Share

4

Penulis: Meylen
last update Tanggal publikasi: 2026-03-07 13:09:56

Di tengah kesedihan dan kekecewaan Evgenia karena dikhianati oleh tunangannya, tiba-tiba sebuah suara mendekatinya

"Sepertinya kalian sama-sama saling mengkhianati malam itu"

Tubuh Evgenia seketika menegang mendengar suara itu, dia mencoba menghapus air matanya dan menatap tidak suka pada Lev. Lev tersenyum kecil melihatnya

"Jangan menatapku seolah aku yang sudah menghancurkan masa depanmu nona.."

"Untuk apa kau kemari?!"

"Aku? Aku hanya sekedar singgah dan melihat drama yang terjadi"

"Jika kau kemari hanya untuk menghinaku maka lebih baik kau pergi"

"Oh.. baiklah jika begitu. Tapi perlu kau tau satu hal nona.. keputusan kakekku tidak akan pernah berubah, meskipun anak itu bukanlah milik Mark. Tapi pernikahan mereka tetap akan terjadi"

"Apah?!" ucap Evgenia tidak percaya

Lev mengangguk kecil "Stainslav selalu menjunjung tinggi dasar kesetiaan dan dalam pernikahan tidak ada perceraian"

Evgenia terkejut, dia tidak percaya jika malam ini dia akan kehilangan Mark untuk selamanya.

Lev berjalan mendekati Jeni yang masih membeku, dia tersenyum kecil padanya dan berbisik di samping telinga Jeni "Apa kau ingin aku mengantikan posisi tunanganmu?"

Mata Evgenia seketika melebar saat mendengarnya "Lelucon apa yang sedang kau mainkan?"

Lev tersenyum kecil, menarik dirinya dan berdiri tegak di hadapan Evgenia "Aku sedang tidak membuat lelucon"

"Jadi apa tujuanmu mengatakan hal seperti itu?"

Lev mengangkat bahunya "Aku hanya memberikanmu penawaran. Lagipula kau tidak akan rugi sama sekali. Aku bahkan lebih berkuasa dari pada Mark"

"Diamlah! Aku tidak ingin mendengar omong kosong apapun darimu"

Lev mengigit kecil bibirnya menahan rasa gelinya melihat tingkah wanita di depannya "Apakah aku perlu memberitakannya kepada media juga tentang apa yang sudah kita lakukan malam itu?"

Mata Evgenia melotot tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Bagaimana mungkin Lev bisa mengancamnya seperti itu?

"Aku yakin itu akan menjadi berita paling menghebohkan di Moskow, bahkan melebihi berita yang menghancurkan pertunanganmu malam ini"

"Jangan berani-beraninya Lev Stainslav!"

Lev terkekeh "Banyak wanita di luar sana rela mengantri untuk bisa bersama denganku, tapi kau justru menolak dengan tawaran yang ku berikan"

"Maka aku bukanlah dari wanita-wanita itu yang memujamu"

Lev menghela napasnya "Ku pikir kau juga akan membawa berita menghebohkan, tapi.. sepertinya usahaku belum bisa mengalahkan Mark kali ini" kekehnya

"Apa maksud ucapanmu?" kata Jeni

Lev hanya tersenyum menanggapinya, dia berbalik dan hendak pergi, namun baru dua langkah, Lev berhenti dan berbalik sedikit memandang Jeni "Sampai jumpa lagi Je-ni..."

Evgenia memandang tidak suka pada Lev, namun ucapan Lev terngiang di kepalanya.

Satu minggu setelah kejadian naas itu untunglah Evgenia mendapat periodnya, jadi benih pria itu tidak berhasil membuahinya. Evgenia bisa bernapas lega saat itu, namun yang dia khawatirkan apa yang akan dia katakan pada Mark ketika dirinya sudah tidak perawan lagi. Apa Mark akan menceraikannya saat malam pertama mereka? Evgenia tidak bisa membayangkan betapa menyedihkannya pengantin wanita ditinggalkan tepat di malam pernikahan mereka.

Malam itu setelah pertunangannya dengan Mark batal, Evgenia kembali ke rumahnya dan disana terlihat wajah marah Igor Vasiliev dan raut wajah kecewa Ivan Vasiliev. Evgenia membeku di tempat.

"Dasar anak tidak berguna! Lihat apa yang sudah kau lakukan! Seharusnya kau bisa mempertahankan Mark disisimu!" murka Igor

"Dia hanya tidak ingin menjual keperawanannya dengan mudah" cemooh Zilya Barbara - ibu tiri Evgenia

"Apa ibu yakin dia masih perawan?" ejek Karol Vasiliev - saudara tiri Evgenia

"Benar. Bisa saja dia hanya menipu Mark agar tetap bertahan dengannya. Dasar wanita licik!" hina Zilya

"Diam kalian berdua!" gelegar Igor

"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang hah?!" geram Igor kepada Evgenia

"Kakek.. aku baru saja dicampakkan.. dan itu sungguh menghancurkanku" isak Evgenia

"Air matamu tidak akan membuat perusahaan membaik Jeni" ucap Ivan

"Jika kau tidak bisa mendapatkan Mark. Maka kau harus mendapatkan pria lain yang bisa membantu Liev Corp tetap berdiri"

"Maksud kakek?" ucap Jeni dengan tatapan takut

"Aku sudah menemukan seseorang yang akan menikahimu. Pergilah kesana besok dan temui dia" perintah Igor

"Siapa maksud ayah?" tanya Ivan

"Seorang pria bernama Gleb Pavel"

"Maksud ayah.. tuan Gleb Pavel pengusaha logam?"

Igor mengangguk "Ya. Istrinya sudah meninggal setengah tahun yang lalu karena penyakit jantung. Saat ini dia sudah mempunyai tiga orang anak. Dia sudah setuju untuk menikahi Jeni"

Zilya cukup terkejut dengan keputusan ayah mertuanya, namun dia menyeringai senang mendengarnya. Dia tidak perlu berusaha payah untuk menghancurkan hidup Evgenia dan Alleya

"Kakek.. ku mohon.. jangan lakukan hal itu" isak Evgenia berharap kakeknya tidak bersungguh-sungguh dengan ucapannya, dia bahkan berlutut di kaki Igor memohon belas kasihan darinya

Bagaimana bisa kakeknya begitu tega menikahkannya dengan pria paruh baya yang lebih pantas menjadi ayahnya?

"Ini adalah akibat dari kebodohanmu. Jadi terima dan lakukan perintahku!" geram Igor dengan wajah merah, dia justru menjambak rambut Evgenia sampai wajahnya menengadah ke atas

Evgenia terus menangis, dia menatap ayahnya bermaksud memohon batuan, namun rasa kecewa kembali dia dapati. Sang ayah yang dulu mencintainya hanyalah sebuah topeng di hadapan sang nenek. Ketika nenek Evgenia meninggal, sifat asli Ivan mulai terlihat, dia bahkan tidak segan-segan untuk memukul Alleya saat marah. Evgenia beberapa kali melihat lebam di tubuh ibunya, namun Alleya mengelak jika itu ulah ayahnya, dia selalu mengatakan kalau dia terbentur atau terjatuh.

"Turuti saja perintah kakekmu Jeni. Kau tetap akan bisa hidup mewah jika menikah dengan tuan Gleb Pavel"

"Tapi ayah..." ucap Evgenia merana

"Diam! Aku tidak menerima bantahan. Kembali ke kamarmu! Dan ingat besok kau harus pergi menemui tuan Gleb Pavel!" perintah Igor dengan marah

Igor Vasiliev adalah pria yang bersifat otoriter. Dia selalu menganggap jika anak perempuan tidak pernah berguna jika dilahirkan.

"Ivan pergi ke ruang kerja. Kita harus membicarakan pernikahan mereka"

"Baik ayah"

Ivan Vasiliev memandang sejenak putrinya lalu pergi menyusul sang ayah ke ruang kerjanya.

Evgenia masih tersungkur di lantai sambil menangis. Kenapa dunia begitu kejam padanya? Dulu saat neneknya masih hidup, hanya tawa dan senyum yang dia rasakan, namun semua itu sudah lenyap tergantikan neraka dunia yang tidak pernah berakhir.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Wanita Milik Sang Pewaris   80

    Hari perjamuan pun tiba, Evgenia bersiap setelah mendengar suara bel apartemennya berbunyi, namun saat dia berniat membukanya, tiba-tiba terdengar dering panggilan dari ponselnya. Evgenia mengambil ponselnya dan terlihat nama Feliks disana, wanita itu mengerutkan dahinya heran. Jika bukan Feliks yang menekan bel-nya, lalu siapa yang melakukannya? Mata Evgenia seketika melebar, jantungnya berdetak cepat. Wanita itu berbalik lalu berlari menuju jendela, dan melompat dari sana. Dia tidak memperdulikan apartemennya yang berada di lantai dua, dia harus menyelamatkan dirinya. Dengan mengandalkan batang pohon yang terletak di luar apartemennya, dia menggunakannya sebagai pijakan untuk turun. Dan untunglah dia bisa mendarat dengan baik, ternyata aksi kaburnya sejak remaja masih bisa dia lakukan. Evgenia berlari menjauh dari gedung apartemen itu. Ketika berada diluar, wanita itu melihat sebuah mobil hitam yang terparkir di depan gedung apartemennya. Itu adalah mobil mili

  • Wanita Milik Sang Pewaris   79

    Setibanya di tempat pertemuan, Lev mengernyitkan dahinya saat melihat seorang pria yang tengah berjabat tangan dengan kliennya. Ketika keduanya berpapasan, pria itu hanya menarik sudut bibirnya tipis, lalu berjalan pergi. "Oh anda sudah tiba tuan Stainslav, silahkan duduk" Lev menatap Feliks seolah memberinya isyarat. Feliks mengangguk mengerti, dia segera mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada anak buahnya. "Anda datang lebih awal dari waktu perjanjian tuan Stainslav" "Maaf jika mengganggu anda tuan Lorenzo" "Tentu tidak tuan, saya baru saja selesai membahas proyek dengan tuan Pavel" "Apa anda mengenal pria itu?" "Hmm.. tidak begitu baik. Saya mendapatkan informasi jika tuan Pavel adalah salah satu pengusaha logam yang cukup terkenal di kota Ryazan" Lev hanya diam mendengarkan. "Ada apa tuan Stainslav?" "Tidak ada tuan. Jadi perhiasan apa yang anda inginkan, tuan Lorenzo?" Lorenzo memberi kode pada asistennya, dan pria itu berjalan mendekat untu

  • Wanita Milik Sang Pewaris   78

    Di bandara Sheremetyevo, pesawat yang membawa Matvei dan Albert akhirnya mendarat. "Lihat. Ini cucu keponakanku, sekarang dia sudah menjadi mahasiswa hukum di Oxford" ucap Albert seraya menunjukkan foto seorang gadis cantik yang tengah berpose di depan menara Eiffel "Dia sangat cantik" Albert tersenyum "Ya, ibunya memiliki keturunan bangsawan Inggris, jadi tidak heran jika paras putrinya cantik" Matvei mengangguk "Bagaimana dengan kabar cucu kesayangan mu, Mat?" "Dia baik-baik saja. Bahkan dia mendapat kerjasama dengan Avraam Bogdashha untuk membuat desain perhiasan milik keluarga kerajaan" "Benarkah? Itu luar biasa sekali" Matvei tersenyum bangga "Lalu kapan dia berniat menikah?" "Entahlah.. ku pikir dengan kembalinya putri Gusev, mereka akan segera memberikan kabar baik, tapi sepertinya mereka masih menunda hal itu" "Kelihatannya mereka kembali dekat" "Ya sepertinya begitu. Lev tidak menjauhinya meskipun hubungan mereka sudah berakhir. Mungkin mereka hanya ma

  • Wanita Milik Sang Pewaris   77

    Lev menatap tajam kepada dua wanita yang berdiri ketakutan. "Jika ingin melakukan kejahatan, lakukanlah dengan cantik. Bukankah kalian justru membuka kebodohan kalian sendiri" ucap Lev "Kurasa kalian sudah mengerti sekarang, jadi silahkan keluar dan lakukan tugasmu dengan baik Grigori" "Baik tuan. Maafkan saya atas masalah ini" Grigori memberi isyarat kepada Julie dan Disca untuk keluar. Namun saat berdiri dekat Evgenia untuk mengajaknya keluar, wanita itu tidak bergeming. Dan melihatnya membuatnya merasa merinding, dia seolah berhadapan dengan Lev versi wanita. Grigori pun berjalan keluar bersama Julie dan Disca. Melihat Evgenia yang masih berdiri disana, membuat Feliks mengernyitkan dahinya. "Apa ada yang ingin kau bicarakan lagi nona Vasiliev?" tanya Feliks heran Namun Lev segera mengangkat tangannya untuk menghentikan Feliks. "Keluarlah" Feliks bingung, dia melirik kepada Lev. Kedua orang itu masih saling menatap dan membuat Feliks mengerti isyarat itu di

  • Wanita Milik Sang Pewaris   76

    "Apa yang ingin kau katakan Feliks?" Suara Lev seketika menghentikan langkah Feliks yang baru saja berbalik, berniat keluar dari ruangan CEO. "Aku hanya ingin menyampaikan apa yang ku dapatkan" Lev mengangkat wajahnya, memandang asistennya. Feliks berjalan kembali mendekati Lev, dan menunjukkan sesuatu padanya. Lev hanya diam, dan Feliks tidak tau apa yang dipikirkan olehnya. "Apa kau berniat membantunya kali ini?" "Bawa mereka kemari" "Tentu" Feliks segera pergi ke ruang divisi perancangan setelah mendapat perintah dari Lev. Ketika ketiga orang yang diperintahkan sudah datang, Grigori menahan napasnya saat merasa aura mencekam di dalam ruangan itu. Julie yang tadinya masih tersenyum kemenangan, tiba-tiba merasa sedikit mengerut ketika tatapan Lev menghunus tajam padanya. Saat semuanya sudah berdiri di hadapan Lev, terdengar suara lain di dalam ruangan itu. "Ya. Aku berhasil membuatnya dalam masalah" Mata Julie seketika melebar. "Kau memang hebat.

  • Wanita Milik Sang Pewaris   75

    Karol yang saat itu tengah memainkan game di ponselnya mengernyitkan dahinya heran melihat ibunya yang tampak gelisah. Zilya terus mondar-mandir, sambil memegang ponselnya. Karol mengangkat bahunya tidak peduli, dia kembali memainkan ponselnya. Meskipun Ivan melarang mereka keluar rumah, Karol tidak memperdulikannya, justru dia senang karena tidak perlu repot mengurusi perusahaan yang hampir bangkrut itu. Zilya melihat ponselnya yang berdering, dia segera mengangkatnya "Bagaimana?!" "Maafkan saya nyonya, wanita itu ternyata berhasil selamat" "Sialan!" Zilya merasa sangat geram mendengarnya, lalu dia tiba-tiba menyeringai seolah merencanakan sesuatu "Carilah orang yang bisa membantu kita, dan pastikan wanita itu tidak akan bisa selamat kali ini" "Baik nyonya, akan segera saya lakukan" Zilya menyeringai, dia yakin kali ini Evgenia akan dengan sukarela kembali dan menyerahkan dirinya. Dan setelah hal itu terjadi, maka dia akan terbebas dari jeratan ancaman Gleb Pavel

  • Wanita Milik Sang Pewaris   55

    Seketika keringat dingin terasa membasahi punggung Nail dan Alisa, mereka menyadari tidak ada cafe lain yang paling dekat dengan kantor mereka selain tempat itu, jika mereka harus pergi ke cafe lain, mereka setidaknya harus berjalan kaki beberapa kilometer atau menggunakan taksi agar lebih cepat sa

  • Wanita Milik Sang Pewaris   54

    Beberapa hari berlalu sejak makan malam itu, dan Mitya membuktikan ucapannya. Dia sering datang ke kantor Stains Corp untuk menemui Lev, dengan membawakan makan siang ataupun yang lainnya. Wanita itu ingin mengambil kembali miliknya, meskipun Lev sama sekali tidak menanggapinya. Bagi Lev, apa

  • Wanita Milik Sang Pewaris   53

    Matvei menatap tajam ke arah ke-empat orang yang berdiri di depan kamar Mark. "Apa yang sedang kalian perdebatkan?" "Ayah.. ini.." ucap Yegor bermaksud menjelaskan, namun gerakan tangan Matvei menghentikannya "Jelaskan padaku apa yang terjadi Mark?" "Kakek.. aku hanya ingin melakukan tes D

  • Wanita Milik Sang Pewaris   52

    Di ruangan CEO, Mark masuk setelah Gresha membukakan pintu untuknya. Mark berjalan mendekat dan melihat punggung Lev yang sedang berdiri di depan jendela besar disana. "Apa kau memanggilku untuk membahas proposal yang sudah ku buat sebelumnya?" tanya Mark Lev berbalik dan menarik sudut bibir

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status