Zeva tak pernah lupa satu hal yang menjadi penyesalan terbesarnya: dulu mereka hanya menikah secara sederhana, tanpa pesta, tanpa gaun indah, tanpa momen sakral yang layak kamu dapatkan. Kali ini, ia bertekad menebus semuanya dengan sebaik-baiknya. Zeva memesan gedung paling megah di kota, mendatangi sendiri vendor dekorasi, dan memastikan setiap sudutnya dihias persis seperti impian Vianca yang pernah terucap dulu—bunga lili putih, tirai renda lembut, dan pencahayaan yang hangat bak bintang. Ia juga memesan gaun pengantin buatan desainer ternama, kainnya berkilau berpayet halus, dibuat khusus agar pas sempurna di tubuh Vianca. Tanggal pun telah ditetapkan: dua bulan lagi, hari di mana mereka akan bersatu kembali secara resmi dan sempurna. Kini di ruang butik yang tenang, Vianca berdiri di depan cermin besar sambil menahan napas. Gaun itu menyelimuti tubuhnya dengan anggun, kainnya jatuh lembut menyentuh lantai. Zeva berdiri tak jauh dari sana, matanya tak berkedip menatap pantula
Read more