Mag-log in
Library
Maghanap
Win the Prize
Mga Paligsahan
benepisyo
Reward ng mga Manunulat
Author Brand
Author Project
Gumawa
Mga Ranking
Maghanap
Mga Nobela
Maikling Kwento
Lahat
Romance
Mafia
System
Fantasy
Urban
LGBTQ+
YA/TEEN
Paranormal
Mystery/Thriller
Eastern
Games
History
MM Romance
Sci-Fi
War
Other
Lahat
Romance
Emotional Realism
Mafia
MM Romance
Campus
Imagination
Rebirth
Kilig
Mystery/Thriller
Alamat
POV ng lalaki
Home
/
Romansa
/
The Present Of Love /
Kabanata 1 - Kabanata 10
Lahat ng Kabanata ng The Present Of Love: Kabanata 1 - Kabanata 10
90 Kabanata
Hampir Saja
Gadis berambut cokelat tengah sibuk di antara botol minuman dan gelas kaca, dia sering lupa waktu jika sudah berada di klub milik ayahnya ini. Terlalu hanyut dalam dunianya sendiri, yaitu meracik minuman.
Magbasa pa
Hampir Kehilangan Kesucian
Dunia seakan runtuh seketika saat bibir seorang pria menjelajah ke kulit mulus nan putih milik seorang gadis yang belum di jamah oleh siapapun. Hati gadis berambut coklat itu teriris sakit. Merasakan sebuah tindakan yang dilakukan dengan paksa pada bagian tubuhnya.
Magbasa pa
Penyelamatku
Suasana yang menghangat kini terasa kembali mencekam. Pria itu ia lihat lagi. Pria yang tadi hampir merenggut kesuciannya kini tengah berada di tempat yang sama. Jantung berdebar sea
Magbasa pa
BAB 4
Seorang anak laki-laki mengepalkan tangan dan menendang tong sampah. Salah apa tong sampah itu hingga tertendang sampai membentur tiang bangunan sekolah. Temannya pun kaget melihat keadaannya saat ini. Penampilan yang semrawut, waj
Magbasa pa
BAB 5
Seorang gadis tengah tersenyum senang melihat arloji di tangannya. Sebentar lagi dia akan sampai di sekolah baru yang sangat ia idam-idamkan. Memang sudah ke sekian kalinya ia berpindah sekolah. Sekolah ini harus menjadi tempat terakhir dia sampai lulus dan melanjutkan ke jenjang perkuliahan.
Magbasa pa
BAB 6
Wajah seorang gadis terlihat sangat malu setelah mendapat perlakuan yang tidak mengenakan. Dia di perhatikan oleh seluruh siswa yang ada kelasnya. Sementara pria yang dia ajak bicara tadi menuju rooftop mungkin untuk menenangkan diri dari keramaian.
Magbasa pa
BAB 7
Seila yang tidak fokus karena di ajak bicara oleh Angga malah melupakan kegiatannya yang tengah membakar bahan di tabung kaca. Tangannya diam tidak bergerak, malah semakin mendekat ke api.Karena suhu tinggi dan Seila tidak menjauhkan ta
Magbasa pa
BAB 8
"Sei. Dia ngedipin mata ke, Lo!" Bila menepuk pundak Seila. Dia melihat bagaimana Angga tadi mengedipkan sebelah matanya ke arah Seila. Anak baru ini memang cantik. Tak heran Bila pasti mengira angga menyukai Seila. Sorot tatapan Angga saat melihat Seila sungguh berbeda.
Magbasa pa
BAB 9
Di atas sebuah rooftop, sepasang siswa sedang duduk menikmati embusan angin dan sejuknya cuaca siang ini. Rooftop ini seakan milik mereka berdua. Tidak akan ada siswa lain yang datang kemari untuk mengganggu mereka. Aksara mengangk
Magbasa pa
BAB 10
Suara rintik-rintik hujan indah serta embusan angin yang menambah kesan dingin berhasil membuat momen semakin romantis. Langit yang semula cerah kini berubah menjadi mendung. Cahayanya sangat mendukung untuk dua insan yang saling bertatapan.
Magbasa pa
PREV
1
2
3
4
5
6
...
9
NEXT
Naglo-load...
I-scan ang code para mabasa sa App