Niat suci dan tekad membara Rian, Kiki, dan Kira untuk membantu Ayah Martis mendadak membentur kenyataan yang teramat pahit. Baru saja ketiga ksatria muda itu melompat turun sejauh lima puluh meter menembus retakan tanah raksasa di alun-alun kota, udara di dalam celah bawah tanah tersebut mendadak membeku secara tidak masuk akal. Warna udara berubah menjadi kelabu pekat, memancarkan gelombang gravitasi raksasa yang kepadatannya menyerupai dinding baja murni dari era purba. HUMMMMMMMMMMM—BOOOOOOOOOOMMMM! Tanpa sempat mengeksekusi jurus pertahanan atau mengayunkan belati, sebuah Hempasan Aura Gravitasi Purba meletup dahsyat dari kedalaman bumi. Hempasan energi itu bagaikan dinding gunung tak kasat mata yang dihantamkan secara mendadak dari arah bawah. Pelindung petir emas milik Kiki, perisai petir ungu milik Kira, serta aura bayangan Yin milik Rian seketika retak hancur berkeping-keping hanya dalam hitungan milidetik. "UAAAAAGHH!" Jeritan Rian, Kiki, dan Kira membumbung ti
Read more