Tanpa membuang waktu, Rafa segera menyodorkan lembaran kertas itu ke hadapan Liam.Liam meraihnya cepat dan mulai membacanya dengan saksama. Baris demi baris, angka demi angka ia cermati sampai matanya tertuju pada persentase keakuratan DNA yang mencapai 99,9%. Liam mendongak, lalu tanpa ragu memeluk sahabatnya itu."Selamat, ya! Aku benar-benar nggak menyangka kalau Rafi itu ternyata anak kandungmu," ucapnya seraya menepuk-nepuk punggung Rafa. "Ini artinya, aku punya keponakan baru yang harus secepatnya kamu kenalkan padaku!"Rafa terkekeh pelan, melepaskan pelukannya sembari merapikan kertas tersebut. "Tunggu dulu, Liam. Malam nanti, aku baru mau bicara dari hati ke hati dengan Dewi.""Dia bersedia?" tanya Liam memastikan."Ya, dia berjanji akan datang," jawab Rafa penuh keyakinan.Ketika malam akhirnya tiba, suasana di kediaman Rafa terasa berbeda. Demi menyambut kedatangan sang pujaan hati, Rafa sibuk membersihkan rumah yang ia sewa itu. Mulai dari menyapu lantai, merapika
Read more