Share

Bab 537

Author: Jayden Carter
"Aku tahu aku salah. Aku bersedia mengklarifikasi untukmu! Orang-orang Gorasa memberiku 20 miliar untuk membuktikan kamu memukul tanpa alasan!"

"Waktu itu aku memang mabuk, tapi semua yang mereka katakan aku dengar. Mereka memang ingin menyerang kami!"

Rosita berbicara dengan sangat cepat. Dia melihat pria di samping Arlo sedang merekam dengan ponsel. Dia sudah tidak peduli lagi, hanya terus meminta maaf dengan panik.

Arlo melihat ekspresi Rosita yang terus berubah, lalu berkata dengan nada data
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1294

    Sementara itu, di depan gerbang rumah Keluarga Gaharu ....Para bawahan Dewa Perang Utara datang dengan aura mengintimidasi. Mereka mengatakan bahwa mereka datang untuk mengundang Arlo, tetapi sikap mereka jelas memaksa, seolah Arlo tidak punya pilihan selain ikut.Tak ada seorang pun yang berani bersuara. Menurut mereka, ini adalah pertanda bahwa Dewa Perang Utara tidak puas dengan tindakan Arlo dan hendak menekannya dengan paksa.Arlo mengernyit dan bertanya dengan tenang, "Ke mana?""Dataran Tinggi Abadi," jawab pria kekar berseragam militer yang memimpin. Pangkat militernya setara dengan Zaem. Dia adalah kapten rombongan kali ini, Kunar."Aku nggak punya waktu. Kalau mau bertarung, suruh dia datang ke Provinsi Hareast menemuiku!" Arlo menggeleng. Perjalanan ke dataran tinggi itu membutuhkan waktu beberapa hari untuk pulang pergi. Masalah virus sudah sangat mendesak. Dia tidak punya waktu untuk hal seperti ini.Namun, di mata orang lain, perkataan itu memiliki arti lain. Apakah ini

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1293

    Di dalam sebuah mobil MPV, sekitar 100 meter dari Grup Soraya ....Valden menatap dengan wajah penuh keterkejutan ke arah ambulans yang datang dan pergi di depan Grup Soraya. Setelah suasana sempat mereda, keributan kembali terjadi.Dia berkata dengan heran, "Virusmu ganas sekali. Nanti ... apa nggak akan terlalu mudah diselidiki dan langsung mengarah ke kamu? Baru saja kamu pergi, virusnya langsung ...."Menurutnya, karena penyebaran virus itu begitu cepat, Rusdi seharusnya tidak pergi sendiri ke sana.Rusdi tersenyum penuh percaya diri. "Tentu saja mereka akan menyelidikiku. Tapi virus ini membuat sebagian orang yang terinfeksi nggak menunjukkan gejala. Setelah mereka mengetahui hal itu, kecurigaan terhadapku akan hilang.""Soal virusnya yang terlalu ganas, itu memang untuk mempercepat terbentuknya rantai penularan. Aku menambahkan sedikit lebih banyak. Setelah penularan antarmanusia terbentuk, konsentrasi patogennya akan menurun, jadi reaksi tubuh belum tentu sekuat ini.""Lagian, k

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1292

    "Bu Fellis, mengenai rencanaku untuk menjadi agen di pasar Afriza, saya sudah memberikan seluruh informasi yang diperlukan ke perusahaan Anda. Mungkin Anda sudah membacanya."Rusdi tersenyum hangat. Sorot matanya berbinar, cara bicaranya menunjukkan gaya khas seorang intelektual.Dia benar-benar seperti yang digambarkan latar belakangnya. Seorang peneliti top di bidang biologi dan farmasi yang beralih ke dunia bisnis.Fellis mengangguk ringan dan langsung ke intinya. "Pak Rusdi sepertinya punya lebih dari satu identitas. Saya ingin tahu, kenapa kali ini Anda menggunakan kewarganegaraan Guamor di Afriza untuk melakukan kerja sama dengan kami?"Rusdi sudah mempersiapkan jawabannya. Dia tersenyum tipis. "Negara kecil di Benua Afriza nggak seperti negara kuat semacam Doraia. Mereka menerapkan perlindungan wilayah yang sangat ketat dan mengenakan pajak tinggi kepada perusahaan asing, jadi ...."Dia berbicara dengan lancar selama beberapa menit, mulai dari kebijakan setempat hingga bagaimana

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1291

    Semua orang sudah begitu asing dengan kata "wabah" hingga mereka kehilangan rasa gentar terhadapnya.Arlo tidak mengatakan apa-apa lagi, hanya berkata, "Ayo pulang ke Provinsi Hareast. Kita berangkat sekarang."Zaem mengangguk. "Helikopternya sudah kusiapkan."Orang-orang Keluarga Gaharu tak lagi menyinggung soal menjadi pengikut, tetapi mereka tetap mengantar Arlo pergi dengan patuh.Sesampainya di luar, Arlo melihat sekelompok orang dari Keluarga Candra yang dipimpin Neisya. Mereka juga sudah mengetahui tentang banyaknya pembunuh yang tewas mendadak semalam. Mereka sangat terguncang dan semakin menghormati Arlo, sehingga berinisiatif datang menemuinya untuk kembali menunjukkan kesetiaan."Tuan Arlo." Neisya maju menyapa.Arlo mengangguk. "Untuk urusan selanjutnya, kamu komunikasikan saja dengan Sheila. Kalau ada masalah, telepon aku."Sambil berkata begitu, Arlo menyapukan pandangannya ke seluruh anggota Keluarga Candra. Semua ahli semi-grandmaster yang tersisa dari Keluarga Candra j

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1290

    Saat perkataan itu dilontarkan, seluruh ruangan langsung gempar.Meskipun pertarungan antara Arlo dan Dewa Perang Utara sudah lama tersebar luas, bagaimanapun juga tiga bulan belum berlalu.Bahkan setelah Dewa Militer kali ini turun tangan, sebagian orang mulai meragukan apakah pertarungan ini masih akan terlaksana.Perkataan Zaem sama saja dengan menunjukkan bahwa sikap Dewa Perang Utara tidak berubah.Lantas, apakah pangkat militer ini berarti para pendukung Arlo pun tidak mampu mengubah pertarungan itu?Wajah Arlo tanpa ekspresi. Dia berkata dengan tenang, "Ya bertarung saja. Bukan masalah besar kok."Semua orang dibuat tak mampu berkata-kata. Perkataan Arlo ini benar-benar terlalu percaya diri.Menurut rumor, Dewa Perang Utara sudah menjadi ahli tingkat bawaan. Sosok seperti ini berkembang pesat, bahkan mungkin sudah berada di ambang tingkat transenden.Sehebat apa pun Arlo, dia masih tertinggal dua tingkat besar dari Dewa Perang Utara.Namun, dari mulut Arlo, pertarungan ini terde

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 1289

    "Kalau nggak ada lagi yang ingin kamu katakan, ikutlah denganku." Fanny mengeluarkan borgol.Mendengar perkataan itu, Erkan mengernyit. Beberapa ahli semi-grandmaster dari Keluarga Gaharu juga perlahan mengepung mereka."Kalian mau melawan hukum?" Beberapa polisi muda berteriak lantang.Arlo tetap tenang, menyantap sarapannya sesuap demi sesuap.Erkan berdeham. Dia mengenal wanita tangguh dari Biro Keamanan yang kabarnya tidak mudah berkompromi ini. Dia pun memberi isyarat. "Menurutku, kamu bisa menunggu sebentar."Fanny mengernyit. "Menunggu apa?"Arlo meletakkan sendoknya dan menghela napas. "Kamu bilang kejadian semalam dampaknya begitu besar, tapi selain kamu, nggak ada seorang pun yang datang menangkapku. Seharusnya kasus sebesar ini sudah sampai ke tingkat provinsi, bahkan mungkin pihak militer akan turun tangan, 'kan?"Fanny tertegun. Saat rapat pagi tadi, awalnya atasannya masih mendengarkan usulannya untuk menangkap Arlo. Namun, di tengah pembicaraan, atasannya menerima sebuah

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 588

    "Ada urusan apa, Pak Dandy? Menurut aturan, Andre sekarang nggak bisa menerima tamu!" kata Jarwa.Dandy tidak berkata apa-apa, sementara Zaem juga menundukkan kepala. Jarwa mengerutkan kening.Saat itu, pemuda yang berdiri di tengah berkata, "Nggak ada hubungannya dengan mereka. Aku yang ingin datan

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 572

    Kolam dingin yang telah dimurnikan oleh guntur itu tetap dipenuhi hawa dingin yang menusuk tulang.Arlo menduga di dasar kolam ini kemungkinan tersembunyi sesuatu yang lain. Tanpa ragu, dia langsung menyelam masuk, membuat Mohit dan Jivano terkejut.Tak lama kemudian, Mohit seperti teringat sesuatu

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 600

    Namun, sebenarnya Arlo sejak awal juga tidak berniat menyembunyikannya.Sekarang dia langsung mengerti, sebagian besar dari orang-orang ini datang karena dirinya, lebih tepatnya karena Air Suci.Bahkan orang-orang dari Keluarga Kushanto di Kota Aramaya pun tertarik pada Air Suci. Dari situ sudah ter

  • Warisan Ilmu Pengobatan Terpendam   Bab 295

    Rayanza tertawa lepas. "Berapa nilainya nyawaku dan anakku ini? Setelah pernah berjalan di ambang kematian, sia-sia saja hidupku kalau masih nggak bisa bedakan mana yang lebih penting!"Fellis merasa terkejut dengan keputusan ayahnya, tetapi tidak menunjukkannya.Arlo tersenyum dan berkata, "Pak Ray

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status