MasukSaat melihat Arlo mengambil Batu Bulan, Musashi langsung panik.Api hitam di sekujur tubuhnya tiba-tiba membesar. Dia memegang pedang di kedua tangannya, lalu melompat, bagaikan iblis raksasa yang sedang mengamuk.Udara di sekitarnya berputar hebat. Bumi dan gunung seakan berguncang, sementara bangunan-bangunan di dalam kuil terus runtuh dengan semakin parah.Arlo berdiri di atas altar persembahan dan mencibir. Di salah satu matanya, nyala api emas mulai berkelap-kelip.Api dahsyat yang membumbung tinggi menyembur dari matanya. Setelah kekuatannya meningkat pesat, inilah pertama kalinya dia menggunakan Pupil Api Sejati Positif. Kekuatannya kini berkali-kali lipat lebih dahsyat dibandingkan sebelumnya.Api yang mengguncang dunia itu memelesat seperti seberkas cahaya emas yang menembus kehampaan, lalu bertabrakan dengan kabut hitam di halaman kuil.Cahaya emas memelesat seperti kilat. Setelah menyentuh kabut hitam, cahaya itu tiba-tiba meledak dan menyebarkan lidah api emas di udara. Lau
Di tengah pertempuran yang sengit, serangan dari para samurai, ninja, penembak, dan praktisi sihir datang dari segala arah, seolah tak menyisakan celah sedikit pun bagi Arlo.Karena tak mampu membunuh Arlo, yang bisa mereka lakukan hanyalah perlahan-lahan menguras tenaga pemuda itu.Pedang panjang di tangan Arlo berkali-kali memelesat ke luar, berputar kembali, lalu berkali-kali menebarkan hujan darah di halaman kuil.Di luar gerbang kuil, orang-orang terus berdatangan, seolah tak ada habisnya.Arlo bagaikan mesin pembunuh yang tidak mengenal lelah. Saat melemparkan pedang panjangnya, dia juga mengerahkan Senjata Ilahi Lima Elemen untuk membentuk energi pedang dan menebaskannya. Satu pedang nyata dan satu pedang semu di tangannya dimainkan seperti sedang melakukan atraksi sulap.Ratusan orang telah tewas, tetapi orang-orang di hadapannya tetap maju silih berganti, seolah sama sekali tidak takut mati, juga tidak peduli betapa mengerikan dan mengenaskannya cara mereka mati.Hampir semua
Sementara itu, para praktisi sihir yang tak terhitung jumlahnya sudah bersembunyi di tempat-tempat gelap dan mulai mengambil posisi masing-masing di bawah perlindungan para samurai.Posisi para praktisi sihir ini mengikuti Formasi Sembilan Istana. Dengan memanfaatkan formasi yang sudah dipersiapkan sejak lama di dalam kuil, mereka menyalurkan kekuatan sihir yang berasal dari sumber yang sama ke tubuh Yasuchika.Yasuchika menyeringai sinis ke arah Yusa. "Pengkhianat, hari ini akan kupersembahkan jiwamu pada Tuan Musashi!"Dia mencengkeram udara dengan tangan besarnya. Seketika, kekuatan sihir yang bergolak di bawah mantra yang dilafalkannya membentuk rantai dari kabut hitam, lalu memelesat mengikat Yusa dan Yolanda."Memangnya aku terlihat seperti orang lemah?" Yolanda malah tertawa. Dia sedikit mengangkat kelopak matanya, lalu berbalik dan melayangkan tamparan.Tak banyak yang memperhatikan wanita ini, kecuali Kirani. Kirani bahkan belum sempat memperingatkan siapa pun ketika tiba-tiba
Musashi memberikan perintah dengan suara lantang. Kedua tangannya kembali memunculkan dua bilah pedang lebar dan sempit yang saling bersilangan sekaligus diselimuti kobaran api hitam.Setelah perintahnya terdengar, sosok-sosok manusia terus bermunculan dari reruntuhan kuil.Pria berpakaian samurai itu menggenggam erat pedangnya, kedua matanya terpaku pada Arlo, terus mencari celah untuk menyerang.Tatapan Yasuchika tertuju pada Yolanda. Mungkin menurutnya, menangkap kelemahan Arlo dengan menjadikan Yolanda sebagai sasaran bukanlah pilihan yang buruk.Kilatan dingin melintas di mata Arlo.Musashi ternyata berniat menguras kekuatannya dengan mengorbankan nyawa orang-orang ini, lalu bertarung dengannya. Benar-benar sesuai dengan stereotip buruk yang dimilikinya tentang orang-orang Gorasa.Kalau begitu, Arlo juga tidak keberatan membantai mereka habis-habisan.Musashi memang leluhur Keluarga Miyamoto, tetapi dia bukan roh milik Keluarga Miyamoto. Setelah menjadi roh dan menjaga salah satu
Musashi mati?Kali ini, bukan hanya Kirani yang terpaku ketakutan. Bahkan Yasuchika dan pria yang mengenakan pakaian samurai itu pun menatap pemandangan di depan mereka dengan wajah penuh keterkejutan.Musashi yang sudah melindungi Keluarga Miyamoto selama ratusan tahun, seorang ahli tingkat mahadewa masa lalu dari Gorasa, benar-benar menghilang begitu saja?Di dalam kuil, Yasuchika dan pria berpakaian samurai itu merupakan dua sosok yang kini berdiri di puncak dunia bela diri. Meskipun menggabungkan kekuatan, mereka tidak mungkin bisa menghancurkan Musashi.Namun, sosok yang dianggap sebagai eksistensi dewa iblis tertinggi, baik di dunia bela diri Gorasa maupun di antara para roh, kini benar-benar lenyap begitu saja?"Energi pedang yang sangat kuat dan murni, kecepatannya melampaui kecepatan suara, sementara energi yang sangat murni itu mampu menekan kekuatan roh! Teknik bela diri seperti ini memang layak disebut sebagai yang terkuat di zaman sekarang!"Pria berpakaian samurai itu men
Kabut hitam tak berujung kembali mengalir menuju tubuh Musashi dan mulai memperbaiki tubuhnya.Wajah Arlo menggelap. Kedua tangannya membentuk rangkaian segel. Seketika, tak terhitung bilah angin muncul dari udara kosong. Bilah-bilah itu memelesat serempak, menghujani tubuh Musashi.Musashi juga tidak mau kalah. Kedua lengannya yang besar diayunkan dengan kuat. Seketika, sebuah penghalang kabut hitam terbentuk di hadapannya.Tak terhitung bilah angin tertahan oleh penghalang kabut hitam dan terus-menerus menghasilkan suara ledakan yang menggelegar. Rasanya seolah ada ribuan bilah baja yang menghantam batu gunung yang keras. Suara batu-batu yang pecah dan berhamburan terus terdengar.Energi memelesat ke segala arah. Bangunan-bangunan di sekitar, apa pun materialnya, semuanya ditembus hingga meninggalkan lubang-lubang dalam sebesar ibu jari.Yolanda mengibaskan tangan, lalu membentuk lapisan energi pelindung di depan dirinya dan Yusa. Orang-orang lainnya baru menyadari situasi setelah te
Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray
"Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan
Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu
Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter







