Home / Romansa / Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan / Bab 152. Waspada dengan Rasa Marah

Share

Bab 152. Waspada dengan Rasa Marah

Author: Dera Tresna
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-17 04:24:10

“ANCELL ...! APA YANG KAMU LAKUKAN ...?” teriak Emily dari belakang tubuh Ancell, Emily langsung berlari ke tangga terbawah dan menolong Marck.

“Menjauhlah dari pria itu!” tegur Ancell.

“Aku semakin tidak mengerti dengan dirimu, Ancell. Semakin hari kamu semakin terlihat menakutkan. Menjauhlah dariku!” kata Emily sambil menolong Marck berdiri.

Dia memapah Marck untuk mencari pertolongan, sedangkan Ancell menatap kepergian mereka berdua dengan tatapan terluka.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 195. Sisi Lain dari Keluarga Rodriguez

    Delano mengitari ranjangnya dan menatap wajah Natasya yang telah tertidur. Wajah wanita itu lebih tirus dengan kantong mata yang menggelap. Air mata yang telah mengering, menghiasai wajah tersebut. Natasya pasti tertidur setelah lelah menangis.Setelah mengusap pipi Natasya, Delano kembali ke tempatnya dan berbaring di samping Natasya. Menatap punggung wanita itu yang memerah karena perbuatannya. Jarinya mengusap lembut punggung tersebut seolah hal itu bisa mengurangi rasa sakit yang Natasya rasakan, lalu menelusuri luka yang memanjang dan memerah di permukaan kulit Natasya.“Maafkan aku,” ucap Delano menyesali perbuatannya. Tentu saja Natasya tidak mendengar permintaan maaf Delano karena dia telah terlelap dalam tidurnya.Perlahan Delano melepas jubah tidurnya, membuatnya sama-sama telanjang bersama dengan Natasya. Tangannya terulur dan menarik Natasya ke dalam pelukannya, membalikkan tubuh wanita itu agar menghadap dirinya.Dia menarik

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 194. Hati yang Mengering Tanpa Rasa

    Natasya menutup mata sejenak dan melihat wajah sedih papanya. Tidak mungkin dia membiarkan kesehatan papanya terganggu karena masalah perusahaan.Biarlah kali ini dia menjadi wanita jalang, yang terpenting papanya sehat dan perusahaan Torres aman di tangannya. Toh... bersama Ryan, dia tidak mempunyai masa depan yang pasti untuk kebahagiaanya. Sehancur-hancurnya dirinya, paling tidak dirinya masih berguna untuk membuat papanya bahagia di dunia ini.Delano berdiri menatap gemerlap lampu kota dari apartemennya. Malam ini dia sengaja tidak tidur karena dia yakin ada seseorang yang sedang tidak bisa tidur juga malam ini. Saat suara ponsel berbunyi, senyum di bibirnya terkembang, dia sudah bisa menebak siapa yang menelepon.Dengan santai dia berjalan ke arah meja, dimana ponselnya berada di atasnya. Senyumannya semakin lebar saat tebakannya tidak meleset, nama Natasya ada di layar ponselnya. Delano menekan tombol hijau di ponselnya dan langsung terdengar suara N

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 255. Tanpa Restu Orang Tua

    “Bawa putrimu ke mobil sekarang juga. Aku harus bicara dengan pria ini,” seru Theodor sambil menatap tajam mata Evans. Evans pun membalas tatapan itu dengan berani.“Celsea, ikut Mama!” ajak Revina.“Tidak Ma, aku ingin di sini bersama Evans,” Celsea memilih untuk berdiri di belakang Evans.Mendengar bantahan putrinya, Theodor mendekati Celsea dan menarik tangan putrinya. “Jangan Pa, aku ingin di sini bersama Evans.”“Apa kamu sadar, siapa dia? Bahkan umur kalian sangat jauh berbeda. Pulang sekarang juga!” tarik Theodor sambil memaksa putrinya untuk pulang.Tidak ingin Theodor menyakiti Celsea, Evans memegang dan menahan tangan Theodor. “Jika Celsea tidak mau pulang bersama Anda, jangan paksa dia!”Ucapan Evans membuat kemarahan Theodor memuncak, dengan keras dia memukul wajah Evans hingga pria itu tersungkur di lantai.“PAPAAA ...!” teriak Celsea.Baru saja Celsea in

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 254. Sikap Posesif Mulai Terlihat

    “Maafkan aku, aku tidak tahu jika ini masih panas.” “Bagaimana rasanya? Apakah enak?” tanya Evans sambil menatap bibir Celsea yang masih mengunyah makanannya. “He’em,” Celsea mengangguk-anggukkan kepalanya. “Jauh lebih enak dari masakanku,” lanjutnya yang sedikit malu dengan masakan sop yang dia buat seadanya. “Karena kamu membuatnya dengan cinta, jadinya aku menghabiskannya.” “Jangan bahas itu lagi!” larang Celsea yang merasa malu setiap kali Evans membahasnya. Kuah kental masakannya membuat bibir Celsea belepotan, ingin sekali rasanya membersihkan makanan yang menempel di bibir Celsea. Tiba-tiba saja Evans menundukkan kepala dan menyapukan lidahnya di bibir Celsea, membersihkan makanan yang belepotan di bibir wanita itu. Tubuh Celsea membeku dengan perlakuan lembut tersebut. Dia langsung menutup bibirnya dengan tangan saat Evans menjauhkan kepalanya. “Ternyata l

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 193. Tak Ada Jalan Keluar Lagi

    Tubuh Natasya langsung terkulai lemas mendengar hal tersebut. Meski Hilton telah membayar denda mereka, uang itu tidak cukup untuk menutup hutangnya pada Alpha Corp dibanding dengan nilai investasi yang telah mereka sepakati.“Anda tidak bisa melakukan ini pada saya, Tuan Hilton. Saya sudah berharap terlalu banyak pada Anda,” ucap Natasya dengan nada kekecewaan yang dalam.“Saya benar-benar minta maaf Nona Torres, tapi inilah dunia kita, dunia bisnis. Saya akan melakukan apa pun yang terbaik untuk perusahaan saya, saya yakin Anda juga akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan Anda. Saya sudah membayar kewajiban saya, jadi menurut saya tidak ada yang salah dengan apa yang saya lakukan.” Hilton mengatakan realita yang terjadi dalam dunia bisnis.“Saya tidak sedang bicara tentang untung rugi, tapi tentang kepercayaan. Saya telah percaya pada Anda tapi Anda dengan begitu mudah mematahkannya.”“Saya tahu Anda kecewa dengan keputusan saya, tapi bisni

  • Wanita Rambut Merah Penakluk Pria Arogan   Bab 192. Harapan Jalan Keluar

    “Mintalah bantuan Ryan, dia pasti akan dengan senang hati membantumu, sehingga kamu tidak perlu bekerja terlalu keras seperti ini.”Natasya hanya bisa berkata dalam hati jika Ryan tidaklah sebaik yang papanya pikirkan, tapi lagi-lagi dia tidak bisa berkata jujur karena takut kesehatan papanya akan bertambah buruk.“Ya, aku akan coba meminta bantuan pada Ryan,” ucap Natasya yang tidak mau berdebat dengan Papanya. “Apakah kesehatan Papa yang menjadi alasan menyuruhku untuk menikah dengan Ryan?” lanjut Natasya bertanya pada Papanya.“Papa tidak mau kamu sendiri jika Papa tidak bisa bertahan. Hanya keluarga Lee yang Papa percaya untuk menjagamu,” jawab Torres.“Papa akan bertahan dan kita akan selalu bersama jika Papa bersedia untuk operasi.”“Jangan membicarakan tentang operasi itu lagi, Papa sudah putuskan untuk tidak melakukannya. Persentase keberhasilannya sangat kecil, Papa tidak akan mengambil resiko tersebut yang nantinya membuat Papa

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status