Share

6. mengakhiri

Penulis: Mint Boy
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-09 21:17:34

"ayo Akhiri hubungan ini"

Bagai tersambar petir, Angel terbungkam saat mendengar kalimat itu terucap dari mulut kekasihnya.

"Hey" Angel menarik Jovan untuk masuk kedalam apartemennya. Gadis itu tercengang, tapi tetap mempertahankan senyuman manisnya.

"Kau sedang bercanda? Apa ingin memberikan kejutan untukku?" Angel kembali bicara dengan keceriaan, ia membawa Jovan untuk duduk di sofa bersama, tapi pria itu segera menolaknya.

"Ada apa?" Angel bertanya sembari menggenggam kedua tangan Jovan, matanya terus menyorot kedalam tatapan Jovan untuk mencari kebohongan di sana, setidaknya sedikit saja itu sudah cukup untuk menenangkannya.

Tapi sama sekali tidak ada kebohongan di manapun Angel mencari. Ada apa sebenarnya?

"Ayo akhiri semua ini!" Jovan menatap Angel yang masih terkejut dengan ucapannya, tanpa senyuman ataupun tatapan lembut penuh makna seperti sebelumnya.

Kalimat yang terdengar membuat senyuman Angel berubah getir, ia melepaskan genggaman tangannya dari sang pria lalu mengambil satu langkah mundur dengan rasa kecewa yang besar.

"Mengapa?" Pertayaan yang mengudara terdengar bergetar menahan tangis, gadis ceria itu tampak terpukul sekali dengan keputusan sepihak yang Jovan berikan.

Jovan menghela nafas, ia mengambil satu langkah lebar dan menarik lembut tubuh Angel kedalam dekapannya. Jovan harus cepat mengambil keputusan sebelum terlambat, ia harus tegas dan menyelesaikan urusannya dengan Angel secepat mungkin.

"Kau tidak bersalah, sayalah yang membuat segalannya menjadi rumit" Jovan berbicara dengan tenang, ia berusaha memantapkan hatinya untuk mengambil keputusan ini.

Angel yang kala itu masih di peluk perlahan mendongak, menunjukan air matanya yang penuh dengan luka. "Apa yang rumit? Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi? Apa selama tiga tahun belakangan ini kau sudah menemukan penggantiku?"

Kekecewaan di wajah gadisnya bisa Jovan lihat dengan jelas, tapi dirinya tidak bisa menjawab cepat atas pertanyaan yang Angel berikan. Bukan karena tuduhan itu benar, melainkan karena ia memiliki alasan yang jauh lebih menyakitkan untuk di ungkapkan.

Sekitar empat tahun yang lalu, keduanya memang telah terlibat hubungan asmara. Hubungan yang benar-benar dekat hingga hampir mencapai pelaminan. Tapi sayangnya Angel memutuskan pergi keluar negri untuk melanjutkan karir modelnya ke jenjang yang lebih tinggi. Ia berangkat tepat satu hari sebelum acara pertunangannya bersama Jovan.

Kecewa? Tentu saja iya, hubungan mereka kandas saat itu juga, sakit hati Jovan semakin bertambah ketika mendengar gadis itu menjalin hubungan dengan dalah satu CEO fashion ternama di luar sana.

Namun entah apa yang membuat pria itu goyah dan melupakan amarahnya, ia segera datang saat mendengar kabar kepulangan Angel beberapa bulan yang lalu, mereka kembali dekat dan mengulangi hubungan yang sempat kandas.

"Jawab Jovan, apa kau berselingkuh?" Angel berteriak karena Jovan tidak kunjung mau menjawab pertanyaannya. Angel menepis tangan Jovan saat melihat pria itu hanya menunduk tanpa berani menatapnya.

Itu artinya... "Jadi itu benar?" Angel menghapus air matanya dengan kasar, menatap Jovan dengan amarah yang menggebu di dalam dadanya. Nafasnya mulai memburu panas, terlihat jelas betapa besar Jovan menorehkan luka di hati kekasihnya.

Tega sekali pria ini mempermainkannya, setelah Angel memberikam cintanya, lalu dengan mudah Jovan mengakhirinya begitu saja?

PLAK

Angel menamparnya sampai wajah Jovan berpaling dengan kasar. Memang tidak seberapa sakit, tapi setidaknya itu cukup untuk menyalurkan amarah dari hati Angel.

Rencananya malam ini Angel ingin mengajak Jovan untuk makan malam romantis bersama, mereka bisa menikmati malam dan berbicara sepanjang waktu untuk mengganti waktu tiga tahun yang telah hilang.

Tapi sepertinya itu hanyalah sebuah harapan, ia tidak bisa mengembalikan segalanya seperti dulu, Jovan telah menghancurkan segalanya.

"Maaf" Jovan menatapnya dengan tatapan sendu, ini sudah keputusan yang terbaik.

Hanya itu, dan Jovan pergi tanpa menjelaskan apapun, ia meninggalkan rasa kecewa yang teramat besar di hati Angel.  Malap yang seharusnya cerah dan penuh dengan kehangatan, kini justru menjadi malam sunyi yang suram untuk Angel lewati.

Untuk apa karir dan kekayaannya jika seorang pria saja tidak sanggup ia pertahankan disisinya.

Tapi... Sebuah ingatan kembali terlintas di benaknya, mungkin ini yang Jovan rasakan tiga tahun yang lalu. Mungkin sesakit ini, atau justru lebih sakit karena Angel pergi tanpa berpamitan.

....

"cari gadis ini" Anton mengulurkan selembar foto di atas meja, tepat di hadapan pria kekar berbaju hitam yang berdiri di depannya.

"Lavannya Damara..."

Sesaat setelah menyebutkan nama itu, Jovan datang ke ruangannya dan mendengar apa yang ayahnya katakan. Pria tua itu hanya melirik putranya sekilas, lalu kembali fokus dengan pembicaraanya.

"...Berikan ini padannya, jika tidak mau... Paksa dia menemuiku" Anton kembali melirik Jovan yang sedang melangkah mendekatinya, ingin sekali memancing reaksi dari sang putra.

Pria yang sejak tadi berdiri di hadapan Anton terlihat mengangguk dengan patuh, ia mengambil foto dan juga sebuah amplop yang baru saja Anton berikan. Sebelum sempat Jovan bersuara, pria itu sudah lebih dulu melenggang pergi, membiarkan ayah dan anak itu mengurus urusan mereka sendiri.

"Ada apa?" Anton kembali sibuk dengan berkas- berkas pekerjaannya.

"Saya akan menikahinya"

Suara Jovan yang mengudara segera merebut Atensi penuh dari ayahnya, Anton menatap putranya dengan sedikit riak keterejutan di wajah dinginnya. Sangat sulit membujuk Jovan sebelumnya, lalu mengapa anak itu berubah pikiran dengan cepat?

"Akan saya berikan nama saya untuknya" Jovan kembali bersuara, ia tetap hanya berdiri di hadapan ayahnya untuk menunjukan keseriusan.

Anton tersenyum simpul. "Apa yang terjadi, kau berubah pikiran?"

Jovan menghela nafas, menatap ayahnya dengan seksama. "Ini adalah terakhir kalinya saya akan membatu Damian, sisanya... Saya sungguh tidak akan lagi ikut campur"

"Menyesal?" Serkas Anton sesaat setelah kalimat Jovan terdengar. Seharusnya Jovan melakukannya sejak dulu, dia tidak perlu melindungi kesalahan Damian, anak itu jadi tumbuh tidak terkendali karena merasa di lindungi.

Jovan dan Anton sungguh sangat berbeda, keduanya memiliki sifat yang bertolak belakang. Jika Jovan duplikat Anton sepenuhnya, maka Damian adalah kebalikannya, dia lebih nakal dan suka membuat masalah.

"Tidak" Jovan menjawab dengan tegas. Ada  alasan lain mengapa ia setuju dengan pernikahan ini. Ia harus memperbaiki apa yang bisa di perbaiki, dan menyelamatkan apa  yang bisa ia selamatkan.

....

Seharusnya hari ini Lavannya sudah mulai bekerja kembali, tapi sepertinya gadis itu enggan untuk muncul di hadapan semua orang.

"Mual lagi?" Tanya Julia saat Vannya baru saja keluar dari kamar mandi. Vannya yang mulai kehilangan tenaga hanya bisa mengangguk lemah, energinya benar-benar sudah ia habiskan untuk mengeluarkan seluruh isi perutnya.

"Sebaiknya tidak usah lanjutkan bekerja di kota, nenek khawatir" Kata Julia sembari menuntun Vannya menuju kursi sederhana di ruang tengah.

Vannya mengangguk, ia bersandar lemah di sandaran kursi sambil mengatur nafasnya. Memang rencana awalnya Vannya ingin kembali ke desa dan menetap, tapi Jovan malah justru mempersulit dirinya.

"Nenek akan menjaga kalian disini, tidak usah cemaskan apapun"

Julia memang awalnya terkejut dengan kabar yang Vannya sampaikan, akan tetapi ia juga sadar tidak akan bisa mengubah apapun yang sudah terjadi. Cucunya bersalah, dan ia sudah memaafkan.

Jadi... Mereka memutuskan untuk tetap diam dan membiarkan takdir yang berbicara, jika anak ini memang harus tumbuh tampa seorang ayah maka Vannya sanggup melakukannya, itu bukan masah besar di jaman yang sudah modern ini.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Wanita Tuan Presdir    6. mengakhiri

    "ayo Akhiri hubungan ini"Bagai tersambar petir, Angel terbungkam saat mendengar kalimat itu terucap dari mulut kekasihnya."Hey" Angel menarik Jovan untuk masuk kedalam apartemennya. Gadis itu tercengang, tapi tetap mempertahankan senyuman manisnya."Kau sedang bercanda? Apa ingin memberikan kejutan untukku?" Angel kembali bicara dengan keceriaan, ia membawa Jovan untuk duduk di sofa bersama, tapi pria itu segera menolaknya."Ada apa?" Angel bertanya sembari menggenggam kedua tangan Jovan, matanya terus menyorot kedalam tatapan Jovan untuk mencari kebohongan di sana, setidaknya sedikit saja itu sudah cukup untuk menenangkannya.Tapi sama sekali tidak ada kebohongan di manapun Angel mencari. Ada apa sebenarnya?"Ayo akhiri semua ini!" Jovan menatap Angel yang masih terkejut dengan ucapannya, tanpa senyuman ataupun tatapan lembut penuh makna seperti sebelumnya.Kalimat yang terdengar membuat senyuman Angel berubah getir, ia melepaskan genggaman tangannya dari sang pria lalu mengambil s

  • Wanita Tuan Presdir    5.kebenaran

    "Ayo makan!" Vanya yang termenung di sudut kasur sederhananya segera menoleh, ia tersenyum kepada wanita tua yang masih berdiri di ambang pintu. "Nenek senang kau datang setelah sekian lama, tapi kenapa terus murung dan diam di kamar? Apa ada masalah?" Sudah sejak dua hari yang lalu Juliana meperhatikan cucunya. Gadis yang sejak dahulu selalu tersenyum dan memeluknya saat pulang, hari itu pulang tanpa kabar dan tanpa suara. Wajahnya sembab, terlihat sangat terpuruk dan gelisah, ada ketakutan yang terpancar dari matanya, namun entah hal apa yang membuat gadis itu murung. Vannya tersenyum simpul ketika nenek Juliana duduk di hadapannya, mengusap kepalanya dengan lembut dan memandang wajahnya dengan kasih sayang. "Bukankah hanya cuti selama tiga hari? Ayo keluar dan jalan-jalan" Juliana sebisa mungkin menghibur cucunya tanpa bertanya apa alasan gadis itu murung. Karena tidak mendapatkan ijin untuk berhenti bekerja, Vannya hanya bisa mengajukan cuti selama tiga hari. Ia berharap h

  • Wanita Tuan Presdir    4. pilihan

    Hening... sangat sepi dan sunyi, Lavannya yang telah tersadar sejak lima belas menit yang lalu hanya berbaring tanpa suara. Terlihat sangat putus asa, yang ia lakukan sejak tadi hanyalah menatap langit- langit rumah sakit, tanpa memikirkan apapun.Dalam keheningan yang melanda, suara pintu yang terdengar berhasil memecahk lamunannya. Lavannya semakin terdiam saat melihat siapa yang datang."Ekhem..."Suara daheman yang manly membuat Vannya segera bangkit dari pembaringannya, ia pikir pria itu sudah pergi setelah menolongnya tadi."Tuan" cicit Vannya untuk menyapa.Jovan hannya diam, berdiri tepat di sisi brankar Vannya. Karena tidak ada suara yang terdengar, itu membuat suasana canngung bagi Vannya, ia tidak mengerti apa tujuan Jovan menghampirinya."Saya pikir Tuan sudah pergi" suara yang terdengar seperti hanya sebuah angin lalu untuk Jovan, pria itu tetap diam tanpa sedikitpun respon berarti di wajahnya.Karena terlalu canngung, Vannya akhirnya memberanikan diri untuk mendongak dan

  • Wanita Tuan Presdir    3. kebenaran

    Setelah kepergian Lavannya, Jovan masih terduduk diam di tempatnya, menyesap kopinya secara perlahan sembari mengetik pesan di ponselnya.Kecelakaan yang di alami Damian ini kemungkinan besar akan membuatnnya sibuk, perusahaan harus segera menjelaskan kondisinya kepada media, agar para penggemar bisa lebih tenang."Bagaimana kondisinya?"Suara yang tidak asing membuat Jovan dengan cepat mendongak, menghentikan kegiatannya yang teramat sibuk dengan pekerjaan di layar ponsel.Antonio Fedorov, ia yang saat itu sedang ada pekerjaan di luar kota segera datang setelah mendengar keadaan Damian, putra bungsunya yang saat ini sedang naik daun.Jovan bangkit dan berdiri di sisi ayahnya, menatap Damian yang tidak berdaya di atas brankar."Buruk, dokter bilang ada benturan hebat yang mengenai dadanya, itu membuat be.... Yah seperti itulah." Jovan berhenti bicara saat ayahnya tampak sudah cukup paham dengan keadaan Damian saat ini.Antonio menghela nafas, ia menatap putra sulungnya yang berdiri d

  • Wanita Tuan Presdir    2. pingsan

    "ayolah Van, hanya sedikit bermain denganku apa akan menjadi masalah besar untukmu?"Vannya menggeleng lemah, kepalanya terasa berputar- putar dan sangat berat, ia bahkan tidak bisa membuka matanya dengan benar."Ck tidak mau" Vannya terus menolak setiap sentuhan dari pria di sampingnya. Alkohol yang menguasai tubuhnya membuat ia hampir kehilangan kesadaran."Ayolah, semua wanita bukankah sama saja? Mengapa sok jual mahal sekali sih" tampaknya pria itu semakin kesal dengan setiap penolakan Vannya. Ia terus membujuk dan memaksa meskipun Vannya berulang kali menepisnya.Damian memang sedang berusaha untuk menjalin hubungan yang lebih intens dengan Lavannya, tapi yang membuat pria itu kesal adalah Lavannya yang selalu sok jual mahal. Vannya ingin menjalin hubungan ketika mereka sudah lebih mengenal satu sama lain, tapi dia bahkan sama sekali tidak mau di sentuh, padahal sudah terlihat jelas kalau Vannya juga tertarik kepada Damian.Bagi Vannya dunianya cukup dengan bekerja dan mendapat p

  • Wanita Tuan Presdir    1. Hamil

    "Tuan... Saya hamil"Pria berdasi yang saat itu sedang sibuk dengan dokumen-dokumennya sontak mendongak, netranya yang hitam kelam tertuju pada wanita muda yang berdiri di hadapannya.Wanita dengan rambut hitam bergelombang, yang mentapnya dengan rasa gugup sampai berkeringat dingin. Wajah cantiknya bahkan terlihat berkeringat meskipun ruangan ini ber- AC."Ini surat pengunduran diri saya" Tangan seputih susu itu meletakan surat pengunduran di atas meja, membuat pria yang duduk di hadapannya melepaskan berkas-berkas di sisi lain, dan matanya menatap lekat surat pengunduran diri yang baru saja di ajukan.Jovan Fedorov... Sang Presdir yang selama ini di katakan sebagai pemimpin yang tegas juga displin, pria dengan karisma luar biasa yang dengan mudah menaklukan hati para wanita. Tapi selalu saja sikapnya terlalu santai, atau bisa di katakan cuek, dia selalu serius dalam pekerjaanya."Kau akan menikah?" Jovan bersuara dengan nada penuh keharanan, sebab ia belum pernah mendengar jika sekr

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status