Samudra langsung menuju ke ruangan Dokter Leon. Sesekali pemuda itu menarik napasnya dalam, meski sudah berulang kali melakukan pemeriksaan, tetapi tetap saja dia selalu gugup untuk mengetahui hasilnya. Dokter Leon mulai mengeluarkan kertas yang masih tersegel, mimik wajahnya langsung berubah ketika mengetahui hasilnya dan Samudra tahu arti dari raut wajah tersebut bukanlah kabar baik. *** "Makasih untuk hari ini," ucap Binar ketika mereka telah sampai di pekarangan rumahnya. Dirgantara menjawab dengan wajah sedih, "Maaf gak sesuai rencana." Gadis itu tersenyum seraya menggelengkan kepalanya pelan. "Jangan terlalu mengumbar kata maaf. Aku senang kok." Dirgantara mencubit kedua pipi Binar dengan gemasnya. "Baik banget sih pacar aku ini, jadi makin cinta." "Kok ngobrol di luar. Ajak masuk dong, Bi," ucap seorang wanita paruh baya baru saja keluar dari dalam rumah. "Hehe, iya, Ma." Binar hanya nyengir seraya memasukan tangannya ke belakang rambutnya, "yuk!" Awalnya Dirgantara
Terakhir Diperbarui : 2021-11-18 Baca selengkapnya