MasukBegitu mendengar nama Pembunuh Bayangan, ekspresi Fanny langsung berubah drastis."Pembunuh Bayangan? Kalian anggota organisasi pembunuh bayaran?"Dia segera mengambil kembali pistolnya, lalu mendekat ke sisi Arlo dan Winola. Pistol itu kembali diarahkan kepada beberapa orang di depan mereka. Ekspresinya tegang seolah sedang menghadapi musuh besar."Kak Fanny, Pembunuh Bayangan itu organisasi apa?" Winola mengernyitkan alisnya.Dia sendiri tidak tahu kapan pernah menyinggung orang-orang ini."Organisasi pembunuh bayaran yang sudah melakukan banyak kejahatan. Sebagian besar anggotanya adalah praktisi bela diri tingkat tenaga dalam. Pengawas Bela Diri dan Asosiasi Bela Diri sudah lama memburu mereka, tetapi hasilnya sangat minim."Suara Fanny jelas menyiratkan sedikit kepanikan.Kalau bukan karena organisasi ini berulang kali menyerang orang biasa, seseorang dengan pangkat seperti dirinya bahkan belum tentu berhak mengetahui keberadaan mereka. Namun justru karena mengetahuinya, dia semak
Arlo langsung mengangkat Winola dengan satu tangan, lalu tiba di sisi Sheila dalam beberapa lompatan. Di sebelah kanan Sheila, entah sejak kapan wanita berpakaian tempur tadi sudah mundur ke sana. Dia sedang memegang pistol dan terus menembaki seorang praktisi bela diri bertubuh pendek dan gemuk.Praktisi bela diri tingkat tenaga dalam belum mampu menahan peluru secara langsung. Mereka hanya bisa mengandalkan gerakan tubuh yang sangat cepat untuk menghindar.Pria pendek gemuk itu sangat lincah. Dua tembakan berturut-turut berhasil dia hindari. Namun, tembakan ketiga memelesat tepat di sisi telinganya dan nyaris menghancurkan telinganya.Sorot tajam berkilat di mata pria pendek gemuk itu. Ekspresinya terlihat sedikit bimbang. Jelas dia cukup waspada terhadap pistol di tangan wanita itu, tetapi dia juga tidak rela mundur begitu saja.Sheila sendiri sama sekali tidak panik. Dia sudah pernah menyaksikan situasi yang jauh lebih mengerikan daripada ini. Dia hanya menoleh kepada Arlo dan bert
Di lokasi acara terdapat cukup banyak anggota polisi khusus. Mereka tampaknya memang ditugaskan oleh pihak berwenang. Meskipun reputasi Arlo sudah cukup untuk menjaga ketertiban, dengan begitu banyak praktisi bela diri berkumpul di satu tempat, pihak berwenang tentu tidak mungkin tinggal diam."Eh, ternyata ada aura yang kukenal!"Arlo merasa agak heran. Dalam jangkauan kesadaran ilahinya, dia merasakan aura familier dari seorang wanita yang membungkus dirinya rapat-rapat.Sepertinya Winola.Bukannya dia datang ke Cangga untuk mengadakan konser? Untuk apa dia datang ke tempat seperti ini?Bisa dibilang, mereka ini kenalan lama. Margo juga cukup baik terhadap Arlo. Karena sudah kebetulan bertemu, Arlo pun berniat menyapanya."Kamu tunggu aku di sini. Aku mau ke sana sebentar!"Arlo menunjuk kios tempat Winola berada tidak jauh dari sana.Namun begitu dia mulai berjalan, dia langsung merasakan beberapa praktisi bela diri bergerak mendekat dan berkumpul ke arahnya."Mereka mengincarku?"S
Organisasi bawah tanah internasional langsung gempar saat melihat hadiah buronan sebesar 10 miliar dolar. Namun, begitu mengetahui bahwa target pembunuhan itu adalah Arlo, suasana mendadak hening untuk sesaat.Foto para pembunuh dari dark web yang mayatnya pernah digantung memenuhi tugu perbatasan seolah masih terbayang jelas di depan mata.Kata "Wilayah Terlarang Dewa" pun seakan masih terngiang di telinga mereka.Namun, kali ini sepertinya target tidak berada di dalam wilayah terlarang itu?Meski begitu, reputasi seseorang akan terus mengikuti namanya. Para pembunuh bayaran biasa tetap tidak ada yang berani ikut campur!Sebaliknya, organisasi pembunuh yang memang secara khusus memburu praktisi bela diri dan manusia berkekuatan khusus masih sangat tergiur untuk mencoba. Nama Arlo sekali lagi tersebar luas di dunia mafia."Sayang sekali dia di Doraia. Sulit sekali mendapatkan senjata berkekuatan besar di tempat itu.""Aku dengar sudah ada orang yang berangkat menuju Doraia. Mungkin sek
"Tentu saja, aku juga ingin mempersulitnya.""Aku akan mengatasnamakan Keluarga Budiono dan mengeluarkan perintah buronan di dunia mafia internasional, dengan hadiah 10 miliar dolar bagi siapa pun yang berhasil membunuh Arlo." Zolon melanjutkan rencananya."Kenapa harus mengatasnamakan Keluarga Budiono? Lagi pula, kemungkinan para pembunuh itu bisa membunuhnya juga kecil." Minju mengerutkan kening dan bertanya.Mendengar itu, tiga orang lainnya langsung terdiam. Bagaimana bisa orang seperti ini menjadi salah satu tokoh inti Grup Lisung di Korlia?"Arlo baru saja bermusuhan dengan Keluarga Budiono. Balas dendam dari Keluarga Budiono bisa dijadikan kedok. Orang-orang nggak akan mengaitkan penyebaran virus dan para pembunuh itu."Zolon menjelaskan dengan tenang, lalu melanjutkan, "Kalau Arlo cukup beruntung bisa selamat dari kepungan virus dan para pembunuh ini, dia pasti akan balas dendam. Kalau dia sampai meninggalkan Provinsi Hareast untuk mencari kita, kita bisa memanfaatkan kesempata
Tiga orang selain Zolon terdiam cukup lama.Operasi Emas adalah proyek yang pernah dikerjakan bersama oleh mereka ketika mengembangkan obat. Tanpa sengaja, mereka berhasil membiakkan sebuah jenis virus.Virus ini berasal dari mutasi virus yang memang sudah ada secara alami di alam dan memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi.Virus ini bisa sewaktu-waktu memicu wabah berskala global.Yang lebih mengerikan, dengan teknologi pengobatan saat ini, virus itu tidak mungkin dimusnahkan maupun dikendalikan.Tim ilmuwan mereka membutuhkan waktu tiga tahun untuk mengembangkan sebuah obat khusus.Di seluruh dunia, selain obat khusus, obat-obatan lain hampir tidak memiliki efek terhadap virus ini.Waktu itu, mereka bahkan pernah bercanda bahwa jika suatu hari mereka butuh uang, setelah menyebarkan virus ini, mereka hanya perlu mengandalkan penjualan obat khusus untuk meraup keuntungan besar.Itu sama saja dengan menjarah dana kesehatan negara di seluruh dunia. Itulah yang benar-benar bisa mem
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter






