LOGINVannya adalah gadis desa yang naas—takdir membawanya ke kota dengan harapan sederhana, namun justru memberinya luka yang tak pernah ia bayangkan. Ia harus menjalani kehidupan yang pahit setelah adik presdir perusahaannya dengan tega menidurinya, merenggut masa depan dan harga dirinya dalam satu malam kelam. Hidupnya hancur. Mimpinya runtuh satu per satu. Ia bahkan sempat berdiri di ambang keputusasaan, nyaris mengakhiri hidupnya sendiri karena tak sanggup menanggung beban rasa malu, trauma, dan ketakutan yang mencekiknya setiap hari. Namun tepat saat harapan itu hampir benar-benar padam, takdir kembali berbelok ke arah yang tak pernah ia duga. Jovan Fedorov—Presiden Direktur perusahaan tempatnya bekerja, sekaligus kakak kandung Damian—melangkah masuk ke dalam hidupnya. Bukan sebagai atasan yang dingin, bukan pula sebagai pria berkuasa yang menutup mata, melainkan sebagai seseorang yang dengan tegas dan penuh tanggung jawab memilih menanggung dosa adiknya. Di saat dunia seolah menelannya hidup-hidup, Jovan justru menjadi satu-satunya orang yang mengulurkan tangan. Dan dari sanalah, hidup Vannya perlahan berubah—meski luka itu tak pernah benar-benar hilang.
View MoreSeperti kata Jovan, Vannya menuruti perintah pria itu dan duduk dengan tenang didalam ruang kerja bersamanya.Vannya juga tidak mengerti mengapa Jovan bisa begitu posesif terhadap dirinya, tidak membiarkannya bekerja di tempat lain tapi juga tidak memberikan pekerjaan apapun disini."Minta Andi kerjakan ini!"Bongkahan es itu akhirnya bersuara setelah mengabaikan Vannya sejak dua jam yang lalu. Vannya bangkit dengan semangat dan meraih berkas yang Jovan berikan."Aku boleh keluar?" Untuk berjaga-jaga, Vannya harus bertanya di setiap tindakan yang ia lakukan.Jovan melirik istrinya sekilas lalu menganggukan kepala dengan samar, tapi itu sudah cukup untuk membuat Lavannya tersenyum gembira.Vannya bergegas keluar untuk menemui rekan-rekannya yang lain, ia senang sekali akhirnya bisa bebas dari ruangan Jovan yg sangat monoton.Vannya masuk kedalam ruangan yang tidak kalah senyap dari ruangan Jovan, tapi setidaknya tenpat in
"aku sudah baik-baik saja kok"Jovan sekali lagi menghela nafasnya, ini sudah kesekian kalinya Vannya merengek untuk kembali bekerja. Jovan tidak mengijinkan karena Vannya yang memang belum sepenuhnya pulih, tapi wanita ini terus memaksa bahkan sekarang sudah berpakaian rapi."Saya sibuk" Jovan tetap mengabaikan istrinya, ia justru sibuk bersiap-siap sendiri.Vannya berdiri tepat di depan pintu, memperhatikan setiap pergerakan suaminya dengan wajah masam."Tuan, aku juga bisa bosan jika hanya duduk di rumah" kata Vannya lagi, wajah memelasnya ia tunjukan supaya Jovan bisa sedikit luluh.Jovan meliriknya sekilas tanpa perduli, ia berlalu masuk kedalam walk in closet untuk mengambil dasi.Karena geram Vannya akhirnya mengikuti Jovan, berdiri tepat di belakang pria itu dengan wajah kesal. Jika saja Jovan bukan atasannya, sudah pasti Vannya tidak akan repot-repot membujuk."Hanya bekerja dan duduk, apa salahnya sih" Vannya c
Malam harinya Jovan baru saja masuk kekamar setelah sejak tadi sore banyak berbincang bersama Aldo dan juga Kevin, tentu ada beberapa pekerjaan yang harus mereka urus juga."Tuan"Suara yang tidak asing membuat Jovan yang baru saja hendak membuka pintu kamar menjadi terhenti, ia menoleh dan mendapati Gretta yang sudah berdiri dengan wajah cemasnya.Pelayan tua ini turut Jovan ambil dari kediaman Fedorov, tentu karena satu-satunya orang yang Jovan percayai adalah dia.Sebenarnya berat untuk Adeline meninggalkan Mansion setelah bekerja puluhan tahun disana, tapi tidak apa asal ia tetap bekerja dengan garis keturunan Fedorov."Apa?" Jovan bertanya dengan ketus, dia memanh tidak pernah bersikap ramah."Sejak sore nona tidak keluar kamar, dia juga menolak makanan yang saya bawakan" kata Gretta dengan raut wajah cemas. "Jika terus seperti ini nona akan kembali jatuh sakit"Jovan mendengarkan, ia melirik pintu kamar Vannya yang
Hari ini adalah hari kepulangan Lavannya dari rumah sakit, sebab itulah Jovan meminta Aldo dan Kevin datang untuk membantunya. "Apa kita langsung pulang?" Jovan dan Vannya sejak tadi hanya diam di belakang sana, tapi Aldo dan Kevin sayangnya tidak memiliki kepribadian semonoton mereka. Keduanya masih terus berusaha mencari topik untuk hanya mendengar sepatah kata saja dari Vannya ataupun Jovan. Jovan merengkuh tubuh kecil Vannya, menyalurkan kehangatan di tengah musim dingin yang mulai datang. Sudah satu minggu sejak Vannya kehilangan bayinya, dia benar-benar tidak banyak bicara, tidak jarang Jovan juga melihatnya diam-diam menangis sendirian. "Ingin sesuatu?" Akhirnya suara Jovan keluar, dan itu membuat Aldo yang duduk di depan segera menoleh ke belakang. "Aku ingin makan kepiting" kata Aldo dengan keceriaan di wajahnya. Baik Jovan maupun Vannya hanya menatapnya dengan tatapan aneh, sebelum akhirnya Aldo di tarik paksa oleh Kevin untuk kembali duduk dengan benar. Padahal K
Sudah dua puluh empat jam Vannya berbaring di atas brankar rumah sakit dengan kedua tangan dan kakinya yang terikat. Ia sudah mencoba memberontak sejak semalam, tapi percuma saja karena tali yang mengikat tubuhnya terlalu kuat.Rasa lelah mulai menguasai ya, tenaga Vannya sudah habis seh
Setelah satu minggu lamanya meninggalkan lehidupan pelik di kota, hari ini Vannya kembali untuk mengambil beberapa barangnya yang masih tertinggal.Dan soal pekerjaanya, Vannya sudah mengirim surat pengunduran diri melalui email, tidak perduli apa Jovan akan menyetujuinya atau tidak, Vannya hanya i
"ayo Akhiri hubungan ini"Bagai tersambar petir, Angel terbungkam saat mendengar kalimat itu terucap dari mulut kekasihnya."Hey" Angel menarik Jovan untuk masuk kedalam apartemennya. Gadis itu tercengang, tapi tetap mempertahankan senyuman manisnya."Kau sedang bercanda? Apa ingin memberikan kejut
"Ayo makan!" Vanya yang termenung di sudut kasur sederhananya segera menoleh, ia tersenyum kepada wanita tua yang masih berdiri di ambang pintu. "Nenek senang kau datang setelah sekian lama, tapi kenapa terus murung dan diam di kamar? Apa ada masalah?" Sudah sejak dua hari yang lalu Juliana mepe
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.