Masuk"Nenekmu itu bukan orang baik. Menurutku, dia mau menyerahkan Keluarga Margono sebagai ganti rugi padaku hanya karena putra-putranya nggak mampu mengurusnya. Jadi, menyerahkan bisnis keluarga ke keturunan perempuan pun bukan masalah lagi."Dalam perjalanan pulang, Arlo menggeleng sambil terkekeh. Dia bisa melihat dengan jelas rencana Miskah.Sheila mencibir. "Dia bahkan mau mengirim Sully ke ranjangmu juga, biar kamu bisa menikmati dua bersaudari sekaligus. Dia sengaja membiarkan Aspen masuk untuk memperkeruh suasana, hanya untuk melihat apa kamu bakal cemburu. Dia mau mengujimu."Arlo tertawa. Sheila memang wanita yang sangat cerdas dan bisa melihat banyak hal dengan jelas. Jadi, dia tidak perlu menjelaskan lebih jauh.Bagi Arlo, Aspen hanyalah selingan kecil.Meski dia datang demi Serbuk Pengusir Wabah, kemungkinan besar dia juga mengincar cairan spiritual. Selain itu, dia juga memiliki kekuatan super tertentu, tetapi Arlo sama sekali tidak menganggapnya penting.Jangankan Aspen, bah
"Sekarang kita sudah jadi satu keluarga. Kamu pasti sudah bekerja keras sampai bisa mendapat perhatian Master Arlo. Tapi Master Arlo punya bisnis yang begitu besar.""Kalau kamu ingin bisa berdiri teguh di sana, mengandalkan dirimu sendiri akan sulit. Kamu juga perlu dukungan keluarga. Kalau bisa bekerja sama dengan Keluarga Lingga ...," lanjut Ronny."Ehem ...." Sully berdeham, tampak sedikit canggung.Sheila mendengus, lalu langsung menarik Arlo. "Ayo, kita pergi saja. Ada orang yang menyebalkan di sini."Arlo mengangguk sambil tersenyum kepada Miskah, lalu pergi bersama Sheila.Suasana di meja makan seketika menjadi sangat canggung.Miskah juga meletakkan sendoknya. "Aku sudah selesai makan. Kalian mau hidup atau mati, urus saja sendiri. Aku sudah nggak mau ikut campur."Sully membantu Miskah berdiri, lalu mengangguk kepada Ronny. "Paman, aku antar Nenek kembali ke kamar dulu!"Setelah kembali ke kamar, Miskah menggeleng. "Arlo ini ternyata jauh lebih sulit dihadapi daripada yang di
Tak lama kemudian, Aspen masuk.Usianya tampak belum genap 30 tahun. Wajahnya tampan, tubuhnya kurus, kakinya jenjang. Benar-benar seperti aktor pria Korlia.Kalau beberapa tahun lalu, saat demam budaya Korlia sedang marak, pria dengan penampilan seperti ini pasti akan menarik perhatian banyak penggemar wanita.Hanya saja, auranya agak muram, membuat orang merasa tidak nyaman saat bertatapan dengannya."Ini adik sepupuku, Aspen. Dia direktur bidang bioteknologi di Grup Lisung Korlia. Meski masih muda, asetnya sudah mencapai triliunan!" Mina, istri Ronny, memperkenalkan.Mendengar nama Grup Lisung, Arlo sedikit terkejut. Kalau hanya mendengar soal Keluarga Lingga di Korlia, Arlo tidak terlalu memikirkannya. Marga Lingga memang termasuk salah satu marga terbesar di Korlia, jadi jumlah orang bermarga Lingga sangat banyak.Namun, ketika menyebut Grup Lisung, Arlo mau tak mau mengangkat alis.Sebagai konglomerat terbesar di Korlia, Grup Lisung bisa dikatakan merambah hampir seluruh sektor k
Sheila sengaja menggoda.Sudut bibir Arlo berkedut, nyaris menyemburkan minumannya. "Kayak begini juga bisa dikait-kaitkan?"Sheila tersenyum penuh arti. "Kamu langsung bersemangat ya? Ck, ck, jangan-jangan kamu bersemangat karena membayangkan dua bersaudari cantik ditaklukkan olehmu?""Sekte Hanafi sebesar itu. Kalaupun ada hubungan darah, kemungkinan besar sudah lebih dari lima generasi. Nggak cocok lagi disebut sepupu," sahut Arlo dengan kesal.Yolanda dan Isyana yang benar-benar bisa disebut saudari sepupu.Namun, siapa sangka Sheila malah berkata lagi, "Oh, yang itu terlalu jauh ya? Kalau begitu, gimana kalau kuberikan Sully padamu? Nah, begini baru benar-benar dua saudari cantik!"Arlo memutar bola matanya.Sheila membawa Arlo ke rumah lama Keluarga Margono. Saat Arlo melangkah masuk, dia melihat seorang nenek yang mengenakan gaun elegan. Rambutnya disisir dengan sangat rapi, memancarkan aura seorang nyonya keluarga kaya dari Kota Aramaya.Namun, tatapannya tajam dan penuh tekana
"Arlo, orang Provinsi Hareast, asal-usul kultivasinya penuh misteri. Menguasai dua jalur kultivasi. Sekali bergerak, langsung menggemparkan dunia.""Sebelum berusia 20 tahun, dia terlihat seperti pemuda biasa dari dunia fana. Setelah berusia 23 tahun, dia seperti memelesat ke angkasa.""Dia membunuh empat grandmaster dari Keluarga Candra dan Keluarga Gaharu, mengalahkan Nadhif, membantai orang tanpa terhitung jumlahnya. Benar-benar hebat!"Hanni membacakan dengan penuh semangat penilaian terhadap Arlo dalam daftar itu.Para ahli Keluarga Pangalila yang hadir terkejut, tetapi di balik keterkejutan itu juga terselip perasaan rumit yang sulit diungkapkan."Arlo belum mencapai tingkat bawaan, tetapi sudah menduduki peringkat pertama di antara para grandmaster? Ini agak ...." Kepala Keluarga Pangalila tak kuasa bersuara."Teknik Arlo mampu menggerakkan energi langit dan bumi. Tubuhnya yang ditempa dengan latihan fisik sebanding dengan tubuh tingkat bawaan, sementara ilmu bela dirinya sepert
Yang membuat Kilian kesal adalah kali ini ketika dia pulang ke tanah air untuk mengunjungi keluarga, dia malah kembali bertemu Yolanda yang datang membuat keributan. Yang lebih menyebalkan, dia tetap tidak mampu mengalahkan wanita itu.Kilian menatap Santa Sekte Hanafi yang baru saja diangkat, Isyana, lalu merapatkan kedua tangan di depan dada."Adikku masih belum mengerti banyak hal. Di perjalanan ke Gunung Akasa, berkat bantuan Santa Sekte Hanafi, dia bisa melewati semuanya dengan lancar.""Tapi api bumi merupakan rahasia Keluarga Pangalila, jadi kami benar-benar nggak bisa mengizinkan kalian masuk. Kalau karena ini kalian tetap ingin bertarung ...."Isyana pada dasarnya lebih banyak dibentuk oleh pemikiran modern, jadi saat ini dia merasa agak canggung. Dia juga tidak menyangka ruang api bumi Keluarga Pangalila dijaga seketat itu. Setelah pulang dari Gunung Akasa, Hanni diam-diam ingin mengajaknya masuk, tetapi mereka malah ketahuan.Orang-orang Keluarga Pangalila menahannya dan mem
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter
Sekujur tubuh Rafi membeku di tempat. Arlo mengambil telepon satelit dari tangannya.Dari ujung sana, terdengar suara Lasya yang penuh kebencian. "Bagus kalau kamu nggak mati! Aku justru takut kamu mati di tempat yang nggak bisa kulihat!"Arlo menunggu makian Lasya selesai dengan wajah tanpa ekspres







