MasukSaat mengetahui Evgenia menjalin hubungan dengan Mark Yaroslav, itu menjadi angin segar bagi Igor dan Ivan. Meskipun Mark bukanlah keturunan asli dari keluarga Stainslav, tapi mereka yakin jika Matvei Stanislav pasti memberikan sebagian hartanya untuk cucu angkatnya itu. Tapi karena kegagalan pertunangan Evgenia dengan Mark, Igor Vasiliev harus menyusun rencana lainnya dan dia tidak segan-segan untuk melemparkan Evgenia kepada siapapun yang bisa memberikannya keuntungan, meski itu pria hidung belang sekalipun.
Evgenia masih menangis di lantai rumahnya. Lalu Zilya berjalan mendekatinya dan menunduk di depan Evgenia "Kau tau.. nasibmu akan berakhir sama dengan ibumu. Jadi lebih baik kau turuti saja perintah kakekmu, maka ibumu akan selamat" ucapnya dengan seringai menyebalkan Evgenia memandang tajam kepada Zilya, dia tidak pernah menyukai wanita jahat itu sejak pertama kali mereka menginjakkan kaki di rumah Vasiliev. "Jangan pernah mencampuri hidupku. Kau hanya menumpang hidup disini!" Zilya menampar wajah Evgenia "Lancang! Ibumu bisa hidup mewah disini hanya karena nenekmu, tapi bukan karena cinta dari ayahmu. Ingat! Hanya akulah wanita yang Ivan cintai. Dan sekarang nenekmu sudah mati dan ibumu mungkin akan segera menyusulnya" ucap Zilya dengan senyum lebar Evgenia hampir menampar wajah Zilya namun ditahan oleh wanita itu "Jangan pernah berani menyentuhku! Kau bisa tetap hidup disini karena kakekmu mengasihanimu jadi kau sebaiknya membalas kebaikannya dengan mematuhi perintahnya atau jika tidak.. hidupmu dan ibumu akan berakhir" Evgenia menatap tajam kepada Zilya dengan mata memerah. Ingin rasanya dia mencabik seluruh wajah penuh polesan yang terlihat angkuh itu. Zilya berdiri dan meninggalkan Evgenia disana, namun saat hampir menaiki tangga, dia berbalik sedikit dan tersenyum merendahkan kepada Evgenia "Kau tau.. mungkin kakekmu memang tidak menyukaimu karena terlahir sebagai wanita. Tapi.. dia merawatmu agar bisa berguna untuk meraup keuntungan dari pria kaya" disusul tawa menghina darinya Evgenia mengepalkan tangannya hingga memutih. Dia membenci hidupnya yang sekarang, dia membenci semua anggota keluarga Vasiliev. Dia bersumpah akan membuat hidup orang-orang yang sudah menyakitinya itu menderita. Evgenia masuk ke dalam kamarnya, jatuh terduduk di dekat tempat tidurnya, menangisi nasibnya. Memikirkan pengkhianatannya kepada Mark tapi justru dibalas dengan hal yang lebih menyedihkan dan kali ini hidupnya kembali hancur karena keinginan kakeknya. Selama ini Evgenia diancam dengan kesehatan Alleya, sehingga dia selalu menuruti semua perintah dari Igor dan Ivan. Hal itu juga menjadi kesempatan bagi Zilya dan Karol untuk menyakitinya, karena jika Evgenia tidak menuruti keduanya, maka mereka tidak segan-segan akan mengadukannya kepada Ivan, pada akhirnya Evgenia akan kembali disalahkan. Ketika Evgenia selesai membersihkan diri, dia terkejut saat melihat Karol berada di kamarnya sedang memainkan boneka kelinci kesayangannya "Apa yang kau lakukan disini Karol?!" ucap Evgenia tidak suka Karol tersenyum mengejek lalu berdiri mendekati Evgenia "Kau tau Jeni..? Sekarang kau tampak seperti kelinci kecil ini. Yang hanya hidup karena belas kasih dari kakek Igor" "Tutup mulutmu Karol!" Karol justru menyeringai "Apa kau bisa menyelamatkan diri kali ini? Jawabannya adalah tidak. Karena jika kau membantah.. maka alat penunjang hidup ibumu akan segera dicabut. Lalu kau tau apa yang akan terjadi selanjutnya..?" Mata Evgenia melotot padanya, dia tidak suka dengan ucapan Karol Karol kembali mendekati Evgenia. Evgenia sontak bergerak mundur, namun dia terjebak dengan dinding di belakangnya. Karol menyeringai dan menutup jalan bagi Evgenia, dia menyentuh wajah Evgenia dengan telunjuk tangannya. Evgenia berusaha mendorong pria itu menjauh, dia tidak suka pria itu menyentuhnya "Kau tau.. aku bisa membantumu agar terbebas dari semua ini.. dan kau tidak perlu menuruti perintah kakek Igor" Evgenia mengernyitkan dahinya bingung "Jika kau tidak ingin menikah dengan pria tua itu.. bagaimana jika kau menjadi simpanan ku saja? Aku pasti akan memberikanmu kelimpahan" ucap Karol saat memojokkan Evgenia di kamarnya, dia berniat memperkosanya Dengan segala kekuatannya, Evgenia menendang selangkangan Karol dan melarikan diri. Karol mengerang kesakitan, dia berteriak dan memaki Evgenia. Di tengah hujan lebat yang sedang mengguyur kota Moskow, Evgenia berlari untuk menyelamatkan dirinya. Setelah menemukan taksi, dia langsung pergi menjauh dari kediaman Vasiliev. Di dalam taksi, Evgenia kembali menangis, meratapi hidupnya yang menyedihan. Hanya ibunya yang dia miliki saat ini dan dia sedang terbaring lemah di rumah sakit. Taksi berhenti di depan sebuah rumah sakit, Evgenia segera turun dan bergegas masuk untuk ke dalam. Sampai di kamar rawat sang ibu, terlihat Alleya yang sedang tertidur tenang. Evgenia kembali menangis, hatinya merasa sesak, dia hanya berharap ibunya akan segera sadar dan mereka bisa pergi sejauh mungkin meninggalkan keluarga Vasiliev. Evgenia tidak keberatan jika harus hidup biasa, dia tidak butuh kemewahan jika hanya menghancurkan hidupnya. "Maafkan aku ibu.. maafkan aku sudah mengecewakanmu" "Aku hanya memilikimu bu.. aku tidak tau lagi apa aku bisa hidup jika kau juga meninggalkanku" "Aku tidak ingin tinggal di rumah itu lagi bu.. mereka sangat kejam. Aku ingin bersamamu" ucap Evgenia seraya terus menangis Air mata nya terasa begitu perih, seperti hatinya yang sudah tercabik-cabik. Kemana lagi dia harus pergi? Selama ini jika Evgenia mendapat kesulitan, dia akan mencari Mark untuk membantunya, namun kali ini dia tidak mungkin melakukannya karena Victoria sudah menggantikan posisinya sebagai pendamping Mark. Setelah menumpahkan semua air matanya, Evgenia pergi dari rumah sakit menuju suatu tempat. Kali ini dia sudah memutuskan untuk tidak akan mengikuti lagi perintah Igor maupun Ivan. Evgenia akan berusaha menyelamatkan dirinya dan Alleya.Lev masih memegang salah satu tangan Evgenia, keduanya saling menatap dengan perasaan yang berbeda. Evgenia dengan rasa sakitnya, sedangkan Lev dengan rasa khawatirnya. "Ikut denganku" ucap Lev seraya menarik paksa lengan Evgenia Evgenia tidak bisa mengindar, cengkraman tangan Lev sangat kuat, tubuhnya tertarik oleh pria itu. Lev mendorong tubuh Evgenia masuk ke dalam mobilnya, lalu dia memutari mobil dan duduk di tempat pengemudi. Lev melajukan mobilnya pergi meninggalkan hotel. Sebuah mobil Bentley putih melaju meninggalkan area hotel itu. Hotel tempat pernikahan Mark adalah salah satu hotel milik keluarga Stainslav, tentu saja Lev sudah menyiapkan mobil lain di basement. "Kemana kau akan membawaku?" Lev menaikan sudut bibirnya "Ke tempat yang bisa mencairkan suasana hatimu" "Aku baik-baik saja" "Kau ingin membohongi siapa, Eve?" Mata Evgenia seketika memanas, dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan akhirnya menangis tersedu. Melihat pemandangan Mark
Sebuah mobil rolls-royce hitam sampai di depan pintu hotel, seorang petugas sigap membukakan pintu untuk penumpang di belakangnya. Lev keluar dari mobil dengan aura dominan dan segala ketampanannya, beberapa wartawan saling berdesakan untuk mengambil foto dan mewawancarai salah satu pria terpandang di Moskow itu. Feliks bersiap menghadang para awak media agar tidak mendekati Lev, begitu juga petugas keamanan di hotel. "Tuan Lev, bagaimana pendapat anda dengan pernikahan tuan Mark yang tiba-tiba berganti pasangan?" "Apa yang terjadi dengan nona Vasiliev, tuan Lev?" Lev berhenti sejenak menatap dingin wartawan yang menanyakan hal itu. Seketika semuanya bungkam, merasa aura mencekam disekitar mereka. "Untuk hal itu adalah masalah keluarga kami, kehadiran kalian disini sama sekali tidak diundang, tapi jika kalian ingin membuat berita, berikan berita yang baik tentang pernikahan mereka" jawab Lev Semua wartawan itu tiba-tiba mengangguk serempak, seolah robot yang sudah d
Kabar mengenai anak yang dikandung Victoria adalah positif milik Mark, membuat perasaan Evgenia semakin suram. Evgenia berusaha menghapus air mata yang menerobos dari sudut matanya, dia akan menyibukkan diri dengan bekerja untuk melupakan hal buruk yang menghancurkan hatinnya. Setelah keluar stasiun kereta bawah tanah, Evgenia melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki menuju tempat kerjanya. Saat lampu hijau pejalan kaki masih berkedip, Evgenia segera berlari kecil mengikuti para penyebrang jalan lainnya. Sesampainya di gedung Stains Corp, sapaan hangat dari beberapa karyawan lain ditanggapi dengan senyum manis dari Evgenia. Sesampainya di ruangannya, mata Evgenia menangkap sebuah undangan tergeletak di atas meja kerjanya. Evgenia mengambil undangan itu dan membaca nama yang tertera disana. 'The Wedding Mark Yaroslav and Victoria Zhanna' Nyut. Rasa sakit di hatinya kembali, rongga dadanya terasa sesak. Hubungan selama enam tahun yang sia-sia, pada akhirnya Mark just
Setelah percakapannya dengan Lilia, Evgenia menghela napas sejenak, mencoba mengembalikan degub jantungnya yang sempat tidak menentu. Evgenia melanjutkan perjalanannya menuju cafe yang ada dia seberang kantor, untuk menghabiskan waktu makan siangnya. Menjelang sore hari, di saat Evgenia sedang bekerja, sang atasan memanggilnya "Ada apa tuan Grigori?" "Tuan Lev memintamu menemuinya" Evgenia sedikit mengerutkan dahinya, namun dia mengangguk sebagai jawaban Evgenia pergi menuju lantai lima puluh tujuh, setiap langkahnya terasa berat saat kakinya menginjak lantai teratas itu, entah mengapa kali ini dia memiliki perasaan yang kurang baik. Tepat di lantai itu, Gresha sudah bersiap membukakan pintu untuk Evgenia ketika melihat wanita itu keluar dari lift "Masuklah" ucapnya Evgenia mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam ruangan CEO, dia masih saja kagum setiap memasuki ruangan itu. "Duduklah Eve.." Evgenia mengangguk, dia menarik kursi di depan meja milik Lev "Ap
Beberapa hari berlalu, hasil tes DNA itu akhirnya dikeluarkan. Mark bergegas pergi ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari seorang petugas. Alexe memberikan sebuah map kepada Mark, dengan jantung yang berdebar, Mark membaca setiap kata yang tertera disana, namun matanya melebar saat menemukan kecocokan DNA disana adalah 98,7%. Tangan Mark seketika lemas, dia hampir menjatuhkan map itu. Di perusahaan Stains Corp, di ruangan Lev "Aku akan mendapatkan milikku kali ini" ucapnya sambil menyeringai, Lev meletakan sebuah kertas yang berisi hasil tes DNA janin yang di kandung Victoria Sebelum Mark mendapatkan hasilnya, Alexe sudah mengirimkannya terlebih dulu kepada Lev. Kondisi Mark terlihat tidak baik sejak mendapatkan hasil tes DNA itu, setelah dia pergi ke rumah sakit, dia justru tidak kembali ke kantor maupun rumahnya, Mark justru pergi ke bar dan mabuk disana. Kebetulan saat itu seorang wanita melihat Mark yang sudah tidak sadarkan diri di meja bar, dia segera mencari
Keesokan harinya, di sebuah rumah sakit di kota Kolomna, terlihat sebuah perdebatan di depan ruang rawat Alleya. "Tuan... anda tidak bisa menerobos masuk seperti itu.." "Diam kau! Aku akan mencabut sendiri semua alat sialan itu" "Tidak bisa tuan.. nyonya Alleya membutuhkan semua itu untuk pengobatannya" "Aku akan menghentikan semua pengobatan itu. Percuma saja. Dia tidak akan bisa disembuhkan!" kata Ivan murka Keributan itu membuat beberapa orang berhenti dan melihatnya, sampai seorang dokter datang menghampiri keributan itu "Apa yang terjadi disini?" "Dokter Frans.. tolong.. tuan ini ingin menghentikan pengobatan pasien di dalam sana" ucap seorang perawat wanita yang ketakutan "Tenanglah.. biar aku yang menghadapinya" Kedua perawat wanita itu mengangguk dan pergi dari tempat itu "Siapa kau? Berani sekali menghentikan kami" ucap Zilya geram "Aku salah satu dokter disini. Jadi tolong hargailah tempat ini, banyak pasien yang sedang beristirahat" "Frans?" ucap Iva







