Share

Bab 121

Penulis: Jayden Carter
"Ya, ini aku, Paman Fikri! Kunci mobilnya mana? Aku bantu Paman kirim barang. Aku jamin pasti sampai tepat waktu!" kata Arlo sambil tersenyum.

"Kamu ... kamu kok datang ke sini? Masa aku nyusahin kamu buat antar barang?" Fikri tampak ragu.

Arlo adalah teman baik putranya. Waktu libur musim panas kelas tiga SMA, kedua anak itu sempat membantu di tokonya.

Selama lebih dari dua bulan liburan, Arlo meninggalkan kesan mendalam baginya. Cepat, cekatan, pintar. Dia sangat menyukai Arlo.

Hanya saja, kem
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1206

    Arlo mendongak, lalu tertawa terbahak-bahak. "Anggap selesai sampai di sini? Kalian pikir aku lagi main rumah-rumahan dengan kalian?""Apa maumu sebenarnya?" bentak Azwar dengan marah.Arlo menyeringai dingin. "Awalnya kupikir kalian hebat. Ternyata cuma sekumpulan pecundang yang nggak berguna.""Kalian mau berunding? Sayangnya, kalian belum cukup pantas. Suruh grandmaster keluarga kalian yang datang bicara denganku!"Semua orang saling memandang. Orang ini benar-benar menganggap dirinya tak terkalahkan? Kalau grandmaster Keluarga Gaharu dan Keluarga Candra benar-benar datang, apa masih mungkin dia bisa pulang hidup-hidup?Neisya menatap Arlo dengan wajah tak percaya. Sudah menang, kenapa tidak segera pergi?Tepat saat itu, sebuah suara terdengar. "Bahkan bawahan Raja Hareast berani bertindak semena-mena di Cangga? Kalian benar-benar mengira Arlo tak terkalahkan di dunia ini?"Semua orang menoleh mengikuti arah suara. Mereka melihat sesosok bayangan hitam melompat dari puluhan meter ja

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1205

    "Aaah!" Diiringi jeritan memilukan, dada ahli semi-grandmaster dari Keluarga Candra langsung ditembus oleh cakar Zaem.Darah menyembur ke segala arah.Zaem mengibaskan lengannya. Tubuh ahli semi-grandmaster Keluarga Candra langsung terlempar lebih dari sepuluh meter, jatuh ke tengah kerumunan dan menimpa beberapa orang hingga mereka ikut terpental.Pada saat yang sama, Zaem kembali melancarkan cakar keduanya. Melihat keadaan tidak beres, Zikri segera memelesat mundur.Sebaliknya, Bowo sangat percaya diri dengan tubuh vajranya. Dia langsung mengepalkan tangan dan maju menyambut serangan.Cakar Zaem menghantam lengan Bowo. Lengan yang sekeras baja itu langsung berubah bentuk di bawah satu tebasan cakar Zaem. Lengannya terpelintir membentuk sudut yang mengerikan.Kemudian, Zaem menarik lengannya dengan keras. Krak! Seluruh lengan Bowo tercabik.Tak berhenti di situ, Zaem kembali mengayunkan beberapa cakar ke arah kepala dan lehernya. Kepala Bowo langsung dipatahkan. Daging dan darah beter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1204

    Azwar sangat murka. Dia segera mengayunkan tangan. Seorang ahli semi-grandmaster dari Keluarga Gaharu langsung melangkah maju.Gading kemudian menganggukkan dagunya ke arah Jahara.Baru saja, Neisya datang bersama seorang ahli semi-grandmaster dari Keluarga Candra. Ahli semi-grandmaster Keluarga Candra itu pun melangkah ke depan.Neisya benar-benar tercengang. Baru semalam tidak bertemu, anak orang kaya dari Provinsi Hareast ini sudah berhasil memancing lima keluarga besar untuk mengepungnya? Bukankah ini sama saja dengan cari mati?Dia menghela napas pelan. Semalam dia sudah berkali-kali memberi isyarat agar orang itu segera pergi. Namun, Yohan malah tetap memilih tinggal.Dikepung para ahli dari lima keluarga besar, bahkan seorang grandmaster pun mustahil bisa keluar hidup-hidup.Zaem mengangkat pandangannya. Ke mana pun dia melihat, musuh ada di mana-mana. Dia diam-diam mengumpat. Pantas saja Arlo berkembang secepat itu. Setiap keluar rumah, yang dihadapinya selalu pertarungan hidup

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1203

    Bowo terpental ke belakang. Tubuhnya menghantam meja batu dan gazebo di kejauhan hingga hancur berantakan.Pecahan batu beterbangan ke segala arah. Beberapa ahli bela diri tingkat rendah yang berada di dekat sana langsung mengalami patah tulang akibat tertimpa reruntuhan.Setelah jatuh ke tanah, Bowo segera melompat berdiri lagi. Dia berdecak kagum. Tatapannya pada Zaem kini dipenuhi sedikit apresiasi."Belum mencapai ranah grandmaster, tapi sudah mampu beradu kekuatan denganku. Benar-benar seorang genius. Kalau kamu bergabung dengan Sekte Vajra ....""Kalau aku bergabung dengan Sekte Vajra, justru masa depanku yang hancur!" Zaem mencibir.Genius apanya? Yang luar biasa sebenarnya adalah Teknik Tubuh Suci milik Arlo!Bowo langsung murka. Dia kembali mengepalkan tinjunya dan menerjang Zaem.Kali ini, semua orang berteriak sambil berlari makin jauh. Dua ahli bela diri spesialis tubuh fisik sedang bertarung. Kalau sampai terserempet hantaman tinju atau kaki mereka, atau bahkan hanya tersa

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1202

    Setelah menyelesaikan sembilan putaran penempaan tubuh, Zaem menyerap energi logam sesuai teknik kultivasinya.Otot-otot di sekujur tubuhnya menjadi sekeras baja, bahkan memancarkan kilau logam. Meski sudah mencapai puncak semi-grandmaster, dia masih belum berhasil menembus belenggu menuju ranah grandmaster.Karena itu, sebagian kekuatannya masih meluap ke luar.Saat dia mengentakkan kaki dengan keras ke lantai, tenaga yang meluap itu langsung membuat lantai bergetar hebat.Debu beterbangan ke mana-mana, sementara lantai di bawah kakinya amblas beberapa sentimeter."Ahli bela diri spesialis tubuh fisik yang sudah mencapai kesempurnaan?" Seseorang berseru kaget.Jahara dan Azwar juga sedikit tercengang. Saat bertemu Zaem semalam, auranya belum sekuat ini. Hanya dalam semalam, kekuatannya meningkat lagi?Hanya dari luapan tenaga itu saja, hampir bisa dipastikan bahwa di bawah ranah grandmaster, nyaris tidak ada yang sanggup menandinginya.Selain Kepala Keluarga Gaharu atau salah satu gra

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1201

    Arlo terkekeh pelan. Tanpa sedikit pun rasa takut, dia menatap langsung ke mata Gading. "Kamu mau membunuhku?"Tiba-tiba, Azwar melangkah maju dan berkata, "Tuan Yohan, bagaimanapun juga semua persoalan ini bermula di wilayah Keluarga Gaharu. Aku merasa kita cukup cocok, jadi izinkan aku memberi sebuah usul.""Tujuanmu datang ke sini adalah untuk mewakili Arlo. Jadi, kalau semua kesalahan ini dibebankan pada Arlo, bukankah itu juga nggak masalah?""Asalkan kamu menelepon Arlo dan memintanya datang ke sini, semua urusan akan kami selesaikan dengannya. Keluarga Gaharu dan Keluarga Candra bisa menjamin keselamatanmu bersama-sama."Arlo langsung merasa geli. "Aku kurang paham maksudmu. Kesalahan yang kulakukan sendiri malah dibebankan pada Arlo? Jangan-jangan kalian ingin aku memancingnya ke sini biar bisa dijebak?"Azwar tetap berbicara dengan nada membujuk, "Kamu sudah melakukan kesalahan sebesar ini. Bagaimanapun juga, harus ada yang menanggung akibatnya.""Setelah Arlo datang, asalkan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 300

    'Mobil mewah apanya? Dibandingkan Rolls-Royce yang pernah dikendarai Kak Arlo sebelumnya, ini mah cuma rongsokan!'Namun, demi menjaga harga diri sepupunya, Mutia tetap menanggapi asal-asalan, "Ya, lumayanlah."Daniel langsung bengong. Ada apa ini sebenarnya?Isyana tidak memberinya kesempatan untuk

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 220

    Ucapan itu bukan sekadar gertakan. Sekolah bela diri miliknya selama ini sudah sering membuat masalah dan dia sangat akrab dengan beberapa kantor cabang keamanan di sekitar. Setiap kali mengibarkan nama komite bela diri, urusan besar bisa dikecilkan, urusan kecil bisa dianggap tidak ada.Belum lagi

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 135

    Herry melirik sekilas ke Arlo, lalu berkata dengan nada kesal, "Kamu benar-benar nggak tahu betapa kejamnya dunia luar! Kamu tahu nggak siapa sebenarnya Maher yang mereka sebut-sebut itu?""Nggak tahu!" Arlo menggeleng.Herry berkata, "Orang-orang yang bisa bawa puluhan anak buah buat nagih utang be

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status