Short
同僚は妊娠後、自分を女王のように扱う

同僚は妊娠後、自分を女王のように扱う

Oleh:  ハリネズミTamat
Bahasa: Japanese
goodnovel4goodnovel
9Bab
5.0KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

同僚が妊娠後、ミルクティーを買ってほしいと言ってきた。飲んでから数時間後、腹痛が起きて流産してしまった。 彼女は病院で私のせいだと泣きながら訴え、彼女の家族に髪を引っ張られて殴られ、二千万の賠償を求められた。 警察に通報して訴訟を準備していたが、彼女の義理の母に道端に押し出され、私はトラックに轢かれて命を落とした。

Lihat lebih banyak

Bab 1

第1話

Suara air mengalir terdengar dari dalam kamar mandi. Aldrian Wibowo sedang mandi.

Jam menunjukkan pukul tiga dini hari. Aldrian baru saja pulang.

Kyna Jurnadi berdiri di depan pintu kamar mandi karena ingin membicarakan sesuatu dengan Aldrian. Dia sedikit gugup dan bertanya-tanya apakah pria itu akan menyetujui apa yang hendak dia katakan.

Saat sedang memikirkan bagaimana cara membuka mulut, Kyna tiba-tiba mendengar suara aneh dari dalam kamar mandi. Setelah mendengarkan dengan saksama, dia akhirnya mengerti. Pria itu sedang melepaskan hasratnya ....

Setiap tarikan napas dan erangan Aldrian terasa bagaikan serangkaian pukulan palu yang tak henti-hentinya menghantam jantung Kyna. Rasa sakit melanda hatinya dan membuatnya kesulitan bernapas.

Hari ini adalah ulang tahun pernikahan mereka yang kelima, tetapi mereka tak pernah berhubungan intim. Ternyata, pria ini lebih memilih untuk melepaskan hasratnya sendiri daripada menyentuhnya?

Seiring dengan napasnya yang makin cepat, Aldrian tiba-tiba mengeluarkan gumaman pelan yang nyaris tak tertahan, "Nara ...."

Sepatah kata itu memberikan pukulan terakhir yang fatal bagi Kyna. Dia merasa seperti mendengar suara ledakan, lalu sesuatu di dalam dirinya hancur berkeping-keping.

Kyna menutup mulutnya dengan kuat untuk meredam isak tangisnya, lalu berbalik dan berlari pergi. Namun, dia malah langsung tersandung pada langkah pertamanya dan menghantam wastafel sebelum jatuh ke lantai.

"Kyna?" Suara Aldrian masih belum kembali seperti semula. Dia jelas berusaha mengendalikan diri, tetapi napasnya masih sangat berat.

"A ... aku mau pakai toilet. Aku nggak tahu kamu lagi mandi ...," jawab Kyna. Dia melontarkan kebohongan yang buruk sambil meraih wastafel dengan panik agar bisa berdiri.

Namun, makin terburu-buru, makin menyedihkan pula tampang Kyna. Bagaimanapun juga, lantai dan wastafel dibasahi air. Ketika dia akhirnya berhasil berdiri, Aldrian juga telah keluar. Jubah mandi putihnya dikenakan secara asal karena tergesa-gesa, tetapi ikat pinggangnya terpasang rapi.

"Kamu jatuh? Ayo kubantu berdiri," ucap Aldrian sambil bergerak untuk memapah Kyna.

Rasa sakit membuat Kyna berlinang air mata, tetapi dia tetap menepis tangan Aldrian. Meskipun terlihat menyedihkan, dia menjawab dengan tegas, "Nggak usah, aku bisa sendiri."

Setelah hampir terpeleset lagi, Kyna melarikan diri ke kamar dengan tertatih-tatih.

Kata "melarikan diri" memang sangat tepat untuk mendeskripsikannya. Selama lima tahun menikah dengan Aldrian, Kyna terus-menerus melarikan diri. Dia melarikan diri dari dunia luar, dari tatapan aneh semua orang, serta dari rasa kasihan dan simpati Aldrian.

Istri Aldrian adalah seorang pincang. Bagaimana mungkin seorang pincang layak mendampingi Aldrian yang gagah dan sukses? Namun, dulu Kyna juga memiliki sepasang kaki yang indah ....

Aldrian mengikutinya keluar, lalu bertanya dengan suara yang lembut dan penuh kekhawatiran, "Apa kamu terluka? Coba kulihat."

"Nggak, aku baik-baik saja." Kyna menyelimuti dirinya dengan erat untuk menyembunyikan keadaannya yang menyedihkan.

"Kamu benar-benar baik-baik saja?" Aldrian benar-benar khawatir.

"Emm." Kyna mengangguk kuat dengan membelakanginya.

"Jadi, kamu sudah mau tidur? Bukannya kamu mau pakai toilet?"

"Nggak lagi. Ayo tidur," bisik Kyna.

"Emm. Ngomong-ngomong, hari ini hari peringatan pernikahan kita. Aku belikan kamu hadiah. Bukalah hadiahnya besok dan lihat kamu suka atau nggak."

"Oke."

Hadiah itu ada di meja samping tempat tidur dan Kyna sudah melihatnya. Akan tetapi, dia tahu isinya tanpa perlu membukanya. Setiap tahun, kotak hadiah itu berukuran sama dan isinya juga adalah jam tangan yang sama persis dengan tahun-tahun sebelumnya.

Di dalam laci, jika dihitung bersama dengan hadiah ulang tahunnya, sudah ada sembilan jam tangan yang identik. Ini yang kesepuluh.

Percakapan mereka berakhir di sana. Aldrian memadamkan lampu, lalu berbaring di atas tempat tidur. Aroma sabun mandinya seketika memenuhi udara.

Namun, Kyna hampir tidak merasakan tempat tidur di sampingnya tenggelam. Sebab, tempat tidur itu selebar dua meter. Dia berbaring di satu sisi, sedangkan Aldrian berbaring di paling pinggir sisi lainnya. Di antara mereka, terdapat ruang yang cukup untuk ditiduri tiga orang lagi.

Tak satu pun dari mereka yang mengungkit nama Nara, apalagi tentang apa yang dilakukan Aldrian di kamar mandi tadi. Semuanya seolah-olah tidak pernah terjadi.

Kyna berbaring kaku dan hanya merasa matanya sangat perih.

Nara yang nama lengkapnya Anara Chandra adalah teman kuliah, sekaligus cinta pertama dan wanita idaman Aldrian. Setelah lulus kuliah, Anara pergi ke luar negeri dan mereka pun putus. Aldrian sangat terpukul dan menenggelamkan diri dalam alkohol setiap harinya.

Di sisi lain, Kyna dan Aldrian adalah teman SMA. Dia mengakui bahwa dirinya memang diam-diam menyukai Aldrian saat SMA.

Saat itu, Aldrian adalah siswa populer dan peraih juara umum yang terkenal dingin. Sementara itu, Kyna adalah murid seni. Meskipun dia juga cantik, ada banyak gadis cantik di sekolah. Pada masa SMA, di mana nilai adalah segalanya, murid seni tidak begitu menarik perhatian dan bahkan ada yang berprasangka buruk terhadap mereka.

Oleh karena itu, Kyna hanya diam-diam menyukai Aldrian. Dia tidak pernah membayangkan dirinya memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan Aldrian. Sampai dia lulus dari jurusan seni tari, lalu pulang ke rumah pada liburan musim panas dan baru bertemu dengan Aldrian yang patah hati.

Malam itu, Aldrian mabuk dan berjalan terhuyung-huyung di jalanan. Dia tidak melihat lampu lalu lintas saat menyeberang jalan, sedangkan sebuah mobil yang melaju kencang ke arahnya tidak sempat mengurangi kecepatan.

Kyna yang khawatir pada Aldrian mengikutinya sepanjang jalan. Ketika menyaksikan hal ini, dia mendorong Aldrian, tetapi dirinya malah tertabrak mobil.

Kyna adalah seorang mahasiswi tari, juga sudah berhasil mendapatkan rekomendasi untuk melanjutkan program pascasarjana tanpa harus mengikuti ujian masuk. Namun, kecelakaan ini telah membuatnya pincang. Dia tidak bisa menari lagi.

Setelah itu, Aldrian berhenti minum-minum dan memutuskan untuk menikahi Kyna. Dia akan selalu merasa bersalah dan berterima kasih, bertutur kata lembut, bersikap acuh tak acuh, juga menghujani Kyna dengan hadiah dan uang. Namun, dia tidak akan pernah mencintai Kyna.

Kyna mengira waktu akan menghangatkan semua luka dan memudarkan segala rasa. Tak disangka, meskipun lima tahun telah berlalu, Aldrian masih mengingat nama "Nara" dengan begitu jelas. Aldrian bahkan memanggil nama itu saat sedang melepaskan hasratnya.

Pada akhirnya, Kyna yang terlalu naif dan bodoh ....

Kyna tidak tidur semalaman. Dia membaca e-mail di ponselnya paling tidak 100 kali.

Itu adalah tawaran melanjutkan studi pascasarjana dari universitas luar negeri, juga sesuatu yang awalnya ingin dibicarakan Kyna dengan Aldrian malam itu. Dia ingin meminta izin berkuliah di luar negeri untuk mendapatkan gelar master. Sekarang, dia sepertinya tidak perlu membicarakan hal ini dengan Aldrian.

Setelah lima tahun pernikahan dan begitu banyak malam penuh kegelisahan, dari detik ini, Kyna akhirnya bisa mulai menghitung mundur menuju perpisahan.

Ketika Aldrian bangun, Kyna masih berpura-pura tidur. Dia mendengar Aldrian berbicara dengan pembantu bernama Sani di luar.

"Aku akan hadiri acara bisnis malam ini. Beri tahu Nyonya untuk nggak perlu tunggu aku dan tidur saja lebih awal."

Setelah memberi instruksi itu, Aldrian kembali ke kamar untuk memeriksa Kyna lagi. Kyna berada di balik selimut dan bantalnya telah dibasahi air mata.

Biasanya, Kyna selalu sudah menyiapkan pakaian kerja Aldrian dan meletakkannya di samping. Aldrian hanya tinggal mengenakannya. Namun, Kyna tidak melakukannya hari ini. Aldrian pun pergi ke ruang ganti untuk berganti pakaian, lalu pergi ke perusahaan.

Setelahnya, Kyna baru membuka matanya yang bengkak. Alarm ponselnya berbunyi. Ini adalah waktu yang telah dia tetapkan untuk bangun dan belajar bahasa asing.

Sejak menikah, karena cedera kakinya, Kyna menghabiskan 90% waktunya di rumah. Dia tidak lagi keluar rumah dan hanya bisa membagi harinya menjadi beberapa segmen, lalu mencari kegiatan untuk melewati hari.

Kyna mengambil ponselnya, lalu mematikan alarm dan membuka berbagai aplikasi tanpa tujuan. Pikirannya kacau balau dan dia tidak mampu menyerap informasi apa pun, sampai dia tiba-tiba menemukan sebuah video di sebuah aplikasi.

Orang di video itu sangat familier ....

Nama akunnya Narachan.

Rekomendasi ini benar-benar ....

Video itu diposting semalam.

Kyna mengklik video itu dan segera mendengar alunan musik yang meriah, diikuti seruan seseorang.

"Satu, dua, tiga! Selamat atas kepulangan Nara! Cheers!"

Itu suara Aldrian.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
9 Bab
第1話
再び目を開けると、体全体が震えていて、自分の無傷の体を見て、バラバラになっていないこと、骨が砕けるような激痛もないことに気づいた。私は人生二周目が始めた。その時、同僚の小谷沙織が私の元に来て言った。「春菜、一緒にミルクティーを買おう!今日はすごく暑いから!」彼女は妊娠5ヶ月で、暑さがとても苦手で、ほぼ毎日冷たい飲み物を買っていた。先週私はクレジットカードを作ったばかりで、今回購入するとお得なキャンペーンがあったので、同僚たちから頼まれて代わりに買っていた。私はお節介で悪い気はしなかったが、まさか沙織がミルクティーを飲んだ後に腹痛を訴えて、慌てて病院に送ることになるとは思わなかった。その後、彼女の家族がやって来て、私が悪いと決めつけ、「大事な孫を失った」と言って二千万の賠償を要求してきた。人生一周目の自分を思い出し、私はすぐにスマホを手にして断った。「ミルクティーは飲みたくない、ダイエット中だから、甘い飲み物やデザートは全部断る!」すると沙織はまだ諦めていなかった。「じゃあ、買ってよ!クレジットカードを使って!」「買わない、もし何かあったら責任取れないから!」私は即座に断った。沙織は驚いた顔で言った。「春菜、そんなケチくさいこと言わないで。たかがミルクティー、何が問題なの?」その時、向かいの席に座っていた山口絢香が皮肉を言った。「そうだよ、春菜。私はあなたがケチだと思ってたよ。同僚なんだから、お願いして何が悪いの?」「じゃあ、同僚ならあなたが手伝ってよ。あなたが先にクーポン使ったの見たから」私は問題を彼女に投げかけると、絢香の顔色が急に固まった。沙織はすぐに振り向いて彼女を見た。「絢香、私たち二人で買おう!」「えっと……」彼女は躊躇って、私は笑いながら言った。「どうした?嫌なのか?同僚なのに、ケチ!」「クーポン、もう全部使っちゃった」絢香はしばらく考えた後、焦ってスマホを振った。「すみません!クーポン、もう全部使っちゃった!他の人に頼んでください!」沙織は不満げな顔をして冷たく鼻を鳴らして席に戻った。その後すぐに、出前の配達員が来て彼女にミルクティーを届けてくれた。つまり、ほかの人と一緒に買わなくても、彼女は自分で買うことができるんだ!でも、ちょっと気になったのは、前世で沙織が突然腹痛を訴
Baca selengkapnya
第2話
沙織の顔色がすっかり変わり、同僚たちはそれを見てこっそり笑っていた。誰かが私にメッセージを送ってきた。「春菜、勇気あるね!」私:「怖くないよ、私は彼女の旦那じゃないし、甘やかしてばかりいられないから!」「言う通りだね、見習うよ。妊娠してから、まるで女王様みたいになって、家でならまだしも、会社でも威張ろうとしてるんだ」私はにっこり笑って、皆が同じように感じていることがわかった。私は別に彼女と対立しようと思っていたわけではない。ただ、前世であんなひどい目に遭ったのに、どうしてもこの気持ちを抑えられなかった。沙織は慌てて言った。「春菜、すぐに削除して!」私は両手を広げて答えた。「もう時間が過ぎてて削除できないよ!」彼女は私を睨みつけた後、上司の部屋に向かった。数分後、上司の清水大輔が私を呼んだ。私が部屋に入ると、沙織が中から出てきて、上から目線で言った。「春菜、覚えておきなさい!」ふん!怖くないよ!私はドアをノックして入室すると、大輔は私を見て言った。「春菜、一緒に働けることが何かの縁だと思っているが、今日はやりすぎだよ」「やりすぎ?上司、正直言って、よくわからないんですが、上司が教えてくれたら、私も学びますよ!」大輔の顔色が急に暗くなった。「春菜!」「はい、清水さん、私は本当に理解できません。何がやりすぎだったんですか?何を間違えたんでしょう?」「言ってください、必ず改めます!」私は真剣な顔で彼を見つめた。大輔は言葉に詰まった。結局、同僚に朝ごはんを持っていくことなんて大したことではない。個人的な希望を問題にするほどではないと、大輔も理解しているはずだ。彼は軽く咳をして言った。「この件はさておき、西大の案をお前にやらせる。それと、お前が持っているアカウントは沙織に引き継げ」その言葉を聞いて、私は驚いた。「あの、私が立ち上げたアカウントですか?上司、この件、マネージャーは知っているんですか?」「春菜、そのアカウントは会社のものだ。指示に従えばいいだけだ」私は理解した。これが私が言うことを聞かなかった結果だ。大輔は私を見て、得意げな笑みを浮かべて言った。「よし、出て行っていいぞ」私はしっかり聞いたので、すぐに出ることにした。出ると、ちょうど沙織と顔を合わせた。彼女は鏡
Baca selengkapnya
第3話
彼女は派遣会社の社員で、ずっと正社員になる方法を考えていた。もし沙織が産休に入れば、彼女にはそのポジションを取るチャンスが生まれる。私が一言言っただけで、二人の顔色が急に変わった。沙織は冷たく鼻を鳴らし、携帯を手に取って出て行った。絢香は少し考え込んでいる様子だった。私は肩をすくめて立ち上がり、トイレに向かった。トイレに入って少しすると、足音が聞こえ、その後に沙織の声が聞こえてきた。「言ったでしょ、あの子、全然引っかからない!どうしよう?」「お金がないなら借りればいいじゃない!あのクソ女、頭が良すぎて私に警戒してるから、全然引っかからないよ!」沙織が言っている「クソ女」は、私のことだろうか?私は急いで携帯を取り出し、彼女が小さな声で言っているのを聞いた。「わかった、今チャンスを作るわ。絢香、あのバカっぽい子でいこう!」「私の子、絶対二千万の価値があるんだから!」その言葉を聞いた瞬間、私は心の中で冷や汗が流れるような気がした。なるほど、前世で彼女が私にしつこく絡んできた理由、そして二千万の賠償を要求してきたのは、結局お金が目的だったんだ!なんて冷酷な女だ、子供を犠牲にしてまで金を得ようとするなんて!私はその後、携帯をしまい、トイレを出て行った。数分後、営業部に寄って資料を取ってから戻った。オフィスに戻ると、甘い香りが漂い、ゴミ箱にはフルーツプレートの箱がいくつか残っていた。絢香は皮肉を込めて言った。「あれ、今帰ってきたんだ?もう食べ終わったよ、忘れててごめんね」「フルーツプレート、腐ったフルーツが使われてるって聞いたから、気をつけてね」私は一応警告したけれど、絢香は笑いながら言った。「私が買ったのは輸入フルーツ、すごく高かったんだから、腐ってるわけないでしょ!」オフィスの中はしばらく静かだった。その時、沙織はトイレに行き、しばらくしてから泣きながら出てきた。「もうダメだ、どうしよう、出血してる!」彼女はお腹を押さえながらその場に座り込んだ。みんなは驚いて、急いで救急車を呼び始めた。絢香はその場で慌てていたが、沙織に引き寄せられて、「お願い、助けて、私を病院に連れて行って!」と頼まれた。私は横から急かすように言った。「行ってあげなよ、二人の関係はとっても良いんでしょ?」絢
Baca selengkapnya
第4話
警察が来て、すぐに彼女を地面に押さえつけた! 「おとなしくしろ!動くな!」 おばあさんは呆然とした後、反応して言った。「お前、何を言ってるの!」 私は顔を押さえられたまま支えられ、「おまわりさん、頭がクラクラします。ただ見物していただけなのに、思わぬことに殴られました。証人もいますし、彼女が私を中傷しているんです!」と絢香に指を指して言った。 私は忘れなかった、前世で沙織一家に絡まれていた時、絢香が会社での宣伝に必死になり、私が会社を解雇される原因となり、彼女は私のポジションを奪った。今、彼女はまた私を困らせようとしているが、そんなことは絶対に許さない。 「嘘を言うな!」沙織の夫が飛び出してきた。「あいつが僕の妻に腐った果物を食べさせて、流産させたんだ!」 私はICカードを見せた。「そんなことありません。会社の監視カメラもあります。すぐに確認します!」 「絢香、私はあなたに言ったでしょ?腐った果物を盛った果物の盛り合わせの話を、あなたは聞かなかったんだ!」 絢香は慌てた。「あ、あなた……」 私は技術部から監視カメラを確認し、絢香に言った。「間違ったことをしたからって、私に濡れ衣を着せようなんて許さないよ、検査をする!」 私は警察官を引き寄せて倒れるふりをして、彼がすぐに私を病院に送った。 そのまま、沙織一家と絢香を現場から連れ出した。 検査を受けた後、会社に戻った時、大輔が私を見て驚き、眉をひそめた。「春菜、何があったんだ?」 「気分が悪くて病院に行ったんだけど、まさか理不尽な一家に会って、いきなり殴られるとは思わなかった。今、戻ってきたから、またお休みの申請をしにきたんだ」 これを聞いて大輔は驚き、私は休暇届を出した後、すぐに帰った。 帰る途中、私は気分が良かった。 一方、絢香は泣きながら電話してきた。「春菜、本当にずるいわ、わざと彼女を避けたんでしょ?今、家族が私にお金を求めてきて、どうしよう!」 私は鼻で笑った。「どうでもいい!私に関係ないよ。食事の時はさっさと逃げたくせに、今さら怖くなって、何をしてたの?」 私がそう言うと、彼女は声を荒げた。「春菜!」 「うるさい!まだ警察署にいるんでしょ?私の気分次第だよ、私の気分が良くなかったら、ずっと警察署でおとなしくしてなさい!」 そう言って電話を切った。絢香、覚悟しなさい
Baca selengkapnya
第5話
おばあさんの力があまりにも強くて、警察も見ていられなくなった。彼女はすぐに怯んで、私に向かってひどく睨んだ。「お前、待ってろよ!」 私は笑いながら言った。「嫌なら無理しなくていいよ」 出ようとしたその時、大輔がやって来たのを見て、少し驚いた。 彼が来ると、おばあさんは急いで彼に駆け寄った。 「大輔、ちょうどよかったわ、彼女が私に百万を要求してるのよ!」 「彼女を解雇しろ!」 私は驚いて固まった。彼らは知り合いなの? 大輔は私を見て、眉をしかめた。「おばさん、慌てないで、俺が解決するから」 私はびっくりした。彼らは親戚だったのか。だから沙織をかばっていたんだな。 そのことに気づいて、皮肉っぽく笑った。「清水さんは仲裁役でもするつもり?」 「春菜、もしクビになりたくないなら、和解書にサインしてくれ」 「それじゃ、このビンタは無駄だったってこと?」 私は顔を指差しながら言った。「私は傷の検査もしたし、この件で頭がクラクラして、吐き気もするし、脳震盪だって診断されたから、これから病院に入院するんだ!」 「清水さんが会社の担当者でも、法律には勝てないでしょう!」 大輔は私の顔を見て、目に憤りを浮かべ、歯を食いしばりながら言った。「百万は多すぎる。おばあさんは悪意があったわけじゃないんだから、少しは譲歩しろ。お前も譲歩すれば、俺も譲歩するよ、どうだ?」 「いくらくれるの?」 彼は拳を握りしめながら言った。「四十万だ。それ以上は無理だ」 「わかった、いいよ」 良いところで引き下がる、これくらいは理解してる。 でも、このビンタは無駄にはしない。 大輔が出てきて四十万を出してくれたと知って、おばあさんは睨みながら不本意そうにお金を渡した。 和解書にサインした後、私は帰ることにした。大輔はまだ中に残って慰めているようだったので、冷笑を浮かべた。 私は病院に行くつもりで、沙織の状況を見に行った。 エレベーターを降りた直後、沙織が一瞬現れるのを見て、怪しげな様子に警戒心が湧いた。すぐに後を追った。 階段で、沙織は別の女性と低い声で話していた。「お母さん、この子はもうダメだけど、絢香の家からもそんなにお金を取れるわけじゃないわ、どうしよう?」 「どうする?あちらは家を売ったり車を売ったりしてで
Baca selengkapnya
第6話
彼女は急に慌てて、すぐに大輔の手を引っ張った。「清水さん、もうどうしようもないわ!今、人にお金を払えと言われて、この仕事がなかったらどうしたらいいの!」 彼女は泣きながら叫び、拒否していたが、大輔は全く気にせず、すぐに人事部に連絡して、彼女の指紋を消去した。 絢香もどこからそんな勇気を出したのか、突然彼の手を振り払って言った。「大輔、畜生!こんな扱いをするなんて、死んでも許さないわ!もし私が死ぬことになったら、あなたたちも一緒に地獄に堕ちるべきよ!」 「今日はここで自殺する!一緒に地獄に堕ちよう!」 そう言って、彼女は何もかも顧みず、屋上に向かって走り出した。そのタイミングで、沙織一家も現れた。 絢香が外に出るのを見て、逃げると思った彼らは急いで後を追った。 私は腕を組みながら携帯を持ち、警察に通報した。この件が広まれば、大輔も終わりだ。 その後、一行は全員屋上に上がり、絢香は屋上の縁にしがみついていた。 沙織は彼女の様子を見て、すぐに焦り出した。「絢香、何をしているの?ちゃんと話せばいいじゃない、早く降りなさい!」 もし何か起きたら、彼女自身も何も得られないことになる。 絢香は泣きながら叫んだ。「あの日、あなたが果物を食べたがってたんでしょ?私と一緒に果物買うって言ったのに、あなたもお金を出したじゃない!それで今、二千万を要求してきて、私にはお金なんてないわ!もうこれ以上圧力かけるなら、私は飛び降りるわよ!」 沙織の顔色が一気に青ざめ、大輔も予想外の展開に驚いていた。彼女がこんなにも意地を張るとは。 私はその光景を見て、おばあさんが外に出てきて言った。「お前が死ねば、賠償は父が払うだろうな。お前の両親を探してやる。どうせこの一生、私はお前から金を取ってやるからな!」 「私の孫が死んだのに、まだこうやって元気でいられるなんて、死んでみろ。本当に勇気あるか!」 おばあさんはひたすら絢香を刺激し、私はその様子を見て心の中でため息をついた。この人、本当に怖い。もし彼女が本当に飛び降りたら、大変なことになるだろう。 絢香はもうどうしようもない状況だったが、おばあさんの言葉を聞いた途端、屋上の欄干に足を掛けて座り込んだ。私たちは慌てて「やめて!」と叫んだ。 大輔はおばあさんに向かって言った。「おばさん、もう少
Baca selengkapnya
第7話
私は淡々と言った。「清水さん、命に関わる状況で、企画を作るなんてできませんよ」 「社員の心理的な健康にも気を使ってください。この件は上層部でも必ず責任を追及されることになりますよ」 「まずは自分のことを考えた方がいいですよ」 「もし仕事を失ったら、それこそ本当に無駄になりますよ。ある人は芝居を演じるのが本当に素晴らしいですね!」 大輔は驚いて、「お前、何の芝居を言ってるんだ?」と尋ねた。 私は沙織を一瞥して言った。「誰が芝居をしているかは、その人自身が一番わかっているはずですよ!」 私はこれ以上話すつもりはなかったが、ただ彼らが互いに争う様子を見たかっただけだった。 そう言って、私はその場を立ち去ったが、この出来事はネットにまで広がってしまった。どの同僚かが動画をネットに投稿したのだろう。 絢香がビルから飛び降りようとした件は、すぐにネット全体に広まり、ネットユーザーたちは口々に自分の意見を述べ始めた。 「妊婦には手を出さない方がいいって言われてるでしょ?一緒に遊ぶのは構わないけど、絶対に車で送ったり、食べ物をあげたりしちゃダメだよ。もし何かあったら賠償しなきゃいけなくなるから!」 「リーダーにコーヒーを買ってってと頼まれて。そしたら、午後にお腹が痛くなって病院に送ったんだ。結局十万も払わされたから、もう二度とこのようなことしない!」 「差別するつもりはないけど、仕事を手伝うのはいいけど、食べ物や交通のことには関わらない方がいい。恥ずかしい思いをするとしても、助けないほうがいい。これはお金が絡む問題だからね」 ネットユーザーたちが自分の体験を語り始めているのを見て、私は額の冷や汗を拭った。前回は全く警戒心がなくて、沙織の罠にかかってしまった。 でも今回は違う。絢香はネットユーザーたちから支持を得て、すぐに反応し、ライブ配信を始め、ネットで泣きついていた。すぐにユーザーたちがアドバイスを送った。 「フルーツを食べて流産?そのフルーツ店に問題があるんじゃないか!」 「フルーツの盛り合わせは大抵腐ってる!」 「商店にも問題があるから、この問題はあなただけに責任を押し付けてはいけない!」 アドバイスを受けた絢香はひらめいた。もし沙織がフルーツで問題を起こしたと主張するなら、商店にも責任を取らせることができる
Baca selengkapnya
第8話
絢香がそれを聞くと、すぐに会議室に駆け込み、告げ口をした。 会議室では二人が激しく争い、互いの秘密を暴露し合っている様子を見て、私は外で思わず笑ってしまった。 前世では、私は彼らに裏切られ、どこにも行き場がなく、完全に行き詰まっていた。 絢香が私のポジションを取った後、ネットで私を中傷し、私を悪く言っていた。 私は怖くて、外に出ることもできず、やっと弁護士を見つけ、会社の同僚に証言してもらおうと思ったが、絢香は事実をねじ曲げ、私の希望をすべて断ち切った。 彼女も私を傷つける悪事をたくさんしてきた。 再び大輔たちが会議室から出てきた時、その顔色はすっかり悪くなっていた。 会社は二人とも解雇したと発表した。 大輔は、自分の親戚だけを登用し、業績も全然ダメで、裏で賄賂を受け取っていた。 絢香は能力不足で、契約が満了しても更新されることはなかったが、今後は彼女のプライドも考えずに解雇された。 二人とも解雇された。 絢香が私の笑顔を見て、すぐに激怒して私の前に突進してきた。 「春菜、これで満足したか!」 私はうなずいて認めた。「確かに満足だよ。君がうまくいかないのを見ると嬉しい」 彼女は目を見開いて、「あなたは本当にひどい!」と怒鳴った。 私は肩をすくめて、「まずは今後どうするつもりか考えた方がいいよ。彼らが絶対にお前を許せない」 絢香は顔をこわばらせ、「そんなことはない、私は無実だ!」と答えた。 「本当に馬鹿だな。あの人たちは理屈を通す人じゃないんだよ!言い忘れてたけど、大輔はあの人たちの親戚だよ。この件について、彼らが簡単に諦めると思う?」 その瞬間、絢香はすっかり諦めた様子で、大輔の方を一瞥し、冷たく一声を上げて去っていった。 私はこの件がすぐに終わるとは思っていなかったが、まさか絢香が彼を選ぶとは予想外だった! 沙織は子どもを失った後、旦那にひどく殴られた。 産後の回復期間中に殴られて大量に出血し、病院に運ばれたが、最終的に不妊になった。 沙織の義理の母は、子どもを産めない嫁に我慢できず、すぐに離婚を迫った。 沙織はどうしても離婚したくなく、家族を引きずり込み、金がないなら出て行けと言われたが、決して従わなかった。 その後、彼らの家の情報を見たのは、なんとネット上でだった。
Baca selengkapnya
第9話
結局、前世で私は死んだ後、その人たちはそれぞれ関係がなくなった。しかし今回は、私の原因で多くのバランスが崩れ、彼らが絡み合うことになった。最初は、彼らが互いに絡み合うのはただのドロドロしたドラマだと思っていたが、予想に反して、それはまるで続き物のドラマだった。絢香は妊娠してから騒ぎ始め、義理の母と喧嘩したり、暴力を振るったりするのが日常だった。彼女は以前、義理の母に殴られたことが気に入らなかったので、毎日小言を言って、病院で超音波検査を受けては、自分が男の子を妊娠していると言っていた。私は彼女のTikTokをフォローしていて、毎日家の中での彼女のゴタゴタした出来事を見ていた。ネットユーザーたちは彼女に「もっと平穏に過ごすべきだ」とアドバイスしていたが、絢香は自信満々に言い返していた。「私は今、子どもを妊娠しているから、家の中では女王のように振る舞っていいんだ!」「義理の母が私を困らせるなら、私も彼女を許さない!」「目には目を歯には歯を。老婦人が私を殴ったその十数回のビンタは必ず返す!」私は暇なときに彼女のTikTokを見ていたが、実は私の本当の敵は沙織だった。沙織は利用価値がなくなった後、実家の家族に捨てられ、別の男を見つけたが、彼もよく暴力を振る男だった。離婚もできず、毎日暴力を受けている様子を彼女のTikTokで見るたび、私は少しだけ気持ちが楽になった。西大のプロジェクトが完了し、私は昇進してマネジャーになり、仕事がどんどん忙しくなったので、彼らのことを追いかける暇もなく、ただお金を稼ぐことに集中した。最後に彼らの話を聞いたのは、ニュースでだった。絢香は男の子を産んだが、妊娠中にあまりにも気分が落ち込みすぎて、子どもには遺伝的な欠陥があった。高額な医療費を支払えない彼女は、子どもを捨てて逃げた。彼女の夫は彼女を見つけられず、毎日、母親と一緒に子どもを抱えながら、TikTokで泣きながら訴えていたが、どうすることもできなかった。絢香はそのまま戻ってこなかった。後に彼女はお金持ちを見つけたが、その男の元妻に街中で殴られ、顔を壊されたという。私はその後の話には関心を持たなかった。結局、この人生では私は順調に生きていて、仕事も順調で、恋愛も順調だった。一年後、彼氏からプロポーズされ、私は花束を抱えてそれ
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status