LOGINSejak menjadi pemimpin tertinggi markas militer Kota Aramaya, sudah sangat lama tidak ada seorang pun yang mampu memberinya tekanan sebesar ini.Azriel melirik ke arah pintu masuk dengan gelisah.Arlo terlalu berbahaya. Bagaimanapun juga, dia tidak boleh dibiarkan pergi.Sementara itu, setelah mendengar ucapan Arlo, perasaan orang-orang yang hadir menjadi campur aduk dan sulit dijelaskan.Pada titik ini, bahkan orang yang paling lambat memahami situasi pun sudah bisa menebak bagaimana semua ini bermula dan mengapa sampai berkembang sejauh ini.Arlo ingin mengangkat kembali kejayaan pengobatan tradisional dan hal itu menyentuh kepentingan Sekte Vitalitas yang diwakili oleh Kaisan.Setelah menunjukkan kemampuan medis yang luar biasa, dia juga menjadi sasaran keserakahan banyak pihak. Sepertinya Arlo tidak melakukan kesalahan apa pun. Namun setelah membunuh orang, seolah-olah semuanya berubah menjadi kesalahannya.Setidaknya, itu tidak dapat diterima oleh hukum.Arlo sama sekali tidak mem
Gonzali gemetaran. Bahkan sebelum Arlo mendekat, dia sudah berlutut dan bersujud tanpa henti."Master Arlo, ampuni nyawaku! Meski aku memang pernah ngomong nggak sopan, aku nggak pernah bersekongkol untuk menjatuhkanmu! Konferensi Pengobatan Tradisional memang mengandalkan kemampuan masing-masing. Lagi pula, yang menang juga kamu .... Apa yang dilakukan Pak Kaisan nggak ada hubungannya denganku."Arlo mencibir."Sekte Vitalitas milikmu itu memperoleh manfaat dari warisan keterampilan para leluhur. Nggak mampu mengembangkannya saja sudah cukup memalukan. Waktu kamu menghalangiku demi kepentingan pribadimu sendiri, pernahkah kamu berpikir akan ada hari seperti ini?"Gonzali menundukkan kepala. Wajahnya pucat pasi dan dia tidak berani menatap Arlo."Aku seperti katak dalam tempurung, egois dan berpikiran sempit. Aku bersedia menerima hukuman. Master Arlo, mohon ampuni nyawaku!"Arlo tertawa sinis. "Aku selalu membedakan antara balas budi dan balas dendam. Aku juga bukan pembunuh yang memb
"Arlo, seorang pria terhormat boleh saja dibunuh, tetapi tidak boleh dihina! Berani-beraninya kamu bertindak sewenang-wenang begini?"Wajah Bados memerah. Urat-urat di dahinya menonjol saat dia meraung marah.Arlo sedikit mengangkat kelopak matanya. Sebilah tebasan kembali dilayangkan.Energi spiritual yang berubah menjadi energi murni itu bagaikan bilah tajam yang nyata, langsung menebas ke arah Bados.Bados berguling di tanah dan nyaris berhasil menghindari titik vitalnya. Namun, satu paha lagi terpotong dan darahnya menyembur.Arlo memandangnya dari atas dengan ekspresi dingin."Apa yang nggak berani kulakukan?"Seluruh arena kembali terdiam. Semua orang memandang Arlo dengan tatapan yang sama seperti memandang dewa atau iblis.Arlo kembali menoleh ke arah para pria berjubah putih. "Berlutut dan mengaku kalah. Apakah kalian menerimanya?"Jeritan kesakitan Bados yang bercampur dengan bau amis darah membuat siapa pun gemetar ketakutan."Kami terima!""Kami terima!"Para pria berjubah
Arlo menunjukkan ekspresi dingin, sudut bibirnya melengkung membentuk senyum mengejek.Sekte tersembunyi yang katanya berada di atas segalanya? Di hadapan ambang kematian, semuanya sama tidak berartinya."Bukannya kamu arogan sekali tadi? Maksa aku untuk tunduk, bilang bahwa mengendalikanku semudah membalikkan telapak tangan. Kenapa sekarang sudah takut?"Arlo melangkah maju dan mendekati Bados.Saat ini, salah satu kaki Bados telah putus dan darah mengucur deras. Mana mungkin dia bisa melarikan diri? Matanya membelalak karena marah saat dia berteriak ke arah Formasi Pedang Tujuh Bintang."Ubah formasi!"Formasi Pedang Tujuh Bintang langsung berubah. Energi dalam setiap anggota formasi itu meledak.Meskipun secara individu mereka bukan grandmaster tenaga transformasi, kekuatan mereka sudah sangat mendekati kesempurnaan, para ahli semi-grandmaster.Saat ini, semuanya mempertaruhkan nyawa dan mengerahkan seluruh kekuatan mereka. Formasi itu mengumpulkan, menumpuk, dan memperbesar kekuata
Kilatan dingin melintas di wajah Arlo saat dia menatap Bados dan kelompoknya dengan ekspresi datar.Matahari yang terik bagaikan bilah pisau, menyinari wajahnya yang tenang. Di dalam tatapannya terkandung niat membunuh yang begitu pekat, tetapi tidak terlihat sedikit pun kegelisahan.Tangannya mengepal dengan santai. Ini seperti ketenangan menyesakkan sebelum badai besar datang dan menyimpan amukan yang paling dahsyat."Kalau begitu, jangan salahkan kami kalau kami bertindak tanpa belas kasihan!" Bados mengibaskan tangannya.Para pria berjubah putih yang dibawanya langsung berpencar membentuk formasi. Mereka berdiri dalam susunan Formasi Tujuh Bintang dan masing-masing mengeluarkan pedang lentur yang melingkar di pinggang mereka. Semuanya memiliki kekuatan semi-grandmaster.Namun, dengan dukungan Formasi Pedang Tujuh Bintang, kekuatan mereka mampu menyamai grandmaster tenaga transformasi.Bados melompat maju. Dia tidak menggunakan pedang lentur. Karena bagi grandmaster tenaga transform
Lebih dari sepuluh orang mengepung dan menyerang secara bersamaan. Setelah Bados melancarkan satu pukulan ke arah Arlo, muncul rentetan ledakan udara di langit akibat kekuatan pukulannya.Sesaat kemudian, dia melompat mundur dan mendarat di tengah kelompoknya sendiri.Sambil mengernyit, dia berkata dengan suara lantang, "Master Arlo, aku sarankan kamu pikirkan dengan jernih! Kenapa nggak mendengarkan saranku saja?""Pil Jiwa Kehidupan itu kalau ditinggalkan di sini, juga akan jatuh ke tangan penyelenggara, bukan menjadi milikku. Anggap saja kamu telah berkontribusi untuk Doraia!""Kalau kamu meracik pil untuk Sekte Bayangan kami, tentu manfaat yang kamu peroleh juga cukup besar.""Kalau kamu terus bertindak gegabah seperti ini, kamu hanya akan mempersempit jalanmu sendiri. Untuk apa?""Belum lagi, dengan kekuatanku sebagai grandmaster tenaga transformasi tingkat enam, kamu bukan tandinganku. Bahkan di antara orang-orang yang kubawa juga ada banyak ahli.""Jangan lupakan sebesar apa Sek
Sekarang, tatapan Renata terhadap Arman sudah seperti melihat menantu kaya. Hal ini membuat Arman merasa dirinya semakin dekat dengan target yang ingin dia dapatkan."Asing sekali rasanya Isyana panggil aku Pak Arman. Kita ini teman baik, panggil saja aku Arman!" Arman tersenyum penuh keakraban.Waj
"Melihat sikap Omran, jelas sekali dia sangat mendukung wanita itu! Apa jangan-jangan Sheila adalah simpanannya?""Mustahil. Kakekku bilang, Omran dan istrinya adalah pasangan yang pernah melewati susah senang bersama. Omran tidak permah tergoda wanita seumur hidup.""Siapa pun yang ada di belakang
Wanita cantik yang memakai gaun hitam bertanya dengan ekspresi terkejut, "Dia juga kenal Sheila?"Ini adalah pertama kalinya Adrian mendengar nama "Sheila". Dia bertanya, "Siapa Sheila?"Arman menyahut, "Bos Asosiasi Teh Arva."Adrian melihat Arman dan bertanya dengan ekspresi bingung, "Seorang bos
Amarah Buana baru sedikit mereda. Dia mengira tadi dirinya salah paham.Siapa sangka, perkataan Arlo selanjutnya membuat Buana mengamuk. "Maksudku, kamu bayar ganti rugi psikis sebesar 10 miliar untuk temanku, lalu serahkan semua barang yang kuminta. Mungkin aku akan membiarkanmu hidup beberapa hari






