LOGIN"Aku bisa memberimu investasi senilai ratusan miliar dolar agar kamu bisa mengembangkan bisnismu semaksimal mungkin.""Asalkan kamu bersedia menerima kontrak investasiku dan mulai sekarang Air Suci hanya dipasok ke Konsorsium Miles, aku bahkan mungkin bisa mendorong pencabutan larangan terhadap pengobatan tradisional Doraia di Erupa dan Marika."Arlo berkata dengan datar, "Gimana kalau kubilang, aku nggak pernah sekali pun berpikir untuk menerima investasi dari siapa pun?""Kalau bukan demi mendapatkan investasi, lalu kenapa kamu berbincang begitu akrab dengan Joffers?""Kalau bukan untuk membuka jalan, dengan sifatmu, seharusnya sejak awal kamu sudah menyuruh keluarga kerajaan datang sendiri ke Doraia. Bukankah ada pepatah di Doraia, dokter nggak mengetuk pintu pasien?"Avery benar-benar seperti seorang ahli budaya Doraia. Berbagai pepatah dan ungkapan Doraia diucapkannya dengan lancar.Arlo tidak menjawab. Alih-alih membuka jalan, perjalanan kali ini lebih tepat disebut sebagai menja
Seiring suara langkah kaki yang makin mendekat, seluruh halaman belakang klub kini dipenuhi pria-pria berjas hitam berambut pirang dan merah.Masing-masing memancarkan aura garang dengan wajah bengis. Ada yang menggenggam senapan, ada pula yang membawa berbagai jenis senjata lain yang mudah digunakan.Jelas mereka adalah anggota mafia yang dipelihara oleh Konsorsium Miles di Rilandia.Sudut bibir Arlo terangkat membentuk senyum meremehkan. "Cuma begini? Kalau informasi yang kamu miliki begitu ketinggalan, sebaiknya cepat bunuh diri saja."Di tempat ini memang ada sedikitnya 100 orang preman. Mungkin masing-masing juga merupakan petarung ulung. Bahkan tidak sedikit yang merupakan praktisi bela diri aliran eksternal atau ahli karate, taekwondo, maupun sanda dari luar negeri.Namun, mengandalkan orang-orang ini untuk mengepung Arlo benar-benar hanya mimpi di siang bolong. Di bawah seorang grandmaster, semuanya hanyalah semut!Di level Arlo sekarang, cukup dengan satu jentikan jari, orang-
"Terima kasih atas niat baik Pak Zafran!" Selesai berkata begitu, Arlo memberi salam dengan merangkapkan kedua tangan, lalu berbalik dan pergi dengan tenang.Zafran menyesap sedikit air putih di gelasnya, menggenggam gelas itu cukup lama tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Kilian, perwira militer yang berdiri di samping, tak kuasa menahan diri untuk berkata, "Bocah itu benar-benar nggak tahu diri. Dia sama sekali nggak tahu betapa liciknya Andrew. Kenapa Dewa Militer sampai minta Bapak menjaga orang seperti dia?"Zafran menggeleng. "Selama beberapa hari ke depan, cari cara untuk terus mengikutinya dan berikan bantuan bila diperlukan. Kalau dia ingin pulang, usahakan kapan saja untuk mengirimnya pulang ke Doraia!"Kilian mengernyit, tampak tidak senang. "Tugasku adalah menjaga keselamatan Bapak.""Di kedutaan aku sangat aman. Laksanakan saja perintah."Kilian hanya bisa mengangguk dengan patuh. Baru saja selesai berbicara, teleponnya berdering. Ekspresinya langsung berubah."Arlo pergi
Avery menampakkan kilatan niat membunuh di matanya, tetapi senyumannya tetap semanis bunga yang sedang mekar."Pak Arlo, apa kamu salah paham terhadapku? Sebenarnya Konsorsium Miles sangat ingin bekerja sama denganmu, baik di bidang farmasi maupun riset umur panjang!"Arlo terkekeh sinis. "Kalau begitu, memang ada satu kesalahpahaman. Aku salah menilai setebal apa kulit wajahmu."Wajah Avery sedikit berubah muram. Sebagai tokoh inti Konsorsium Miles, kekuasaan yang dimilikinya sangat besar. Bisa dibilang, dia mampu mengerahkan hampir setengah kekuatan Konsorsium Miles.Bahkan anggota keluarga kerajaan seperti Anne maupun Andrew belum tentu berani berbicara kepadanya dengan sikap seperti itu.Andrew yang berdiri di samping mendengar percakapan keduanya makin dipenuhi aroma mesiu. Saat melihat wajah Avery makin lama makin suram, kilatan puas pun muncul di matanya.Atas isyarat matanya, tamu-tamu maju untuk bersulang, langsung memutus percakapan antara Arlo dan Avery.Arlo pun dikerumuni
Nama Arlo bahkan belum pernah mereka dengar hingga hari ini. Usianya masih sangat muda, penampilannya pun biasa. Namun, sikapnya begitu tenang!Rasanya seolah ini bukanlah jamuan makan malam yang menjadi pusat perhatian banyak orang dan dihadiri keluarga-keluarga konglomerat serta anggota keluarga kerajaan. Sikapnya lebih mirip seperti sedang berjalan santai di taman belakang rumahnya sendiri."Dia sebenarnya siapa?""Anak dari keluarga konglomerat mana?"Para pengusaha Doraia saling memandang dan saling bertanya. Wajah mereka dipenuhi rasa tidak percaya.Itu adalah seorang pemuda Doraia yang sebelumnya sama sekali tidak mereka kenal. Menurut cerita para mahasiswa, dia bahkan pernah memukul Pangeran Harvey.Namun, sekarang Andrew justru menggunakan kata-kata seperti tamu paling terhormat dan sahabat paling akrab untuk menggambarkannya?"Beliau adalah dokter pengobatan tradisional Doraia, Arlo! Selain merupakan seorang dokter yang luar biasa, beliau juga seorang pebisnis yang sangat suk
Arlo melirik ke arah Paula, lalu berjalan menghampirinya dengan wajah tak berdaya. "Ada apa lagi?"Paula menunjuk ke arah Mikha dan rombongannya sambil terkikik. "Mereka bilang kamu cuma cowok yang suka nipu perempuan buat diajak tidur!"Arlo menggeleng. Dasar gadis nakal, sengaja mencari gara-gara, lalu membiarkan dia yang kena getahnya! Nanti kalau sudah pulang, dia pasti akan menggantung Paula, lalu menghajar bokongnya beberapa kali!Ketika ucapan itu terlontar, para mahasiswa yang belum mengenal Arlo serta para perwakilan pengusaha Doraia pun langsung tahu bahwa pria di hadapan mereka inilah orang nekat yang tadi sedang dibicarakan."Kenapa kamu ada di sini?" tanya Mikha."Kalau aku nggak datang, jamuan malam ini juga nggak bakal dimulai. Lagian, punya hak apa kamu tanya-tanya begitu padaku?" balas Arlo sambil mendecak.Mikha langsung terpaku. Apa Arlo sedang terang-terangan membual? Atau ... itu memang benar? Dia benar-benar bingung!Ombala tertawa. "Maksudmu, jamuan ini diadakan
Melihat Jivano dalam keadaan begitu takut, Mohit justru semakin tergila-gila pada kemampuan Arlo memanggil petir dewa.Meskipun Jivano berperilaku buruk dan kini tampak menyedihkan, di Gunung Naga Harimau, dia memiliki posisi yang cukup tinggi. Hanya selangkah lagi, dia bisa menuju posisi Mahaguru G
Risty merangkak dan berguling untuk bersembunyi di belakang Wahid. Kalau beberapa orang tua itu benar-benar bisa mengendalikan hantu dan tadi mereka bilang ingin membunuh untuk membungkam saksi, bukankah itu tinggal dilakukan dengan mudah?Melihat mereka bahkan tidak takut pada peluru, seluruh harap
Dia termasuk salah satu yang memiliki kemampuan reaksi terbaik terhadap penyiksaan. Namun, menghadapi Arlo, tidak ada yang namanya menjerat dengan kata, tidak ada trik, bahkan tidak ada metode penyiksaan biasa. Hanya rasa sakit yang sederhana, kasar, dan langsung mengenai sasaran."Penawar Racun Asa
Levin mengernyit. Itu adalah barang pertama yang diminati Arlo. Dia sebenarnya berniat menghadiahkan barang itu. Melihat Risty masih terus memprovokasi, dia langsung hendak mengangkat papan untuk menawar lagi.Namun tepat saat itu, Arlo menarik lengannya."Kamu bodoh ya? Barang ini bahkan nggak lebi







