Compartilhar

Bab 1512

Autor: Jayden Carter
Dunia praktisi Gorasa terguncang. Berbagai ahli berkumpul di Kuil Agung.

"Pendekar Doraia sudah keterlaluan! Menghancurkan Kuil Fuka merupakan penghinaan terbesar bagi Gorasa. Kalau kita nggak buat dia menumpahkan darah di Gorasa, apa haknya kita masih berani memasuki Kuil Agung untuk bersembahyang?"

Yang berbicara adalah seorang wanita muda berpakaian pendekar. Rambutnya diikat rapi, penampilannya gagah dan penuh wibawa. Tidak ada kelembutan khas wanita di wajahnya, sebaliknya, sorot matanya me
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
Eko
mantab.....n siap menantikan yang berikutnya
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1512

    Dunia praktisi Gorasa terguncang. Berbagai ahli berkumpul di Kuil Agung."Pendekar Doraia sudah keterlaluan! Menghancurkan Kuil Fuka merupakan penghinaan terbesar bagi Gorasa. Kalau kita nggak buat dia menumpahkan darah di Gorasa, apa haknya kita masih berani memasuki Kuil Agung untuk bersembahyang?"Yang berbicara adalah seorang wanita muda berpakaian pendekar. Rambutnya diikat rapi, penampilannya gagah dan penuh wibawa. Tidak ada kelembutan khas wanita di wajahnya, sebaliknya, sorot matanya memancarkan keangkuhan seorang pendekar.Semua orang langsung mengangguk setuju."Kelompok Naga Doraia sejak dulu sudah berkali-kali mengincar pendekar tingkat tinggi Gorasa. Sekarang mereka bahkan memasuki wilayah kita dan menghancurkan kuil kita!""Kita harus mengambil tindakan dan melancarkan pembalasan. Kalau nggak, di mana wibawa Gorasa?""Mohon Tuan Fujikawa turun tangan untuk membalas dendam dan mengangkat wibawa negara kita!""Mohon Tuan Fujikawa memimpin kami membalas penghinaan ini!"Sem

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1511

    Dibanding membawa Pasir Api kembali ke Doraia lalu mencari tempat yang cocok untuk membentuk formasi, rasanya lebih baik dia langsung meningkatkan kekuatannya sekali lagi di sini.Mengenai pemusnahan Keluarga Miyamoto dan kehancuran Kuil Fuka yang mungkin akan menimbulkan masalah besar, Arlo sama sekali tidak peduli.Dengan kekuatan dirinya dan Kinta, sekalipun mereka belum tentu mampu membantai seluruh Gorasa, tetapi siapa juga yang mampu menahan mereka jika mereka ingin pergi dari sini?Memikirkan hal itu, Arlo langsung duduk bersila dan mulai menempa tubuhnya dengan elemen api!....Yolanda membawa kedua wanita itu menunggu di kaki gunung sambil menyuruh Kirani memindahkan aset-asetnya ke Doraia melalui berbagai cara.Dia sangat kesal. Rasanya pekerjaan ini seperti istri utama Keluarga Antasari yang sedang membereskan urusan di belakang suaminya.Tiga jam penuh telah berlalu, tetapi Arlo masih belum terlihat.Yolanda mulai cemas. Namun, setelah mendapat kepastian dari Kirani bahwa s

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1510

    Lorong itu hanya muat untuk satu orang. Anak tangga batu membentang menuju bawah tanah. Di kedua sisi tangga, mutiara bercahaya menerangi jalan yang berkelok-kelok, membentang jauh hingga tak terlihat ujungnya.Sambil berjalan, Arlo melepaskan kesadaran ilahi sepenuhnya. Dia mendapati bahwa lorong ini membentang hingga lebih dari satu kilometer, sejauh jangkauan kesadaran ilahinya.Roh spiritual Musashi yang sudah ditelannya sedang menyerang dengan ganas di dalam lautan kesadarannya.Roh itu terus mengeluarkan energi kotor. Arlo harus terlebih dahulu menggunakan roh spiritualnya sendiri untuk memisahkan bagian yang sudah tercemar. Setelah itu, bagian yang tersisa bisa diubah menjadi kekuatan mental untuk memperkuat kesadaran ilahinya.Tadi, Pupil Api Sejati Positif sudah membakar energi kotor milik roh gaib, sehingga sisa bagian yang tercemar tidak sulit untuk disingkirkan.Sepanjang perjalanan tidak terjadi apa-apa. Arlo pun sekalian menenggelamkan kesadaran ilahinya ke dalam lautan k

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1509

    Jadi, sejak tadi Arlo membantai orang hanya karena ingin membunuh?Setelah pikiran itu muncul, Yasuchika, Kirani, dan bahkan Yusa, semuanya merasakan ketakutan yang muncul dari lubuk hati mereka.Hari ini, ratusan samurai elite sudah tewas atau terluka. Baik bagi Kuil Fuka maupun bagi dunia persilatan Gorasa, ini tanpa diragukan lagi merupakan kerugian yang sangat besar.Kerugian seperti ini bukan sesuatu yang bisa diganti hanya dengan uang.Jika suatu hari Arlo benar-benar menggila dan bertindak tanpa kendali, sungguh tidak terbayangkan apa yang akan terjadi.Tanpa kabut hitam yang terus mengalir masuk, Musashi tak lagi menunjukkan pergerakan di tengah kobaran api.Arlo melompat turun dari altar persembahan, lalu mengibaskan tangannya. Api yang tersebar di berbagai tempat pun langsung padam dan terkumpul.Di tempat Musashi sebelumnya berdiri, kini hanya tersisa segumpal cahaya biru seukuran kepalan tangan. Itulah roh utama Musashi.Gumpalan roh itu masih bergetar, terus memancarkan ge

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1508

    Saat melihat Arlo mengambil Batu Bulan, Musashi langsung panik.Api hitam di sekujur tubuhnya tiba-tiba membesar. Dia memegang pedang di kedua tangannya, lalu melompat, bagaikan iblis raksasa yang sedang mengamuk.Udara di sekitarnya berputar hebat. Bumi dan gunung seakan berguncang, sementara bangunan-bangunan di dalam kuil terus runtuh dengan semakin parah.Arlo berdiri di atas altar persembahan dan mencibir. Di salah satu matanya, nyala api emas mulai berkelap-kelip.Api dahsyat yang membumbung tinggi menyembur dari matanya. Setelah kekuatannya meningkat pesat, inilah pertama kalinya dia menggunakan Pupil Api Sejati Positif. Kekuatannya kini berkali-kali lipat lebih dahsyat dibandingkan sebelumnya.Api yang mengguncang dunia itu memelesat seperti seberkas cahaya emas yang menembus kehampaan, lalu bertabrakan dengan kabut hitam di halaman kuil.Cahaya emas memelesat seperti kilat. Setelah menyentuh kabut hitam, cahaya itu tiba-tiba meledak dan menyebarkan lidah api emas di udara. Lau

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1507

    Di tengah pertempuran yang sengit, serangan dari para samurai, ninja, penembak, dan praktisi sihir datang dari segala arah, seolah tak menyisakan celah sedikit pun bagi Arlo.Karena tak mampu membunuh Arlo, yang bisa mereka lakukan hanyalah perlahan-lahan menguras tenaga pemuda itu.Pedang panjang di tangan Arlo berkali-kali memelesat ke luar, berputar kembali, lalu berkali-kali menebarkan hujan darah di halaman kuil.Di luar gerbang kuil, orang-orang terus berdatangan, seolah tak ada habisnya.Arlo bagaikan mesin pembunuh yang tidak mengenal lelah. Saat melemparkan pedang panjangnya, dia juga mengerahkan Senjata Ilahi Lima Elemen untuk membentuk energi pedang dan menebaskannya. Satu pedang nyata dan satu pedang semu di tangannya dimainkan seperti sedang melakukan atraksi sulap.Ratusan orang telah tewas, tetapi orang-orang di hadapannya tetap maju silih berganti, seolah sama sekali tidak takut mati, juga tidak peduli betapa mengerikan dan mengenaskannya cara mereka mati.Hampir semua

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status