登入Plak!
Suara tamparan keras menggema di ruangan itu. "Kakek.." "Dasar gadis bodoh! Lihat apa yang sudah kau lakukan! Kau menghancurkan semuanya!" "Kakek.. kenapa kakek menyalahkanku?" isak Evgenia "Kalau saja kau tidak keras kepala untuk menjaga kesucianmu itu, sekarang kau yang pasti mengandung anak Mark!" Mata Evgenia melebar tidak percaya. Bagaimana mungkin kakeknya sendiri berkata seperti itu. "Lihat Jeni, sekarang bukan hanya kau yang kehilangan Mark, tapi martabat keluarga kita juga sudah hancur!" ucap seorang pria berambut hitam "Ayah.. aku tidak tau kenapa semua ini terjadi.. aku disini korban" "Itu karena kesalahanmu sendiri!" murka Igor Vasiliev "Apa kalian tidak memikirkanku?" ucap Evgenia menangis, bukan hanya sakit secara fisik, tapi hatinya sudah terluka dua kali malam ini "Bagiku yang terpenting adalah kesejahteraan Liev Corp. Dan karena kebodohanmu, nasib Liev Corp bisa saja hancur" geram Igor seraya menggertakkan giginya "Kakekmu benar Jeni, jika saja kau masih bertunangan dengan Mark Yaroslav dan berhasil menikah dengannya, kemungkinan besar Liev Corp akan semakin berkembang pesat. Mark pasti dengan suka rela menanamkan saham pada perusahaan kita" "Ayah.. bagaimana mungkin kau berkata seperti itu pada putrimu sendiri.." Evgenia sungguh terluka mendengarnya "Tidak usah memasang wajah menyedihkan seperti itu. Air matamu tidak akan memperbaiki semuanya" Evgenia menangis tergugu. "Dan karena kau sudah gagal bertunangan dengan Mark, maka pengobatan ibumu akan ku hentikan" ancam Igor "Apah? Tidak. Kakek tidak bisa melakukan hal itu" "Kenapa tidak?! Ingat Jeni! Kau masih ku biarkan hidup dengan baik di rumah ini karena kau masih dibutuhkan, tapi sekarang kau sudah tidak berguna lagi" "Apah?!" mata Evgenia melebar Ivan Vasiliev menyeringai "Kami sengaja merawatmu selama ini dengan alasan kau bisa membawa keuntungan untuk keluarga ini" Evgenia menggelengkan kepalanya tidak percaya. "Tapi karena kau sudah mengacaukan semuanya, maka kau juga sudah tidak dibutuhkan di rumah ini. Kau bisa membawa ibu mu yang tidak berguna itu untuk pergi jauh dari kota ini" "Kakek! Kakek tidak bisa melakukan hal seperti itu padaku.. aku mohon.." Evgenia berlari seraya berlutut, memegang kedua kaki sang kakek, berharap belas kasih dari pria tua itu Namun Igor menendangnya, sehingga Evgenia jatuh terduduk disana. "Kau sudah menyia-nyiakan kesempatan yang sudah terbuka lebar" "Aku tidak tau semua ini akan berakhir begitu saja. Justru Mark yang sudah mengkhianatiku, seharusnya kalian mendukungku" "Mark mengkhianatimu karena kau tidak bisa memuaskannya, jadi terima itu!" tuding Ivan "Aku akan melakukan apapun, tapi tolong.. jangan hentikan pengobatan ibuku" Evgenia memohon, air matanya berderai membasahi seluruh wajahnya Igor menyeringai "Kau akan melakukan apapun?" Evgenia mengangguk cepat. "Kalau begitu, kau harus bersiap untuk bertemu calon pengantin mu yang baru" Tangis Evgenia seketika berhenti, dia terkejut dengan apa yang diucapkan oleh sang kakek. "Siapa maksud ayah?" "Seorang pria bernama Gleb Pavel. Dan dia akan menjemputmu malam ini juga" "Apah?!" Evgenia menatap tidak percaya "Maksud ayah, Gleb Pavel - seorang pengusaha logam dari kota Ryazan?" Igor mengangguk "Istrinya baru meninggal sekitar setengah tahun yang lalu, dan dia tidak keberatan saat ku tunjukkan foto Evgenia padanya" Mata Evgenia melebar karena tidak percaya, dia kembali menangis. "Kakek.. kenapa kau begitu kejam padaku?" "Kejam katamu?! Kau beruntung aku tidak sampai menjualmu ke tempat pelacuran. Kau seharusnya berterima kasih padaku, masih ada pria yang mau menerimamu!" tuding Igor Evgenia kembali tekenal. "Hentikan air matamu itu, Jeni! Kembalilah ke kamarmu dan bersiaplah, berikan tampilan terbaik untuk bertemu dengan calon suamimu nanti" perintah Ivan "Ayah.. tolong.. kumohon.. lakukan sesuatu, aku tidak ingin menikah dengan pria yang tidak ku kenal" Evgenia berlutut di kaki ayahnya Ivan menunduk, menatap tajam kepada putrinya "Lakukan apa yang ku perintahkan dan jangan membantah lagi, jika kau tidak ingin menderita lebih dari ini" Ivan dan Igor pergi meninggalkan Evgenia di ruangan itu. Evgenia menangis tersedu-sedu. Di balik pintu terlihat dua orang yang mengintip, dan mereka menyeringai senang dengan apa yang mereka saksikan. Keduanya langsung bersembunyi saat melihat Ivan dan Igor yang hendak akan keluar dari ruang kerja itu. Evgenia berjalan menuju tangga, dengan langkah gontai dan sakit di hatinya, dia kembali menangis, meratapi nasibnya yang hancur. Namun langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita yang berdiri di dekat tangga, menatapnya dengan tatapan mencemooh. "Kau tau.. nasibmu akan berakhir sama dengan ibumu. Jadi lebih baik kau turuti saja perintah kakekmu, maka ibumu akan selamat" ucapnya dengan seringai menyebalkan Evgenia memandang tajam kepada Zilya, dia tidak pernah menyukai wanita jahat itu sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di rumah Vasiliev. "Jangan pernah mencampuri hidupku. Kau hanya menumpang hidup disini!" Zilya menampar wajah Evgenia "Lancang! Ibumu bisa hidup mewah disini hanya karena nenekmu, tapi bukan karena cinta dari ayahmu. Ingat! Hanya akulah wanita yang Ivan cintai. Dan sekarang nenekmu sudah mati dan ibumu mungkin akan segera menyusulnya" ucap Zilya tersenyum lebar Evgenia hampir menampar wajah Zilya namun ditahan oleh wanita itu "Jangan pernah berani menyentuhku! Kau bisa tetap hidup disini karena kakekmu mengasihanimu jadi kau sebaiknya membalas kebaikannya dengan mematuhi perintahnya atau jika tidak.. hidupmu dan ibumu akan berakhir" Evgenia menatap tajam kepada Zilya dengan mata memerah. Ingin rasanya dia mencabik seluruh wajah penuh polesan yang terlihat angkuh itu. Zilya berbalik dan hendak menaiki tangga, namun dia sedikit menoleh dan tersenyum merendahkan kepada Evgenia. "Kau tau.. mungkin kakekmu memang tidak menyukaimu karena terlahir sebagai wanita. Tapi.. dia merawatmu agar bisa berguna untuk meraup keuntungan dari pria kaya" disusul tawa menghina darinya Evgenia mengepalkan tangannya hingga memutih. Evgenia masuk ke dalam kamarnya, jatuh terduduk di dekat tempat tidurnya, menangisi nasibnya. Memikirkan pengkhianatannya kepada Mark tapi justru dibalas dengan hal yang lebih menyedihkan, bahkan hidupnya kembali hancur karena keinginan kakeknya. Selama ini Evgenia diancam dengan kesehatan Alleya, sehingga dia selalu menuruti semua perintah dari Igor dan Ivan. Hal itu juga menjadi kesempatan bagi Zilya dan Karol untuk terus menindasnya, dan jika dia tidak menuruti kemauan mereka, keduanya tidak segan-segan akan melaporkannya kepada Ivan, dan pada akhirnya dirinya kembali disalahkan. Ketika Evgenia selesai membersihkan diri, dia terkejut saat melihat Karol berada di kamarnya sedang memainkan boneka kelinci miliknya. "Apa yang kau lakukan disini Karol?!" ucap Evgenia tidak suka Karol tersenyum mengejek lalu berdiri mendekati Evgenia. "Kau tau Jeni..? Sekarang kau tampak seperti kelinci kecil ini" Mata Evgenia melotot tajam. Karol justru menyeringai "Apa kau bisa menyelamatkan diri kali ini? Jawabannya adalah tidak. Karena jika kau membantah.. maka alat penunjang hidup ibumu akan segera dicabut. Lalu kau tau apa yang akan terjadi selanjutnya..?" "Tutup mulutmu Karol!" Karol kembali mendekati Evgenia. Wanita itu sontak bergerak mundur, namun dia terjebak dengan dinding di belakangnya. Karol menyeringai dan menutup jalan bagi Evgenia, dia menyentuh wajah Evgenia dengan telunjuk tangannya. Evgenia berusaha mendorong pria itu menjauh, dia tidak suka pria itu menyentuhnya. "Kau tau.. aku bisa membantumu agar terbebas dari semua ini.. dan kau tidak perlu menuruti perintah kakek Igor" Evgenia mengernyitkan dahinya bingung. "Jika kau tidak ingin menikah dengan pria tua itu.. bagaimana jika kau menjadi simpanan ku saja? Aku pasti akan memberikanmu kelimpahan" seringai pria itu, dia mencengkram wajah Evgenia berusaha untuk menciumnya Evgenia meronta, dia menendang selangkangan Karol dan melarikan diri. Karol menyerang kesakitan dan berteriak memakinya.Matvei melemparkan koran ke meja kerjanya, dia mengusap keningnya yang berdenyut. "Tuan.." Jerry menunduk khawatir "Bagaimana berita ini bisa menyebar, Jerry?!" "Sepertinya ada paparazi yang menyusup dalam pesta, tuan.." "Bagaimana mereka bisa lolos dari pemantauan?!" "Maafkan saya, tuan.. ini kesalahan saya" Matvei tidak habis pikir dengan apa yang diberitakan media. Di Liev Corp, Karol tertawa saat membaca koran hari ini. "Tampaknya riwayatmu tidak akan lama lagi, Jeni ku sayang.." Karol merasa sangat senang dengan apa yang media beritakan. Akhirnya dia bisa kembali melihat penderitaan Evgenia. Sedangkan di Stains Corp, ketika Lev dan Feliks berjalan memasuki kantor, semua pandangan tertuju padanya. "Aku merasa ada yang tidak beres" ucap Feliks pelan sambil memperhatikan sekitar Dan saat itu juga Feliks mendapat panggilan telepon dari anak buahnya. Mata Feliks melebar saat mendengar kabar yang diberikan. Ketika Lev sampai di ruangannya, terlihat Gresha
Lev mencengkram gelas di tangannya dengan erat. Dia menenggak sampanye hingga tandas dan meletakkan gelas itu dengan keras di atas meja, lalu berjalan menjauh meninggalkan tempat itu. "Terima kasih Mark" "Kau baik-baik saja Jeni?" tanya Mark tampak khawatir "Ya. Tapi sepertinya aku sudah merusak sepatu milik Dinara" "Tidak masalah. Dia memiliki banyak benda seperti itu" Evgenia merasa tidak enak, bagaimanapun Dinara sudah meminjamkan miliknya, namun dia justru merusaknya. Tanpa mereka ketahui, ada kilatan kamera yang menangkap moment itu. Di tempat lain, Dinara mendekati wastafel untuk mencuci tangannya, dan melihat Mitya yang tengah memoles lipstick di bibirnya. "Aku tidak menyangka kau masih menerima wanita itu yang sudah mengkhianati saudaramu" "Dia tetap bagian dari keluarga" Mitya tersenyum mengejek, dia menoleh kepada Dinara "Sekali wanita penggoda tetaplah wanita penggoda. Kau tau.. wanita itu sudah merebut posisi yang seharusnya menjadi milikku" "L
Pagi itu Evgenia terbangun dan tidak menemukan Lev dimanapun. Semalam pria itu mengatakan jika hari ini akan ada jamuan makan malam keluarga di sebuah kapal pesiar milik Stainslav. Kate - pelayan pribadinya mengatakan jika Lev sudah pergi sejak pagi hari. Setelah sarapan, Evgenia kembali ke kamarnya dan menyibukkan diri dengan membuat sketsa aksesoris untuk usahanya sendiri, lalu dia mengirimkannya kepada orang kepercayaannya. Tanpa sadar, waktu sudah menjelang sore hari dan terlihat Lev yang belum juga kembali, bahkan tidak ada satu pun pesan yang dikirimkan olehnya. Evgenia menghela napas pelan, dan saat itu juga terdengar ketukan dari luar pintu kamarnya. Terlihat Kate masuk dengan membawa sebuah kotak untuknya. "Tuan meminta anda memakainya untuk malam ini, nyonya" "Baiklah. Terima kasih" Pelayan itu pun pergi meninggalkan Evgenia. Malam harinya, Lev yang sedang menerima telepon di dekat tangga lantai satu, mendengar suara sepatu hak tinggi yang menuruni
Di ruangan CEO, terdengar suara pintu yang terbuka begitu saja. Di belakangnya ada Gresha yang berusaha mencegah seorang pria yang menerobos masuk. "Kau bisa keluar Gresha" "Baik tuan" Karol menarik sudut bibirnya dan berjalan mendekati meja kerja Lev. Dia menarik kursi di depan meja itu dan duduk dengan angkuh. "Bukankah seharusnya kau memanggilku dengan sebutan kakak ipar sekarang?" "Apa yang kau lakukan Karol?" Karol menarik sudut bibirnya "Hanya ingin berkunjung untuk menyapa adik iparku" Lev menatapnya seolah ucapan pria itu tidak penting. "Apa yang kau inginkan?" "Kita sudah menjadi keluarga sekarang. Bukankah seharusnya aku juga mendapat bagian khusus?" "Bagian khusus?" Karol mengangguk "Kau melamar Jeni dengan banyak barang mewah, tapi semua itu hanya sebagai bayaran karena keluarga Vasiliev sudah mengurus Jeni selama ini" Lev menarik sudut bibirnya, merasa lucu dengan ucapan pria itu. "Dan?" Karol menatap sekeliling ruangan itu lalu terse
Mark mendatangi Stains Corp, dia membuka pintu ruangan CEO, tanpa memperdulikan peringatan dari Gresha. Lev yang tengah melakukan rapat virtual seketika menghentikan semuanya. Langkah Mark terhenti, namun rasa kesal menghilangkan rasa sopan santunnya. Lev menyandarkan punggungnya di kursi "Apa yang kau inginkan?" "Kenapa kau mengambil keputusan tanpa meminta ijin dariku?!" Lev sedikit mengerutkan dahinya, namun sedetik kemudian dia menyeringai tipis. "Kau punya masalah dengan itu?" "Bagaimanapun seharusnya kau mendiskusikannya terlebih dulu denganku. Aku lah direktur utama di mall itu, jadi semua keputusan harus melewati ku terlebih dahulu" geram Mark tidak terima Lev berdiri dan berjalan mendekatinya "Perlu kau ingat satu hal, Mark Yaroslav. Meskipun kau menjadi direktur utama disana, tapi mall itu masih berada dibawah kendali Stains Corp. Dan seharusnya kau tau apa artinya" Mark mengepalkan tangannya. "Jika kau tidak memiliki urusan lain disini, silahkan per
Di Stains Corp, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan gedung. Beberapa reporter mendekatinya dan mencoba mengambil foto sebanyak mungkin. Para petugas keamanan bersiaga, mereka membukakan jalan untuk Lev dan Evgenia yang keluar dari mobil. "Tuan Lev, apakah benar jika anda sudah menikah?" "Ya" "Kenapa anda tidak mengumumkannya kepada publik?" "Aku berniat melakukannya setelah pernikahan" "Kenapa anda melakukan pernikahan secara tertutup?" "Aku tidak ingin merusak kesakralannya" "Siapa wanita yang anda nikahi, tuan Lev?" "Dia Evgenia Vasiliev" ucap Lev seraya merangkul tubuh Evgenia merapat padanya Sorotan kamera mengarah kepada keduanya untuk mengambil foto dan rekaman video. "Apakah benar jika dia adalah salah satu karyawan anda?" "Ya.. Dia bekerja di divisi perancangan" "Apakah dia anak dari tuan Ivan Vasiliev, pemilik Liev Corp?" "Ya benar" Bisikan dari para awak media yang mengutarakan pendapatnya terdengar oleh keduanya. "Apakah anda me
Di dalam ballroom hanya tinggal Mark, Evgenia, dan Victoria. Tidak jauh dari ketiganya, Lev berdiri sambil meminum segelas sampanye, entah mengapa pria itu masih bertahan disana. Mark tidak bisa berkata apa-apa, keputusan sang kakek adalah mutlak dan harus dilakukan, tapi dia masih tidak percaya
Dua minggu setelah kejadian naas itu terjadi. Di ballroom sebuah hotel mewah di Moskow, terlihat pemandangan indah yang menghiasi seluruh ruangan, begitu juga musik klasik yang mengalun merdu menambah suasana hangat di dalamnya. Namun tidak lama senyum kebahagiaan Evgenia luntur ketika matanya menan
Taksi yang ditumpangi Evgenia berhenti di depan sebuah minimarket di pinggiran kota Moskow. Lilia sedang membereskan beberapa barang di rak, sampai matanya tidak sengaja menangkap sosok Evgenia berdiri di depan minimarket, wanita itu melambaikan tangan padanya. Lilia bergegas keluar dan menghampiri
Di tengah kesedihan dan kekecewaan Evgenia karena dikhianati oleh tunangannya, tiba-tiba sebuah suara mendekatinya "Sepertinya kalian sama-sama saling mengkhianati malam itu" Tubuh Evgenia seketika menegang mendengar suara itu, dia mencoba menghapus air matanya dan menatap tidak suka pada Lev.







