Begitu mobil berhenti di parkiran privat, Vee tidak bersuara sedikit pun. Dia turun, memutari mobil, dan mencengkeram pergelangan tangan Valeryn dengan remasan yang cukup kuat hingga menyisakan rona merah di kulit mulusnya. Pria itu menuntunnya—atau lebih tepatnya menyeretnya—masuk melewati lobi, naik menggunakan lift privat, hingga akhirnya pintu kamar suite mewah mereka tertutup dan terkunci dengan dentuman keras yang bergema di langit-langit ruangan. "Vee, kau sak—" Kalimat Valeryn terputus saat tubuhnya didorong kasar hingga membentur daun pintu yang kokoh. Sebelum dia sempat memprotes, tubuh besar Vee sudah mengungkungnya, menekan seluruh bobot tubuhnya pada Valeryn. Kacamata hitam yang bertengger di wajah Valeryn terlepas, jatuh mencium lantai kayu dan terabaikan begitu saja. "Kau mengatakannya dengan sangat mudah, huh?" desis Vee, napasnya memburu panas di depan wajah Valeryn. Matanya yang sehitam jelaga kini menyala oleh kobaran amarah, frustrasi, dan sesuatu yang jauh
Magbasa pa