Share

3-edit

Author: Meylen
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-06 18:10:04

Seorang pria berambut hitam masuk ke dalam kamar hotel.

"Apa kau sudah mendapatkan informasi tentang wanita itu?"

"Ayolah Lev.. aku baru saja datang dan kau tidak memberiku secangkir kopi terlebih dulu justru malah memberiku pekerjaan"

"Aku menggajimu bukan untuk berbasa-basi Feliks. Jadi cepat katakan"

Feliks mendengus mendengarnya.

Lev Stainslav adalah sahabat sekaligus bosnya. Pria itu selalu saja seenaknya memberikan perintah.

Tapi apakah dia bisa menolak? Jawabannya yang pasti adalah tidak. Perintah Lev adalah mutlak dan dia tidak menerima kegagalan dalam perintahnya.

Feliks Khariton adalah asisten pribadi Lev Stainslav, mereka sudah berteman sejak kecil. Dan ayah Feliks sebelumnya adalah asisten pribadi ayah Lev.

"Baiklah. Aku sudah melihatnya dari cctv hotel. Wanita itu adalah Evgenia Vasiliev. Calon tunangan sepupumu - Mark Yaroslav"

Lev terdiam sesaat, sedikit terkejut dengan kabar yang Feliks berikan.

"Mark semalam mengadakan pesta mewah untuk merayakan ulang tahun kekasihnya di hotel ini"

Lev memang sempat mendengar kabar itu dari kakeknya, namun dia tidak menyangka bahwa akan terjadi kejutan tadi malam.

Sudut bibir Lev terangkat dan Feliks merasa itu bukan sesuatu hal yang baik.

"Apakah kau bercinta dengannya semalam?"

"Ya" jawab Lev tanpa beban

Mata Feliks membulat tidak percaya "Mark pasti tidak akan melepaskanmu"

Lev justru tersenyum lebar sampai lesung pipinya terlihat "Benarkah? Aku merasa semakin tertarik jika hal itu terjadi"

Feliks hanya bisa menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan Lev. Itu akan memicu konflik keluarganya, meskipun Mark hanyalah sepupu angkat Lev tapi Metvei Stainslav - kakek Lev sangat menyayangi putri angkatnya Bella Stainslav - ibu Mark, tentu saja Mark juga menjadi cucu kebanggaan Matvei.

"Apa ada hal lain yang kau dapatkan tentang wanita itu?"

Feliks mengangguk "Evgenia Vasiliev, orang-orang memanggilnya dengan Jeni. Dia putri dari Ivan Vasiliev dan Alleya Belova. Dan tuan Ivan mempunyai dua orang istri, istri pertama adalah nyonya Alleya - ibu dari Jeni sedangkan istri keduanya adalah nyonya Zilya Barbara, mereka mempunyai seorang putra bernama Karol Vasiliev, dia adalah kakak tiri dari Jeni"

"Kakak tiri?" ucap Lev mengernyit heran

Feliks mengangguk "Tuan Ivan dan nyonya Zilya pernah berhubungan sebelum menikah dengan nyonya Alleya. Dan saat itu nyonya Zilya tengah mengandung, namun karena istri tuan Igor Vasiliev - kakek Jeni tidak menyukai nyonya Zilya, maka mereka tidak pernah menikah"

"Lalu bagaimana pada akhirnya mereka bersama?"

"Tuan Igor menginginkan cucu laki-laki yang bisa meneruskan perusahaan miliknya. Karena nyonya Alleya hanya bisa memberikan satu keturunan, maka tuan Igor menyuruh putranya untuk menikah lagi. Saat itu tuan Ivan membawa nyonya Zilya ke kediaman Vasiliev dan menjadikannya istri kedua, hal itu terjadi setelah istri tuan Igor meninggal. Jadi tidak akan ada yang menghalangi hal itu"

Lev mengangguk, sekarang dia mengerti dengan situasi yang sedang dihadapi oleh Evgenia.

Sangat disayangkan, ketika kakek dan neneknya memilih untuk mengadopsi anak agar mereka bisa mempunyai keturunan perempuan, lain halnya dengan Igor Vasiliev, dia justru menyuruh putranya untuk menikah lagi agar bisa mempunyai keturunan laki-laki. Dunia memang tidak semuanya baik, pikir Lev.

"Lalu?"

"Kondisi Liev Corp satu tahun yang lalu sedang kurang bagus, beberapa investor membatalkan kerja samanya, tapi berkat dukungan Mark, perusahaan itu kembali bangkit"

Lev menyeringai "Kurasa kau sudah bisa menebak jalan akhirnya seperti apa"

Feliks mengangguk "Benar. Tuan Igor menjadikan Jeni sebagai alat untuk pertukaran keuntungan. Tapi dia tidak menjodohkan Jeni dengan Mark. Mereka saling mengenal sejak SMP dan menjalin hubungan saat awal SMA, jadi sebuah keberuntungan bagi Igor Vasiliev karena tidak perlu bekerja keras"

Lev mengangguk. Ya, dia ingat Evgenia adalah wanita yang pernah dia temui di masa lalu, karena itulah dia merasa tidak asing ketika melihatnya. Lev mengenal Evgenia ketika dia pindah ke salah satu sekolah di pinggiran kota Moskow.

Lev tinggal di kediaman Yaroslav dalam beberapa waktu, setelah peristiwa tragis yang merenggut nyawa kedua orang tuanya.

"Ada lagi informasi yang kau dapatkan?"

"Tidak. Hanya saja aku mendapat undangan pertunangan Mark dan Evgenia"

Lev mengernyitkan dahinya namun dia segera menormalkan ekspresinya. Lev berjalan menuju pantry untuk mengambil segelas air putih, namun pikirannya kembali melayang pada Evgenia.

"Apa rencanamu setelah ini?" tanya Feliks

Jika Evgenia sudah tidur bersama Lev dan gadis itu hamil, maka pertunangan Mark dan Evgenia tidak bisa dilanjutkan lagi.

Melihat ekspresi Feliks, membuat Lev berbicara "Apa kau berpikir wanita itu akan hamil dalam sekali percobaan?"

Feliks sedikit tersentak, terkadang dia berpikir apakah Lev mempunyai indra keenam karena bisa menebak apa yang orang lain pikirkan "Mungkin saja"

Lev menaikan sudut bibirnya, jika itu benar terjadi maka benihnya itu sangat ampuh.

Lev memang tidak pernah mengeluarkan benihnya kepada wanita sembarangan, bahkan dengan mantan kekasihnya dulu pun dia tetap akan menggunakan pengaman, namun malam tadi pengecualian, pria itu tidak menggunakannya dan dia juga sadar sudah mengeluarkan benihnya di rahim Evgenia.

"Jadi apa kau akan datang ke pesta pertunangan itu?"

Sudut bibir Lev terangkat "Tentu saja. Aku harus menghargai undangan sepupuku bukan..?"

Lev bersiap lalu pergi bersama Feliks menuju Stains Corp.

Selama di perjalanan Feliks membacakan jadwal pekerjaan hari ini kepada Lev.

Lev mendengarkannya, namun pikirannya kembali melayang pada sosok Evgenia. Entah mengapa ada perasaan lain di hatinya, setiap dia melihat Evgenia, itu mengingatkannya pada gadis kecil yang sudah memberikannya cincin ranting.

"Apa kau mendengarkan ku Lev?"

"Ya. Aku mendengarnya"

Feliks mendengus, tentu saja sahabatnya itu tidak mendengarkan semua ucapan dengan baik

"Apa yang kau pikirkan?" tanya Feliks

"Tidak ada"

"Kau tidak bisa membohongiku. Apa kau masih memikirkan gadis kecilmu?"

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Wanita Milik Sang Pewaris   114

    Matvei melemparkan koran ke meja kerjanya, dia mengusap keningnya yang berdenyut. "Tuan.." Jerry menunduk khawatir "Bagaimana berita ini bisa menyebar, Jerry?!" "Sepertinya ada paparazi yang menyusup dalam pesta, tuan.." "Bagaimana mereka bisa lolos dari pemantauan?!" "Maafkan saya, tuan.. ini kesalahan saya" Matvei tidak habis pikir dengan apa yang diberitakan media. Di Liev Corp, Karol tertawa saat membaca koran hari ini. "Tampaknya riwayatmu tidak akan lama lagi, Jeni ku sayang.." Karol merasa sangat senang dengan apa yang media beritakan. Akhirnya dia bisa kembali melihat penderitaan Evgenia. Sedangkan di Stains Corp, ketika Lev dan Feliks berjalan memasuki kantor, semua pandangan tertuju padanya. "Aku merasa ada yang tidak beres" ucap Feliks pelan sambil memperhatikan sekitar Dan saat itu juga Feliks mendapat panggilan telepon dari anak buahnya. Mata Feliks melebar saat mendengar kabar yang diberikan. Ketika Lev sampai di ruangannya, terlihat Gresha

  • Wanita Milik Sang Pewaris   113

    Lev mencengkram gelas di tangannya dengan erat. Dia menenggak sampanye hingga tandas dan meletakkan gelas itu dengan keras di atas meja, lalu berjalan menjauh meninggalkan tempat itu. "Terima kasih Mark" "Kau baik-baik saja Jeni?" tanya Mark tampak khawatir "Ya. Tapi sepertinya aku sudah merusak sepatu milik Dinara" "Tidak masalah. Dia memiliki banyak benda seperti itu" Evgenia merasa tidak enak, bagaimanapun Dinara sudah meminjamkan miliknya, namun dia justru merusaknya. Tanpa mereka ketahui, ada kilatan kamera yang menangkap moment itu. Di tempat lain, Dinara mendekati wastafel untuk mencuci tangannya, dan melihat Mitya yang tengah memoles lipstick di bibirnya. "Aku tidak menyangka kau masih menerima wanita itu yang sudah mengkhianati saudaramu" "Dia tetap bagian dari keluarga" Mitya tersenyum mengejek, dia menoleh kepada Dinara "Sekali wanita penggoda tetaplah wanita penggoda. Kau tau.. wanita itu sudah merebut posisi yang seharusnya menjadi milikku" "L

  • Wanita Milik Sang Pewaris   112

    Pagi itu Evgenia terbangun dan tidak menemukan Lev dimanapun. Semalam pria itu mengatakan jika hari ini akan ada jamuan makan malam keluarga di sebuah kapal pesiar milik Stainslav. Kate - pelayan pribadinya mengatakan jika Lev sudah pergi sejak pagi hari. Setelah sarapan, Evgenia kembali ke kamarnya dan menyibukkan diri dengan membuat sketsa aksesoris untuk usahanya sendiri, lalu dia mengirimkannya kepada orang kepercayaannya. Tanpa sadar, waktu sudah menjelang sore hari dan terlihat Lev yang belum juga kembali, bahkan tidak ada satu pun pesan yang dikirimkan olehnya. Evgenia menghela napas pelan, dan saat itu juga terdengar ketukan dari luar pintu kamarnya. Terlihat Kate masuk dengan membawa sebuah kotak untuknya. "Tuan meminta anda memakainya untuk malam ini, nyonya" "Baiklah. Terima kasih" Pelayan itu pun pergi meninggalkan Evgenia. Malam harinya, Lev yang sedang menerima telepon di dekat tangga lantai satu, mendengar suara sepatu hak tinggi yang menuruni

  • Wanita Milik Sang Pewaris   111

    Di ruangan CEO, terdengar suara pintu yang terbuka begitu saja. Di belakangnya ada Gresha yang berusaha mencegah seorang pria yang menerobos masuk. "Kau bisa keluar Gresha" "Baik tuan" Karol menarik sudut bibirnya dan berjalan mendekati meja kerja Lev. Dia menarik kursi di depan meja itu dan duduk dengan angkuh. "Bukankah seharusnya kau memanggilku dengan sebutan kakak ipar sekarang?" "Apa yang kau lakukan Karol?" Karol menarik sudut bibirnya "Hanya ingin berkunjung untuk menyapa adik iparku" Lev menatapnya seolah ucapan pria itu tidak penting. "Apa yang kau inginkan?" "Kita sudah menjadi keluarga sekarang. Bukankah seharusnya aku juga mendapat bagian khusus?" "Bagian khusus?" Karol mengangguk "Kau melamar Jeni dengan banyak barang mewah, tapi semua itu hanya sebagai bayaran karena keluarga Vasiliev sudah mengurus Jeni selama ini" Lev menarik sudut bibirnya, merasa lucu dengan ucapan pria itu. "Dan?" Karol menatap sekeliling ruangan itu lalu terse

  • Wanita Milik Sang Pewaris   110

    Mark mendatangi Stains Corp, dia membuka pintu ruangan CEO, tanpa memperdulikan peringatan dari Gresha. Lev yang tengah melakukan rapat virtual seketika menghentikan semuanya. Langkah Mark terhenti, namun rasa kesal menghilangkan rasa sopan santunnya. Lev menyandarkan punggungnya di kursi "Apa yang kau inginkan?" "Kenapa kau mengambil keputusan tanpa meminta ijin dariku?!" Lev sedikit mengerutkan dahinya, namun sedetik kemudian dia menyeringai tipis. "Kau punya masalah dengan itu?" "Bagaimanapun seharusnya kau mendiskusikannya terlebih dulu denganku. Aku lah direktur utama di mall itu, jadi semua keputusan harus melewati ku terlebih dahulu" geram Mark tidak terima Lev berdiri dan berjalan mendekatinya "Perlu kau ingat satu hal, Mark Yaroslav. Meskipun kau menjadi direktur utama disana, tapi mall itu masih berada dibawah kendali Stains Corp. Dan seharusnya kau tau apa artinya" Mark mengepalkan tangannya. "Jika kau tidak memiliki urusan lain disini, silahkan per

  • Wanita Milik Sang Pewaris   109

    Di Stains Corp, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan gedung. Beberapa reporter mendekatinya dan mencoba mengambil foto sebanyak mungkin. Para petugas keamanan bersiaga, mereka membukakan jalan untuk Lev dan Evgenia yang keluar dari mobil. "Tuan Lev, apakah benar jika anda sudah menikah?" "Ya" "Kenapa anda tidak mengumumkannya kepada publik?" "Aku berniat melakukannya setelah pernikahan" "Kenapa anda melakukan pernikahan secara tertutup?" "Aku tidak ingin merusak kesakralannya" "Siapa wanita yang anda nikahi, tuan Lev?" "Dia Evgenia Vasiliev" ucap Lev seraya merangkul tubuh Evgenia merapat padanya Sorotan kamera mengarah kepada keduanya untuk mengambil foto dan rekaman video. "Apakah benar jika dia adalah salah satu karyawan anda?" "Ya.. Dia bekerja di divisi perancangan" "Apakah dia anak dari tuan Ivan Vasiliev, pemilik Liev Corp?" "Ya benar" Bisikan dari para awak media yang mengutarakan pendapatnya terdengar oleh keduanya. "Apakah anda me

  • Wanita Milik Sang Pewaris   7

    Di luar ballroom tampak Mark yang tampak panik karena tidak berhasil menemukan Jeni setelah pesta usai. "Kau yakin dia sudah meminumnya?" ucap Mark kesal, dia bahkan hampir membentak pelayan yang sudah dibayarnya untuk memberikan wine kepada kekasihnya "Tentu tuan. Nona bahkan menghabiskan minu

  • Wanita Milik Sang Pewaris   6

    Taksi yang ditumpangi Evgenia berhenti di depan sebuah minimarket di pinggiran kota Moskow. Lilia sedang membereskan beberapa barang di rak, sampai matanya tidak sengaja menangkap sosok Evgenia berdiri di depan minimarket, wanita itu melambaikan tangan padanya. Lilia bergegas keluar dan menghampiri

  • Wanita Milik Sang Pewaris   2

    Dua minggu setelah kejadian naas itu terjadi. Di ballroom sebuah hotel mewah di Moskow, terlihat pemandangan indah yang menghiasi seluruh ruangan, begitu juga musik klasik yang mengalun merdu menambah suasana hangat di dalamnya. Namun tidak lama senyum kebahagiaan Evgenia luntur ketika matanya menan

  • Wanita Milik Sang Pewaris   1

    "Apa yang harus kulakukan?" lirih seorang wanita berambut pirang panjang Wanita itu terduduk lemas di samping tempat tidur pasien di sebuah rumah sakit, menatap sedih sesosok wanita yang tertidur tenang dengan selang infus dan alat bantu pernafasan yang setia menemaninya dalam dua bulan terakhir.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status