Senyum tipis mengembang di bibir pucat Gara. "Terima kasih, Riko," ucapnya tulus, suaranya parau namun penuh ketulusan. Riko mengangguk, sorot matanya menunjukkan kehangatan.Saat Riko hendak membalas, pintu ruangan terbuka. Seorang wanita paruh baya dengan raut cemas melangkah masuk. Ia adalah Andin, ibu Gara, ditemani oleh menantunya, Anisa. Mata Andin langsung berbinar melihat Gara, dan air mata menetes di pipinya. "Sayang, kamu kenapa?" ucapnya pilu, seraya mendekati ranjang dan menggenggam erat tangan Gara."Silakan duduk, Tante." Riko beranjak, mempersilakan Andin duduk di kursi yang ia duduki."Terima kasih, Nak. Maaf ya sudah merepotkan kamu," ucap Andin sambil mengusap lengan Riko."Tidak merepotkan kok, Tante. Gara sudah seperti adik saya sendiri," jawab Riko, suaranya melembut. "Kalau begitu, saya kembali ke kantor dulu, pekerjaan sedang menumpuk.""Iya, Nak. Sekali lagi terima kasih banyak." Andin mengangguk sambil tersenyum.Anisa menatap Riko, lalu menoleh pada ibunya. "
Last Updated : 2025-09-13 Read more