Início / Romansa / YOUNG LADY (Indonesia) / BAB 1 PUTRI HARRINGTON

Compartilhar

YOUNG LADY (Indonesia)
YOUNG LADY (Indonesia)
Autor: Jemyadam

BAB 1 PUTRI HARRINGTON

Autor: Jemyadam
last update Data de publicação: 2020-11-26 15:49:17

Sebelumnya coba ingat dulu ketiga nama Putri Harrington

1. Lady Cecilia Harrington. (Cecil) 23th

2. Lady Lucilia Harrington (Lucy) 21th

3. Lady Lilian Harrington

(Lily) 15th

Ok ingat baik-baik nama mereka ya biar gak galfok bacanya

*****

Anda bilang:

George Harrington membawa ketiga putrinya menyebrangi separuh daratan Inggris untuk diperkenalkan kepada para putera keluarga Stanley. Seperti yang diketahui, mereka memang sudah lama mengatur kontrak pernikahan untuk putra-putri mereka.

Sepertinya perjalanan tersebut akan menjadi perjalanan terlama pertama bagi para puteri keluarga Harrington yang selama ini memang tidak pernah pergi melampaui London. Nampaknya mereka juga baru tahu jika perjalanan kereta bisa menjadi sesuatu yang sangat membosankan setelah lewat dari dua hari.

Lily yang sudah hampir mati bosan mulai kembali mengetuk-ngetuk ujung jarinya di bingkai jendela.

"Akan ku pinjamkan bukuku dari pada kau terus menciptakan suara mengganggu itu, Lily!" Lucy kembali menegur kegiatan tak berguna adik perempuannya yang sangat mengganggu konsentrasi membaca.

Lucy bukan penggemar bacaan roman picisan, buku-buku yang selalu dia baca tidak akan jauh dari sejarah dan perkembangan hukum. Maka bayangkan bakal mengerikan apa jika Lily harus ikut membacanya. Terlebih kakak keduanya yang tidak memiliki selera humor itu memang tidak pernah segan untuk melaksanakan ancaman.

Karena malas berdebat, Lily berpaling membuang muka untuk memperhatikan kakak tertuanya Cecil yang masih cemberut dan bosan menghadap keluar jendela. Sayang sekali gadis itu masih terlalu cantik meski dengan wajah suramnya yang sudah hampir dua hari tidak mendapatkan kesempatan untuk bercermin.

"Apa kau masih cemas jika putra pertama Lord Stanley akan terlalu tua untukmu, Cecil? " Lily bertanya enteng buat sekedar mengusir rasa bosan.

"Bukankah pria dengan gelar seperti itu kebanyakan memang sudah berumur," Cecil balas menatap Lily wajah depresi.

"Tapi yang kudengar Brandon Lington mewarisi gelar Duke dari kakeknya. Kurasa seharusnya dia masih belum terlalu tua, Lady Cecil," sahut Lucy yang akhirnya rela mendongak sejenak dari bukunya.

"Terima kasih sudah coba menghibur saudariku." Cecil melempar senyum sarkas untuk asumsi Lucy.

"Justru aku lebih khawatir jika calon suamimu mengenakan Kilt, Cecil ku... kau ingat dia separuh Scotlandia!" Lily kembali menyela, dan sukses membuat wajah kakak perempuannya berkerut semakin masam.

Tidak ada yang buruk dengan kilt, hanya saja mereka sering menjadikannya lelucon aneh. Dulu saat Cecil sedang kesal dengan keusilan adik termudanya, dia sering mengutuk Lily agar suatu hari menikahi laki-laki yang mengenakan rok. Bagi mereka bertiga yang masih anak-anak, waktu itu mamang terasa aneh ketika menyaksikan beberapa tamu Scotlandia neneknya berkunjung dengan mengenakan rok motif kotak-kotak. Dan jadilah sejak saat itu mereka sering menjadikan kilt sebagai lelucon di antara mereka bertiga.

"Menurutmu seperti apa calon suami Lucy?" Cecil mengalihkan perhatian pada adiknya yang paling cerdas.

"Aku tidak akan menikah sebelum hukum di negara ini benar-benar dirubah!" Lucy bicara jelas, tegas, berprinsip.

Sebagai gadis yang menggantung lukisan Ratu Elizabeth-1 di dinding kamarnya, sepertinya Lucy benar-benar akan melaksanakan janjinya untuk tidak mau menikah. Dari awal Lucy menentang keras ide perjodohan bodoh yang dibuat orang tua mereka. Lucy yang terlalu cerdas selalu menganggap kontrak pernikahan ini sia-sia.

Saat para buruh berani menuntut keadilan dalam gerakan kaum sosialis, tapi kenapa mereka yang berkulit putih justru masih harus terikat pada kontrak pernikahan kolot yang kurang menguntungkan.

"Kudengar dia mewarisi ketampanan Lord Stanley yang tersohor." Cecil coba menghibur tapi nada suaranya justru terdengar seperti sedang mengeluh.

"Maksudmu tersohor sebagai pria penggoda," timpal Lucy, acuh, seolah dia tidak sedang membahas calon mertua dan suaminya.

Cecil cuma mendengus, lirikan mata birunya cantiknya beralih pada adik yang termuda.

"Bagaimana denganmu, Lily?" Cecil mengedikkan dagu saat bertanya pada biang onar di antara mereka bertiga.

"Aku?" Lily justru menunjuk dirinya sendiri seolah tidak pernah menganggap serius tentang apapun.

"Yang kutahu putra ketiga Lord Stanley tidak akan mewarisi gelar, kurasa tidak ada yang hebat untuk kita bicarakan," Lily menjawab enteng dan lanjut kembali mengetuk-ngetuk bingkai jendela untuk membuat Lusy berdesis kesal.

Sebagai yang termuda Lily sadar dia adalah yang paling tidak diuntungkan dari pengaturan kontrak perjodohan ini. Selain dia akan menikahi bangsawan tanpa gelar, dia juga harus menyiapkan maskawin paling mahal, termasuk mansion Harrington yang akan diberikan kepada siapapun pria yang akan menikahi putri termuda sang Earl. Lily merasa semua itu hanya untuk menutupi ketimpangan dari segala kekurangannya.

"Beruntung sekali kau mendapatkan yang paling muda, Anak Kecil." Cecil memuji.

Lily memutar bola mata, karena tahu Cecil hanya sedang menggerutu untuk dirinya sendiri. Sudah bukan rahasia jika Cecil paling takut menikah dengan bangsawan tua bangka.

"Sebenarnya aku tidak peduli jika dia buruk rupa." Lily bicara pelan lebih serius. "Karena mungkin menurutnya aku juga tidak cantik."

Sebagai yang termuda Lily memang mewarisi lebih banyak hal dari ibunya. Sama sekali tidak seperti kedua kakaknya yang pirang, justru Lily memiliki rambut hitam pekat dengan alis tebal kokoh dan mata bulat yang lebar. Tampilan yang aneh untuk wanita dewasa. Meski sekarang usianya baru lima belas tahun tapi Lily yakin wajah anak-anaknya itu masih akan bertahan untuk beberapa waktu yang lama.

Lily tidak seperti kakak tertuanya Cecil yang memiliki segala keindahan dalam fisiknya yang lembut dan sempurna. Meski Lucy juga memiliki kulit lembut dan surai keemasan tapi dia memiliki tatapan yang kejam bagi beberapa pria. Tak heran jika selama ini tidak pernah ada yang berani mendekati Lucy di pesta dansa.

"Ah, sampai kapan pinggangku menjadi pegas," Cecil kembali mengeluhkan tubuhnya yang terus terpantul-pantul akibat jalanan yang mulai tidak rata.

"Tapi kenapa kita harus menikah? " tiba-tiba Lily terdengar mulai jadi penggerutu seperti kakaknya Cecil.

"Kupikir karena kita bertiga takut miskin," sahut Lucy, ketus dan sama sekali tak bergeser dari lembar bukunya.

"Kalau kau Cecil? " Lily bertanya pada kakaknya yang terlihat kerepotan berpegangan pada bingkai jendela. "Kenapa kau mau menikah?"

"Entahlah, mungkin aku hanya tidak ingin menghabiskan hidupku dengan duduk di atas bantalan kursi yang keras," jawab Cecil masih sambil menahan tubuhnya yang terpantul-pantul seperti pegas.

Setelah itu Cecil menoleh pada Lucy. "Lucy sebenarnya kau tidak perlu menikahi pria mata keranjang hanya untuk menambah koleksi bukumu."

"Dan kau rela menikahi Duke tua bangka hanya untuk melindungi bokongmu, Lady Cecil," balas Lucy dengan sabaran keras.

"Kurasa kita bertiga sama-sama bodoh karena mau dikirim sejauh ini hanya untuk diserahkan pada pria-pria yang sama sekali belum pernah kita lihat." Lily membuat kesimpulan.

"Lily benar, bahkan kita tidak pernah bertanya apa salah satu di antara mereka sudah pernah beristri," Cecile mendengus untuk kesekian kalinya.

"Mungkin saja Lord Stanley adalah pria berumur panjang hingga anak-anaknya pun sudah mulai beruban," koreksi Lucy masih sambil menyimak buku bacaannya karena tidak mau mengikuti obrolan dangkal kedua saudarinya.

"Kubayangkan kalian berdua akan segera menjadi Dowager, " Lily tertawa kecil menimpali selera humor Lucy. Dan segera mendapat tatapan tajam dari kedua kakak perempuannya.

"Diam kau Lily!" Lucy dan Cecil kompak melotot.

*****

note:

Dowager = janda dari bangsawan.

STRATA GELAR KEBANGSAWANAN SETELAH RAJA

DUKE- Duchess (istri)- ( disapa Your Grace) Kedudukan setara adipati atau pangeran

Marques-Marchioness- (disapa Lord) Tuan tanah di perbatasan selaligus menjaga perbatasan wilayah.

Erl-Countess-(disapa Lord) Tuan tanah tapi tidak di perbatasan bisa di mana saja.

Viscount-Viscountess _(di sapa Viscount) kelas bangsawan di bawah Erl di atas Baron

Baron-Baroness- (disapa Baron) gelar yang diberikan raja pada seseorang yang di anggap berjasa, tidah selalu berasal dari bangsawan.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Comentários (3)
goodnovel comment avatar
Mom L_Dza
baru baca.. padahal udah nyimpen dilibrary... ceritanya JemyAdam semuanya bagus.........
goodnovel comment avatar
Elbi Elbi
ooo ini awal dari seri the ladies ya thor
goodnovel comment avatar
Barra Della
cerita baru masih nyimaka 😍
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • YOUNG LADY (Indonesia)   BAB 73

    Henry sadar dia sudah sangat terlambat untuk sebuah pesta, dia hanya berharap cukup beruntung untuk bisa menemukan siapapun yang mungkin masih belum tidur di malam selarut ini. Samar-samar Henry mendengar sedikit keributan dari ruang perjamuan yang seharusnya sudah kosong, dia agak terkejut karena melihat Lady Cecilia Harrington yang sedang menikmati minumannya bersama dengan Houl Anderson. Henry hanya tak berminat untuk mengusik obrolan mereka, karena sepertinya Lady Cecil juga terlihat banyak tertawa malam itu. Bahkan saat dia melihat Houl membawa sang lady ke salah satu kamar tamu sepertinya Henry juga tidak merasa memiliki hak untuk melarangnya walaupun dia tau pria macam apa Houl Anderson selama ini.*****Dua bulan kemudian Henry tiba-tiba dikejutkan oleh kedatangan Lucy yang mengatakan bahwa Lady Cecil sedang mengandung anaknya. Walaupun berita itu masih mengejutkan, tapi Henry memang tetap akan bertanggung jawab tanpa keraguan. Karena jika mem

  • YOUNG LADY (Indonesia)   BAB 72 PASRAH

    Tinggal di London memang bukan pilihan mudah, Lady Cecil pasti harus bertemu kembali dengan Houl Anderson di beberapa kesempatan dalam pergaulan masyarakat London. Selain itu Henry juga memiliki beberapa urusan bisnis dengan perusahaan Anderson dalam pembelian beberapa kapal, itulah kenapa mereka jadi lebih sering bertemu akhir-akhir ini. Cecil memang sudah lebih pasrah untuk menghadapi kenyataan hidupnya, bahkan dia sudah rela jika Houl akhirnya memang memilih untuk menghancurkannya.Sementara di sisi lain Houl sepertinya juga hanya bisa menyaksikan keharmonisan keluarga Cecil dan Henry yang terlihat sempurna itu dengan rasa iri yang semakin luar biasa. Houl benar-benar tidak bisa mencegah rasa cemburunya tiap kali melihat kedekatan Henry dengan putrinya. Walaupun Houl sadar sepertinya Lady Cecil memang benar, gadis kecil itu memang sudah tidak membutuhkannya.... *****Lady Cecil sedang bermain bersama pu

  • YOUNG LADY (Indonesia)   BAB 71 MIMPI BURUK

    Bayi montok itu sepertinya sayup-sayup mulai tertidur di pangkuan ibunya, Cecil sengaja menggunakan kebisuannya sebagai alasan untuk tidak mengganggu jam tidur siang putrinya, dan hal itu memang terlihat wajar oleh Henry. Henry juga tidak banyak bertanya ketika Cecil tadi buru-buru mengajaknya pulang. Jarak rumah mereka memang tidak terlalu jauh, sepertinya Mia kecil memang belum benar-benar terlelap ketika kereta mereka sudah kembali berhenti di halaman rumah mereka sendiri.Henry turun lebih dulu untuk mengambil Mia dari pangkuan ibunya, bayi lima bulan itu menghisab-hisab bibir bawahnya sambil tertidur, Henry cukup berhati-hati untuk tidak membangunkannya. Henry langsung membawa putrinya ke kamar bayi, sementara Cecil hanya berjalan mengekor di belakang mereka dengan langkah malas karena berbagai bayangan mengerikan di otaknya. Cecil takut kehilangan putrinya, Cecil takut kehilangan Henry tapi dari semua itu ternyata Cecil paling takut jika sampai putrinya kehilangan

  • YOUNG LADY (Indonesia)   BAB 70 HOUL

    "Bangunlah Lady, lihat kita sudah terlambat untuk menghadiri pesta pamanmu," bisik Henry menggelitik telinga Cecil yang masih enggan untuk bergerak akibat jam tidurnya yang semakin berantakan belakangan ini."Oh, " keluh Cecil ketika melihat Henry yang sudah duduk setengah menaunginya dengan selimut yang sekedar jatuh di garis rendah pinggangnya."Kita sama-sama bangun kesiangan.""Bagaimana dengan Putri kita? " Cecil baru ingat harus menyiapkan putrinya juga."Lily sudah membawanya, dan kita akan segera menyusul."Henry sudah menarik selimut mereka dan mengangkat Cecil tiba-tiba."Kau akan membawaku kemana? " Protes Cecil bingung."Bak mandi," tambah Henry dengan acuh, "kita perlu menghemat waktu.""Aku ragu dengan hal itu," keluh Cecil meski tidak sungguh-sungguh dengan keberatannya ketika Henry benar-benar memasukkannya kedalam bak yang sudah berisi air hangat. "Oh Tuhan, apa kau serius akan melakukan ini."Henry teta

  • YOUNG LADY (Indonesia)   BAB 69 DOSA

    Cecil terlihat sangat buruk ketika Lucy datang, entah sejak kapan kakak perempuannya itu sudah duduk seperti mayat hidup penunggu bingkai jendela.Lucy yang baru datang dari Newcastle segera mendatangi kediaman kakaknya, entah sudah berapa lama dirinya tidak melihat Cecil, kakaknya itu terlihat agak kurus dan pucat. sambil melepas kancing mantelnya Lucy berjalan menghampiri kakak perempuannya, dia meletakkan mantel tersebut di punggung kursi yang akhirnya dia duduki untuk menghadapi Cecil yang masih diam seperti marmer beku yang sewaktu-waktu bisa hancur atau terbelah. Ya, sepertinya Cecil memang sedang labil seperti apa yang ia tulis dalam surat-suratnya."Sepertinya aku akan gila Lucy," ungkap Cecil seperti sudah benar-benar kehilangan semangat hidup."Apa yang ter jadi?" tanya Lucy yang mulai memperhatikan gadis kecil di pangkuan kakaknya, gadis kecil itu kembali menggeliat saat Cecil coba menahannya di sana. Lucy pun segera mengulurkan tangannya untuk

  • YOUNG LADY (Indonesia)   BAB 68 DILEMA

    Bagaimana semua ini bisa terjadi, dirinya menikahi wanita yang juga tidak menginginkannya. Bahkan kali ini dirinya juga sedang melakukan saran sang Lady untuk mencari wanita untuk kesenangannya. Henry memasuki sebuah rumah hiburanyang terkenal menyajikan wanita-wanita dengan kualitas terbaik di seluruh London. Tadinya dia pikir beberapa wanita akan cukup untuk melupakan masalahnya, tapi ternyata dirinya tetap tidak bisa menikmati apa pun di tempat itu, begitulah akhirnya Henry kembali memilih pulang dengan berjalan kaki. Henry sampai kembali dirumahnya setelah lewat tengah malam, dan dia hanya ingin segera kembali melihat putrinya. Dia segera berjalan menaiki tangga tanpa memanggil pelayan dia hanya melempar mantelnya di sofa kemudian langsung menuju kamar bayi. Henry hanya tidak menyangka bakal menemukan Lady Cecil yang sedang tertidur di kamar bayinya sambil menyusui putrinya, Henry yang masih berdiri di ambang pintu hanya memperhatikannya sampai bebe

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status