Zeva, Rafael, dan Vianca tiba di TK. Rafael sedih saat Zeva bilang pamit dan tidak ikut ke dalam. "Ayah jahat!" Rafael berkaca-kaca. Tanpa banyak bicara, Zeva berlutut sejajar dengan Rafael. Tangan besarnya mengusap lembut kepala anak itu. "Maafkan Ayah, Nak. Ayah tetap di sini. Yuk, Ayah antar masuk kelas." Wajah Rafael seketika cerah kembali. Dia langsung melingkarkan kedua lengan kecilnya di leher Zeva, menyembunyikan wajah di bahu pria itu. "Ayah janji nggak pergi dulu sampai Rafael duduk di kursi?" "Janji," jawab Zeva lembut, lalu mengangkat tubuh Rafael dan berjalan masuk melewati gerbang TK bersama anaknya. Vianca berjalan di belakang mereka, dadanya terasa hangat namun juga sedikit sesak melihat pemandangan itu. Setelah memastikan Rafael duduk tenang di kelas, menyapa guru dan sedikit membujuk anak itu agar mau bermain dengan teman-temannya, barulah mereka berdua berjalan menuju mobil Zeva yang terparkir di pinggir jalan. Udara pagi yang sejuk menyapa, namun suasana di
続きを読む