ログインفي يوم زفافي، جاء صديق طفولتي ليخطفني، واقتحم باب قاعة الزفاف ومعه مجموعة كبيرة من أصدقائه. قال إنه يريد الزواج بي، وأن يأخذني للهرب من الزفاف. لكن عندما ابتعدنا قليلًا عن الباب أفلت يدي، وابتسم باستخفاف قائلًا: "يا رفاق، لقد ربحت الرهان مرة أخرى، إنها الجولة المئة، من خسر المراهنة يدفع بلا اعتراض." ثم استدار ونظر إليَّ: "كنت أمزح فقط، لم تأخذي الأمر على محمل الجد، أليس كذلك؟ يمكنكِ العودة للداخل وإتمام الزواج." ضحكوا جميعًا عليَّ، مازحين إنني ظللت ألاحق سامي الصافي لمدة عشر سنوات، وأني مستعدة لفعل أي شيء من أجله. لكن لا هم ولا سامي الصافي كانوا يعلمون أن الاختطاف لم يكن سوى مجرد فقرة واحدة من فقرات حفل الزفاف.
もっと見るLily memasuki pelataran parkir apartemen elit pacar hangat terbarunya sambil berlari-lari kecil. Disebut pacar hangat terbaru karena mereka memang baru saja jadian dua minggu yang lalu. Jangan ditanya ini pacar ke berapa ya? Karena nggak bakalan bisa kehitung saking banyaknya.
Tapi kalau maksa pengen tahu juga, ya kira-kira seperti saat kita menghitung taburan bintang dilangit sih, satu dihitung, eh satu lagi tetiba muncul. Seperti itulah jumlah mantan Lily. Definisi secara significant nya adalah tidak terhingga!!
Berbalut crop top putih dengan tulisan dumb him dipadu dengan rok mini kulit ketat dua puluh centimeter diatas lututnya, penampilan spektakuler Lily sukses membuat para pria yang sedang duduk-duduk santai di lobby apartement menelan salivanya sendiri.
Sampai saat bayangan tubuh Lily menghilang di ujung lorong lobby menuju lift pun, kepala mereka masih saja setia terarah serempak pada sosok seksi menggoda jiwa raga Lily yang saat ini bahkan sudah masuk kedalam lift.
Lily saat ini terburu-buru kembali lagi ke apartemen Tristan, karena dia tadi siang secara tidak sengaja meninggalkan ponselnya disana. Hidup tanpa ponsel itu sama saja seperti nasi bungkus tanpa karet, awur-awuran Cuy!!!
Setelah lift berhenti diangka tujuh, Lily pun segera menekan password apartement yang terdiri dari angka kombinasi tanggal lahirnya. Supaya Saya selalu teringat padamu, Sayang. Itulah alasan Tristan saat menggubah password apartemennya. Lily sih cuma ketawa aja. Laki-laki tanpa gombal itu mah ibarat nasi goreng gak pake telur, yang artinya kurang afdol Cuy!!
Baru saja kakinya sampai diruang tamu, Lily sudah mendengar desah-desah seperti orang kepedasan dari arah kamar. Radar kepo tingkat akut nya pun mulai bereaksi, ada apakah gerangan didalam sana?
Saat pintu kamar di buka tiba-tiba oleh Lily, tampak sepasang manusia sedang main smack down sambil piting-pitingan dengan suara ah uh ah yang berasal dari ranjang pacar hangat terbarunya. Tristan dan sahabat terlamanya juga, Diana.
Melihat pintu kamar yang terbuka secara tiba-tiba membuat sepasang manusia mesum itu kaget bukan alang kepalang. Apalagi saat mereka tahu bahwa sosok Lily lah yang sudah memergoki kecurangan mereka berdua di belakangnya.
Tristan membuka mulutnya tapi akhirnya menutup nya kembali karena bingung tidak tahu harus membela diri seperti apa. Dalam hatinya dia luar biasa menyesal karena tadi mengikuti hasrat kelelakiannya saat Diana tadi muncul tiba-tiba dikamarnya karena ingin mengambil ponsel sahabatnya, Lily.
Sedangkan Diana, keadaannya kurang lebih sama. Dia juga sungguh menyesal telah mengikuti hasrat liarnya untuk menggoda Tristan yang memang sudah disukainya sedari mereka SMA dulu. Satu hal yang tadi dia lupakan, Tristan itu milik Lily, sahabat luar biasa baiknya.
Lily itu walau berasal dari keluarga kaya, tetapi dia itu tidak ada jaim-jaimnya berteman dengan orang-orang yang kurang beruntung nasib nya seperti dirinya. Dulu di sekolah dia cupu dan miskin, tidak ada yang mau berteman dengannya. Sampai akhirnya si flawless Lily, begitu julukannya di sekolah, mau berteman dengannya sekaligus membantu keuangan keluarganya.
"Udah, lo lo pada nggak usah ngejelasin apa-apa sama gue. Because the more you lie, the smaller you seem.
Sebenernya gue malah mau mengucapkan terima kasih sama kalian berdua. Karena dengan adanya kejadian ini, gue jadi nggak harus capek-capek mikirin cara buat mutusin lo Tan. Karena jujur, gue juga udah bosen sama lo. Jadi lo nggak usah pasang muka sok merasa bersalah lo itu didepan gue, karena gue mah kagak ngapa-ngapa juga Tan. Lain cerita kali kalo gue emang cinta beneran sama lo, mungkin gue bakalan nangis guling-guling sambil goyang oplosan dimari.
Ini ponsel gue, gue ambil ya? Gue cabut dulu Cuy?Semoga hubungan kalian berdua langgeng sampe belum dapat yang baru lagi ya?! wassalam." Dan Lily pun bersiap melangkah keluar dari kamar mantan pacarnya itu.
"Ly, gue minta maaf. Gue sama sekali tidak bermaksud mencurangi lo. Gue cuma terbawa suasana aja. Kita masih pacaran kan?kasih gue kesempatan sekali lagi Ly. Gue akan buktiin, kalo gue bakal setia sama lo."
Tristan masih saja berupaya menahan Lily. Yang herannya terlihat biasa-biasa saja setelah mencyduknya. Kalau cewek lain pasti udah nangis bombay semlohai sambil mengarak ramai-ramai mereka berdua. Ini si Lily malah nyantai macam dipantai, seolah-olah tidak ada kejadian. Lily ini menang sesuatu banget sifatnya.
"Setia sama gue sampai kapan? sampai lo bisa nidurin gue begitu? sorry to say ya mantan pacar, didunia ini hal yang paling gue benci itu adalah penghianatan. Gue emang playgirl, tapi gue gak pernah sekalipun berselingkuh dibelakang mereka. Kalau gue merasa bosan, maka gue bakalan mutusin mereka dulu, baru gue nyari someone new.
Jadi gue udah clear duluan dengan para mantan gue yang jumlahnya kayak orang ngantri sembako dipasar murah seminggu sekali itu. Yang intinya, kami tidak saling menghianati dan mencurangi.
Gue ridho ikhlas lahir bathin, terhadap hubungan lo ini dengan Diana. Gue bukan penganut faham karena nila setitik rusak susu sebelanga. Gue udah kenal dia lama, dia baik, terlepas dari sikap penghianatnya ini ya? ibarat kata 10 kebaikannya, 2 keburukannya, ya masih manusiawi lah, namanya juga manusia tempatnya salah dan dosa kata Bunda Dorce Gamalama.
Tapi itu bukan berarti gue bisa dekat lagi dengan kalian berdua seperti sedia kala ya? Bukan apa-apa, dihati kecil gue, gue udah kehilangan respect terhadap lo berdua, jadi sikap gue juga pasti tidak akan sama lagi terhadap lo berdua. Hal itu selain tidak sehat juga hanya akan menyakiti kita semua. Better kita saling menjaga jarak, tetapi tetap saling support dan mendoakan dari jauh aja.
Cieee bahasanya Cuy, menggugah rasa amat yak? hahaha
Udah ya pembicaraan siraman rohani dan baper-baperannya. Duh jadi berasa kayak Hafiz gue, ketua Rohis (Rohani Islam) kita waktu SMA dulu
Dian. Gue cabut dulu, mau ngecengin babang-babang tamvan eksmud yang pada baru pulang kantor. Kan sekarang gue udah kagak punya pacar? Doain gue dapet lima sekaligus ya?! Bye bye mantan pacar dan mantan sahabat!!!"Dan Lily pun mulai beraksi menggoyang pinggul seksinya berjalan keluar menuju lift yang dipenuhi para eksmud berdasi.
"Gue bersumpah akan ngedapetin lo kembali flawless lily, gue bersumpah!!!" Diana yang mendengar Tristan bersumpah sambil mengkertakkan giginya cuma bisa mengelus dada. Tristan memang sama sekali tidak mencintai dirinya.Dia memang bodoh, mencoba menjadi selir hati Tristan yang bahkan menyukainya saja pun tidak. Dan kini dia malah kehilangan sahabat sejatinya, semua itu akibat dari keserakahan dan kebodohannya sendiri!!!
===================
Lily tiba di club Exodus tepat pada saat suasana club sedang panas-panasnya. Mata kucing nya mulai memindai para cogan-cogan yang sedang hangout disana dengan teliti, mencari siapa kira-kira yang bisa diajak membunuh sepinya malam ini.
Senyum manisnya langsung berkembang saat pandang matanya terhenti pada satu sosok maskulin yang penampilannya laki abis,memasuki ruangan. Tanpa ragu-ragu Lily langsung mendekati sosok gagah yang tengah duduk sendirian dipojokan.
"Hallo Bro, boleh kenalan nggak?" Lily mulai menebarkan jala pesonanya pada pria tampan rupawan yang kini sedang menatapnya tajam.
"Kenapa anda mau berkenalan dengan saya?"
"Ya itu karena saya punya matalah?"
"Excuse me?"
"Iya karena saya punya mata, makanya saya bisa melihat kalau anda adalah laki-laki yang paling hawt disini."
Lily mengedipkan sebelah matanya dengan genit pada sosok yang kini memandangnya dengan tatapan penuh spekulasi itu.
"Begitu? Kalau cowok yang pakai kemeja biru itu, anda tidak tertarik?" Pria itu menunjuk pada pria tampan putih mulus ala oppa-oppa Korea yang sedang duduk santai sambil menyesap vodka di samping meja bartender.
"Mana? yang itu?" Sang pria tampan pun mengangguk.
"Lain kategori dong Bro. Kalau anda kan laki abis, kalau dia, abis lakinya." Sahut Lily santai.
"Karena anda sepertinya tidak tertarik untuk berkenalan dengan Saya, saya cabut dulu ya? ada penampakan keren abis yang baru muncul tuh disana. Bye Ganteng."
"Tunggu dulu! siapa bilang saya tidak tertarik untuk berkenalan dengan anda?kenalkan Saya Tegar Putra Mahameru, just call me Heru. And you?"
"Liberty Delacroix Adam. Call me Lily. Berhubung kita sekarang sudah resmi kenalan, berarti saya sudah boleh elus-elus dada kamu yang nduselable ini kan?" Tanpa menunggu balasan siempunya dada, Lily langsung saya mengelus-elus dada Heru dari balik kemeja tipisnya.
Ini cewek selain cantik dan seksi abis, juga sukses membuat adik kecilnya seketika terbangun dari tidur panjangnya. Namun sayangnya sikap agresif dan mesumnya itu sungguh luar biasa. Ternyata ada juga manusia modelan begitu di dunia ya? batin Heru.
عندما كان الشتاء على وشك الانتهاء.تلقيت آخر مكالمة هاتفية من سامي الصافي.في ذاكرتي.كان يبدو غير متزن عقليًا، وغير واعٍ تمامًا.لكن في ذلك اليوم كان كلامه واضحًا جدًا."سارة العدلي، هل هذه سارة العدلي؟"تنهدتُ."سامي الصافي، لقد غيرت رقم هاتفك مرات كثيرة."بعد قليل، ضحك بمرارة من الطرف الآخر.لم يستطع الكلام.وظل صامتًا بذلك الصمت الجاف.وعندما كنتُ على وشك إنهاء المكالمة، قال فجأة."سارة العدلي، قال الطبيب إنني مصاب بالسرطان ولن أعيش طويلًا."أطلقت صوت همهمة."إذن اغتنم وقتك قدر الإمكان."وفي اللحظة التالية، اختنق صوته بالبكاء وانفجر باكيًا عبر الهاتف.شخص متفاخر مثل سامي الصافي.لم أستطع تخيل أمر قد يجعله يبكي.سألني:"سارة العدلي، أخبريني، لو لم أسافر للخارج في ذلك الوقت، هل كنا سنتزوج الآن؟"هززت رأسي وقلت بحزم."لا."حتى الآن، لا يزال سامي الصافي يبحث عن أعذار لضعفه.لكن الإغراء لم يكن السبب يومًا.الإنسان نفسه هو السبب.ظل سامي الصافي يبكي حتى كاد أن يختنق.ربما كان يبكي لأن أيامه باتت معدودة.فكرت في هذا، فأغلقت الهاتف بهدوء.في الخارج، دخل شادي النجار وكانت خطواته تدوي على ال
خرجتُ أنا وشادي النجار من مركز الشرطة معًا."لم أكن أعلم أنك تجيد الخداع، قلتَ إنك ستدعهم يذهبون لكن انتهى بك المطاف بأخذهم إلى مركز الشرطة."تفحّص شادي النجار الكدمات التي على معصمي بعناية.وقال بجدية:"انتَبهي جيدًا في المرة القادمة التي تُصادفينها فيها."لا أحد يعلم متى ستكون المرة القادمة.منذ اللحظة الأولى التي رأيت فيها نغم الهادي بدأتُ التسجيل الصوتي.لديها نفوذ وسلطة، وكان بإمكانها بسهولة أن تجعل الحارسين الشخصيين يشهدان ضدي.لكن الآن تهمة التحريض ثابتة عليها، وسيتم احتجازها لمدة شهرين على الأقل.لم نبتعد كثيرًا عندما صادفنا أنا وشادي النجار سامي الصافي.كان ظهر يده يبدو وكأنه نزع إبرة محلول وريدي للتو، ولا يزال ينزف.اندفع نحوي بقلق شديد."سارة، سمعت للتو أن نغم الهادي أحضرت رجالًا لضربكِ، هل أنتِ بخير؟"نظر شادي النجار إليه وضحك بسخرية:"لقد تأخرتَ مجددًا."اسودّ وجه سامي الصافي، وشد قبضتاه بشدة حتى ارتجفتا:"شادي النجار، ما الذي تتفاخر به؟ لم تقضِ مع سارة العدلي حتى عُشر الوقت الذي قضيناه أنا وهي معًا."سأثبت لها أنني أستحقها أكثر منك!""أوه؟ إذًا سأنتظر وأرى."أمسك شادي الن
بعد ذلك، لم أرَ سامي الصافي لأيامٍ عديدة.كان أن يبقى هادئًا ويتصرف بشكل لائق أمر مستحيل.كنتُ أعلم أن شادي النجار قد أوقفه على الأرجح من أجلي.ذات مرة كنتُ أتناول العشاء مع صديقة.كانت متحمسة جدًا لتخبرني ببعض الأخبار."لقد تعرّض سامي الصافي للضرب مؤخرًا، وهو في المستشفى الآن، هل تعلمين؟"لم أسمع هذا الاسم منذ وقت طويل.شعرت بالفضول أيضًا.بعد عودة سامي الصافي من الدراسة في الخارج، جمع الكثير من الموارد والعلاقات، وبالاعتماد على الاستثمارات، كوّن رأس مال كبير.ومع ذلك، تجرأ أحدهم على ضربه."إنها نغم الهادي، الآنسة المدللة لم تستطع تقبّل هذه الإهانة."هززتُ الكأس الذي في يدي.فهمتُ.النساء اللواتي كنّ حول سامي الصافي، لم أتعامل مع أيٍّ منهن تقريبًا.كل واحدة منهن لم تكن سوى تسلية في نظره.لا يختلفنَ عني كثيرًا.نغم الهادي كانت من القليلات اللواتي سعى إليهن بجدية.كما أنها كانت صاحبة أقوى خلفية.ابنة عائلة الهادي الكبرى، بالطبع تستطيع أن تفعل ما تشاء.لكن يبدو أن ضربها لسامي الصافي لم يقلل غضبها، فجاءت تبحث عني.كانت ترتدي ملابس فاخرة.وقفت في طريقي وأنا أغادر العمل.خلعت نظارتها الشمسي
كل هذا يبدو كمصادفة شديدة.بينما نزل شادي النجار إلى الطابق السفلي ليُخرج القمامة، سألته:"منذ متى وأنت تعرف شادي النجار؟""تعرفت عليه في الجامعة، ألم يخبرك؟"تجمدت للحظة."لم يخبرني، يخبرني عن ماذا؟"كان الشخص المقابل لي متفاجئًا أيضًا.فضرب بيده على الطاولة."لا، كنت أعرف أن شادي النجار بارع في إخفاء الأمور، لكنني لم أتوقع أن يكون بارعًا إلى هذه الدرجة.""لقد تزوج بالفعل، فما الذي يحرجه لهذه الدرجة!"لقد أخبرني أن شادي النجار كان يدرس في نفس جامعتي.بل وحتى خلال لعبة الصراحة أم التحدي تلك التي اعترف فيها سامي الصافي بحبه لي، كان شادي النجار حاضرًا أيضًا."أنت لا تعلمين، لقد كان مستاءً للغاية.""ظلّ يمسك بي ويسألني لماذا جاء شخص لاحق وتقدم على حسابه، رغم أنه هو من تعرف عليك أولًا."هل أنا أعرف شادي النجار؟فكرت مليًا، لكن لم أستطع تذكر أي شيء."حقًا لا تتذكرين يا زوجة صديقي، شادي النجار كان مدرسك الخصوصي في الصف الثالث الثانوي!"تجمدت تمامًا.اسمه شادي النجار؟ ألم يكن اسمه شاكر النجار؟عندما تذكرت، كان طويلًا ووسيمًا، وهذا جعلني لا أجرؤ أن أنظر إلى وجهه جيدًا."آه، كان يخشى أن تظنيه م
كان شادي النجار يختار العصير.كنا نتكئ بهدوء على منصة الزفاف عندما سأل فجأة:"لم تخبريني بعد، لماذا ذهبتِ إلى مكتب الشؤون المدنية في ذلك اليوم؟"أنا لا أتحمل الخمر جيدًا، شعرت بوجهي يسخن تدريجيًا.حدّقتُ بعينيّ وفكّرتُ قليلًا:"لقد كانت مُجرّد صدفة."لكن في الحقيقة، كان ذلك اليوم عيد ميلادي.كنت لم
عدتُ إلى منصة الزفاف بوجهٍ خالٍ من التعابير.وأكملتُ المراسم التالية.أغلق أحدهم باب القاعة، وتجمد سامي الصافي في مكانه، وعيناه ممتلئتان بالصدمة.تبادلنا الخواتم، وأدى الطرفان عهود الزواج.عند فقرة النخب، أمسكتُ هاتفي، فرأيت أن سامي الصافي قد أرسل لي عدة رسائل."ما معنى ما حدث للتو؟""سارة العدلي، ه
شارك جميع من في المكان تقريبًا."يا إلهي! الرهان كبير جدًا، كيف يمكن أن تهرب من الزواج، هيا هيا احسبوني معكم.""بالضبط، رغم أن سارة العدلي متذللة، لا أصدق أنها بلا حدود إلى هذه الدرجة!"كانت يدي التي تمسك الهاتف ترتجف.ضغطت مرات كثيرة، لكنني لم أستطع إنهاء المكالمة.سقطت دمعة من ذقني دون أن أدري متى
عندما شرح لي سامي الصافي أن هذا كان مجرد رهان، كان الجميع يضحك بصخب منذ مدة بالفعل.كانت كلمات السخرية حادة لدرجة أنها كادت تخترق طبلة أذني."يا سارة العدلي، حتى لو حاولتُ تعويضك، لن يكفي. هل يمكنكِ كبح جماح عقلكِ السخيف قليلًا؟""مضحك للغاية، هل حقًا تتخيلين أن سامي الصافي سيتزوجك؟"كان هذا الشعور






レビュー