LOGINDi dalam ruangan kerja Orion masih dirawat oleh Samuel.
“Yunika bagaimana bisa masuk ke sini? Bukannya dia terluka cukup parah? Apa dia tidak peduli dengan nyawanya lagi?” tanyanya pada Samuel.“Ya aku menjahit beberapa luka di tubuhnya, dia cukup kuat. Luka sebanyak itu dijahit tidak membuatnya mengaduh kesakitan. Sepertinya dia juga bertanya pada pelayan ke mana kamu pergi dan aku dengar dia ingin kabur dari sini untuk mencarimu. Pelayan yang kamu tugaskan berhasil menangkapnya. TiYunika sedang berada di lokasi untuk memeriksa, saat masuk ke dalam gang sempit tiba-tiba lengannya ditarik oleh seseorang dan dipeluk dari belakang. Yunika langsung mengenalinya ketika mencium aroma tubuh yang akrab, ditambah aroma tembakau begitu kuat.“Orion ....” Yunika memutar tubuhnya dan menatapnya.Dia melihat kedua mata Orion tergenang dengan air mata. Yunika langsung tersenyum lalu berkata padanya dengan nada bercanda. “Kamu ketua mafia kenapa bisa cengeng begini?”“Yunika, ini semua karenamu! Salahmu karena meninggalkanku! Kamu jelas-jelas tahu perasaanku padamu tapi masih memutuskan tetap pergi,” Orion menyentuh pipinya dan ingin mencium bibirnya tapi Yunika langsung menghindar dan mendahuluinya berjalan pergi. Orion tidak siap berpisah dengan Yunika, dia juga tidak pernah memiliki rencana untuk meninggalkannya. Dia jatuh cinta dan perasaan yang dulu pernah ada sudah berkembang menjadi lebih kuat dan tidak mungkin dia lupakan begitu saja. Di tengah jalan
Orion dan Samuel segera meninggalkan ruangan untuk menemui Ben. Sampai di dalam ruangan, dia melihat Ben sedang duduk menghadap komputer di dalam ruangan. “Bagaimana awal kalian bisa menemukan wanita ini?”Samuel meninggalkan ruangan tersebut untuk memberikan waktu pada Orion dan Ben untuk bicara.Orion mengatakan apa adanya dan dia merasa tidak ada gunanya untuk menyembunyikan semuanya dari Ben.“Dia datang padaku, kami secara tidak sengaja bertemu.” “Orion, aku tahu wanita ini adalah anggota kepolisian, dia juga istri sah cucu keluarga Irawan. Kamu tidak boleh menahannya di sini, bebaskan dia setelah siuman!”Orion merasa tidak rela jika harus melepaskan Yunika.“Kenapa? Dia adalah keluarga Zenus! Darah kami cocok!”“Ya, jika dia dibesarkan di dalam keluarga Zenus maka dia adalah anggota keluarga, dia bukan keluarga Zenus lagi ketika tinggal di luar. Kamu harus setuju dengan keputusanku!”Setelah berkata demikian, Ben Zenus keluar dari dalam r
“Kamu mungkin sudah melupakannya, alasan kenapa aku masih mengingat gadis ini karena dia adalah gadis kecil itu! Gadis ini sudah memberikan darahnya untukku, aku masih ingat saat jatuh dari pohon di panti, kepalaku dan kakiku terluka, aku hampir kehabisan darah. Gadis itu datang seperti peri yang baru saja turun dari surga tertinggi, dia memberikan darahnya untuk membantuku. Antara sadar dan tidak sadar, aku ingat gelang di tangan kanannya, tanda pengenal itu masih terukir jelas di benakku dan luka kecil di punggungnya.” Orion mengamatinya ketika mereka kembali dipertemukan dalam pesta tiga bulan Yolix, saat Yunika berdiri di depan foto dirinya dengan Yolix di rumah yang dia bangun untuk Yolix. Gaun itu memiliki model dengan punggung terbuka, luka kecil itu entah kenapa terasa sangat akrab. Yunika bagai medan magnet yang memikat hatinya menariknya mendekat tanpa alasan. Orion belum pernah seperti ini dan tidak akan mungkin bisa menjadi pria seperti sekarang ini
Orion baru bersedia melepaskannya ketika hari sudah gelap. Pria itu sepertinya menerima sinyal penting di ponselnya, warna merah menyala dan berkedip, karena itu dia buru-buru bangun dari atasnya dan pergi. Yunika hampir berjalan dengan cara merangkak akibat kelelahan. Yunika masih teringat dengan ancaman Orion, pikirnya Orion pergi untuk menemukan Steven. Yunika tidak suka dengan kerumitan itu, dia ingin segera mengatasinya. Paling tidak dia harus membuat Steven pergi meninggalkan kota Cepius.Yunika melihat Orion begitu bugar dan dia sama sekali tidak rebah di sampingnya untuk mengambil jeda. Lagi pula dia juga tidak bisa mengganti banyak posisi karena kondisinya masih belum sembuh. Bahkan setelah berjam-jam lamanya bermain, begitu turun dari ranjang langsung memakai bajunya kembali lalu keluar dari dalam kamar begitu saja. Yunika takjub dengan kekuatan Orion. “Dia benar-benar sangat tangguh! Sialan! Kalau terus tinggal di sini aku rasa pinggangku akan patah!”
Yusa sangat terkejut, dia pikir Calisa berulah dan Yunika tahu bahwa itu adalah ulah Calisa. Ternyata Yunika memiliki pandangan lain terhadapnya dan menduga bahwa dirinyalah yang berusaha menyingkirkannya dari sisi Regan.“Ini sudah sangat keterlaluan! Kamu pergilah ke kota Cepius untuk meluruskan masalah ini. Pantas saja dia menolak ketika aku memberikan restu padanya kemarin, pasti dia menduga aku ingin memisahkannya dengan Regan!”Steven menerima perintah itu tapi menurutnya Regan mungkin sudah menjelaskan tentang siapa orang yang ingin mencelakai Yunika. ***Sore ini Steven memutuskan untuk berangkat ke kota Cepius. Steven beristirahat di hotel dalam perjalanan ke sana. Dan pada keesokan paginya dia langsung menuju ke vila. Pada saat itu ternyata Regan belum kembali dari perusahaan. Steven memutuskan untuk menunggunya di vila dan dia juga mengirimkan pesan pada Regan bahwa dia datang karena perintah kakeknya.Di sisi lain, Regan sedang dalam perjalanan
Yusa menghela napas panjang, Calisa lolos dan keluar dari dalam ruangannya begitu saja. Karena pernyataan Calisa yang menyalahkan Steven sebagai penyebab Calisa melakukan tindakan melanggar hukum terhadap Yunika di masa lalu, Yusa terpaksa memanggil Steven untuk menghadap ke ruangannya pada jam berikutnya.“Nyonya Alisia, Tuan besar meminta saya untuk memanggil Tuan muda agar menghadap, beliau ditunggu di ruangan kerja sekarang!”Saat pelayan datang memanggil Steven, Alisia juga ada di sana. Dia memicingkan matanya melihat Calisa masuk ke dalam dengan senyum licik di bibirnya.Steven sejak tadi duduk di sana dengan santai juga kaget mendengar pelayan memanggilnya. Jika minggu-minggu sebelumnya, pelayan itu memanggilnya untuk menghadap karena kakeknya bertanya kapan dia akan memberikan cucu untuknya. Steven juga sudah menjawab bahwa harapan untuk memiliki anak sangat kecil. Steven selalu blak-blakan dalam menjawab pertanyaan Yusa. Dia tidak akan bisa berbohong di dep







