kilatan kamera yang menangkap moment itu. Di tempat lain, Dinara mendekati wastafel untuk mencuci tangannya, dan melihat Mitya yang tengah memoles lipstick di bibirnya. "Aku tidak menyangka kau masih menerima wanita itu yang sudah mengkhianati saudaramu" "Dia tetap bagian dari keluarga" Mitya tersenyum mengejek, dia menoleh kepada Dinara "Sekali wanita penggoda tetaplah wanita penggoda. Kau tau.. wanita itu sudah merebut posisi yang seharusnya menjadi milikku" "L

  • Wanita Milik Sang Pewaris   112

    Pagi itu Evgenia terbangun dan tidak menemukan Lev dimanapun. Semalam pria itu mengatakan jika hari ini akan ada jamuan makan malam keluarga di sebuah kapal pesiar milik Stainslav. Kate - pelayan pribadinya mengatakan jika Lev sudah pergi sejak pagi hari. Setelah sarapan, Evgenia kembali ke kamarnya dan menyibukkan diri dengan membuat sketsa aksesoris untuk usahanya sendiri, lalu dia mengirimkannya kepada orang kepercayaannya. Tanpa sadar, waktu sudah menjelang sore hari dan terlihat Lev yang belum juga kembali, bahkan tidak ada satu pun pesan yang dikirimkan olehnya. Evgenia menghela napas pelan, dan saat itu juga terdengar ketukan dari luar pintu kamarnya. Terlihat Kate masuk dengan membawa sebuah kotak untuknya. "Tuan meminta anda memakainya untuk malam ini, nyonya" "Baiklah. Terima kasih" Pelayan itu pun pergi meninggalkan Evgenia. Malam harinya, Lev yang sedang menerima telepon di dekat tangga lantai satu, mendengar suara sepatu hak tinggi yang menuruni

  • Wanita Milik Sang Pewaris   111

    Di ruangan CEO, terdengar suara pintu yang terbuka begitu saja. Di belakangnya ada Gresha yang berusaha mencegah seorang pria yang menerobos masuk. "Kau bisa keluar Gresha" "Baik tuan" Karol menarik sudut bibirnya dan berjalan mendekati meja kerja Lev. Dia menarik kursi di depan meja itu dan duduk dengan angkuh. "Bukankah seharusnya kau memanggilku dengan sebutan kakak ipar sekarang?" "Apa yang kau lakukan Karol?" Karol menarik sudut bibirnya "Hanya ingin berkunjung untuk menyapa adik iparku" Lev menatapnya seolah ucapan pria itu tidak penting. "Apa yang kau inginkan?" "Kita sudah menjadi keluarga sekarang. Bukankah seharusnya aku juga mendapat bagian khusus?" "Bagian khusus?" Karol mengangguk "Kau melamar Jeni dengan banyak barang mewah, tapi semua itu hanya sebagai bayaran karena keluarga Vasiliev sudah mengurus Jeni selama ini" Lev menarik sudut bibirnya, merasa lucu dengan ucapan pria itu. "Dan?" Karol menatap sekeliling ruangan itu lalu terse

  • Wanita Milik Sang Pewaris   110

    Mark mendatangi Stains Corp, dia membuka pintu ruangan CEO, tanpa memperdulikan peringatan dari Gresha. Lev yang tengah melakukan rapat virtual seketika menghentikan semuanya. Langkah Mark terhenti, namun rasa kesal menghilangkan rasa sopan santunnya. Lev menyandarkan punggungnya di kursi "Apa yang kau inginkan?" "Kenapa kau mengambil keputusan tanpa meminta ijin dariku?!" Lev sedikit mengerutkan dahinya, namun sedetik kemudian dia menyeringai tipis. "Kau punya masalah dengan itu?" "Bagaimanapun seharusnya kau mendiskusikannya terlebih dulu denganku. Aku lah direktur utama di mall itu, jadi semua keputusan harus melewati ku terlebih dahulu" geram Mark tidak terima Lev berdiri dan berjalan mendekatinya "Perlu kau ingat satu hal, Mark Yaroslav. Meskipun kau menjadi direktur utama disana, tapi mall itu masih berada dibawah kendali Stains Corp. Dan seharusnya kau tau apa artinya" Mark mengepalkan tangannya. "Jika kau tidak memiliki urusan lain disini, silahkan per

  • Wanita Milik Sang Pewaris   109

    Di Stains Corp, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan gedung. Beberapa reporter mendekatinya dan mencoba mengambil foto sebanyak mungkin. Para petugas keamanan bersiaga, mereka membukakan jalan untuk Lev dan Evgenia yang keluar dari mobil. "Tuan Lev, apakah benar jika anda sudah menikah?" "Ya" "Kenapa anda tidak mengumumkannya kepada publik?" "Aku berniat melakukannya setelah pernikahan" "Kenapa anda melakukan pernikahan secara tertutup?" "Aku tidak ingin merusak kesakralannya" "Siapa wanita yang anda nikahi, tuan Lev?" "Dia Evgenia Vasiliev" ucap Lev seraya merangkul tubuh Evgenia merapat padanya Sorotan kamera mengarah kepada keduanya untuk mengambil foto dan rekaman video. "Apakah benar jika dia adalah salah satu karyawan anda?" "Ya.. Dia bekerja di divisi perancangan" "Apakah dia anak dari tuan Ivan Vasiliev, pemilik Liev Corp?" "Ya benar" Bisikan dari para awak media yang mengutarakan pendapatnya terdengar oleh keduanya. "Apakah anda me

  • Wanita Milik Sang Pewaris   7

    Di luar ballroom tampak Mark yang tampak panik karena tidak berhasil menemukan Jeni setelah pesta usai. "Kau yakin dia sudah meminumnya?" ucap Mark kesal, dia bahkan hampir membentak pelayan yang sudah dibayarnya untuk memberikan wine kepada kekasihnya "Tentu tuan. Nona bahkan menghabiskan minu

  • Wanita Milik Sang Pewaris   5

    Saat mengetahui Evgenia menjalin hubungan dengan Mark Yaroslav, itu menjadi angin segar bagi Igor dan Ivan. Meskipun Mark bukanlah keturunan asli dari keluarga Stainslav, tapi mereka yakin jika Matvei Stanislav pasti memberikan sebagian hartanya untuk cucu angkatnya itu. Tapi karena kegagalan pertu

  • Wanita Milik Sang Pewaris   4

    Di tengah kesedihan dan kekecewaan Evgenia karena dikhianati oleh tunangannya, tiba-tiba sebuah suara mendekatinya "Sepertinya kalian sama-sama saling mengkhianati malam itu" Tubuh Evgenia seketika menegang mendengar suara itu, dia mencoba menghapus air matanya dan menatap tidak suka pada Lev.

  • Wanita Milik Sang Pewaris   3

    Di dalam ballroom hanya tinggal Mark, Evgenia, dan Victoria. Tidak jauh dari ketiganya, Lev berdiri sambil meminum segelas sampanye, entah mengapa pria itu masih bertahan disana. Mark tidak bisa berkata apa-apa, keputusan sang kakek adalah mutlak dan harus dilakukan, tapi dia masih tidak percaya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status