Pintu kamar rawat perlahan terbuka, menciptakan celah cahaya yang mengagetkan Bara. Hatinya langsung berdesir, tetapi ia segera menepis semua pikiran buruk. Ia menarik napas dalam, berusaha menenangkan diri. 'Aku tidak boleh mencurigai istriku sendiri,' batinnya, 'Aku akan mencari tahu dulu, tanpa harus menyinggung hatinya.'Sang mommy muncul di ambang pintu, wajahnya memancarkan senyum cemas. "Sudah selesai ngobrolnya? Kalian sudah baikan, kan?" tanyanya, melirik dari Gara ke Bara."Sudah, Mom," jawab Bara, suaranya mencoba terdengar santai, walau ketegangan masih menyelimuti ruangan. "Kami pulang dulu, ya. Besok aku harus ke luar negeri sama Daddy."Andin mengangguk, lalu menghampiri Gara. Dengan lembut, ia mengusap rambut putranya. "Istirahat ya, sayang. Nanti Mommy temenin," bisiknya.Gara hanya mengangguk pelan, matanya tetap kosong, menatap dinding putih di depannya. Jiwanya terasa lelah, terlalu lelah untuk berpura-pura baik-baik saja.Di luar kamar, Bara dan Anisa berjalan ber
Huling Na-update : 2025-09-14 Magbasa pa