Share

5

Author: Meylen
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-08 03:49:00

Saat mengetahui Evgenia menjalin hubungan dengan Mark Yaroslav, itu menjadi angin segar bagi Igor dan Ivan. Meskipun Mark bukanlah keturunan asli dari keluarga Stainslav, tapi mereka yakin jika Matvei Stanislav pasti memberikan sebagian hartanya untuk cucu angkatnya itu. Tapi karena kegagalan pertunangan Evgenia dengan Mark, Igor Vasiliev harus menyusun rencana lainnya dan dia tidak segan-segan untuk melemparkan Evgenia kepada siapapun yang bisa memberikannya keuntungan, meski itu pria hidung belang sekalipun.

Evgenia masih menangis di lantai rumahnya. Lalu Zilya berjalan mendekatinya dan menunduk di depan Evgenia

"Kau tau.. nasibmu akan berakhir sama dengan ibumu. Jadi lebih baik kau turuti saja perintah kakekmu, maka ibumu akan selamat" ucapnya dengan seringai menyebalkan

Evgenia memandang tajam kepada Zilya, dia tidak pernah menyukai wanita jahat itu sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di rumah Vasiliev.

"Jangan pernah mencampuri hidupku. Kau hanya menumpang hidup disini!"

Zilya menampar wajah Evgenia "Lancang! Ibumu bisa hidup mewah disini hanya karena nenekmu, tapi bukan karena cinta dari ayahmu. Ingat! Hanya akulah wanita yang Ivan cintai. Dan sekarang nenekmu sudah mati dan ibumu mungkin akan segera menyusulnya" ucap Zilya dengan senyum lebar

Evgenia hampir menampar wajah Zilya namun ditahan oleh wanita itu "Jangan pernah berani menyentuhku! Kau bisa tetap hidup disini karena kakekmu mengasihanimu jadi kau sebaiknya membalas kebaikannya dengan mematuhi perintahnya atau jika tidak.. hidupmu dan ibumu akan berakhir"

Evgenia menatap tajam kepada Zilya dengan mata memerah. Ingin rasanya dia mencabik seluruh wajah penuh polesan yang terlihat angkuh itu.

Zilya berdiri dan meninggalkan Evgenia disana, namun saat hampir menaiki tangga, dia berbalik sedikit dan tersenyum merendahkan kepada Evgenia

"Kau tau.. mungkin kakekmu memang tidak menyukaimu karena terlahir sebagai wanita. Tapi.. dia merawatmu agar bisa berguna untuk meraup keuntungan dari pria kaya" disusul tawa menghina darinya

Evgenia mengepalkan tangannya hingga memutih. Dia membenci hidupnya yang sekarang, dia membenci semua anggota keluarga Vasiliev. Dia bersumpah akan membuat hidup orang-orang yang sudah menyakitinya itu menderita.

Evgenia masuk ke dalam kamarnya, jatuh terduduk di dekat tempat tidurnya, menangisi nasibnya. Memikirkan pengkhianatannya kepada Mark tapi justru dibalas dengan hal yang lebih menyedihkan dan kali ini hidupnya kembali hancur karena keinginan kakeknya. Selama ini Evgenia diancam dengan kesehatan Alleya, sehingga dia selalu menuruti semua perintah dari Igor dan Ivan. Hal itu juga menjadi kesempatan bagi Zilya dan Karol untuk menyakitinya, karena jika Evgenia tidak menuruti keduanya, maka mereka tidak segan-segan akan mengadukannya kepada Ivan, pada akhirnya Evgenia akan kembali disalahkan.

Ketika Evgenia selesai membersihkan diri, dia terkejut saat melihat Karol berada di kamarnya sedang memainkan boneka kelinci kesayangannya

"Apa yang kau lakukan disini Karol?!" ucap Evgenia tidak suka

Karol tersenyum mengejek lalu berdiri mendekati Evgenia

"Kau tau Jeni..? Sekarang kau tampak seperti kelinci kecil ini. Yang hanya hidup karena belas kasih dari kakek Igor"

"Tutup mulutmu Karol!"

Karol justru menyeringai "Apa kau bisa menyelamatkan diri kali ini? Jawabannya adalah tidak. Karena jika kau membantah.. maka alat penunjang hidup ibumu akan segera dicabut. Lalu kau tau apa yang akan terjadi selanjutnya..?"

Mata Evgenia melotot padanya, dia tidak suka dengan ucapan Karol

Karol kembali mendekati Evgenia. Evgenia sontak bergerak mundur, namun dia terjebak dengan dinding di belakangnya. Karol menyeringai dan menutup jalan bagi Evgenia, dia menyentuh wajah Evgenia dengan telunjuk tangannya. Evgenia berusaha mendorong pria itu menjauh, dia tidak suka pria itu menyentuhnya

"Kau tau.. aku bisa membantumu agar terbebas dari semua ini.. dan kau tidak perlu menuruti perintah kakek Igor"

Evgenia mengernyitkan dahinya bingung

"Jika kau tidak ingin menikah dengan pria tua itu.. bagaimana jika kau menjadi simpanan ku saja? Aku pasti akan memberikanmu kelimpahan" ucap Karol saat memojokkan Evgenia di kamarnya, dia berniat memperkosanya

Dengan segala kekuatannya, Evgenia menendang selangkangan Karol dan melarikan diri. Karol mengerang kesakitan, dia berteriak dan memaki Evgenia.

Di tengah hujan lebat yang sedang mengguyur kota Moskow, Evgenia berlari untuk menyelamatkan dirinya. Setelah menemukan taksi, dia langsung pergi menjauh dari kediaman Vasiliev. Di dalam taksi, Evgenia kembali menangis, meratapi hidupnya yang menyedihan. Hanya ibunya yang dia miliki saat ini dan dia sedang terbaring lemah di rumah sakit.

Taksi berhenti di depan sebuah rumah sakit, Evgenia segera turun dan bergegas masuk untuk ke dalam. Sampai di kamar rawat sang ibu, terlihat Alleya yang sedang tertidur tenang. Evgenia kembali menangis, hatinya merasa sesak, dia hanya berharap ibunya akan segera sadar dan mereka bisa pergi sejauh mungkin meninggalkan keluarga Vasiliev. Evgenia tidak keberatan jika harus hidup biasa, dia tidak butuh kemewahan jika hanya menghancurkan hidupnya.

"Maafkan aku ibu.. maafkan aku sudah mengecewakanmu"

"Aku hanya memilikimu bu.. aku tidak tau lagi apa aku bisa hidup jika kau juga meninggalkanku"

"Aku tidak ingin tinggal di rumah itu lagi bu.. mereka sangat kejam. Aku ingin bersamamu" ucap Evgenia seraya terus menangis

Air mata nya terasa begitu perih, seperti hatinya yang sudah tercabik-cabik. Kemana lagi dia harus pergi? Selama ini jika Evgenia mendapat kesulitan, dia akan mencari Mark untuk membantunya, namun kali ini dia tidak mungkin melakukannya karena Victoria sudah menggantikan posisinya sebagai pendamping Mark.

Setelah menumpahkan semua air matanya, Evgenia pergi dari rumah sakit menuju suatu tempat. Kali ini dia sudah memutuskan untuk tidak akan mengikuti lagi perintah Igor maupun Ivan. Evgenia akan berusaha menyelamatkan dirinya dan Alleya.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Wanita Milik Sang Pewaris   80

    Hari perjamuan pun tiba, Evgenia bersiap setelah mendengar suara bel apartemennya berbunyi, namun saat dia berniat membukanya, tiba-tiba terdengar dering panggilan dari ponselnya. Evgenia mengambil ponselnya dan terlihat nama Feliks disana, wanita itu mengerutkan dahinya heran. Jika bukan Feliks yang menekan bel-nya, lalu siapa yang melakukannya? Mata Evgenia seketika melebar, jantungnya berdetak cepat. Wanita itu berbalik lalu berlari menuju jendela, dan melompat dari sana. Dia tidak memperdulikan apartemennya yang berada di lantai dua, dia harus menyelamatkan dirinya. Dengan mengandalkan batang pohon yang terletak di luar apartemennya, dia menggunakannya sebagai pijakan untuk turun. Dan untunglah dia bisa mendarat dengan baik, ternyata aksi kaburnya sejak remaja masih bisa dia lakukan. Evgenia berlari menjauh dari gedung apartemen itu. Ketika berada diluar, wanita itu melihat sebuah mobil hitam yang terparkir di depan gedung apartemennya. Itu adalah mobil mili

  • Wanita Milik Sang Pewaris   79

    Setibanya di tempat pertemuan, Lev mengernyitkan dahinya saat melihat seorang pria yang tengah berjabat tangan dengan kliennya. Ketika keduanya berpapasan, pria itu hanya menarik sudut bibirnya tipis, lalu berjalan pergi. "Oh anda sudah tiba tuan Stainslav, silahkan duduk" Lev menatap Feliks seolah memberinya isyarat. Feliks mengangguk mengerti, dia segera mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada anak buahnya. "Anda datang lebih awal dari waktu perjanjian tuan Stainslav" "Maaf jika mengganggu anda tuan Lorenzo" "Tentu tidak tuan, saya baru saja selesai membahas proyek dengan tuan Pavel" "Apa anda mengenal pria itu?" "Hmm.. tidak begitu baik. Saya mendapatkan informasi jika tuan Pavel adalah salah satu pengusaha logam yang cukup terkenal di kota Ryazan" Lev hanya diam mendengarkan. "Ada apa tuan Stainslav?" "Tidak ada tuan. Jadi perhiasan apa yang anda inginkan, tuan Lorenzo?" Lorenzo memberi kode pada asistennya, dan pria itu berjalan mendekat untu

  • Wanita Milik Sang Pewaris   78

    Di bandara Sheremetyevo, pesawat yang membawa Matvei dan Albert akhirnya mendarat. "Lihat. Ini cucu keponakanku, sekarang dia sudah menjadi mahasiswa hukum di Oxford" ucap Albert seraya menunjukkan foto seorang gadis cantik yang tengah berpose di depan menara Eiffel "Dia sangat cantik" Albert tersenyum "Ya, ibunya memiliki keturunan bangsawan Inggris, jadi tidak heran jika paras putrinya cantik" Matvei mengangguk "Bagaimana dengan kabar cucu kesayangan mu, Mat?" "Dia baik-baik saja. Bahkan dia mendapat kerjasama dengan Avraam Bogdashha untuk membuat desain perhiasan milik keluarga kerajaan" "Benarkah? Itu luar biasa sekali" Matvei tersenyum bangga "Lalu kapan dia berniat menikah?" "Entahlah.. ku pikir dengan kembalinya putri Gusev, mereka akan segera memberikan kabar baik, tapi sepertinya mereka masih menunda hal itu" "Kelihatannya mereka kembali dekat" "Ya sepertinya begitu. Lev tidak menjauhinya meskipun hubungan mereka sudah berakhir. Mungkin mereka hanya ma

  • Wanita Milik Sang Pewaris   77

    Lev menatap tajam kepada dua wanita yang berdiri ketakutan. "Jika ingin melakukan kejahatan, lakukanlah dengan cantik. Bukankah kalian justru membuka kebodohan kalian sendiri" ucap Lev "Kurasa kalian sudah mengerti sekarang, jadi silahkan keluar dan lakukan tugasmu dengan baik Grigori" "Baik tuan. Maafkan saya atas masalah ini" Grigori memberi isyarat kepada Julie dan Disca untuk keluar. Namun saat berdiri dekat Evgenia untuk mengajaknya keluar, wanita itu tidak bergeming. Dan melihatnya membuatnya merasa merinding, dia seolah berhadapan dengan Lev versi wanita. Grigori pun berjalan keluar bersama Julie dan Disca. Melihat Evgenia yang masih berdiri disana, membuat Feliks mengernyitkan dahinya. "Apa ada yang ingin kau bicarakan lagi nona Vasiliev?" tanya Feliks heran Namun Lev segera mengangkat tangannya untuk menghentikan Feliks. "Keluarlah" Feliks bingung, dia melirik kepada Lev. Kedua orang itu masih saling menatap dan membuat Feliks mengerti isyarat itu di

  • Wanita Milik Sang Pewaris   76

    "Apa yang ingin kau katakan Feliks?" Suara Lev seketika menghentikan langkah Feliks yang baru saja berbalik, berniat keluar dari ruangan CEO. "Aku hanya ingin menyampaikan apa yang ku dapatkan" Lev mengangkat wajahnya, memandang asistennya. Feliks berjalan kembali mendekati Lev, dan menunjukkan sesuatu padanya. Lev hanya diam, dan Feliks tidak tau apa yang dipikirkan olehnya. "Apa kau berniat membantunya kali ini?" "Bawa mereka kemari" "Tentu" Feliks segera pergi ke ruang divisi perancangan setelah mendapat perintah dari Lev. Ketika ketiga orang yang diperintahkan sudah datang, Grigori menahan napasnya saat merasa aura mencekam di dalam ruangan itu. Julie yang tadinya masih tersenyum kemenangan, tiba-tiba merasa sedikit mengerut ketika tatapan Lev menghunus tajam padanya. Saat semuanya sudah berdiri di hadapan Lev, terdengar suara lain di dalam ruangan itu. "Ya. Aku berhasil membuatnya dalam masalah" Mata Julie seketika melebar. "Kau memang hebat.

  • Wanita Milik Sang Pewaris   75

    Karol yang saat itu tengah memainkan game di ponselnya mengernyitkan dahinya heran melihat ibunya yang tampak gelisah. Zilya terus mondar-mandir, sambil memegang ponselnya. Karol mengangkat bahunya tidak peduli, dia kembali memainkan ponselnya. Meskipun Ivan melarang mereka keluar rumah, Karol tidak memperdulikannya, justru dia senang karena tidak perlu repot mengurusi perusahaan yang hampir bangkrut itu. Zilya melihat ponselnya yang berdering, dia segera mengangkatnya "Bagaimana?!" "Maafkan saya nyonya, wanita itu ternyata berhasil selamat" "Sialan!" Zilya merasa sangat geram mendengarnya, lalu dia tiba-tiba menyeringai seolah merencanakan sesuatu "Carilah orang yang bisa membantu kita, dan pastikan wanita itu tidak akan bisa selamat kali ini" "Baik nyonya, akan segera saya lakukan" Zilya menyeringai, dia yakin kali ini Evgenia akan dengan sukarela kembali dan menyerahkan dirinya. Dan setelah hal itu terjadi, maka dia akan terbebas dari jeratan ancaman Gleb Pavel

  • Wanita Milik Sang Pewaris   54

    Beberapa hari berlalu sejak makan malam itu, dan Mitya membuktikan ucapannya. Dia sering datang ke kantor Stains Corp untuk menemui Lev, dengan membawakan makan siang ataupun yang lainnya. Wanita itu ingin mengambil kembali miliknya, meskipun Lev sama sekali tidak menanggapinya. Bagi Lev, apa

  • Wanita Milik Sang Pewaris   53

    Matvei menatap tajam ke arah ke-empat orang yang berdiri di depan kamar Mark. "Apa yang sedang kalian perdebatkan?" "Ayah.. ini.." ucap Yegor bermaksud menjelaskan, namun gerakan tangan Matvei menghentikannya "Jelaskan padaku apa yang terjadi Mark?" "Kakek.. aku hanya ingin melakukan tes D

  • Wanita Milik Sang Pewaris   52

    Di ruangan CEO, Mark masuk setelah Gresha membukakan pintu untuknya. Mark berjalan mendekat dan melihat punggung Lev yang sedang berdiri di depan jendela besar disana. "Apa kau memanggilku untuk membahas proposal yang sudah ku buat sebelumnya?" tanya Mark Lev berbalik dan menarik sudut bibir

  • Wanita Milik Sang Pewaris   48

    Mark membuka pintu kamar hotel, kamar yang seharusnya menjadi tempat dia menghabiskan malam pernikahannya dengan Victoria. Mata Mark melebar saat melihat kekacauan di kamar itu "Apa yang sudah kau lakukan, Victoria?!" tanya Mark kesal "Untuk apa kau kembali kemari?! Apa pedulimu?!" "Aku tan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status