Wie sie verliebt machen? Schritt 1: Lüge

Wie sie verliebt machen? Schritt 1: Lüge

last updateÚltima atualização : 2026-10-05
Por:  Laine MartinEm andamento
Idioma: Deutsch
goodnovel16goodnovel
Classificações insuficientes
40Capítulos
340visualizações
Ler
Adicionar à biblioteca

Compartilhar:  

Denunciar
Visão geral
Catálogo
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP

Ein Klassen-Gruppenprojekt.
Jap! Das war alles, was es brauchte, damit der beliebte, charmante und notorisch arrogante Playboy-Hockeykapitän Carter Hayes realisierte, dass das eine Mädchen an der Hawthorne Academy, das von ihm nicht beeindruckt war, unter seine Haut gekommen war. Jedes Mädchen fiel ihm zu Füßen.
Jedes Mädchen schmolz beim Anblick von ihm.
Jedes Mädchen wollte seine Aufmerksamkeit.
Aber Allison Monroe?
Nicht einmal sein Charme, sein Selbstvertrauen oder sein nervtötend perfektes Gesicht konnten sie dazu bringen, ihn ein zweites Mal anzusehen. Die stille Bücherwurm war völlig immun gegen ihn, und Carter Hayes war es nicht gewohnt, ignoriert zu werden. Warum war sie das einzige Mädchen in der ganzen Schule, das nicht vor ihm dahinschmolz?
Entschlossen, die Art zu ändern, wie Ally ihn sah, war er bereit, alles zu tun, um sie dazu zu bringen, sich in ihn zu verlieben. Und Schritt Nummer eins?
Lügen.

Ver mais

Capítulo 1

KAPITEL 1

Sebulan sebelum pernikahan kami, Adrian Wisak menghilang. Aku cari dia ke seluruh kota, tapi nggak ketemu.

Pada hari ke-7 setelah kepergiannya, aku dapat kabar—dia terlihat di Kota Salia.

Tanpa ragu, aku terbang ke sana malam itu juga.

Akhirnya aku menemukannya di atas sebuah kapal.

Saat hendak mengetuk pintu, suara tawanya yang sinis terdengar dari dalam. "Aku sengaja dekati Diana Karin cuma untuk buat Kevin Sentosa jijik."

"Tapi setelah berhasil dapatkan dia, dia malah jadi membosankan."

Langkahku terhenti sejenak.

Nada suaranya terdengar begitu jernih. Dia nggak mabuk.

Lalu, kata-kata berikutnya meluncur dari bibirnya, menghujam dadaku seperti belati. "Setelah merasakannya, aku jadi merasa… nggak ada yang istimewa."

Tawa menggema di sekelilingnya.

"Hebat sekali, Tuan Adrian! Bisa taklukkan cewek secantik dia."

Adrian tampak menikmati pujian itu. Dengan santai, ia mengisap rokoknya sebelum kembali bersuara. "Padahal dulu dia rela mati-matian kejar Kevin, ternyata aslinya dia polos sekali. Sayangnya..."

"Sayang kenapa?

Adrian mengembuskan asap tipis, suaranya dingin dan tajam. "Sayangnya meski aku pria pertama dalam hidupnya, aku bukan pria pertama yang dia cintai."

"Dia suka pada Kevin selama sepuluh tahun. Siapa yang tahu apa hatinya sudah benar-benar bersih darinya?"

"Kalau saja aku dan Kevin bukan musuh bebuyutan, aku nggak akan repot-repot berpura-pura jadi pria setia yang selalu diam-diam menjaganya."

Seseorang menimpali dengan nada menggoda. "Sudah tiga tahun bersama, kenapa Tuan Adrian baru sekarang menyesal?"

Adrian mengerutkan kening, terdengar tidak sabar. "Justru karena sudah lama kejar dia, rasanya makin nggak rela."

Tawa samar terdengar lagi. "Dengar-dengar, dia cari kamu ke mana-mana, sampai hampir gila. Kamu menghilang gitu lama, yakin nggak apa?"

Adrian mengisap rokoknya lagi sebelum terkekeh. "Kabur dari pernikahan dan permalukan dia, bukannya itu lebih menarik?"

Tatapanku terpaku pada wajahnya, mencari secuil rasa bersalah, iba, atau setidaknya jejak cinta.

Tidak ada. Yang kulihat hanyalah kepuasan balas dendam.

Seolah dia telah menanti hari ini begitu lama.

Jari-jariku mencengkeram telapak tangan hingga kuku menembus kulit. Dada ini terasa seperti ditusuk jarum tajam—nyeri sampai sulit bernapas.

Selama ini, aku selalu percaya bahwa Adrian adalah penyelamat sekaligus akhir perjalananku.

Aku butuh waktu lama memastikan bahwa perasaanku padanya bukan sekadar rasa terharu, tapi cinta. Baru setelah yakin, aku terima lamarannya.

Hari itu, ia begitu bahagia hingga menyalakan kembang api di seluruh kota.

Setelah tiga tahun bersama, ia membelikan sebuah pulau atas namaku dan melamarku di sana. Ribuan lentera melayang di langit.

Aku pikir ini adalah cinta. Aku pikir ini adalah asmara.

Siapa sangka, semua hanyalah sandiwara.

Ternyata, kasih sayang dan bantuan selama lebih dari sepuluh tahun itu semua cuma pura-pura?

Dalam kekosongan yang menyakitkan, kenangan lama tiba-tiba menyeruak ke permukaan. Aku masih ingat hari itu.

Saat usiaku dua belas tahun, aku dibawa kembali ke Keluarga Karin dari sebuah kota kecil di selatan. Aku canggung, gelisah, dan penuh rasa rendah diri.

Kala itu, Kevin hanya sekadar membantuku menghalau para pengganggu. Namun, bagiku, itu lebih dari cukup untuk membuatku jatuh cinta tanpa harapan.

Aku mengejarnya tanpa peduli dunia tahu.

Tapi yang kudapatkan hanyalah kebencian darinya.

Akhirnya, aku menyerah. Aku lelah. Aku berhenti mengejarnya.

Dan pada saat itulah, aku melihat Adrian yang selama ini selalu diam-diam menjagaku.

Malam itu, hujan turun dengan derasnya. Ia berdiri di sana, diam-diam memayungiku.

Expandir
Próximo capítulo
Baixar

Último capítulo

Mais capítulos
Sem comentários
40 Capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status