“Awalnya ibuku mendukungku, tapi belakangan ketika melihat aku keliling ke mana-mana dan belum punya pacar, dia jadi cemas,” kata Jane dengan nada agak patah semangat, “Masalah menikah sudah dibicarakan berkali-kali, tapi aku selalu menolak.” “Kali ini, dia langsung mengatur keputusan secara sepihak, bahkan calon untuk kencan sudah diatur. Tinggal menunggu aku pulang untuk menjalani prosesnya saja. Boleh dikatakan, langsung mengadakan upacara pernikahan dan langsung malam pertama.”Nada suara Jane yang putus asa dan kesal itu membuat Theresia tertawa. “Mana mungkin secepat itu?”Jane menopang pipinya sembari berkata, “Keluarga kami bergerak di bidang bisnis, punya uang tapi nggak punya kekuasaan. Oleh karena itu, orang tuaku berharap aku menikah dengan keluarga yang punya kekuasaan.”“Kali ini, dengar-dengar calonku itu adalah anak seorang kepala yang cukup berkuasa, mereka bahkan sudah membantu mengatur pekerjaan dengan gaji tinggi untuk adikku. Pokoknya, orang tuaku sangat puas. Beg
Read more