로그인Hidup Evgenia Vasiliev tidak akan pernah mudah dimanapun dia berada. Eve menemukan dirinya sudah tidur dengan pria asing di pesta perayaan ulang tahunnya yang ke 23. Tepat di hari pertunangannya dengan Mark Yaroslav, seorang wanita datang mengacaukan acara dengan mengaku hamil anak Mark. "Menikahlah denganku. Maka akan ku selamatkan hidup ibumu" "Dimanapun aku berada, aku hanyalah sebuah alat tukar untuk menyelamatkan hidup ibuku" "Benar. Yang perlu kau lakukan hanya diam dan tanda tangani perjanjian kontrak ini" Lev Stainslav tidak akan membiarkan Evgenia Vasiliev menghilang lagi dari hidupnya, dia akan menjeratnya dan memilikinya, meskipun harus menggunakan nyawa ibunya sebagai taruhan. Pilihan Eve hanya dua, menikah dengan Lev Stainslav atau kembali ke kediaman ayahnya dan menikah dengan pria tua yang lebih pantas menjadi ayahnya. Karena hanya itu jalan satu-satunya untuk menolong nyawa ibunya. (IG @penaberseri)
더 보기"Apa yang harus kulakukan?" lirih seorang wanita berambut pirang panjang
Wanita itu terduduk lemas di samping tempat tidur pasien di sebuah rumah sakit, menatap sedih sesosok wanita yang tertidur tenang dengan selang infus dan alat bantu pernafasan yang setia menemaninya dalam dua bulan terakhir. Wanita yang sejak dulu terlihat sangat cantik dan lembut, kini terbaring lemah dengan wajah pucat dan dibantu oleh alat yang seolah menunjang kehidupannya. "Ibu.. tolong.. katakan apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkanmu.." ucap wanita itu sambil berusaha menghapus air mata yang semakin banyak keluar dari mata indahnya Evgenia Vasiliev, seorang wanita muda yang harus membuat keputusan besar dalam hidupnya agar bisa menolong sang ibu. Setelah kehilangan kesuciannya oleh seorang pria asing dan gagal dalam pertunangannya dengan kekasihnya, kini hidup Evgenia dihadapkan pada keputusan yang tidak dia inginkan. Wajahnya sudah basah karena air mata. Ponselnya terus berdering, menampilkan nama tunangannya disana, namun Evgenia sama sekali tidak memperdulikannya. Ingatannya kembali berkelana pada kejadian dimana semua kekacauan ini bermula. Tepatnya ketika pesta ulang tahunnya yang ke dua puluh tiga. "Uhh! kepalaku sakit sekali" Di lorong sebuah hotel, terlihat seorang wanita yang berjalan terhuyun. Evgenia berusaha menjaga langkahnya meskipun pandangannya tampak kabur, menggunakan tangannya untuk menumpu tubuhnya dengan berpegang pada dinding hotel yang dingin. Tubuhnya terasa panas dan kepalanya berdenyut menyakitkan. Sampai akhirnya tubuhnya tidak sengaja menabrak seseorang yang baru saja keluar dari sebuah lift. "Tolong... bantu aku.." "Siapa kau?" suara dingin yang terdengar "Tolong.. lakukan sesuatu.." "Aku tidak mengenalmu nona jadi menyingkirlah!" suara dingin itu semakin menusuk dan entah mengapa Evgenia tidak menyukainya Namun denyutan di kepala Evgenia semakin terasa menyiksa dan tubuhnya seolah terbakar, dia meraih kerah jas pria di depannya dan mencengkramnya, dengan tatapan memelas dia masih berusaha meminta pertolongan dari pria di hadapannya. "Ku mohon tuan.. lakukan sesuatu.. a-aku su-dah tidak kuat lagi.." "Kau yakin ingin aku menolongmu" Dengan tatapan satu, Evgenia mengangguk pelan. Pria itu menciumnya dan membuatnya bergerak mundur, hingga memasuki sebuah kamar. Di dalam kamar, pria itu melepaskan ciumannya. Evgenia terengah, jantunganya berdebar cepat. Pria di depannya menarik sudut bibir dan kembali memagut bibirnya. Evgenia yang terpengaruh obat perangsang pun tidak bisa mengendalikan dirinya, entah mengapa rasanya dia ingin merasakan sesuatu di tubuhnya, dan belaian tangan pria itu seketika melecutkan gairahnya. Keduanya terengah saat ciuman itu terlepas. Pria itu menurunkan gaun yang dipakai Evgenia hingga jatuh di lantai yang dingin. Terlihat sepasang pakaian dalam berenda berwarna putih masih menutupi aset berharga wanita itu. Mata pria itu sedikit melebar ketika melihatnya, gairahnya naik begitu saja. Pria itu kembali meraup bibir manis Evgenia, dan tangannya terus menjalar di tubuh wanita itu. Terdengar desahan dari Evgenia di sela ciuman mereka. Evgenia yang terbakar gairah pun mulai berani menyentuh pria itu, dengan jari lembutnya, dia mulai membelai dada pria itu yang entah sejak kapan jasnya sudah terlepas begitu saja. Kancing kemeja pria itu terbuka dan memudahkan Evgenia untuk meraba tubuhnya. Terasa bulu-bulu halus yang menghiasi dada pria itu. Evgenia mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu, berjinjit dan memperdalam ciuman mereka. Pria itu mulai membuka kaitan bra yang dikenakan Evgenia dan seketika takjub dengan dada milik wanita itu, dan dia langsung menyentuhnya. Erangan Evgenia terdengar saat pria itu menyentuh puncak dadanya. Pria itu membawa tubuh Evgenia ke ranjang, dia bangkit untuk melepaskan pakaian yang masih menempel di tubuhnya. Evgenia terpengarah saat melihat kejantanan pria itu. Pria itu kembali menindihinya dan melanjutkan penjelajahannya. Setiap sentuhan pria itu membuatnya mendesah merdu. Sampai akhirnya pria itu melepaskan celana dalam Evgenia dan matanya kembali melebar saat melihat tubuh polos wanita di bawahnya itu. Pria itu meneguk ludah kasar, dan kembali memagut bibir Evgenia dengan keras. "Arghhh sakittt!!" Teriakan dan air mata Evgenia mengejutkan pria itu. Sesaat gerakan pria itu terhenti, merasa seperti sudah menembus sesuatu. Pria itu menunduk, melihat ke arah penyatuan tubuh mereka, dan tampaklah noda darah yang menempel pada miliknya. "Kau masih perawan?" ucap pria itu tidak percaya Namun Evgenia tidak menjawabnya, air mata menetes dari sudut matanya karena sakit yang dia rasakan. "Tahanlah. Ini tidak akan sakit lagi" Evgenia tidak menjawabnya, dia hanya bisa menahan napasnya. Pria itu kembali menggerakkan miliknya, menghujam jauh ke dalam kewanitaan Evgenia. Lalu perlahan isak tangis itu terganti dengan suara erangan. Gerakan pria itu semakin cepat, merasa milik Evgenia memanjakan miliknya di dalam sana. Evgenia sampai mencakar punggung pria itu sebagai pelampiasan. Pria itu kembali memagut bibir manis Evgenia seraya menghujam keras miliknya. "Ah ah ah.. aku sudah tidak kuat lagi" "Lakukan bersama" Pria itu menggenggam tangan Evgenia saat pelepasan hebat menghamipiri keduanya. Nafas keduanya terengah saat selesai. Pria itu perlahan melepaskan miliknya. Evgenia langsung tertidur setelah itu. Keesokan harinya, Evgenia terbangun saat merasakan sinar matahari mengenai wajahnya. Perlahan dia membuka mata dan terkejut melihat kondisi dirinya, terlebih dengan adanya seorang pria di sampingnya yang masih tertidur. "Oh Tuhan.. apa yang sudah kulakukan?!" pekik pelam Evgenia Evgenia langsung turun dari tempat tidur dan seketika dia meringis, merasakan sakit yang menjalar di pangkal pahanya. Menyadari hal yang sudah terjadi, Evgenia merasa dunianya seakan hancur. Evgenia segera memunguti pakaiannya dan memakainya asal, dengan air mata yang lolos dari kedua bola matanya, wanita itu segera berlari meninggalkan kamar. "Sebenarnya apa yang sudah terjadi?" di dalam lift, Evgenia menyandarkan punggungnya sambil mencoba menghapus air matanya Evgenia tidak begitu ingat dengan kejadian semalam. Dia hanya ingat sedang merayakan pesta ulang tahunnya bersama kekasihnya dan teman-temannya. Lalu bagaimana bisa dia berakhir tidur bersama pria asing?Matvei melemparkan koran ke meja kerjanya, dia mengusap keningnya yang berdenyut. "Tuan.." Jerry menunduk khawatir "Bagaimana berita ini bisa menyebar, Jerry?!" "Sepertinya ada paparazi yang menyusup dalam pesta, tuan.." "Bagaimana mereka bisa lolos dari pemantauan?!" "Maafkan saya, tuan.. ini kesalahan saya" Matvei tidak habis pikir dengan apa yang diberitakan media. Di Liev Corp, Karol tertawa saat membaca koran hari ini. "Tampaknya riwayatmu tidak akan lama lagi, Jeni ku sayang.." Karol merasa sangat senang dengan apa yang media beritakan. Akhirnya dia bisa kembali melihat penderitaan Evgenia. Sedangkan di Stains Corp, ketika Lev dan Feliks berjalan memasuki kantor, semua pandangan tertuju padanya. "Aku merasa ada yang tidak beres" ucap Feliks pelan sambil memperhatikan sekitar Dan saat itu juga Feliks mendapat panggilan telepon dari anak buahnya. Mata Feliks melebar saat mendengar kabar yang diberikan. Ketika Lev sampai di ruangannya, terlihat Gresha
Lev mencengkram gelas di tangannya dengan erat. Dia menenggak sampanye hingga tandas dan meletakkan gelas itu dengan keras di atas meja, lalu berjalan menjauh meninggalkan tempat itu. "Terima kasih Mark" "Kau baik-baik saja Jeni?" tanya Mark tampak khawatir "Ya. Tapi sepertinya aku sudah merusak sepatu milik Dinara" "Tidak masalah. Dia memiliki banyak benda seperti itu" Evgenia merasa tidak enak, bagaimanapun Dinara sudah meminjamkan miliknya, namun dia justru merusaknya. Tanpa mereka ketahui, ada kilatan kamera yang menangkap moment itu. Di tempat lain, Dinara mendekati wastafel untuk mencuci tangannya, dan melihat Mitya yang tengah memoles lipstick di bibirnya. "Aku tidak menyangka kau masih menerima wanita itu yang sudah mengkhianati saudaramu" "Dia tetap bagian dari keluarga" Mitya tersenyum mengejek, dia menoleh kepada Dinara "Sekali wanita penggoda tetaplah wanita penggoda. Kau tau.. wanita itu sudah merebut posisi yang seharusnya menjadi milikku" "L
Pagi itu Evgenia terbangun dan tidak menemukan Lev dimanapun. Semalam pria itu mengatakan jika hari ini akan ada jamuan makan malam keluarga di sebuah kapal pesiar milik Stainslav. Kate - pelayan pribadinya mengatakan jika Lev sudah pergi sejak pagi hari. Setelah sarapan, Evgenia kembali ke kamarnya dan menyibukkan diri dengan membuat sketsa aksesoris untuk usahanya sendiri, lalu dia mengirimkannya kepada orang kepercayaannya. Tanpa sadar, waktu sudah menjelang sore hari dan terlihat Lev yang belum juga kembali, bahkan tidak ada satu pun pesan yang dikirimkan olehnya. Evgenia menghela napas pelan, dan saat itu juga terdengar ketukan dari luar pintu kamarnya. Terlihat Kate masuk dengan membawa sebuah kotak untuknya. "Tuan meminta anda memakainya untuk malam ini, nyonya" "Baiklah. Terima kasih" Pelayan itu pun pergi meninggalkan Evgenia. Malam harinya, Lev yang sedang menerima telepon di dekat tangga lantai satu, mendengar suara sepatu hak tinggi yang menuruni
Di ruangan CEO, terdengar suara pintu yang terbuka begitu saja. Di belakangnya ada Gresha yang berusaha mencegah seorang pria yang menerobos masuk. "Kau bisa keluar Gresha" "Baik tuan" Karol menarik sudut bibirnya dan berjalan mendekati meja kerja Lev. Dia menarik kursi di depan meja itu dan duduk dengan angkuh. "Bukankah seharusnya kau memanggilku dengan sebutan kakak ipar sekarang?" "Apa yang kau lakukan Karol?" Karol menarik sudut bibirnya "Hanya ingin berkunjung untuk menyapa adik iparku" Lev menatapnya seolah ucapan pria itu tidak penting. "Apa yang kau inginkan?" "Kita sudah menjadi keluarga sekarang. Bukankah seharusnya aku juga mendapat bagian khusus?" "Bagian khusus?" Karol mengangguk "Kau melamar Jeni dengan banyak barang mewah, tapi semua itu hanya sebagai bayaran karena keluarga Vasiliev sudah mengurus Jeni selama ini" Lev menarik sudut bibirnya, merasa lucu dengan ucapan pria itu. "Dan?" Karol menatap sekeliling ruangan itu lalu terse
Di luar ballroom tampak Mark yang tampak panik karena tidak berhasil menemukan Jeni setelah pesta usai. "Kau yakin dia sudah meminumnya?" ucap Mark kesal, dia bahkan hampir membentak pelayan yang sudah dibayarnya untuk memberikan wine kepada kekasihnya "Tentu tuan. Nona bahkan menghabiskan minu
Taksi yang ditumpangi Evgenia berhenti di depan sebuah minimarket di pinggiran kota Moskow. Lilia sedang membereskan beberapa barang di rak, sampai matanya tidak sengaja menangkap sosok Evgenia berdiri di depan minimarket, wanita itu melambaikan tangan padanya. Lilia bergegas keluar dan menghampiri
Saat mengetahui Evgenia menjalin hubungan dengan Mark Yaroslav, itu menjadi angin segar bagi Igor dan Ivan. Meskipun Mark bukanlah keturunan asli dari keluarga Stainslav, tapi mereka yakin jika Matvei Stanislav pasti memberikan sebagian hartanya untuk cucu angkatnya itu. Tapi karena kegagalan pertu
Di tengah kesedihan dan kekecewaan Evgenia karena dikhianati oleh tunangannya, tiba-tiba sebuah suara mendekatinya "Sepertinya kalian sama-sama saling mengkhianati malam itu" Tubuh Evgenia seketika menegang mendengar suara itu, dia mencoba menghapus air matanya dan menatap tidak suka pada Lev.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.