Share

Bab 480

Author: Jayden Carter
"Oh." Nada suara Arlo datar. Dia menatap Dovi, lalu menunjuk Fabio. "Sepertinya dia nggak berniat membela kalian berdua."

Dovi dan Felix saling memandang dan sama-sama tertegun. Arlo dan Fabio saling kenal? Fabio tidak berniat balas dendam?

"Fabio?" Dovi melemparkan tatapan penuh tanya.

Namun, Fabio sama sekali tidak menggubrisnya. Dia hanya menatap Arlo dengan wajah memohon. "Aku sudah tahu aku salah. Mohon Pak Arlo beri aku satu kesempatan lagi!"

Arlo tersenyum tipis. "Baiklah. Sikapmu lumayan
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (3)
goodnovel comment avatar
sri indrayati
lumayan lah nambah 1 bab.. jd 5 bab.. jadiin per hari min 10 bab thor.. biar reader nya pd puas ...
goodnovel comment avatar
din
pelit apdet e
goodnovel comment avatar
Ponco Yanuar
updatenya terlalu lama
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 887

    Pria Korlia itu mengangkat goloknya untuk bertahan, tetapi langsung menyadari semua itu sia-sia.Dari telapak tangan Munger, energi kematian yang hitam pekat menyembur, lalu masuk melalui hidung dan mulutnya. Energi kematian itu seolah mampu melahap daya hidup. Dalam sekejap, energi kehidupan pria Korlia itu terputus.Pria Korlia itu terjatuh. Sampai mati pun dia tidak percaya dirinya akan dibunuh oleh sekutu sendiri. Namun, bawahan Organisasi Sembilan Ular sudah terbiasa melihat hal seperti itu. Munger memang selalu seperti ini, kuat dan tak boleh dipertanyakan.Ekspresi Munger bahkan tidak berubah sedikit pun, seolah yang dia bunuh bukan manusia, melainkan seekor ayam. Dia melirik ke arah asal kedatangan pria Korlia tadi lalu mendesak, "Cepat ambil airnya!"Orang-orang Organisasi Sembilan Ular juga mulai panik. Jumlah air di mata air spiritual memang tidak banyak, sehingga mereka hanya bisa maju berdua secara bergantian untuk mengambil air.Meski terlihat kecil seperti botol air mine

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 886

    "Kamu sebenarnya berpihak ke siapa?""Di lembah ini penuh racun di mana-mana. Bahkan menghirup udara saja bisa keracunan. Kita punya obat penawar racun, sedangkan dia nggak.""Jangan lihat dia pura-pura seperti ahli hebat. Bisa jadi diam-diam seluruh energi dalamnya dipakai untuk menahan racun," kata Jauhari sambil tersenyum licik. Candana akhirnya menerima penjelasan itu lalu mencibir dingin."Benar juga. Biar saja dia melihat Kakak Senior menunjukkan keperkasaannya, supaya para ahli bela diri dari luar itu tahu bahwa kehebatan Sekte Sihir kita bukan sesuatu yang bisa mereka incar hanya karena paham sedikit ilmu bela diri!""Dan para orang asing sialan itu juga, berani-beraninya datang membuat kekacauan di Gunung Suci kita. Mereka harus dikubur hidup-hidup di sini untuk meredakan murka Dewa Sihir!"Beberapa orang itu berbicara dengan penuh amarah, sementara Paula ikut mengangguk setuju.Keinginan melihat Arlo dipermalukan dan bernasib sial kini sudah menjadi obsesi gadis itu. Tak ada

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 885

    Meski beberapa orang di tempat itu merasa tidak puas terhadap Arlo, mereka juga tahu sekarang bukan waktunya berselisih.Orang-orang itu tidak hanya memanen tanaman spiritual, mereka bahkan ingin menghancurkan tunas mudanya. Kalau sampai mata air spiritual dihancurkan, itu sama saja memutus fondasi Sekte Sihir.Tempat ini disebut Gunung Suci karena merupakan wadah alami pembiakan serangga guna-guna. Berbagai jenis serangga beracun berkembang biak di sini. Mereka meminum air mata air spiritual dan memakan rumput serta tanaman spiritual, lalu bermutasi menjadi serangga guna-guna spiritual yang lebih kuat.Serangga guna-guna spiritual kuat milik para murid Sekte Sihir semuanya berasal dari tempat ini.Madan tidak berkata apa-apa. Dia memberi isyarat agar semua orang memakan Daun Sembilan Surya untuk menekan energi kematian dalam tubuh mereka, lalu melambaikan tangan memberi tanda untuk segera menuju mata air spiritual.Sepanjang perjalanan, frekuensi munculnya serangga guna-guna beracun s

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 884

    Namun, tebasan golok seperti itu hanya meninggalkan bekas putih samar ketika mengenai tubuh Madan. Arlo diam-diam mengangguk.Madan memang sangat kuat. Dibanding para grandmaster yang berfokus pada latihan fisik, dia bahkan lebih tangguh dan memiliki kekuatan yang sebanding dengan kulit tembaga dan tulang besi.Saat ini, Arlo yakin bahwa Madan belum mengeluarkan seluruh kekuatannya saat bertarung melawan Rickas sebelumnya. Hanya saja, entah apa alasannya.Melihat situasi itu, Jauhari dan Candana berniat maju untuk membantu. Namun, serangga guna-guna mereka terkena pengaruh cukup parah, jadi bukannya membantu, mereka malah bisa menjadi beban.Beberapa orang sekaligus menoleh kepada Arlo.Candana berkata dengan kesal, "Master Arlo hanya menonton pertunjukan tanpa niat untuk membantu?"Sebelum Arlo sempat bicara, Madan sudah berteriak keras, "Nggak perlu campur tangan orang luar!"Begitu suaranya terdengar, aura Madan langsung meningkat drastis. Tinju yang dibalut energi dalam itu bagaika

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 883

    Arlo hanya tersenyum tipis."Lihat saja sikap mereka. Sekalipun aku setuju, mereka juga belum tentu mau."Nirkasa mengatupkan bibirnya. Kakak seperguruannya, Madan, memang orang yang sangat tinggi hati. Mustahil dia mau menundukkan kepala kepada Arlo.Paula buru-buru berkata, "Aku mau, aku mau! Tolong bantu aku! Serangga seribu wajahku juga hampir nggak kuat lagi!"Arlo memutar bola matanya."Setelah semua ulahmu itu, sekarang baru tahu memohon padaku?""Kalau bukan karena aku, kamu juga nggak bakal bisa mencium Kak Isyana! Kamu seharusnya berterima kasih padaku! Begini saja, kamu bantu aku, nanti aku kasih Kak Isyana serangga nafsu. Dijamin dia bakal sukarela untuk menemanimu!"Paula tersenyum menjilat pada Arlo.Kulit kepala Arlo langsung terasa mati rasa. Meski dia tahu gadis-gadis suku Maia memang penuh gairah dan lebih terbuka dibanding wanita lain, ucapan gadis kecil itu tetap membuatnya terdiam."Kalau kamu berani kasih Isyana serangga nafsu, akan kuhabisi kamu." Arlo mendengus

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 882

    Setelah rombongan Arlo keluar dari kabut racun, wajah Madan langsung menggelap. Dengan suara berat dia berkata, "Orang-orang tadi bermasalah. Mereka meracuni kita ...."Saat ini Madan sudah merasakan kelainan di dalam pusat energinya. Ada seutas energi kematian yang masuk ke tubuhnya, bahkan serangga guna-guna di dalam pusat energinya ikut terpengaruh dan menjadi lemas.Begitu mendengar ucapannya, Candana dan Jauhari segera memeriksa kondisi tubuh mereka sendiri, dan baru menyadari adanya sesuatu yang tidak beres.Madan langsung menjalankan teknik kultivasinya, mencoba memaksa energi kematian itu keluar dari pusat energinya. Namun, energi dalamnya sama sekali tidak mampu mendekati energi kematian tersebut.Setelah memeriksa tubuhnya sendiri, ekspresi Nirkasa berubah drastis."Serangga inti kehidupanku dililit energi kematian dan sekarang sangat lemah. Kalau begini terus, aku mungkin ...."Serangga inti kehidupan berkaitan langsung dengan nyawa seorang master sihir. Jika serangga guna-g

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 90

    "Ayah, nggak usah ngomong lagi. Masih belum jelas juga? Dia pasti ketakutan, lalu pura-pura ke toilet padahal kabur!" ejek Luke.Artha menyeringai sinis. "Kak, bukan aku yang bicara sembarangan, tapi kalau nanti kamu mau menyerahkan saham perkebunan ini ke Arlo, aku pasti nggak akan setuju! Harta Ke

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 89

    Saat Arlo kembali ke rumah, Keluarga Hanafi sudah beristirahat. Dia mencuci muka dan berganti pakaian, lalu kembali ke kamarnya untuk mulai bermeditasi. Dalam Kitab Medis Abadi tertulis sebuah kalimat, "mencari jalan menuju pencerahan itu sulitnya setara dengan naik ke langit, tidak boleh ada kelala

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 104

    Isyana mengangguk kecil, lalu mengikuti Arman dan Ramos masuk ke gedung Grup Leopard.Meski dari luar tampak seperti gedung kantor resmi, begitu masuk, suasananya sama sekali tidak seperti perusahaan normal. Dari satpam sampai karyawan, hampir semuanya pria bertampang beringas. Begitu Isyana dan ked

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 79

    "Kamu tunggu saja! Kalau hari ini kamu masih bisa keluar dari pintu ini, aku bukan lagi Keluarga Raliansyah!" Saking kesakitan, dahi Renaldi sampai dipenuhi keringat dingin. Dia bergerak mundur beberapa langkah dan berlindung di belakang para pengawal sambil memberi isyarat agar mereka menelepon ora

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status